Posts made by selly meita safira

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 4

by selly meita safira -
Nama : Selly Meita Safira
Npm : 2313053167

baik terima kasih kepada Melia atas pernyataannya, izin menjawab:

Pendekatan holistik dan adaptif dalam kurikulum IPS dapat menjadi sangat efektif untuk mengatasi tantangan sosial budaya yang dihadapi siswa.

Karena, pendekatan holistik memandang pendidikan sebagai proses yang mencakup berbagai aspek perkembangan manusia, tidak hanya aspek akademis tetapi juga emosional, sosial, dan keterampilan hidup. Hal-hal ini memungkinkan kurikulum IPS untuk tidak harus fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter, nilai-nilai, dan keterampilan sosial siswa. serta komponen-komponen penting dalam pendekatan holistik, seperti integrasi antar mata pelajaran, pengembangan emosional dan sosial, serta pembelajaran berbasis proyek, dapat membantu siswa memahami konteks pembelajaran dalam kehidupan nyata dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sosial budaya.

Sedangkan pendekatan adaptif memungkinkan kurikulum IPS untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang beragam, termasuk tantangan sosial budaya yang mereka hadapi. dengan pendekatan adaptif, guru dapat merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan dan latar belakang siswa, sehingga dapat lebih efektif dalam membantu siswa mengatasi tantangan sosial budaya.

Selain pendekatan holistik dan adaptif, metode lain yang mungkin lebih efektif adalah: Pembelajaran Berbasis Masalah, metode ini dapat membantu siswa mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah sosial budaya yang relevan dengan kehidupan mereka dan dengan terlibat langsung dalam proses pemecahan masalah, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan kolaborasi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sosial budaya.

Secara keseluruhan, pendekatan holistik dan adaptif dalam kurikulum IPS dapat menjadi sangat efektif untuk mengatasi tantangan sosial budaya yang dihadapi siswa. Metode lain seperti pembelajaran berbasis masalah juga dapat menjadi pendekatan yang efektif, karena memungkinkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah sosial budaya yang relevan dengan kehidupan mereka.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by selly meita safira -
Nama : Selly Meita Safira
Npm : 2313053167
Kelas : 3/F

Jurnal dengan judul "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" yang ditulis oleh Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff. Membahas tentang implementasi pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh, dengan penekanan khusus pada penerapan kurikulum islami sesuai dengan otonomi khusus yang dimiliki Aceh.

Poin-poin utama pada jurnal tersebut adalah:

1. Latar belakang : Aceh memiliki status otonomi khusus yang memungkinkan penerapan syariat Islam, termasuk dalam sistem pendidikan. dan ada kekhawatiran tentang perubahan sosial yang cepat dan dampaknya terhadap moralitas remaja.
2. Dasar hukum : Penyelenggaraan pendidikan Islam di Aceh mengacu pada Qanun No. 9 Tahun 2015 (perubahan atas Qanun No. 11 Tahun 2014) tentang penyelenggaraan pendidikan.
3. Implementasi Pendidikan Islami : seluruh satuan pendidikan di Aceh berpedoman pada ajaran Islam. dan sistem pengelolaan sekolah menekankan nilai transparansi, akuntabilitas, keteladanan, dan pengembangan budaya berorientasi Islami.
4. Kurikulum : selain mengikuti kurikulum nasional, Aceh menerapkan kurikulum Islami sesuai dengan Qanun pendidikan Aceh. dan proses pembelajaran berorientasi pada budaya Islam berbasis syariat Islam.
5. Tujuan : membetuk generasi muda Aceh yang berakhlak mulia sesuai dengan budaya Aceh dan syariat Islam. dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh secara lebih luas.
6. Tantangan : menyeimbangkan antara tuntunan pendidikan nasional dan kekhususan pendidikan Islami di Aceh. dan menghadapi perubahan sosial yang cepat dan dampaknya terhadap nilai-nilai moral remaja.

Kesimpulannya jurnal ini menggambarkan bagaimana Aceh, dengan status otonomi khususnya, mengimplementasikan sistem pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam. Pendekatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan moral sambil mempertahankan identitas budaya dan religius Aceh. penerapan kurikulum islami dilihat sebagai upaya untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan sesuai dengan syariat Islam.

2024/2F/BP -> Diskusi 2

by selly meita safira -
Nama : Selly Meita Safira
NPM : 2313063167
Kelas : 2F

Cara yang tepat untuk membuat siswa yang pasif menjadi aktif pada pembelajaran inkuiri kelas rendah adalah dengan menggunakan pendekatan berbasis game, yang dimana pembelajarannya seperti permainan dengan tantangan, misi atau memberikan sebuah hadiah yang menarik jika berhasil menjawab pertanyaan. hal ini dapat mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Selanjutnya dengan cara pengalaman langsung, contohnya seperti kunjungan lapangan, pemaparan langsung, atau eksperimen sederhana untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa, hal ini dapat memberikan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menarik. Serta guru guru dapat memberikan dukungan atau pujian, memberikan dukungan dan pujian kepada siswa ketika mereka berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong siswa untuk berpartisipasi lebih lanjut.

2024/2F/BP -> Diskusi 1

by selly meita safira -
Nama : Selly Meita Safira
NPM : 2313053167
Kelas : 2F

Kelebihan: kelebihan utama model pembelajaran inkuiri yaitu memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih aktif dan mandiri. Siswa diberikan ruang untuk menemukan jawabannya sendiri dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui proses analisis. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih memahami materi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka secara aktif. Selanjutnya, model pembelajaran inkuiri memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab mereka terhadap belajar. Dalam model cooperatif learning, siswa bekerja dalam kelompok dan membagi tugas, namun dalam model inkuiri siswa lebih fokus pada individu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

kekurangan: Jika dibandingkan dengan pembelajaran model cooperatif learning, model inkuiri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk materi yang di terima. selain itu, model inkuiri memiliki kelemahan dalam menghadapi siswa yang memiliki kemampuan berbeda dalam menerima informasi dari sumber audiovisual. Dalam model inkuiri siswa harus aktif dalam proses belajar dan berdiskusi, namun jika tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama dalam menerima informasi, maka proses belajar akan terganggu. Dalam model cooperatif learning, siswa bekerja dalam tim dan membantu satu sama lain, sehingga dapat mengatasi kelemahan.