གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dita Silviana Putri

AUDITING B2026 -> Diskusi

Dita Silviana Putri གིས-
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Menurut saya, pemeriksaan persediaan memiliki urgensi yang sangat tinggi bagi sebuah entitas karena persediaan merupakan aset yang secara langsung memengaruhi laporan keuangan, terutama laba dan posisi keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian terbaru di Indonesia, pemeriksaan persediaan dilakukan melalui prosedur seperti observasi fisik (stock opname), rekonsiliasi data, pengujian cut-off, serta evaluasi barang rusak atau usang, yang semuanya bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara catatan dan kondisi nyata . Hal ini penting karena banyak perusahaan masih mengalami permasalahan seperti selisih stok, kesalahan pencatatan, dan keterlambatan input data, yang dapat menurunkan keandalan laporan keuangan . Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa persediaan memiliki peran besar dalam menentukan kinerja keuangan dan profitabilitas perusahaan, sehingga kesalahan dalam persediaan dapat berdampak signifikan terhadap pengambilan keputusan manajemen . Oleh karena itu, audit persediaan tidak hanya berfungsi sebagai verifikasi, tetapi juga sebagai alat pengendalian untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, serta mencegah kecurangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan persediaan sangat urgen karena berkaitan langsung dengan keandalan laporan keuangan, efektivitas operasional, dan keberlangsungan bisnis suatu entitas.

Referensi:
Rabbani, S. F. R., & Jannah, B. S. (2024). Analisis prosedur audit atas persediaan CV. Abadi oleh KAP XYZ. Indonesian Journal of Economics.
Umariyah, F., & Ranteallo, A. T. (2025). Analisis pengelolaan persediaan terhadap akurasi nilai persediaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

AUDITING B2026 -> Diskusi

Dita Silviana Putri གིས-
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Menurut saya, mekanisme pemeriksaan surat berharga dan investasi dalam auditing dilakukan untuk memastikan bahwa aset tersebut benar-benar ada, dimiliki oleh perusahaan, serta disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi. Prosedur yang dilakukan auditor biasanya meliputi pemeriksaan fisik atau konfirmasi kepemilikan (misalnya konfirmasi ke bank kustodian atau pihak ketiga), pengecekan dokumen pendukung seperti sertifikat atau kontrak investasi, serta penilaian (valuasi) untuk memastikan bahwa nilai yang dicatat sesuai dengan harga pasar atau metode yang berlaku. Selain itu, auditor juga melakukan rekonsiliasi dengan catatan perusahaan serta menelusuri transaksi pembelian dan penjualan investasi.

Dalam mengaudit surat berharga dan investasi, terutama jika jenisnya beragam, auditor harus memperhatikan beberapa hal penting, seperti klasifikasi investasi (jangka pendek atau jangka panjang), metode penilaian yang digunakan (biaya perolehan, nilai wajar, atau metode ekuitas), serta risiko fluktuasi nilai pasar yang dapat memengaruhi laporan keuangan. Auditor juga perlu mencermati legalitas dan kepemilikan, potensi penurunan nilai (impairment), serta pengakuan pendapatan seperti dividen atau bunga. Selain itu, pengendalian intern atas investasi juga harus dievaluasi untuk mencegah kesalahan maupun kecurangan.

Dengan demikian, semakin banyak dan beragam jenis investasi yang dimiliki suatu entitas, maka risiko audit juga semakin tinggi, sehingga auditor harus lebih teliti, menggunakan prosedur yang lebih luas, dan memastikan bahwa seluruh investasi telah dicatat, dinilai, dan diungkapkan secara tepat dalam laporan keuangan.

AUDITING B2026 -> Diskusi

Dita Silviana Putri གིས-
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Menurut saya, prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dalam auditing dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas yang disajikan benar-benar ada, dimiliki perusahaan, dan dicatat secara wajar. Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan auditor antara lain: melakukan cash count (perhitungan kas secara langsung), melakukan konfirmasi saldo bank ke pihak bank, melakukan rekonsiliasi bank untuk mencocokkan saldo menurut perusahaan dengan bank, serta memeriksa bukti transaksi seperti bukti penerimaan dan pengeluaran kas. Selain itu, auditor juga melakukan penelusuran (tracing) dan pengecekan (vouching) untuk memastikan transaksi dicatat dengan benar dan lengkap.

