Kiriman dibuat oleh Dhea Novalia Azzahra

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> forum tugas

oleh Dhea Novalia Azzahra -
Nama: Dhea Novalia Azzahra
NPM: 2313053223

Media pembelajaran yang cocok untuk anak SD kelas tinggi adalah media yang bisa mengaktifkan rasa ingin tahu dan mendorong mereka berpikir lebih dalam, karena di usia ini mereka sudah mulai bisa menganalisis, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.
Contohnya, role play atau bermain peran. Media ini efektif karena anak-anak bisa langsung terlibat dalam situasi nyata, misalnya berdiskusi, mengambil keputusan, atau memecahkan masalah. Selain itu, mereka juga belajar berkomunikasi dan bekerja sama.
Media lain yang juga cocok adalah permainan edukatif, seperti game papan, kartu, atau kuis interaktif. Anak-anak bisa belajar sambil bermain, jadi materi pelajaran terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Apalagi kalau dikaitkan dengan dunia nyata atau situasi yang dekat dengan keseharian mereka.
lalu ada juga Video edukasi yang juga cocok untuk anak kelas tinggi  karena dapat memvisualisasikan konsep yang sulit dipahami, meningkatkan keterlibatan siswa dengan elemen visual dan audio, serta memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan konsisten. Selain itu, video mendukung berbagai gaya belajar, seperti visual dan auditori, yang membuatnya efektif bagi siswa dengan cara belajar yang berbeda. Video juga mempermudah siswa untuk mengakses dan mengulang materi kapan saja.
Intinya, media yang melibatkan aktivitas, diskusi, dan kolaborasi akan jauh lebih efektif untuk anak kelas tinggi dibanding media yang hanya satu arah.

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> Aktivitas 1

oleh Dhea Novalia Azzahra -
Nama: Dhea Novalia Azzahra
NPM: 2313053223

Metode pembelajaran yang paling tepat untuk peserta didik SD dalam pembelajaran PKn berdasarkan Kurikulum 2013 adalah metode simulasi atau role-playing. Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan memainkan peran dalam situasi yang berkaitan dengan materi kewarganegaraan.

Melalui simulasi, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga mengalami bagaimana nilai-nilai seperti demokrasi, tanggung jawab, dan gotong royong diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam pembelajaran tentang musyawarah, siswa dapat berperan sebagai pemimpin rapat dan anggota kelompok yang harus berdiskusi untuk mencapai keputusan bersama. Dengan cara ini, mereka belajar bagaimana mengemukakan pendapat, menghargai pendapat orang lain, dan mengambil keputusan berdasarkan mufakat.

Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterampilan sosial dan empati siswa. Mereka dapat lebih memahami perasaan serta tanggung jawab yang melekat pada berbagai peran dalam masyarakat. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya simulasi dan memberikan refleksi setelah kegiatan berlangsung agar siswa dapat menghubungkan pengalaman tersebut dengan kehidupan nyata.

Dengan pendekatan yang aktif dan menyenangkan ini, pembelajaran PKn di SD menjadi lebih efektif dan bermakna, sesuai dengan prinsip Kurikulum 2013 yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan keterlibatan langsung siswa.
nama:dhea novalia azzahra
npm:2313053223

Video ini menceritakan pengalaman seorang pengajar yang bergabung dalam program **Indonesia Mengajar** dan mengabdi di sebuah desa terpencil di Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Di desa ini, pendidikan dianggap sebagai sumber harapan yang dapat memberikan arah bagi masa depan anak-anak yang tinggal jauh dari pusat peradaban. Pengalaman pengajar yang berasal dari luar daerah ini menyoroti pentingnya pendidikan dalam membuka wawasan dan membentuk pola pikir anak-anak yang berada di wilayah terpencil. Pengajar ini, yang sebelumnya juga berkontribusi sebagai relawan di Papua, menghadapi berbagai tantangan dalam mengajar di daerah yang kurang mendapat perhatian pendidikan, terutama dalam hal pemberdayaan anak perempuan. Tradisi pernikahan dini dan rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan setelah SD menjadi hambatan utama. Meskipun tantangan tersebut besar, pengajar ini berusaha untuk mengubah pola pikir masyarakat, agar anak-anak di desa tersebut dapat memiliki peluang yang lebih baik di masa depan. Video ini juga menggambarkan pentingnya peran orang-orang di sekitar pengajar, seperti kepala sekolah dan beberapa pemudi, seperti Loli, yang ikut memberikan semangat dan dukungan dalam kegiatan pendidikan. Selain itu, kehidupan sehari-hari yang penuh dengan aktivitas berburu dan meramu menunjukkan betapa kerasnya kehidupan di daerah tersebut, namun juga menonjolkan rasa syukur dan kebersamaan yang kuat di dalam komunitas. Keberadaan pengajar ini menjadi simbol semangat perjuangan untuk menciptakan perubahan meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Pengalaman yang dilalui tidak hanya mengajarkan tentang pendidikan, tetapi juga mengajarkan tentang kebersamaan, keteguhan hati, dan tekad untuk berjuang demi masa depan yang lebih cerah. Meskipun pengajar ini akan meninggalkan desa tersebut, semangat dan harapan yang telah ditanamkan akan terus hidup, membawa cahaya bagi generasi penerus di Tanjung Matol.