Nama : Fauzya Putri Ramadani
NPM : 2313053221
Jurnal “Proses Pendidikan Nilai Moral Di LIngkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja” membahas tentang keluarga yang harus memiliki peran fundamental sebagai institusi pendidikan pertama dan utama bagi anak. Pendidikan nilai moral dalam keluarga bersifat informal dan berlangsung sepanjang waktu melalui interaksi sehari-hari. Proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga dapat dijalankan melalui beberapa hal, yaitu:
- Penanaman nilai keimanan sebagai fondasi utama, dimulai sejak anak lahir hingga dewasa. Hal ini penting untuk membentuk keyakinan dan pengenalan anak terhadap Allah.
- Pembimbingan nilai-nilai moral praktis seperti cara bertutur kata, berpakaian, dan bergaul yang baik. Termasuk penanaman sifat-sifat positif seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan kesabaran.
- Keteladanan dari orangtua melalui harmonisasi hubungan dan perilaku sehari-hari. Anak akan menyerap dan mencontoh apa yang dilihat dari orangtuanya.
Proses pendidikan moral ini penting untuk mencegah kenakalan remaja yang muncul akibat arus globalisasi dan modernisasi, seperti tawuran, narkoba, penyimpangan seksual, dan perilaku menyimpang lainnya. Keberhasilan pendidikan moral dalam keluarga akan berdampak positif tidak hanya bagi individu anak tetapi juga bagi masyarakat secara luas, karena keluarga merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.
NPM : 2313053221
Jurnal “Proses Pendidikan Nilai Moral Di LIngkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja” membahas tentang keluarga yang harus memiliki peran fundamental sebagai institusi pendidikan pertama dan utama bagi anak. Pendidikan nilai moral dalam keluarga bersifat informal dan berlangsung sepanjang waktu melalui interaksi sehari-hari. Proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga dapat dijalankan melalui beberapa hal, yaitu:
- Penanaman nilai keimanan sebagai fondasi utama, dimulai sejak anak lahir hingga dewasa. Hal ini penting untuk membentuk keyakinan dan pengenalan anak terhadap Allah.
- Pembimbingan nilai-nilai moral praktis seperti cara bertutur kata, berpakaian, dan bergaul yang baik. Termasuk penanaman sifat-sifat positif seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan kesabaran.
- Keteladanan dari orangtua melalui harmonisasi hubungan dan perilaku sehari-hari. Anak akan menyerap dan mencontoh apa yang dilihat dari orangtuanya.
Proses pendidikan moral ini penting untuk mencegah kenakalan remaja yang muncul akibat arus globalisasi dan modernisasi, seperti tawuran, narkoba, penyimpangan seksual, dan perilaku menyimpang lainnya. Keberhasilan pendidikan moral dalam keluarga akan berdampak positif tidak hanya bagi individu anak tetapi juga bagi masyarakat secara luas, karena keluarga merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.