Dalam audit kas dan setara kas, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan, seperti tingginya risiko kecurangan (fraud) karena kas bersifat paling likuid, efektivitas pengendalian intern atas penerimaan dan pengeluaran kas, serta kemungkinan adanya rekayasa saldo seperti kas fiktif atau saldo bank yang tidak sesuai. Auditor juga harus memperhatikan cut-off transaksi (pemisahan periode), serta keberadaan setara kas seperti deposito jangka pendek apakah memenuhi kriteria sebagai kas.

Terkait dengan hubungan antara pemeriksaan kas dan piutang, menurut saya keduanya sangat berkaitan karena piutang yang ditagih akan berujung pada penerimaan kas. Jika terdapat kesalahan atau kecurangan pada piutang (misalnya piutang fiktif atau tidak tertagih), maka hal tersebut akan berdampak langsung pada saldo kas. Contoh empirisnya, dalam kasus kecurangan perusahaan, sering ditemukan adanya praktik lapping, yaitu penundaan pencatatan penerimaan kas dari pelanggan untuk menutupi piutang lain, sehingga baik akun kas maupun piutang menjadi tidak wajar. Hal ini menunjukkan bahwa auditor perlu memeriksa keduanya secara saling terkait agar dapat mendeteksi kesalahan atau fraud secara lebih efektif.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

Dita Silviana Putri གིས-
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Setelah menyimak kedua video tersebut serta mengacu pada teori dan hasil riset auditing, menurut saya proses audit dan risiko audit memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Dalam praktiknya, seluruh tahapan audit mulai dari perencanaan, pengujian, hingga pelaporan selalu didasarkan pada penilaian risiko audit. Risiko audit sendiri adalah kemungkinan auditor memberikan opini yang salah terhadap laporan keuangan yang sebenarnya mengandung salah saji material . Oleh karena itu, pada tahap awal (audit planning), auditor melakukan risk assessment untuk mengidentifikasi risiko seperti inherent risk dan control risk, yang kemudian digunakan untuk menentukan prosedur audit yang tepat . Secara teoritis, hal ini dijelaskan dalam model risiko audit (Audit Risk Model) yang menyatakan bahwa risiko audit merupakan hasil dari kombinasi inherent risk, control risk, dan detection risk, sehingga semakin tinggi risiko maka semakin luas dan mendalam prosedur audit yang harus dilakukan . Hasil riset juga menunjukkan bahwa pendekatan audit berbasis risiko membuat proses audit lebih efektif karena auditor dapat memfokuskan pemeriksaan pada area yang paling berisiko dan meningkatkan kualitas temuan audit . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa risiko audit menjadi dasar dalam merancang proses audit, sementara proses audit sendiri bertujuan untuk meminimalkan risiko tersebut agar opini yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

Dita Silviana Putri གིས-
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057
No. Absen: 26

Menurut saya, berdasarkan video tersebut, kertas kerja pemeriksaan memiliki peran yang sangat penting dalam proses audit karena menjadi bukti tertulis atas seluruh kegiatan audit yang telah dilakukan auditor, mulai dari prosedur, pengujian, hingga kesimpulan yang diambil. Kertas kerja ini berfungsi sebagai dasar untuk mendukung opini auditor, sehingga tanpa adanya dokumentasi yang jelas, auditor akan kesulitan mempertanggungjawabkan hasil auditnya. Selain itu, kertas kerja juga membantu dalam mengorganisir proses audit agar lebih sistematis, menjadi alat komunikasi antar auditor, serta dapat digunakan sebagai pedoman untuk audit di periode berikutnya . Oleh karena itu, saya melihat bahwa kertas kerja pemeriksaan bukan hanya sekadar catatan, tetapi merupakan elemen krusial yang menentukan kualitas, keandalan, dan kredibilitas hasil audit.