Posts made by Marsya Aulia

Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218

Judul: PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH

Dari hasil analisis saya mengenai jurnal tersebut didapatkan bahwa, jurnal ini membahas tentang bagaimana pendidikan moral Pancasila dapat berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pengajarannya menitik beratkan pada penghayatan dan pengamalan butir-butir Pancasila, yaitu terdapat 36 butir Pancasila yang perlu dipahami. Dalam jurnal ini juga menjelaskan bahwasannya moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsip-prinsip yang benar, baik, terpuji dan juga mulia. 

Pada jurnal ini lebih menitik beratkan pada penerapan nilai moral Pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah. Pada jurnal penulis menyampaikan bahwa metode yang digunakan dalam penelitiannya yaitu metode sosialisasi, melalui metode sosialsasi ini penulis meminta izin terlebih dahulu kepihak sekolah, setelah itu mulai menyampaikan materi tentang nilai-nilai anti korupsi, setelah selesai penyampaian materi kemudian memberikan quis sebagai evaluasi atas materi yang telah disampaikan. Dari rangkaian metode penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa menumbuhkan nilai moral sejak dini dapat membuat mereka tahu bagaimana sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab, serta nilai keadilan. Dengan begini peserta didik akan mengerti bahwa tindakan korupsi merupakan suatu tindakan yang tidak bermoral serta tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Penulis juga menambahkan bahwa nilai moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Nilai dianggap penting oleh manusia itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Moralitas identik dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara pengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut.

Sehingga penelitian yang dilakukan cukup efektif dalam membekali peserta didik untuk dapat menghindari tindakan korupsi dimasa sekarang dan masa yang akan datang.

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Marsya Aulia -
Izin menjawab pertanyaan Fitri Aisyiyah

Tips yang bisa digunakan guru untuk mengajarkan IPS khususnya sejarah dengan menyenangkan namun tersampaikan semua materinya dengan tepat waktu yaitu, sebagai berikut.

1. Belajar Berkelompok, bagi siswa dalam beberapa kelompok untuk belajar bersama mengenai suatu topik sejarah. Setiap kelompok mendapat bahasan yang berbeda-beda namun masih dalam satu tema besar.Semisal minggu pertama hendak mengajar tentang pahlawan yang gugur dalam peperangan. Berilah masing-masing kelompok nama pahlawan yang berbeda dengan referensi yang akurat. Kemudian menganjurkan mereka untuk mencari sendiri tambahan referensi untuk mempelajarinya.Setelah itu setiap kelompok mencari tahu bersama-sama tentang sosok pahlawan yang menjadi tugas mereka. Lalu secara bergantian perwakilan kelompok menceritakan hasil belajarnya kepada kelompok lain. Semakin seru jika ada sesi tanya jawab. Dengan cara ini, tidak hanya mebuat suasana di kelas lebih hidup, akan tetapi juga menghemat waktu dalam belajar mengajar.
2. Melakukan Project Vlog Sejarah, pelajaran sejarah juga bisa menjadi menarik jika guru memanfaatkan tren ini. Beri siswa sebuah tugas untuk membuat vlog berdurasi 10-15 menit saja. Topik yang paling mudah adalah dengan mengulas situs-situs bersejarah seperti candi, museum, dan bangunan kuno. Sebelum itu tentu guru perlu membekali mereka teknik mebuat video sederhana. Sebagai bentuk apresiasi, hasil vlog siswa diunggah ke kanal Youtube sekolah. Jika tidak ada channel khusus, maka guru bisa membuat channel baru yang bisa digunakan seterusnya.
3. Mengajar dengan Gaya Storytelling, dikarenakan materi sejarah sarat dengan cerita-cerita masa lalu, maka sangat pas menyampaikannya dengan gaya storytelling. Masih banyak guru sejarah yang mengajar seolah hanya memberikan sebuah berita kepada siswa. Hal demikian tentu akan sangat mebosankan. Terlebih lagi jika berkaitan dengan nama tempat dan tanggal peristiwa yang diharuskan untuk menghafal. Untuk menyiasatinya, tentu materi cerita juga harus disampaikan dengan cara bercerita. Lebih menarik lagi jika guru bisa menunjukkan ekspresi dan intonasi suara yang variatif. Disesuaikan dengan topik pembelajaran yang sedang berlangsung. Cara ini akan lebih menarik antusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Jika mereka senang, maka mengingat detail-detail dari peristiwa yang diceritakan tidak akan terasa sulit.
4. Menonton Film Bertema Sejarah, film menjadi media belajar yang efektif hampir di semua mata pelajaran. Begitu pun dalam menyampaikan sejarah kepada anak-anak. Menonton bersama-sama di dalam kelas akan berbeda kesannya ketika mereka hanya menyaksikannya sendirian. Manfaatkan momen tersebut untuk menciptakan rasa kebersamaan yang edukatif. Hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan tips ini adalah mengenai jenis filmnya. Pastikan film yang ditonton adalah film terbaru bertema sejarah. Mengapa harus baru? Secara visual dan penyampaiannya, film tahun 2000-an lebih mudah dicerna oleh para pelajar. Hindari film dokumenter yang sangat serius dan monoton. Durasi juga menjadi pertimbangan yang menentukan efektif tidaknya pembelajaran ini. Pilih lah film dengan tayangan yang tidak pendek namun juga tidak terlalu panjang. Setelah menonton, guru juga harus meminta feedbacak dari siswa mengenai film tersebut. Jika perlu, minta mereka untuk membuat review dalam bentuk tulisan.

