གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Masra Mita

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

Masra Mita གིས-
Nama: Masramita
NPM: 2313053192

Analisis Artikel ditulis oleh Ni Wayan Suarniati dan diterbitkan di Penerapan Model Moral Reasoning Untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas
VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang, tahun 2017, Penelitian menggunakan pendekatan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga siklus, di mana setiap siklus melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Mengidentifikasi masalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), khususnya dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan mediator sangat penting untuk mendorong keaktifan siswa dalam pembelajaran. Penulis membahas pentingnya pengembangan keterampilan proses, yang menurut Gagne, dapat membantu siswa menjadi lebih kreatif dan memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Penelitian Artikel menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas siswa selama tiga siklus. Pada siklus I, aktivitas siswa dalam mengemukakan pendapat, mengambil keputusan, menghargai orang lain, dan bekerja sama masih tergolong rendah. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan pada semua aspek aktivitas siswa, dengan sebagian besar kategori masuk dalam kategori "cukup". Pada siklus III, aktivitas siswa meningkat lebih lanjut, dengan sebagian besar kategori masuk dalam kategori "baik" dan "sangat baik". Artikel menunjukkan peningkatan dalam aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan model Moral Reasoning. Penerapan model Moral Reasoning dapat meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Model Moral Reasoning terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran PKN. Peran guru dalam memotivasi dan mendampingi siswa selama proses pembelajaran sangatlah penting. Penting melibatkan siswa dalam diskusi dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk berpendapat, tidak membedakan/pilih kasih sesama yang lain. Memberikan penghargaan dan motivasi penting karena untuk mendorong siswa agar lebih berani dalam mengemukakan pendapatnya. Artikel dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi para guru PKN dalam menerapkan model Moral Reasoning, dapat membantu para guru dalam memahami pentingnya keaktifan siswa dan bagaimana mendorong keaktifan tersebut.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

Masra Mita གིས-
Nama: Masramita
NPM: 2313053182

Analisis artikel Pengembangan Moral Anak di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta, ditulis oleh Muhammad Syafe’i dan Rukiyati dan diterbitkan pada tahun 2017, membahas tentang pengembangan moral anak di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta yang terletak di lingkungan lokalisasi Pasar Kembang. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan pengembangan moral anak TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta dan mengungkap perkembangan moral anak di TK tersebut. Penulis berfokus pada pentingnya pengembangan moral anak usia dini, khususnya di lingkungan yang menantang seperti lokalisasi Pasar Kembang. Penulis menekankan pentingnya pendidikan moral sejak dini untuk membentuk kepribadian yang bermoral dan santun, karena anak-anak pada usia ini sangat peka dan mudah menyerap lingkungan sekitar. Penulis juga membahas tentang teori perkembangan moral Kohlberg, yang mengidentifikasi tiga tingkatan utama perkembangan moral dengan dua tahap di setiap tingkatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, kemudian data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulia mengetahui bahwa pengembangan moral anak di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta dilakukan secara formal dan terintegrasi dengan kegiatan harian anak. Namun, pengembangan moral anak kurang optimal karena tidak memiliki ruang khusus dalam pengembangannya. Sekolah lebih mengutamakan pengembangan intelektual anak, terbukti dengan adanya jam tambahan calistung (catat tulis hitung) untuk TK B.

Dampak negatif lingkungan lokalisasi terhadap anak, meskipun anak-anak tidak berinteraksi langsung dengan PSK, ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan moral anak, termasuk pembiasaan, keteladanan, bercerita, dan menyanyi.

Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa TK PKK Sosrowijayan telah mengembangkan pendidikan moral dengan baik dari sisi materi, metode, dan evaluasi. Namun, guru lebih mementingkan hasil daripada proses belajarnya. Penulis memberi usulan agar TK PKK Sosrowijayan pindah dari lokasi lokalisasi ke tempat yang lebih baik dan mendukung bagi perkembangan moral anak usia dini. Penulis juga tidak lupa memberikan contoh-contoh konkret bagaimana cara pengembangan moral diterapkan di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta, seperti pembiasaan berdoa, mengucapkan salam, dan berbagi makanan, kerja sama antara guru dan orang tua dalam mengembangkan moral anak.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Masra Mita གིས-
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Baik terimakasih saudari Wulan atas pertanyaannya, saya Masramita dengan NPM 2313053192, izin menjawab.

Dengan strategi terstruktur dan berkelanjutan, guru IPS SD dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan sumber informasi dan media pembelajaran digital secara efektif. Dengan menanamkan minat siswa, mengajarkan keterampilan literasi digital, memanfaatkan media pembelajaran digital, membangun kolaborasi dengan orang tua dan pihak terkait, serta mengembangkan diri secara profesional. Proses belajar pun akan menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Guru juga perlu memanfaatkan media pembelajaran digital secara efektif dengan memilih media yang sesuai, membuat konten yang menarik, dan memanfaatkannya untuk meningkatkan interaksi dan memberikan umpan balik.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Masra Mita གིས-
Baik terimakasih saudari Ratna atas pertanyaannya, Saya Masramita dengan NPM 2313053192, izin menjawab.

Sebagai calon pendidik, saya memahami bahwa pembelajaran IPS di SD tidak hanya bergantung pada visual dan teknologi, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung dan praktik. Untuk itu, perlu mengintegrasikan elemen kinestetik atau pengalaman langsung dalam pembelajaran dengan berbagai cara. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan melibatkan siswa secara aktif. Misalnya membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui kegiatan mengamati, merumuskan pertanyaan, mencari informasi, mengolah data, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil, dan menghubungkan materi IPS dengan kehidupan nyata siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan. Media pembelajaran yang inovatif, seperti simulasi, permainan peran, dan kunjungan lapangan.
Dalam Pembelajaran IPS di SD membutuhkan pendekatan yang kreatif dan menarik untuk membantu siswa memahami konsep-konsep sosial dan budaya.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Masra Mita གིས-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat sore Ibu Deviyanti Pangestu, M.Pd. dan Bapak Tegar Pambudi, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran IPS SD.


Kami dari kelompok 8 kelas 3F yang beranggotakan :

1. Wini Jihan Firliani (2313053178)

2. Masramita (2313053192)

3. Melia Devina (2313053280)

4. Riko Prasetya (2353053013)


Izin mengumpulkan tugas Pembelajaran IPS SD Bu

Berikut link gdrive nya :


https://drive.google.com/drive/folders/1aBChwxusFPFg_hEcDY5KyzK2tFwx5ylp


Demikian Saya ucapkan terima kasih.

Attachment Mind Mapping_Pembelajaran IPS SD Kel 8