Posts made by Erlyn Anggis Safitri

Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam masyarakat abad ke-21, di mana kepentingan individu sering kali bertentangan dengan kepentingan umum, seperti dalam kasus pembebasan tanah atau politik yang dipengaruhi oleh "money politics". Konflik ini mempengaruhi kepemimpinan, sosial, dan moralitas masyarakat. Kesadaran moral dan etika sangat penting untuk menciptakan keseimbangan antara keduanya, dengan moral yang bersifat universal dan etika yang kontekstual.
Pandangan Timur menekankan gotong royong, sementara pandangan Barat lebih mengedepankan kebebasan individu. Kedua pandangan ini saling melengkapi, di mana individu berkembang melalui hubungan sosial dan masyarakat berkembang melalui kontribusi individu.
Pendidikan berperan penting dalam membentuk kesadaran moral, mengajarkan nilai-nilai etika, dan menciptakan individu yang berkontribusi pada kemajuan sosial. Revolusi moral melalui pendidikan menjadi solusi untuk mengatasi ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan pendidikan yang mendidik, individu yang memiliki moral dan etika yang baik akan tercipta, membawa masyarakat menuju keadilan dan kemajuan.
Teks ini mengajak pembaca untuk melihat hubungan antara individu dan masyarakat dalam konteks moral dan etika. Dalam kehidupan modern, konflik antara individualisme dan kolektivisme dapat menciptakan ketidakseimbangan yang merugikan, namun dengan kesadaran moral dan pendidikan yang baik, keseimbangan dapat dicapai. Pendidikan yang membina moral dan etika memainkan peran penting dalam menciptakan individu yang bertanggung jawab dan masyarakat yang adil.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020
Kelas : 3/G

Berdasarkan video tersebut, penanaman nilai moral dalam keluarga melalui 8 fungsi seperti:

1. Fungsi agama dalam nilai dan moral keluarga adalah sebagai pedoman utama untuk membedakan yang benar dan salah, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai seperti kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab. Agama juga mempererat hubungan keluarga melalui praktik ibadah bersama dan memberikan ketenangan serta harapan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
2. ⁠Fungsi sosial budaya dalam nilai dan moral di keluarga adalah sebagai pedoman untuk membangun hubungan antaranggota keluarga dan masyarakat sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Melalui budaya, keluarga mewariskan tradisi, adat, dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai moral seperti gotong royong, penghormatan terhadap orang tua, tanggung jawab, serta kesopanan. Hal ini membantu keluarga memahami perannya dalam masyarakat dan menjaga harmoni sosial.
3. ⁠Fungsi cinta kasih dalam nilai dan moral keluarga adalah sebagai dasar hubungan yang harmonis, mendukung pembentukan karakter positif, serta menciptakan rasa aman dan nyaman. Cinta kasih mendorong penghargaan, empati, dan pengorbanan antaranggota keluarga, sehingga nilai-nilai moral dapat ditanamkan dengan lebih efektif.
4. ⁠Fungsi perlindungan dalam nilai dan moral keluarga adalah menjaga anggota keluarga dari ancaman fisik, emosional, dan sosial, sehingga tercipta rasa aman. Perlindungan juga mendukung perkembangan moral dengan memberikan bimbingan dan pengawasan agar anggota keluarga bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang benar.
5. ⁠Fungsi reproduksi dalam nilai dan moral keluarga adalah melanjutkan keturunan sambil menanamkan nilai-nilai moral untuk membentuk generasi yang berbudi pekerti baik.
6. ⁠Fungsi sosialisasi dan pendidikan dalam keluarga adalah mengenalkan nilai-nilai moral dan norma sosial kepada anak sebagai dasar pembentukan karakter dan perilaku.
7. ⁠Fungsi ekonomi dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga sambil mengajarkan nilai tanggung jawab, kerja keras, dan pengelolaan keuangan yang baik.
8. ⁠Fungsi pemeliharaan lingkungan dalam keluarga adalah menanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutan lingkungan sebagai wujud tanggung jawab moral.
Nama: Erlyn Anggis Safitri
NPM: 2353053020
Kelas : 3/G