Terima kasih

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Marsya Aulia -
Waalaikumsalam Warahmatulahi Wabarakatu

Izin menjawab pertanyaan Diojuna Akbar Artanto
Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran IPS sangat penting karena meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS dengan menyediakan berbagai media pembelajaran dan platform online. Selain itu kombinasi yang bijaksana antara teknologi, kemampuan guru, dan metodologi inovatif akan menghasilkan pemahaman yang lebih dalam dan kemampuan analisis yang lebih besar, menjadikan teknologi sebagai mitra yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Teknologi memungkinkan para pengajar untuk memberikan materi pembelajaran IPS secara lebih efektif dan efisien. Guru dapat menggunakan berbagai alat instruksional, termasuk
video, gambar, dan animasi, untuk mengajarkan mata pelajaran IPS dengan cara yang lebih jelas dan menarik. Selain itu, dengan menggunakan perangkat lunak manajemen kelas dan platform pembelajaran online, guru dapat mengawasi dan memantau kemajuan belajar siswa dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan perhatian yang lebih tepat sasaran kepada
siswa yang membutuhkan lebih banyak bantuan atau tantangan.

Hal ini akan sangat mempengaruhi keterlibatan siswa karena dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berbasis teknologi siswa akan lebih tertarik untuk belajar IPS karena gurunya menyediakan beberapa platform ataupun video pembelajaran yang dapat membuat ketertarikan siswa serta motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPS bertambah.

Terima kasih

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Marsya Aulia -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Selamat pagi ibu dan rekan-rekan sekalian izinkan saya mengirimkan hasil kerja kelompok kami berupa, Makalah, PPT, dan Mind Mapping. Dengan judul makalah "PENDEKATAN, STRATEGI, DAN METODE PEMBELAJARAN IPS SD". Adapun anggota kelompok 6 terdiri dari :

1. Syarah Kiki Anisa 2313053203
2. Filza Nabila Putri Irwanda 2313053211
3. Marsya Aulia 2313053218
4. Husna Humaira 2353053031

Izin mengirimkan link drive kelompok 6


Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua,terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218

Dalam video tersebut membahas tentang pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan.
Pengamalan sila Pancasila sendiri memiliki arti yaitu penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa pengamalan nilai pancasila mulai dari sila pertama hingga sila kelima.
1. Pancasila yang pertama yaitu berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa", dilambangkan dengan bintang. Sila pertama ini mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contoh dari pengamalan sila pertama yaitu, melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, menghormati agama orang lain, dan lain sebagainya.
2. Pancasila yang kedua berbunyi "Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab", dilambangkan dengan rantai. Sila kedua ini mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Contoh pengamalan Pancasila kedua ini yaitu, membantu korban bencana alam, tidak berbuat kasar kepada orang lain, bersikap sopan kepada orang tua, dan lain sebagainya.
3. Pancasila yang ketiga berbunyi "Persatuan Indonesia", yang dilambangkan dengan pohon beringin. Sila ketiga ini mengajak kita untuk cinta terhadap bangsa Indonesia. Contoh dari pengamalan sila ketiga yaitu, mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia, melestarikan budaya daerah, dan lain sebagainya.
4. Pancasila yang keempat berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat "Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan", yang dilambangkan dengan kepala banteng. Sila keempat ini mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contoh pengamalan dari sila keempat yaitu berdiskusi atau kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, melestarikan budaya daerah, dan lain sebagainya.
5. Pancasila yang kelima berbunyi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", yang dilambangkan dengan padi dan kapas. Sila kelima ini mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama. Contoh dari pengamalan sila kelima yaitu, tidak berbuat curang kepada orang lain, tidak boros dan suka menabung, menghargai hasil karya orang lain, dan lain sebagainya.

Nilai Pancasila di era modern ini agar tidak terkikis yang bisa kita lakukan yaitu menanamkannya di lingkungan sekolah terutama untuk generasi muda atau peserta didik.Yaitu dengan cara membelajarkan sila-sila pancasila pada pembelajaran Pkn dan Pendidikan Agama, serta dengan mengintregrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran atau pembelajaran intra kurikuler, kegiatan pembiasaan-pembiasaan, serta kegiatan ekstra kurikuler dan pengembangan diri peserta didik. Adapun nilai-nilai karakter utama yang harus dikembangkan meliputi; Nasionalis, Kemandirian, Religius, Integritas dan Gotong Royong. Intregrasi Pendidikan nilai-nilai karakter Pancasila pada pembelajaran, sangatlah penting, dalam upaya mewujudkan tujuan peserta didik yang berahlak mulia, bermoral, tangguh, kompetitif, dan mampu bersaing dalam kancah nasional maupun global, di era modern dan era teknologi informasi saat ini. Hal ini bermakna bahwa guru harus mampu mengemas pembelajaran menjadi lebih bermakna, dan kontekstual.

Dan diharapkan meski peserta didik telah lulus dari jenjang pendidikan tersebut, maka akan tetap mengamalkan dan meneladani nilai-nilai Pancasila yang telah diajarkan di sekolah.