Marsya Aulia (2313053218)
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Marsya Aulia
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 4/G
Dari keempat model pembelajaran yang ada pada vidio tersebut menurut saya model pembelajaran yang tepat untuk kelas rendah adalah Project Based Learning (PjBL).
Karena model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas rendah dapat meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan kemempuan berpikir kritis, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengembangkan kemampuan berkolaborasi, dan meningkatkan keterlibatan pesrta didik. Metode PjBL juga mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan bertanggung jawab atas pembelajarannya melalui proyek yang relevan dengan lingkungan sekitar.
NPM: 2313053218
Kelas: 4/G
Dari keempat model pembelajaran yang ada pada vidio tersebut menurut saya model pembelajaran yang tepat untuk kelas rendah adalah Project Based Learning (PjBL).
Karena model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas rendah dapat meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan kemempuan berpikir kritis, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, mengembangkan kemampuan berkolaborasi, dan meningkatkan keterlibatan pesrta didik. Metode PjBL juga mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan bertanggung jawab atas pembelajarannya melalui proyek yang relevan dengan lingkungan sekitar.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 4/G
Menurut pendapat saya model pembelajaran tematik dalam kegiatan belajar mengajar memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Dalam pelaksanaannya terdapat dua cara yaitu. Cara pertama, materi beberapa mata pelajaran disajikan dalam tiap pertemuan. Sedangkan cara kedua, yaitu tiap kali pertemuan hanya menyajikan satu jenis mata pelajaran. Pada cara kedua ini, keterpaduannya diikat dengan satu tema pemersatu. Pada pembelajaran tematik cara pertama menuntut kreativitas guru dan sistem persekolahan yang memiliki otoritas tinggi untuk membuat keputusan sendiri berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan gagasan inovatif seperti pembelajaran tematik yang memungkinkan terjadinya perubahan jadwal dan perubahan target program kelas. Pembelajaran tematik dapat mempermudah peserta didik dalam membangun gagasan atau pengetahuan baru, karena materi yang disajikan saling terkait satu sama lain. Kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna apabila materi pelajaran yang sudah dipelajari atau dipahami peserta didik dapat dimanfaatkan untuk mempelajari materi berikutnya. Pembelajaran tematik memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan tiga ranah sasaran pendidikan secara bersamaan. Ketiga ranah sasaran pendidikan ini meliputi (jujur, teliti, tekun, terbuka terhadap gagasan ilmiah), keterampilan (memperoleh, memilih, dan memanfaatkan informasi, menggunakan alat, mengamati, membaca grafik, termasuk juga keterampilan sosial seperti bekerjasama dan kepemimpinan), dan wawasan kognitif (seperti gagasan konseptual tentang lingkungan dan alam sekitar).
Kelebihan pada metode pembelajaran tematik adalah:
1. Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
2. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4. Mengembangkan keterampilan berpikir peserta didiksesuai dengan persoalan yang dihadapi.
5. Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama
Selain kelebihan di atas pembelajaran tematik memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pembelajaran tematik tersebut terjadi apabila dilakukan oleh guru tunggal. Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema sehingga dalam pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan materi pokok setiap mata pelajaran.
NPM: 2313053218
Kelas: 4/G
Menurut pendapat saya model pembelajaran tematik dalam kegiatan belajar mengajar memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Dalam pelaksanaannya terdapat dua cara yaitu. Cara pertama, materi beberapa mata pelajaran disajikan dalam tiap pertemuan. Sedangkan cara kedua, yaitu tiap kali pertemuan hanya menyajikan satu jenis mata pelajaran. Pada cara kedua ini, keterpaduannya diikat dengan satu tema pemersatu. Pada pembelajaran tematik cara pertama menuntut kreativitas guru dan sistem persekolahan yang memiliki otoritas tinggi untuk membuat keputusan sendiri berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan gagasan inovatif seperti pembelajaran tematik yang memungkinkan terjadinya perubahan jadwal dan perubahan target program kelas. Pembelajaran tematik dapat mempermudah peserta didik dalam membangun gagasan atau pengetahuan baru, karena materi yang disajikan saling terkait satu sama lain. Kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna apabila materi pelajaran yang sudah dipelajari atau dipahami peserta didik dapat dimanfaatkan untuk mempelajari materi berikutnya. Pembelajaran tematik memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan tiga ranah sasaran pendidikan secara bersamaan. Ketiga ranah sasaran pendidikan ini meliputi (jujur, teliti, tekun, terbuka terhadap gagasan ilmiah), keterampilan (memperoleh, memilih, dan memanfaatkan informasi, menggunakan alat, mengamati, membaca grafik, termasuk juga keterampilan sosial seperti bekerjasama dan kepemimpinan), dan wawasan kognitif (seperti gagasan konseptual tentang lingkungan dan alam sekitar).
Kelebihan pada metode pembelajaran tematik adalah:
1. Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
2. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4. Mengembangkan keterampilan berpikir peserta didiksesuai dengan persoalan yang dihadapi.
5. Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama
Selain kelebihan di atas pembelajaran tematik memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pembelajaran tematik tersebut terjadi apabila dilakukan oleh guru tunggal. Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema sehingga dalam pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan materi pokok setiap mata pelajaran.