Dari video tersebut pendidikan moral di Indonesia semakin lama semakin pudar. Pendidikan moral di Indonesia begitu berbeda dengan dulu, seperti nilai-nilai sopan santun, gotong royong, dan kejujuran, sekarang nilai-nilai tersebut semakin memudar karena adanya globalisasi dan teknologi, dengan adanya perkembangan itu nilai moral anak semakin menurun karena kurangnya pendidikan karakter di sekolah,pengawasan orangtua, pergaulan anak diluar rumah atau lingkungan sekitarnya juga menjadi salah satu penyebabnya, ditambah lagi budaya-budaya yang dilihat anak tersebut didalam teknologi yang di punya anak tersebut seperti hp, dengan adanya teknologi tersebut anak bisa melihat dunia luar tanpa pergi kemana-mana dan anak bisa melihat budaya luar, bahkan anak tersebut menirukan budaya tersebut, yang dimana budaya dalam negeri sangatlah berbeda dengan budaya luar negeri.
Dengan begitu memerlukan beberapa solusi dari beberapa pihak seperti, pemerintah, kepada sekolah, dan orangtua.
Dengan cara itu kita bisa membangun kembali moral bangsa anak zaman sekarang agar tidak terabaikan karena moral sangatlah penting untuk membangun generasi yang lebih maju.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020
Kelas: 3/G

Jurnal ini membahas tentang pentingnya etika dan moral, khususnya bagi generasi muda, sebagai pedoman hidup untuk menghadapi tantangan sosial dan teknologi. Etika dan moral, meskipun sering diabaikan, merupakan nilai yang dibentuk melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Masalah etika seperti perilaku tidak sopan kepada orang tua dan guru, serta kesalahan dalam komunikasi daring, mencerminkan lemahnya penerapan nilai-nilai ini.

Solusi yang diusulkan termasuk memperkuat pembiasaan etika di rumah dan sekolah, menerapkan tata krama komunikasi yang baik, dan menunjukkan rasa hormat dalam pembelajaran daring. Intinya, peningkatan moralitas dan etika menjadi kunci membangun generasi muda yang berkualitas.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020
Kelas : 3/G

Jurnal tersebut membahas pentingnya pendidikan moral bagi anak sekolah dasar dengan beberapa poin utama:
1. Definisi:
Pendidikan adalah kebutuhan dasar manusia untuk mengembangkan pengetahuan dan perilaku.
Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima masyarakat.
Pendidikan moral mengajarkan nilai-nilai baik dan buruk untuk membentuk kedewasaan.
2. Pentingnya Pendidikan Moral:
Anak sekolah dasar perlu memiliki sikap baik di lingkungan sekolah dan keluarga.
Pendidikan moral membantu memahami nilai budi pekerti, membuat keputusan tepat, dan membentuk perilaku bertanggung jawab.
3. Penyebab Menurunnya Moral:
Perundungan (bullying) di sekolah, baik fisik maupun sosial, yang sering disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua.
Kekerasan fisik di keluarga, seperti pemukulan oleh saudara, akibat ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga.
4. Peran Orang Tua dan Guru:
Orang tua berperan sebagai model perilaku karena anak cenderung meniru mereka.
Guru bertugas memperkuat kepribadian anak dengan memberikan contoh perilaku sesuai norma.
5. Penyelesaian Masalah Moral Anak:
Guru perlu menjadi motivator yang memberikan nasihat dan contoh perilaku baik.
Orang tua harus menanamkan nilai moral sejak dini dengan menjadi panutan bagi anak.

Kesimpulannya masalah moral, seperti perundungan dan kekerasan dalam keluarga, sering terjadi karena kurangnya perhatian orang tua. Orang tua dan guru memiliki peran penting sebagai panutan dan motivator untuk menanamkan nilai-nilai moral. Pendidikan moral harus diajarkan sejak dini oleh orang tua dan didukung oleh guru di sekolah agar anak memiliki perilaku baik di masyarakat.