Nama: Alifia Lintang Prameswari
NPM: 2313053201
Kelas: 3/G
Berdasarkan jurnal yang berjudul Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang, menurut saya penelitian ini fokus pada pengembangan moral anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta. TK ini terletak di daerah lokalisasi, sebuah tantangan besar untuk perkembangan moral anak-anak yang berada dalam lingkungan tersebut. Namun, pihak sekolah telah berupaya keras untuk mengatasi pengaruh lingkungan sekitar yang kurang kondusif.
Secara garis besar, jurnal ini menjelaskan beberapa aspek penting dalam pengembangan moral anak di TK tersebut, yaitu materi, metode, pendidik, dan evaluasi. Materi yang diajarkan kepada anak-anak mengacu pada kurikulum pendidikan anak usia dini yang sudah diatur oleh pemerintah. Di sini, materi yang diajarkan mencakup nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial seperti menghormati orang lain, tolong-menolong, serta cinta terhadap Tuhan.
Dari sisi metode, guru di TK PKK Sosrowijayan menggunakan berbagai metode yang menarik, seperti metode bercerita, bernyanyi, pembiasaan, dan keteladanan. Metode ini sangat tepat karena anak-anak usia dini lebih mudah belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan dengan meniru perilaku yang mereka lihat dari guru. Misalnya, melalui cerita tentang seekor itik yang tersesat, anak-anak diajak memahami pentingnya tolong-menolong. Selain itu, dengan bernyanyi, anak-anak dapat diajak memahami nilai-nilai moral dengan cara yang tidak mereka sadari sedang belajar.
Pendidik di TK PKK Sosrowijayan juga menjadi panutan bagi anak-anak. Guru yang beragama Islam memberikan contoh dalam berpakaian dan bersikap yang sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga anak-anak dapat meniru dan mengikuti sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, interaksi antara guru dan orang tua berjalan baik, sehingga ada kesinambungan dalam pengajaran moral di sekolah dan di rumah.
Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi, tanpa menggunakan lembar evaluasi yang formal. Hal ini dikarenakan evaluasi moral lebih menekankan pada perilaku anak sehari-hari. Guru tidak hanya menilai anak di kelas, tetapi juga ketika anak-anak bermain, makan, atau melakukan aktivitas lain.
Namun, jurnal ini juga menyoroti bahwa sekolah ini lebih fokus pada hasil daripada proses, terutama dalam hal kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung). Ini tampak dari adanya tambahan jam belajar untuk calistung, yang kadang-kadang mengesampingkan pentingnya proses belajar itu sendiri. Selain itu, evaluasi moral masih dilakukan secara sederhana dan kurang optimal karena tidak ada pedoman evaluasi yang jelas.
Jadi secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berada di lingkungan yang kurang mendukung, TK PKK Sosrowijayan telah berhasil mengembangkan moral anak-anak dengan berbagai metode yang sesuai. Namun, tetap ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal evaluasi moral yang lebih terstruktur dan sistematis. Selain itu, ada saran untuk memindahkan lokasi sekolah ke lingkungan yang lebih mendukung perkembangan moral anak.
NPM: 2313053201
Kelas: 3/G
Berdasarkan jurnal yang berjudul Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang, menurut saya penelitian ini fokus pada pengembangan moral anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta. TK ini terletak di daerah lokalisasi, sebuah tantangan besar untuk perkembangan moral anak-anak yang berada dalam lingkungan tersebut. Namun, pihak sekolah telah berupaya keras untuk mengatasi pengaruh lingkungan sekitar yang kurang kondusif.
Secara garis besar, jurnal ini menjelaskan beberapa aspek penting dalam pengembangan moral anak di TK tersebut, yaitu materi, metode, pendidik, dan evaluasi. Materi yang diajarkan kepada anak-anak mengacu pada kurikulum pendidikan anak usia dini yang sudah diatur oleh pemerintah. Di sini, materi yang diajarkan mencakup nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial seperti menghormati orang lain, tolong-menolong, serta cinta terhadap Tuhan.
Dari sisi metode, guru di TK PKK Sosrowijayan menggunakan berbagai metode yang menarik, seperti metode bercerita, bernyanyi, pembiasaan, dan keteladanan. Metode ini sangat tepat karena anak-anak usia dini lebih mudah belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan dengan meniru perilaku yang mereka lihat dari guru. Misalnya, melalui cerita tentang seekor itik yang tersesat, anak-anak diajak memahami pentingnya tolong-menolong. Selain itu, dengan bernyanyi, anak-anak dapat diajak memahami nilai-nilai moral dengan cara yang tidak mereka sadari sedang belajar.
Pendidik di TK PKK Sosrowijayan juga menjadi panutan bagi anak-anak. Guru yang beragama Islam memberikan contoh dalam berpakaian dan bersikap yang sesuai dengan nilai-nilai agama, sehingga anak-anak dapat meniru dan mengikuti sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, interaksi antara guru dan orang tua berjalan baik, sehingga ada kesinambungan dalam pengajaran moral di sekolah dan di rumah.
Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi, tanpa menggunakan lembar evaluasi yang formal. Hal ini dikarenakan evaluasi moral lebih menekankan pada perilaku anak sehari-hari. Guru tidak hanya menilai anak di kelas, tetapi juga ketika anak-anak bermain, makan, atau melakukan aktivitas lain.
Namun, jurnal ini juga menyoroti bahwa sekolah ini lebih fokus pada hasil daripada proses, terutama dalam hal kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung). Ini tampak dari adanya tambahan jam belajar untuk calistung, yang kadang-kadang mengesampingkan pentingnya proses belajar itu sendiri. Selain itu, evaluasi moral masih dilakukan secara sederhana dan kurang optimal karena tidak ada pedoman evaluasi yang jelas.
Jadi secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berada di lingkungan yang kurang mendukung, TK PKK Sosrowijayan telah berhasil mengembangkan moral anak-anak dengan berbagai metode yang sesuai. Namun, tetap ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal evaluasi moral yang lebih terstruktur dan sistematis. Selain itu, ada saran untuk memindahkan lokasi sekolah ke lingkungan yang lebih mendukung perkembangan moral anak.