Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213
Jurnal kedua membahas penggunaan model moral reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, dengan hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Di awal, partisipasi siswa dalam diskusi tergolong rendah karena mereka belum familiar dengan model ini. Namun, setelah siklus kedua dan ketiga, jumlah siswa yang berani mengemukakan pendapat meningkat dari 6 menjadi 22, sementara kemampuan pengambilan keputusan meningkat dari 7 menjadi 20 siswa.
Model moral reasoning, berdasarkan teori perkembangan moral Kohlberg, mengutamakan berpikir kritis dan diskusi tentang dilema moral. Penelitian ini menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan interaksi antar siswa, keberanian untuk berpendapat, serta kemampuan berpikir dan membuat keputusan yang didasari pertimbangan moral. Selain itu, guru juga mengalami perbaikan dalam pengelolaan kelas, berfungsi sebagai fasilitator aktif yang mendorong partisipasi siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model moral reasoning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi siswa, dan pencapaian kompetensi, terutama dalam pelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai moral seperti Pendidikan Kewarganegaraan.
NPM : 2313053213
Jurnal kedua membahas penggunaan model moral reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, dengan hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Di awal, partisipasi siswa dalam diskusi tergolong rendah karena mereka belum familiar dengan model ini. Namun, setelah siklus kedua dan ketiga, jumlah siswa yang berani mengemukakan pendapat meningkat dari 6 menjadi 22, sementara kemampuan pengambilan keputusan meningkat dari 7 menjadi 20 siswa.
Model moral reasoning, berdasarkan teori perkembangan moral Kohlberg, mengutamakan berpikir kritis dan diskusi tentang dilema moral. Penelitian ini menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan interaksi antar siswa, keberanian untuk berpendapat, serta kemampuan berpikir dan membuat keputusan yang didasari pertimbangan moral. Selain itu, guru juga mengalami perbaikan dalam pengelolaan kelas, berfungsi sebagai fasilitator aktif yang mendorong partisipasi siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model moral reasoning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi siswa, dan pencapaian kompetensi, terutama dalam pelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai moral seperti Pendidikan Kewarganegaraan.