Posts made by Erlyn Anggis Safitri

Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalamhan Remaja

Saat ini banyak tuntunan, tantangan dan masalah, upaya orang tua pembinaan anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini Menjadi beberapa kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan obat terlarang seperti narkoba dan semacamnya, merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat kriminal. Untuk itu upaya pendidikan perlu dilakukan yang menitikberatkan pada aspek efektif dan perilaku yang luhur.

Untuk membangun jati diri perlu diawali dengan upaya perenungan yang mendalam untuk menemukan jati diri yang didasari oleh sila ketuhanan yang Maha esa, yang terdapat dalam alinea ke empat pembukaan undang-undang dasar 1945 yang berbunyi : "Jati diri seseorang akan terbangun mana kala seseorang dapat membedakan dirinya dengan makhluk lain, khususnya manusia lainnya yang ada di luar dirinya dan menyadari tentang kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya selaku manusia". Dalam kehidupan manusia dipengaruhi oleh pendidikan dalam yaitu orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Perlunya komunikasi yaitu menunjukkan kebersamaan, pertemanan, dan keadilan, berbagi dengan yang lain. Manusia adalah individu yang tak berdaya dan perlu bantuan orang lain, yaitu melalui pendidikan dalam arti luas maupun sempit, ketidak berdayaan yang memerlukan bantuan orang lain.
Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang Multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, Yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan dengan mengagungkan perbedaan dalam ke sederajat dan baik secara individual maupun secara budaya. Upaya dalam membangun masa depan bangsa Indonesia di atas fondasi Multikultural hanya mungkin dapat diwujudkan bila konsep Multikulturalisme menyebar luas dan dipahami pentingnya bagi bangsa Indonesia, serta adanya keinginan bangsa Indonesia pada tingkat nasional maupun lokal untuk mengadopsi dan menjadi pedoman hidupnya.
Faktor faktor personal yang mempengaruhi tandakan manusia adalah aspek biologis, berperilaku sosial dipimpin oleh aturan aturan yang sudah secara genetis dalam jiwa manusia, Terdapat tiga komponen yaitu komponen afektif kognitif dan koaktif.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM   : 2353053020

Pentingnya Pendidikan nilai di Era Globalisasi

Di dalam jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai di tengah dinamika kompensasi. Globalisasi membawa perubahan yang cepat dalam teknologi, ekonomi dan budaya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem nilai individu dan masyarakat. Globalisasi seringkali memperkenalkan nilai-nilai baru yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai lokal dan tradisional. Globalisasi Menciptakan tantangan bagi para pendidik dalam mempertahankan nilai-nilai moral, etika, dan budaya lokal di kalangan generasi muda. Globalisasi juga mendorong Materialisme dan individualisme yang bisa berpotensi Mengikis solidaritas sosial, tantangan utama dalam penerapan pendidikan nilai adalah ketidaksesuaian antara nilai-nilai global dan lokal, dengan pengaruh media dan teknologi yang semakin besar, siswa bisa mempelajari pada nilai-nilai yang mungkin bertentangan dengan norma lokal. Oleh karena itu, pendidikan nilai harus adaptif namun tetap mempertahankan prinsip dasar dari nilai-nilai moral yang baik.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM   : 2353053020

Menurut saya video yang disampaikan kurang dalam pemilihan moral, dikarenakan menyelamatkan lima(5) orang bisa menyebabkan kematian satu (1) orang dan begitu juga sebaliknya. Dikarenakan nilai moral itu adalah perilaku yang harus dilakukan atau di larang untuk dilakukan seseorang, dan moral juga termasuk ilmu etika. Dengan mendorong satu (1) orang kita bisa menyelamatkan lima (5) orang tetapi menurut saya nilai etika nya kurang pas atau tidak termasuk ke nilai etika karena mengorbankan nyawa seseorang terancam dan memilih satu (1) orang untuk menolongnya dan mengorbankan lima (5) orang menurut saya juga kurang cocok untuk hal menolong lima (5) orang dan mengorbankan satu (1) orang tersebut.

Dari video yang saya amati tidak bisa menyalahkan atau membenarkan di satu belah pihak dikarenakan dalam video tersebut mengancam keselamatan orang dan kita lagi berbicara tentang moral yaitu etika seseorang yang dilihat dari baik buruknya seseorang tersebut.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Dalam video Pengamalan Sila Pancasila dalam Kehidupan Yang mempelajari tentang pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan nilai Pancasila dari sila pertama (1) hingga sila kelima (5). Dikarenakan sila pertama (1) hingga kelima (5) mempunyai arti masing-masing dan memiliki contoh yang baik untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Menurut saya seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai-nilai Pancasila tersebut dimulai dari diri sendiri dan didorong oleh lingkungan sekitar, apalagi sekarang sudah zamannya era digital atau modern yang sangat terasa sudah terkikis nilai, moral, etika di lingkungan generasi muda, dikarenakan dengan media sekarang ini yang sebagian besar semua orang mempunyai handphone, dengan adanya handphone semua anak muda bahkan di kalangan anak-anak sudah mempunyai handphone masing-masing dengan handphone semua generasi muda bisa melihat dunia luar ataupun tradisi yang tidak pernah dilihat, bahkan ada yang mengikuti budaya luar yang tak biasa ada di Indonesia, dengan ini semua tahu mana budaya luar dan budaya Indonesia.
Untuk menumbuhkan sikap teladan nilai Pancasila kita sebagai generasi muda harus bisa memilah dan memilih, seperti kita menjalankan apa yang terkandung dalam nilai sila Pancasila yang pertama (1) hingga sila ke lima (5) Pancasila Dan kita tetap melestarikan budaya Indonesia bahkan kita harus bangga dan memperkenalkan budaya kita ke orang luar dengan cara itu kita bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan contoh yaitu bangga terhadap produk lokal, bangga dengan karya seni lokal, Dan saling menghargai tolong menolong sesama manusia.

Nama : Erlyn Anggis Safitri

NPM.  : 2353053020


PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH


Dari jurnal tersebut dapat diuraikan pentingnya Pendidikan moral Pancasila di SD Negeri Osiloa, Kupang Tengah, Pancasila tidak hanya berfungsi untuk ideologi negara, tetapi juga sebagai dasar pendidikan moral yang harus diajarkan kepada generasi muda dengan meningkatkan ancaman korupsi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan perubahan sosial, pendidikan moral yang menekankan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat relevan, sebagai upaya untuk menciptakan generasi yang anti korupsi, generasi anti korupsi adalah Generasi yang mampu menolak segala bentuk apapun tentang korupsi, mau dari segi tindakan, perkataan, maupun perbuatan, pendidikan ini menekankan penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini, termasuk kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Ada beberapa metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan kuis untuk menguji pemahaman siswa, Penulis mengaitkan hasil ini dengan tujuan utama program yaitu membekali siswa dengan nilai-nilai moral yang kuat untuk menciptakan generasi anti korupsi, dan pentingnya melibatkan masyarakat dan lingkungan keluarga dalam pendidikan moral.