Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G
Hasil analisis yang saya dapatkan dari jurnal yang berjudul "Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja." Jurnal ini membahas tentang keluarga yang merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak serta keluarga merupakan tempat pertama anak mengenal pendidikan di lingkungan keluarga sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak dan harus memberikan pendidikan serta mengajarkan kepada anaknya dengan
menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah.Dengan menanamkan nilai-nilai dan moral yang baik kepada anak, maka anak akan terhindar dari kenakalan-kenakalan remaja yang tengah marak sekarang seperti tawuran, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan dalam jurnal tersebut juga membahas tentang gejala-gejala yang menunjukkan kemerosotan moral pada anak-anak muda.
Menurut Zakiyah Darajat (1971:13), gejala-gejala kemerosotan moral tersebut dapat digolongkan dalam beberapa bagian yaitu yang pertama kenakalan ringan seperti keras kepala, bolos sekolah, tidak mau belajar, sering berkelahi, dan lain-lain. Kemudian yang kedua yaitu kenakalan yang mengganggu ketentraman dan keamanan orang lain misalnya seperti mencuri, memfitnah, merokok, menodong dan lain-lain. Dan yang terakhir yaitu kenakalan seksual baik terhadap jenis lain maupun terhadap orang sejenis.
Di sini fungsi keluarga bagi anak-anak sangat penting dalam mengembangkan nilai dan moral yang ada di dalam dirinya. Menurut MI Silaeman (1978:84) fungsi keluarga itu ada 8 jenis yaitu:
1. fungsi edukasi
2. fungsi sosialisasi
3. fungsi proteksi
4. fungsi afeksi
5. fungsi religius
6. fungsi ekonomi
7. fungsi rekreasi
8. fungsi biologi
Nilai moral bagi anak-anak sangat penting karena agar dapat memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat dengan memperhatikan pendidikan moral baik dalam keluarga, sekolah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Alasan baik buruknya suatu bangsa tergantung pada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut hancur moralnya, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.
Di dalam jurnal ini juga membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral diantaranya yaitu
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya baik di rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian, yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
7. Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang (waktu luang) dengan cara yang baik, dan membawa kepada pelatihan moral
8. Tidak ada atau kurang markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi
Dalam mengatasi kenakalan remaja di lingkungan keluarga dapat dilakukan pelatihan agama. Yaitu ada beberapa pelatihan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak menurut jurnal ini, sebagai berikut.
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan ibu dengan bapak dan anggota keluarga lainnya
Maka dari itu agar anak-anak dapat memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral perlunya pembelajaran sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara, keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.
NPM: 2313053218
Kelas: 3G
Hasil analisis yang saya dapatkan dari jurnal yang berjudul "Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja." Jurnal ini membahas tentang keluarga yang merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak serta keluarga merupakan tempat pertama anak mengenal pendidikan di lingkungan keluarga sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak dan harus memberikan pendidikan serta mengajarkan kepada anaknya dengan
menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah.Dengan menanamkan nilai-nilai dan moral yang baik kepada anak, maka anak akan terhindar dari kenakalan-kenakalan remaja yang tengah marak sekarang seperti tawuran, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan dalam jurnal tersebut juga membahas tentang gejala-gejala yang menunjukkan kemerosotan moral pada anak-anak muda.
Menurut Zakiyah Darajat (1971:13), gejala-gejala kemerosotan moral tersebut dapat digolongkan dalam beberapa bagian yaitu yang pertama kenakalan ringan seperti keras kepala, bolos sekolah, tidak mau belajar, sering berkelahi, dan lain-lain. Kemudian yang kedua yaitu kenakalan yang mengganggu ketentraman dan keamanan orang lain misalnya seperti mencuri, memfitnah, merokok, menodong dan lain-lain. Dan yang terakhir yaitu kenakalan seksual baik terhadap jenis lain maupun terhadap orang sejenis.
Di sini fungsi keluarga bagi anak-anak sangat penting dalam mengembangkan nilai dan moral yang ada di dalam dirinya. Menurut MI Silaeman (1978:84) fungsi keluarga itu ada 8 jenis yaitu:
1. fungsi edukasi
2. fungsi sosialisasi
3. fungsi proteksi
4. fungsi afeksi
5. fungsi religius
6. fungsi ekonomi
7. fungsi rekreasi
8. fungsi biologi
Nilai moral bagi anak-anak sangat penting karena agar dapat memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat dengan memperhatikan pendidikan moral baik dalam keluarga, sekolah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Alasan baik buruknya suatu bangsa tergantung pada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut hancur moralnya, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.
Di dalam jurnal ini juga membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral diantaranya yaitu
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya baik di rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian, yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
7. Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang (waktu luang) dengan cara yang baik, dan membawa kepada pelatihan moral
8. Tidak ada atau kurang markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi
Dalam mengatasi kenakalan remaja di lingkungan keluarga dapat dilakukan pelatihan agama. Yaitu ada beberapa pelatihan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak menurut jurnal ini, sebagai berikut.
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan ibu dengan bapak dan anggota keluarga lainnya
Maka dari itu agar anak-anak dapat memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral perlunya pembelajaran sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara, keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.