Kiriman dibuat oleh Allya Septia Faradina

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181

Jurnal tersebut burjudul 'Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan' yang ditulis oleh Suparlan Suhartono. Bagian abstrak jurnal tersebut membahas tentang pentingnya kesadaran moral dalam kehidupan bermasyarakat, yang menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif. Penulis mengidentifikasi adanya konflik antara individualisme dan kolektivisme, yang merupakan potensi bagi eksistensi masyarakat.

Dalam pembahasan jurnal tersebut, penulis mengangkat beberapa hal penting. Pertama, penulis menjelaskan arti dan isi filsafat serta arti moral dan etika. Selanjutnya, penulis menganalisis kompleksitas konflik antara individualisme dan kolektivisme, di mana individualisme dapat berujung pada keserakahan, sementara kolektivisme sering kali terpendam, sehingga semangat kebersamaan tidak muncul. Kesadaran moral juga diidentifikasi sebagai komponen utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Penulis juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika, yang dianggap kunci untuk membina karakter individu. Kesadaran moral yang terbingkai dalam norma-norma perilaku sosial menjadi penting untuk memastikan keadilan dalam interaksi sosial.

Pada bagian penutup, penulis menegaskan bahwa konflik antara paham individualisme dan kolektivisme harus dikelola berdasarkan nilai-nilai moral dan etika untuk menciptakan kekuatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam membina kesadaran moral, yang menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang terdidik, berbudaya, dan berkeadilan. Selain itu, penulis menjelaskan tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan; (1) kesadaran moral; (2) kreativitas dalam reproduksi; (3) pengendalian perilaku dalam berproduksi.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181

Pada bagian abstrak, penulis membahas tujuan dari penelitian yang dilakukan, yaitu untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Penulis juga menekankan pentingnya upaya hukum yang dapat dilakukan untuk membentuk moral bangsa. Dengan demikian, fokus utama dari abstrak ini adalah pada hubungan antara penegakan hukum dan pembentukan moral dalam masyarakat. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui observasi langsung di masyarakat Kampung Cijambe Girang, serta data sekunder melalui penelusuran bahan pustaka dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif, yang berfokus pada deskripsi dan pemecahan rumusan masalah berdasarkan fakta di lapangan.

Pada bagian pembahasan, penulis membahas berbagai aspek terkait penegakan hukum terhadap pelanggaran etika di masyarakat Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Penulis mengawali dengan menjelaskan kondisi etika masyarakat yang menunjukkan adanya krisis, di mana banyak individu mengabaikan norma-norma yang ada. Minimnya pemahaman tentang hak asasi manusia di masyarakat berkontribusi pada pengabaian nilai dan norma, yang semakin memperburuk situasi etika dan moral di Kampung Cijambe Girang. Penulis juga menekankan pentingnya pendidikan moral dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun etika yang baik.

Untuk membangun etika yang baik dalam masyakat diperlukan upaya internal dan eksternal. Upaya internal yang dapat dilakukan seperti; (1) meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral; (2) menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat; (3) membatasi teknologi yang ada. Sedangkan upaya eksternal yang dapat dilakukan yaitu; (1) Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah; (2) Seminar tentang kesadaran hukum; (3) Menegakkan HAM di masyarakat; (4) Pemerintah harus bertindak. Selain itu, penulis juga memberikan beberapa gagasan dalam pembentukan hukum yang mengatur etika dalam masyarakat.

Dalam penutup, penulis menekankan bahwa isu etika dan moral dalam masyarakat bukanlah hal yang sepele. Untuk mencegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia, khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181

Video tersebut menunjukkan kemerosotan nilai moral pada generasi muda. Sikap tidak hormat kepada guru, mengabaikan atau tidak mendengarkan guru, hingga berbicara kasar kepada guru. Perilaku ini mencerminkan merosotnya nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi landasan dalam pembentukan karakter generasi muda. Guru yang seharusnya dihormati justru seringkali diremehkan oleh para siswa.

