Kiriman dibuat oleh Nia Cahyani

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

izin memperkenalkan diri Bapak
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060
Kelas : 6B

Izin menjawab diskusi bapak,
Pembelajaran kelas rangkap adalah bentuk pembelajaran yang dilaksanakan oleh satu guru untuk mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam waktu yang bersamaan di satu ruangan. Bentuk pembelajaran ini umumnya diterapkan di sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah guru atau siswa. Dalam pelaksanaannya, guru harus mampu membagi waktu dan perhatian secara efektif kepada setiap kelompok kelas, sehingga diperlukan perencanaan pembelajaran yang matang dan terstruktur. Karakteristik pembelajaran kelas rangkap ditandai dengan pengelolaan waktu yang fleksibel, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti kerja kelompok, tutor sebaya, dan penugasan mandiri, serta tuntutan kemandirian belajar yang lebih tinggi pada siswa. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran kelas rangkap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas, menyusun strategi yang tepat, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan kondusif bagi seluruh siswa. Jika pengelolaan tersebut dilakukan secara optimal, pembelajaran kelas rangkap tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan, tetapi juga dapat mendorong berkembangnya kemandirian dan kolaborasi antar siswa.

Sekian terimakasih bapak, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Nia Cahyani -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060
Kelas : 4B

Izin menjawab bapak,
Media yang tepat untuk anak SD kelas tinggi (kelas 4-6) adalah media visual interaktif, seperti video edukasi, infografis, dan permainan digital berbasis pembelajaran. Alasan pemilihan media ini adalah karena anak usia tersebut berada dalam fase perkembangan kognitif konkret operasional, di mana mereka lebih mudah memahami konsep yang disajikan secara visual dan interaktif. Video edukasi, misalnya, dapat menjelaskan materi kompleks seperti sains atau matematika dengan animasi yang menarik, sementara infografis membantu memvisualisasikan informasi secara ringkas. Selain itu, permainan digital (game-based learning) dapat meningkatkan motivasi belajar karena melibatkan unsur tantangan dan reward. Media-media ini juga sesuai dengan karakteristik anak kelas tinggi yang sudah mulai terbiasa dengan teknologi tetapi masih membutuhkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton. Dengan kombinasi warna, gerak, dan interaktivitas, media tersebut mampu mendorong pemahaman sekaligus menjaga minat belajar anak.

Sekian Terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Nia Cahyani -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060

Izin menjawab bapak,
1. Discovery Learning (Pembelajaran Berbasis Penemuan)
Pada model ini, guru hanya menanyakan kepada siswa serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Siswa kemudian ditugaskan untuk menemukan meneliti dan memutuskan pengamatannya sebagai modal untuk menjawab pertanyaan guru.
2. Inquiry Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
Dalam model ini siswa dibimbing untuk menemukan materi yang disajikan dalam pelajaran melalui pertanyaan-pertanyaan dan introspeksi diri.
3. Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)
Siswa belajar berdasarkan suatu masalah kontekstual yang diberikan pada awal kegiatan pembelajaran
4. Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
Model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai langkah awal untuk memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman kegiatan kehidupan nyata.

Untuk peserta didik di kelas rendah, model pembelajaran tematik yang paling tepat adalah Project-Based Learning (PjBL), karena melibatkan siswa dalam kegiatan yang konkret dan menyenangkan, seperti membuat proyek sederhana yang terkait dengan tema pembelajaran. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman langsung dan bermain. Selain itu, PjBL dapat mengembangkan keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini. Dampak positifnya bagi peserta didik adalah mereka menjadi lebih termotivasi, aktif, dan mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi lebih mendalam dan bermakna.

Sekian, terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.