Nama : Dea Permata Sari
Npm : 2311011131
Masalah gagasan mengenai dasar negara, mulai dibicarakan pada tanggal 29 Mei 1945, ketika rapat BPUPKI dimulai tujuannya, membahas dasar negara Indonesia yang merdeka. Berbagai tokoh pun menyuarakan pendapatnya, namun belum ada persetujuan mengenai dasar filsafat negara. situasi persidangan, mulai berubah pada hari ketiga ketika Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan pendapatnya Pada 1 Juni 1945 Faktanya, Soekarno telah mempersiapakan dasar suatu negara, sejak tahun 1918 beliau terinspirasi dari ideologi negara lain yang simpel, tapi berbobot seperti San Min Chu oleh dokter Sun Yat Sen histori materialisme dari Uni Soviet bahkan Islam di Arab Saudi Akan tetapi, menurut Soekarno, 5 dasar saja, sudah cukup bagi Indonesia.
Prinsip pertama, adalah prinsip kebangsaan menurut Soekarno, Indonesia harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara Soekarno mendasarkan bangsa ini, berdasarkan tulisan dari Otto Bauer dan Ernest Rennan. menurutnya, Indonesia memiliki batas alami, yakni seluruh daerah yang diapit oleh benua Asia dan Australia dan samudera Hindia, dan Pasifik Meskipun memiliki kebudayaan yang berbeda, semua masyarakat yang berada dalam wilayah tersebut adalah satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.
Prinsip kedua dari yaitu Internasionalisme tidak cukup hanya dengan mencintai bangsa Indonesia dasar negara Indonesia adalah kecintaannya pada perdamaian dunia internasionalisme yang dimaksud, juga harus menitikberatkan pada kecintaan pada bangsa Masing-masing.
Prinsip ketiga, mengatur kehidupan masyarakat yakni mufakat. Soekarno mempercayai, bahwa mufakat adalah tradisi dari negara Indonesia maka dari itu, setiap golongan dari masyarakat yang memiliki pendapat berbeda harus diberikan platform untuk menyuarakan pendapatnya tanpa harus menghalangi atau melukai pihak lain masyarakat Indonesia yang merdeka juga harus memiliki kesejahteraan.
Prinsip keempat Yakni keadilan sejahtera, Soekarno khawatir akan ketimpangan kekayaan yang merajalela akan membuat kemerdekaan Indonesia Seolah-olah hanya menjadi kemerdekaan kelas masyarakat tertentu maka itu, Soekarno menganggap kemerdekaan tanpa kesejahteraan, sebagai nihil.
Prinsip kelima, adalah ketuhanan baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha hingga agama kepercayaan bangsa Indonesia, adalah bangsa yang selalu mengamalkan ajaran agama, dan menyembah Tuhan maka dari itu, prinsip ketuhanan yang saling menghormati satu agama dengan yang lainya adalah sebuah keharusan.