Selain itu, video tersebut juga menunjukkan adanya kenalan remaja seperti merokok di usia yang masih sangat muda. Perilaku ini tidak hanya membahayakan kesehatan mereka sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi teman sebaya untuk mengikuti hal yang tidak baik tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak. Keluarga harus memperkuat penanaman nilai-nilai moral dan etika sejak dini, serta dapat menjadi teladan yang baik dan menciptakan komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka. Sekolah juga dapat mengembangkan program pendidikan karakter yang lebih efektif, tidak hanya fokus pada prestasi akademik tetapi juga pembentukan kepribadian siswa. Kolaborasi antara guru dan orang tua dalam memantau perkembangan siswa sangat penting untuk mencegah perilaku yang tidak sesuai dengan norma. Dengan upaya bersama dari semua pihak, diharapkan dapat terjadi perbaikan dalam perilaku dan moral generasi muda.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 4

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Video tersebut membahas tentang etika dan moral dalam konteks masyarakat modern, khususnya generasi muda. Pemateri berfokus pada pentingnya menjaga nilai-nilai moral di tengah arus globalisasi dan teknologi informasi. Pemateri menggambarkan tantangan generasi muda saat ini yang mudah mengakses informasi melalui media sosial, namun harus bijak dalam memilah informasi positif dan negatif. Selain itu, pemateri juga menjelaskan definisi etika dan moral, keduanya merupakan pedoman perilaku manusia yang berasal dari bahasa Latin "mos" yang berarti kebiasaan atau adat. Pemateri mengatakan bahwa etika dan moral bukanlah faktor keturunan, melainkan potensi positif yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga dianggap sebagai tempat paling fundamental dalam pembentukan etika dan moral. dalam kehidupan keluarga terdapat berbagai nilai seperti keagamaan, sopan santun, dan kejujuran. Penulis juga mengkritik kecenderungan generasi muda yang mulai mengabaikan etika dasar, seperti tidak pamit kepada orangtua, tidak meminta maaf, atau tidak menghormati orangtua. Sekolah disorot sebagai aspek penting dalam pengembangan etika, terutama dalam konteks pembelajaran daring pasca pandemi COVID-19. Pemateru memberikan contoh konkret tentang etika berkomunikasi yang baik dengan guru, termasuk penggunaan bahasa sopan, memperhatikan waktu ketika menghubungi guru, memperkenalkan diri dengan lengkap, dan menghormati batasan.

Secara keseluruhan, video tersebut merupakan refleksi kritis tentang tantangan moral generasi muda di era modern, yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai etika dalam setiap aspek kehidupan sosial, mulai dari lingkungan keluarga hingga interaksi digital.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> FORUM pertanyaan

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Menurut saya, perbedaan kriteria penilaian hardskill dan softskill terletak pada cara mengukur kemampuan, di mana hardskill dapat diukur dengan jelas sedangkan softskill sulit diukur secara pasti. Hardskill merupakan kemampuan yang dapat diukur secara kuantitatif dan objektif, meliputi keahlian spesifik yang dapat dibuktikan melalui sertifikat, ujian, dan gelar akademik. Penilaian hardskill berfokus pada pengetahuan teknis, keterampilan profesional, dan kompetensi dalam bidang tertentu. Penilaian hardskill menggunakan standar penilaian yang jelas dan konsisten serta hasil penilaiannya bersifat pasti.

Sementara itu, softskill menggambarkan kualitas personal dan interpersonal yang bersifat kualitatif dan sulit diukur secara langsung. Penilaian softskill mencakup kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, dan keterampilan sosial lainnya. Berbeda dengan hardskill, softskill memerlukan observasi berkelanjutan dan penilaian komprehensif dari berbagai perspektif untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Penilaian softskill bergantung pada konteks dan situasi serta hasil penilaian lebih interpretatif.