Kiriman dibuat oleh Diojuna Akbar Artanto

Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195

Pada artikel yang berjudul PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA ANAK USIA DINI, saya menganalisisnya bahwa artikel ini membahas tentang pentingnya penanaman nilai nilai moral pada anak usia dini di lembaga pendidikan anak usia dini. disini penulis menekankan bahwa usia dini adalah masa emas untuk membentuk karakter moral anak, yang diharapkan dapat berkembang menjadi warga negara yang baik. nilai moral didefinisikan sebagai standar baik atau buruknya anak, mendapat nilai tanggung jawab, hati nurani, dan aturan sosial.
Dalam artikel ini, metode pembelajaran yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas, dan bercakap-cakap. Setiap metode ini dipilih sesuai karakteristik anak usia dini dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial serta pemahaman moral secara bertahap. Disini penulis juga menekankan peran lingkungan, baik keluarga maupun sekolah, dalam mendukung perkembangan moral ini.
pada artikel ini juga menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan cukup holistik, menggabungkan pendidikan formal dan non formal. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan dukungan semua pihak terutama guru dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moral ini sejak dini.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313054195

Dari jurnal tersebut yang berjudul PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT, saya menganalisisnya bahwa jurnal ini mengkaji atau mempelajari tentang penanaman nilai moral pada siswa di SD tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Guru-guru memasukkan nilai-nilai moral dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Nilai-nilai seperti religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan diajarkan secara terus menerus, baik di dalam maupun diluar kelas.
Selain itu, pembahasannya mengungkap beberapa tantangan, termasuk adanya beberapa guru yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendidikan moral atau metode implementasinya. Observasi ini menunjukkan siswa umumnya menunjukkan perilaku yang baik, namun, ada indikasi perlunya pelatihan lebih lanjut bagi guru untuk memperdalam pengetahuan nilai-nilai moral dan memperkuat efektivitas pembelajaran. Analisis ini memperhatikan bahwa program penanaman nilai-nilai moral cukup efektif, namun dapat ditingkatkan dengan pelatihan tambahan untuk guru dan kolaborasi dengan orang tua. pembahasan ini menunjukkan upaya kolektif dari pihak sekolah yang dapat menjadi contoh penting dalam membentuk karakter positif di lingkungan pendidikan sekolah dasar.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195

Dari video YouTube yang saya lihat, di dalam video tersebut terdapat nilai moral yaitu tanggung jawab diri terhadap keluarga, yang dimana kita atau meraka yang sebagai anak haruslah mempunya sikap tanggung jawab yang di tanamkan sejak dini, karena nilai moral tanggung jawab ini sangatlah penting di lingkungan keluarga. Contoh nya seperti pada video tersebut yaitu, mendengarkan dan mengindahkan apa yang di bilang oleh orang tua kita, seperti nasihat dari ayah atau ibu, menemani adik/kakak, membantu ibu, serta saling menjaga keutuhan kebaikan keluarga.
Dengan memiliki moral tanggung jawab dengan keluarga yang baik, maka akan tumbuh lah hubungan yang erat dengan keluarga, akan menumbuhkan hubungan yang harmonis, dan secara otomatis kita sebagai anak akan membanggakan keluarga kita jika kita memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195

Jurnal 2 membahas atau meneliti tentang penerapan model moral reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan pada mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan. dengan metode penelitian tindakan kelas PTK yang melibatkan tiga siklus, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi peserta didik. pada siklus awal, partisipasi peserta didik dalam diskusi masih rendah karena pendidik dan peserta didik belum terbiasa dengan model ini. Namun, setelah siklus kedua dan ketiga, terjadi peningkatan keberanian mengemukakan pendapat (dari 6 menjadi 22 peserta didik) dan kemampuan mengambil keputusan (dari 7 menjadi 20 peserta didik).

Model moral reasoning, yang didasarkan pada teori perkembangan moral Kohlberg, menekankan pentingnya berpikir kritis dan diskusi tentang dilema moral. ini terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi peserta didik, membangun keberanian mereka dalam menyuarakan pendapat serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir dan mengambil keputusan yang didasarkan pada pertimbangan moral. di sisi lain, guru juga mengalami peningkatan dalam pengelolaan kelas, beralih dari peran pengajar pasif menjadi fasilitator yang aktif mendorong partisipasi.

secara keseluruhan penelitian ini menimbulkan bahwa model moral reasoning berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi peserta didik, dan pencapaian kompetensi khususnya dalam mata pelajaran yang melibatkan diskusi nilai-nilai moral seperti pendidikan kewarganegaraan.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195

Jurnal 1 membahas tentang Pengembangan Moral anak-anak di TK PKK Sosrowijayan, Yogyakarta, yang terletak di lingkungan lokalisasi pasar kembang. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengekspresikan bagaimana pendidikan moral dikembangkan melalui aspek materi pendidik metode dan evaluasi.

di dalam jurnal tersebut ada beberapa temuan penting dari penelitian yang telah dilakukan
yang pertama yaitu terkait materi pendidikan moral materi yang diajarkan sesuai dengan Permendiknas nomor 58 tahun 2009 tentang standar pendidikan anak usia dini. tapi yang diajarkan mencakup kecintaan kepada Tuhan, kejujuran, tanggung jawab dan kerjasama.
yang kedua yaitu terkait temuan pendidik yang di mana para guru menjadi teladan bagi anak-anak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan norma moral seperti kesopanan dan kerjasama dengan orang tua. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pendidik tetapi juga figur yang dapat diikuti oleh murid-muridnya.
yang ketiga yaitu terkait metode pembelajaran moral pada penelitian ini pengembangan moral dilakukan melalui berbagai metode seperti bercerita, bernyanyi, keteladanan, dan pembiasaan. Misalnya anak-anak dibiasakan untuk berdoa sebelum makan dan diajarkan tentang berbagi. Cerita yang disampaikan oleh guru juga mengandung pesan moral, seperti nilai tolong-menolong.
yang ke-4 yaitu evaluasi moral yang di mana evaluasi ini dilakukan dengan observasi sehari-hari tanpa menggunakan lembar observasi formal di mana guru memantau perilaku anak dalam keseharian mereka. meski demikian, jurnal mengkritisi bahwa proses evaluasi ini kurang objektif dan cenderung fokus pada hasil akhir daripada proses pengembangan moral itu sendiri.

penelitian ini juga menunjukkan beberapa tantangan. lingkungan sekitar sekolah yang berada di daerah lokalisasi dikawatirkan dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan moral anak, meskipun anak-anak tidak secara langsung berinteraksi dengan lingkungan tersebut. guru dan pihak sekolah berupaya untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang fenomena yang mereka lihat di sekitar, seperti orang yang mabuk atau papan tulisan untuk orang dewasa, dengan penjelasan yang sederhana.

kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun pendidikan moral di TK PKK Sosrowijayan sudah berjalan dengan baik, terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal metode pengajaran yang lebih bervariasi dan evaluasi yang lebih sistematis. penelitian ini juga merekomendasikan agar sekolah dipindahkan ke lingkungan yang lebih mendukung perkembangan moral anak-anak.