Kiriman dibuat oleh Fitri Aisyiyah

Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Video tersebut membahas mengenai pentingnya pendidikan moral dan tanggung jawab diri dalam keluarga seperti mendengarkan nasehat ayah, mebantu ibu, menemani dan menjaga adik. Video tersebut memaparkan tentang pentingnya tanggung jawab diri. Hal ini dikarenakan tanggung jawab diri dapat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari seperti mempererat hubungan keluarga, keterjaminan keselamatan keluarga, dan meringankan tugas-tigas keluarga.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Analisis jurnal 1
Jurnal tersebut merupakan hasil dari penelitian Ruslan, Rosma Elly, danNurul Aini dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Unsyiah Banda Aceh. Jurnal tersebut mengusung judul "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERILAMPEUNEURUT".

Pada jurnal tersebut dijelaskan tujuan dari diadakannya penelitian tersebut. Adapun tujuan dari penelitian tersebut yaitu untuk mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Peneliti memaparkan fakta bahwa bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Peneliti beranggapan bahwa pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Peneliti mewawancarai 10 tendik di sekolah tersebut sehingga menghasilkan pernyataan bahwa guru bukan hanya mengajarkan siswa belajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga harus belajar ditempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Peneliti mendapatkan hasil wawancara dari guru berinisial NM yang menyatakan bahwa siswa perlu belajar agama bukan hanya di sekolah saja tetapi harus memperdalam ilmu agama juga di TPA, dan tempat pengajian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, yaitu nilai religius, nilaisosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilaikemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadaplingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Penelitian ini mengkaji penerapan model moral reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Melalui metode penelitian tindakan kelas (PTK) selama tiga siklus, ditemukan peningkatan partisipasi siswa secara signifikan. Pada awalnya, partisipasi rendah, tetapi setelah siklus kedua dan ketiga, keberanian siswa berpendapat meningkat dari 6 menjadi 22 siswa, dan kemampuan mengambil keputusan dari 7 menjadi 20 siswa.

Model moral reasoning, yang didasarkan pada teori perkembangan moral Kohlberg, mendorong siswa untuk berpikir kritis dan berdiskusi mengenai dilema moral. Ini terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi siswa, keberanian berpendapat, dan kemampuan berpikir serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan moral. Guru juga menunjukkan peningkatan dalam mengelola kelas sebagai fasilitator aktif.

Kesimpulannya, model moral reasoning berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi siswa, dan pencapaian kompetensi, terutama pada pelajaran yang melibatkan diskusi nilai-nilai moral seperti Pendidikan Kewarganegaraan.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Penelitian ini menemukan beberapa hal penting terkait pendidikan moral di TK PKK Sosrowijayan. Pertama, materi pendidikan moral yang diajarkan sesuai dengan Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009, yang mencakup kecintaan kepada Tuhan, kejujuran, tanggung jawab, dan kerjasama. Kedua, guru berperan sebagai teladan moral bagi anak-anak, menunjukkan perilaku seperti kesopanan dan kerjasama dengan orang tua. Ketiga, pengembangan moral dilakukan melalui berbagai metode, seperti bercerita, bernyanyi, keteladanan, dan pembiasaan, seperti berdoa sebelum makan dan belajar berbagi. Keempat, evaluasi moral dilakukan melalui observasi sehari-hari, meskipun kritik diarahkan pada kurangnya objektivitas karena fokus pada hasil akhir daripada proses pengembangan moral.

Penelitian ini juga menunjukkan tantangan terkait lokasi sekolah yang berada di lingkungan lokalisasi, yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perkembangan moral anak. Meskipun demikian, guru berusaha memberikan penjelasan sederhana kepada anak-anak tentang fenomena yang mereka lihat di sekitar.

Kesimpulannya, meskipun pendidikan moral berjalan dengan baik, ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam variasi metode pengajaran dan evaluasi yang lebih sistematis. Penelitian ini juga merekomendasikan pemindahan sekolah ke lingkungan yang lebih mendukung perkembangan moral anak-anak.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202
Kelas : 3G

Video tersebut menjelaskan mengenai model pembelajaran Market Place Activity. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang dilakukan dengan bermain peran seolah-olah menjadi penjual dan pembeli dengan prodaknya yaitu informasi. Sintak dari model ini yaitu :
1. Pembagian kelompok
2. Pembuatan prodak (membuat poster berdasarkan informasi yang didapat dari sumber belajar)
3. Proses jual beli informasi yang dilakukan dengan membagi tugas anggota kelompok sebagai penjaga stand dan pembeli
4. Anggota kelomok yang berbelanja dari kelompok lain menjelaskan informasi yang didapat dari kelompok lain kepada anggota kelompok yang bertugas menjaga stand
5. Tukar informasi antar kelompok dan guru memberikan penguatan pengetahuan.
Model pembelajaran ini cukup efektif karena anak dapat menerima dan mengingat informasi yang didapat dengan melakukan aktifitas. Selain itu model ini dapat mengembangkan nilai moral anak berupa nilai sosial, kerja sama, dan saling menghargai.