Kiriman dibuat oleh DHIYATUL HASANA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Dhiyatul Hasana
NPM :2313053055

selamat malam bapak izin menjawab diskusi

1. Menjelaskan karakteristik pembelajaran kelas rangkap

Pembelajaran kelas rangkap merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan ketika satu guru harus mengajar dua atau lebih tingkat kelas secara bersamaan dalam satu ruangan. Situasi ini biasanya terjadi karena jumlah guru yang terbatas atau jumlah siswa yang tidak terlalu banyak. Meskipun beberapa kelas digabung, setiap siswa tetap memperoleh materi sesuai dengan tingkat dan kebutuhannya. Oleh karena itu, guru perlu mengatur proses pembelajaran dengan lebih terencana agar semua kelompok tetap dapat belajar dengan baik.karakteristik pembelajaran kelas rangkap terlihat dari beberapa hal, seperti satu guru yang menangani beberapa kelas sekaligus, adanya perbedaan materi pelajaran pada setiap kelompok, serta pembagian waktu belajar secara bergantian. Selain itu, siswa sering diberi tugas mandiri, diskusi, atau kerja kelompok ketika guru sedang fokus mengajar kelompok lain. Pembelajaran juga menuntut kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antar siswa. Dan guru harus kreatif dalam memilih metode, menggunakan media pembelajaran, serta menata tempat duduk berdasarkan kelompok agar suasana kelas tetap tertib, nyaman, dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh DHIYATUL HASANA -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Dhiyatul Hasana
Kelas : 4B
NPM : 2313053055

izin menjawab pertanyaan, apa sajakah media yang tepat bagi anak SD kelas tinggi, tuliskan alasan mengapa memilih media tsb..


1. Media Visual (gambar, diagram, peta konsep)
Alasan: Anak SD kelas tinggi sudah memiliki kemampuan berpikir abstrak yang mulai berkembang. Media visual membantu mereka memahami konsep yang lebih kompleks dengan cara yang menarik dan mudah diingat.
2. Media Audio-Visual (video pembelajaran, animasi edukatif)
Alasan: Video dan animasi bisa menampilkan informasi secara menarik dan interaktif. Anak-anak usia ini cenderung lebih fokus saat pembelajaran dikemas secara visual dan bergerak, serta dapat membantu menjelaskan konsep yang sulit dipahami hanya lewat teks atau penjelasan lisan.
3. Media Interaktif Digital (game edukatif, kuis online, aplikasi pembelajaran)
Alasan: Media ini merangsang partisipasi aktif siswa dan meningkatkan motivasi belajar. Anak SD kelas tinggi biasanya sudah cukup familiar dengan teknologi, sehingga media ini bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus efektif.
4. Media Konkret atau Benda Nyata (alat peraga, model 3D, eksperimen sederhana)
Alasan: Meskipun sudah mampu berpikir lebih abstrak, anak SD kelas tinggi masih membutuhkan pembelajaran yang konkret. Melalui alat peraga atau eksperimen, mereka bisa memahami konsep melalui pengalaman langsung.
5. Media Cetak (buku bergambar, majalah anak, lembar kerja siswa)
Alasan: Media cetak tetap relevan karena membantu meningkatkan literasi membaca dan memberi kesempatan anak untuk belajar mandiri sesuai kecepatan mereka masing-masing.

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh DHIYATUL HASANA -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi bapak
Nama : Dhiyatul Hasana
Npm: 2313053055
Saya izin menjawab

Menurut saya,Pembelajaran tematik diterapkan di sekolah dasar karena dianggap lebih efektif dalam membantu siswa memahami materi secara keseluruhan. Metode ini mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antara berbagai bidang ilmu. Pendekatan ini juga lebih sesuai dengan cara berpikir anak usia sekolah dasar, yang cenderung memahami sesuatu secara menyeluruh dan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Keunggulan dari pembelajaran tematik adalah membantu siswa memahami materi dengan lebih baik karena pembelajaran disajikan dalam situasi yang lebih nyata dan relevan. Selain itu, metode ini membuat proses belajar lebih menarik, sehingga siswa menjadi lebih termotivasi. Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif dengan menghubungkan berbagai aspek dalam kehidupan. Tidak hanya itu, pembelajaran tematik sering dilakukan secara berkelompok, yang dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan bekerja sama siswa.

Kekurangan nya adalah proses persiapan yang cukup rumit, karena guru harus menyusun materi dengan baik agar keterkaitan antar mata pelajaran dapat tersampaikan dengan jelas. Selain itu, pembelajaran ini berisiko membuat beberapa mata pelajaran tidak dipelajari secara mendalam karena fokusnya lebih pada integrasi konsep. Proses evaluasi dalam pembelajaran tematik juga lebih kompleks, karena harus mencakup berbagai aspek sekaligus, sehingga membutuhkan metode penilaian yang lebih fleksibel dan menyeluruh. 

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> Aktivitas 1

oleh DHIYATUL HASANA -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Nama: DHIYATUL HASANA
Npm: 2313053055
Kelas; 4/ B

Izin menjawab bapak
Metode pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SD harus sesuai dengan pendekatan yang diterapkan dalam Kurikulum 2013, yaitu pendekatan saintifik yang melibatkan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan.

Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode diskusi, di mana siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam membahas suatu topik, seperti hak dan kewajiban sebagai warga negara. Melalui diskusi, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan belajar menghargai pendapat orang lain. Selain itu, metode bermain peran juga efektif dalam pembelajaran PPKn. Misalnya, siswa dapat melakukan simulasi musyawarah atau sidang kelas untuk memahami bagaimana pengambilan keputusan secara demokratis dilakukan.

Metode studi kasus juga penting dalam pembelajaran ini, karena membantu siswa menganalisis dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang berkaitan dengan norma dan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mereka dapat diberikan kasus tentang pelanggaran aturan di sekolah dan diminta mencari solusi yang tepat. Selain itu, pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat diterapkan dengan memberikan siswa suatu permasalahan nyata yang berkaitan dengan kewarganegaraan, seperti masalah kebersihan lingkungan, lalu mereka diajak untuk mencari solusi bersama.