Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi bapak
Nnama: tina selviani
Npm: 2313053052
Saya izin menjawab
Menurut saya penggunaan model pembelajaran tematik di sekolah dasar diterapkan karena dianggap sesuai dengan karakteristik anak usia SD yang masih berpikir secara holistik, yaitu menyatukan berbagai konsep menjadi satu kesatuan yang utuh dan terpadu. Dengan pembelajaran tematik, siswa dapat memahami berbagai konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Keunggulan dari model pembelajaran ini antara lain adalah pembelajaran yang lebih menyeluruh dan kontekstual, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, meningkatkan motivasi belajar, mengasah kreativitas serta kemampuan kerja sama, dan memungkinkan siswa memahami konsep-konsep secara terpadu. Misalnya, dalam tema “Lingkunganku,” guru dapat mengintegrasikan konsep-konsep dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Seni Budaya. Siswa bisa belajar mengenal lingkungan melalui teks bacaan (Bahasa sekitar Indonesia), menghitung jumlah tanaman atau benda di sekitar (Matematika), memahami jenis-jenis makhluk hidup (IPA), mengenal kebudayaan lokal (IPS), dan menggambar pemandangan alam (Seni Budaya). Namun pembelajaran tematik juga memiliki beberapa kekurangan. Model ini mempelajari keterampilan guru yang tinggi dalam merancang pembelajaran yang sesuai dan terpadu. Proses perencanaannya lebih kompleks karena harus mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema. Selain itu, penilaian yang dilakukan juga lebih sulit karena perlunya mengukur pemahaman siswa terhadap setiap konsep yang dipelajari secara holistik. Pembelajaran tematik juga mungkin kurang cocok untuk materi yang sangat teknis atau mendalam dan jika tidak direncanakan dengan baik, siswa mungkin hanya memahami konsep secara umum, bukan secara mendalam. Meskipun demikian, pendekatan ini tetap dianggap efektif untuk diterapkan di sekolah dasar karena sesuai dengan cara berpikir siswa yang masih menyeluruh.