Posts made by Naira Nathania Maida

Nama:Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016
Kelas: Manajemen Genap
Prodi: S1 Manajemen

“ SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)"

Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya.

Pada saat pandemi COVID-19, bela negara bisa diwujudkan dengan melakukan isolasi mandiri, membantu orang yang terkena dampak, dan mendukung tenaga medis. Dasar hukum bela negara diatur dalam UUD 1945 dan undang-undang lainnya yang menyatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bela negara adalah tindakan yang sangat positif karena memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang di sekitar.
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016
Kelas: Manajemen Genap
Prodi: S1 Manajemen

“Ketahanan Nasional”

Ketahanan Nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang.

Bentuk-bentuk ketahanan nasional yaitu 1. Tantangan (secara langsung)
2. Ancaman (dari luar)
3. Hambatan (dari dalam)
4.Gangguan (secara tidak langsung)
yang akan mengancam integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

Ancaman Unsur Tri Gatra:
1. Lokasi dan Posisi Geografis: lokasi wilayah Indonesia yang bergeser seperti Timor Timur yang lepas dari Indonesia, lalu ada kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia
2. Keadaan dan Kekayaan Alam: kapal asing masuk kedalam Indonesia untuk mengambil ikan
3. Kemampuan Penduduk: penduduk Indonesia harus bersaing dengan warga negara asing

Ancaman Unsur Panca Gatra:
1. Ideologi: pada tahun 60an Indonesia diancam dengan adanya ideologi komunis
2. Politik: politik Indonesia tidak bebas, misalnya orang tidak boleh bersuara sedikit berkomentar ditangkap
3. Ekonomi: masyarakat Indonesia tidak diakomodir kepentingannya, misalnya warga lokal yang kesulitan dalam mendirikan usahanya di dalam negeri dibandingkan dengan warna negara asing, warga negara Indonesia yang lebih suka berbelanja di supermarket besar dibanding belanja di pasar.
4. Sosial Budaya: tradisi
5. Pertahanan dan Keamanan: sekelompok masyarakat yang mempertanyakan keberadaan Pancasila

Perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra):
1. Lokasi dan Posisi Geografis: Peningkatan potensi laut dan darat
2. Sumber Daya Alam: Kesadaran nasional dalam pemanfaatan kekayaan alam.
3. Keadaan dan Kemampuan Penduduk: Pendidikan

Perwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra):
1. Ideologi: Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
2. Politik: Demokrasi (keseimbangan input & output)
3. Ekonomi: Sarana, modal, ilmu pengetahuan, teknologi
4. Sosial Budaya: Tradisi, pendidikan, kepemimpinan
5. Pertahanan dan Keamanan: Partisipasi dan kesadaran masyarakat
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016
Kelas: Manajemen Genap
Prodi: S1 Manajemen

1. Artikel ini membahas kondisi pelanggaran HAM di Indonesia pada tahun 2019 yang masih buruk, termasuk pelanggaran berat di masa lalu, pembatasan kebebasan sipil, diskriminasi gender, dan peningkatan pelanggaran HAM di Papua. Para pakar menggambarkan tahun 2019 sebagai "tahun kelam" karena serangan terhadap pembela HAM serta kegagalan pemerintah dalam memberikan keadilan dan kebenaran. Namun demikian, artikel juga mencatat beberapa hal positif. Indonesia terus melakukan reformasi untuk meningkatkan perlindungan HAM, seperti meratifikasi perjanjian HAM internasional dan adanya gerakan masyarakat seperti gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah.

2. Salah satu nilai adat istiadat yang memengaruhi demokrasi di Indonesia adalah gotong royong. Dalam konteks demokrasi, gotong royong menjadi landasan bagi partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik dan pemerintahan. Selain itu, prinsip musyawarah mufakat juga merupakan nilai adat istiadat yang turut mempengaruhi demokrasi di Indonesia. Dalam konteks demokrasi, prinsip musyawarah menjadi dasar bagi pengambilan keputusan kolektif yang inklusif dan partisipatif.
Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa mencerminkan semangat religiusitas yang kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Keberagaman agama di Indonesia menjadi faktor penting dalam memastikan pluralisme dan toleransi dalam praktik demokrasi.

3. Masih terdapat beberapa tantangan dalam praktik demokrasi di Indonesia seperti perlindungan HAM serta mematuhi nilai pancasila dan UUD 1945.

4. Perlakuan anggota parlemen yang lebih mementingkan agenda politik mereka sendiri daripada kepentingan rakyat dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi. Sebagai wakil rakyat, anggota parlemen seharusnya bertanggung jawab terhadap kepentingan rakyat yang telah memilih mereka.

5. Kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama seringkali memainkan peran penting dalam menggerakan loyalitas dan emosi rakyat. Pemimpin yang memiliki kekuasaan kharismatik cenderung mempengaruhi massa dengan daya tarik pribadi mereka, keyakinan spiritual, atau kedekatan dengan nilai-nilai tradisional. Mereka mampu membangkitkan semangat dan dedikasi yang kuat dari pengikut mereka, bahkan sampai pada tingkat di mana pengikut bersedia menjadi tumbal untuk tujuan yang dianggap suci atau mulia.