Kiriman dibuat oleh Intan putri aulia 2311011091

Nama : Intan putri aulia
NPM : 2311011091

Sejarah Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa sanskerta. Panca yang artinya 5, sila yang artinya asas. Berarti 5 asas

D periode penjajahan barat, bangsa Indonesia terlibat dalam perjuangan fisik untuk mengusir penjajah. Perlawanan terhadap penjajahan barat tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah indonesia, tetapi belum terkoordinasi dengan baik dan bersifat kedaerahan.

20 mei 1928 Dr. sutomo mendirikan Budi utomo yang merupakan organisasi pelopor gerakan nasional. Oleh karena nya setiap tgl 20 mei ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional. perjuangan non fisik mulai menampakan hasilnya dengan diselenggarakannya konggres pemuda nasional yang menghasilkan sumpah pemuda pada tgl 28 ok 1928.

Pada tgl 9 maret 1942, pemerintah Hindia Belanda menyerahkan prasyarat kepada jepang dan mulai lah pendudukan jepang di Indonesia.

3 th berselang jepang terdesak oleh sekutu, sehingga jepang berusaha untuk menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan bagi indonesia di kemudian hari.

Pada tanggal 29 april 1945, Jepang membentuk BPUPKI . BPUPKI melakukan sidang pertama selama 3 hari dari tanggal 29 mei 1945 - 1 juni 1945.pada sidang itu, Mr. Moh Yamin. Prof r. Soepomo dan Ir Soekarno, secara berurutan memgemukakan pandangannya tentanf 5 asasgdasar negara indonesia.

Pada tanggal 1 juni 1945, Ir Soekarno mengusulkan dasar tersebut diberi diberi nama pancasila. Usulan tersebut diterima dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945.

Tindak lanjut dari sidang BPUPKI adalah dibentuk panitia 9 yang menghasilkan Piagam Jakarta pada tanggal 22 juni 1945.Sedangkan sidang kedua bpupki 11 juli 1945,menghasilkan rancangan teks proklamasi. rancangan teks pembukaan uud dan rancangan batang tubuh uud.

Pada tanggal 7 agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI yang beranggotakan 27 orang dan diketuai oleh Ir Soekarno. PPKIbertugas menyelenggarakan kemerdekaan indonesia.PPKI menyelenggarakan sidang pertama pada 18 agustua sehari setelah proklamasi kemerdekaan. Dr. Moh Hatta menghilangkan 7 kata pada teks pancasila sila pertama menjadi " ketuhanan yang maha esa ".naskah pancasila menjadi sebagai mana yang sekarang.

Salam sidang PPKI pada tanggal 18 agustua ditetapkan
1. mengesahkan uud didalam ya ada dasar negara
2. memilih presiden dan wakil presiden

pancasila memiliki 2 filosofis

pancasila sebagai pandangan hidup
dan pancasila sebagai dasar negara

Pancasila sebagai pandangan hidup harus dapat dipertanggung jawabkan secara logis dan dapat diterima oleh akal sehat. dalam pelaksaannya sehari hari tidak boleh bertentangan dengan norma agama, norma. kesusilaan, norma sopan santun dan norma hukum.

Pancasila sebagai dasar negara digunakan untuk mengatur penyelenggaraan negara atau mengatur pemerintahan negara. kedudukan hukum pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai sumber dari segala sumber hukum

Berdasarkan pengertian dan peran
pancasila adalah
-dasar yg statis sebagaimana fungsi pokok pancasila yang tercantum dalam pembukaan uud
- tuntunan yang dinamis sebagai cita cita dan tujuan bangsa indonesia
- ikatan yang dapat mempersatukan indonesia menjamin hak hidup secara layak bagi semua warga negara dan semua golongan tanpa ada perbedaan

Selain itu pancasila memiliki 3 fungsi
1. fungsi yuridis, fungsi utama atau pokok
2. fungsi sosiologis, fungsi kemasyarakatan
3. fungsi etis dan filosofis

Singkatnya pancasila memiliki 2 pengertian, 3 fungsi dan 4 pokok pikiran serta 5 sila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Intan putri aulia 2311011091 -
Nama : Intan Putri Aulia
NPM : 2311011091

A.Mulai dari persoalan kemanusiaan, ekonomi, lingkungan, hingga pandemi Covid-19, dia yakini hanya bisa dihadapi dengan cara bergotong royong.

Dengan gotong royong global, kita akan memiliki energi besar untuk menghadapi pandemi Covid-19. Sebelum Covid-19, kita sebagai masyarakat dunia juga sudah menghadapi tantangan-tantangan lain seperti perubahan iklim, menipisnya ketersediaan sumber daya alam dunia, perang dagang atau ekonomi.

Berbagai tantangan global itu menunjukkan bahwa seluruh negara benar-benar sedang menguji kekuatan tali persahabatan antarnegara.

Ia mencontohkan, walaupun Indonesia terus bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 di dalam negeri, tetapi selama masih ada negara lain yang kesulitan mengatasinya maka Indonesia tidak akan pernah benar-benar aman dari virus Corona. Contoh lain pentingnya gotong royong skala global adalah pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs yang sejak awal sudah ditetapkan sebagai target untuk masyarakat, dan untuk bumi.

B.Indonesia merupakan negara dengan banyak pulau. Hubungan antarpulau terjalin dengan adanya transportasi yang semakin berkembang pesat. Selain itu, terdapat beberapa individu yang harus berpindah dari satu pulau ke pulau lain agar terjadi pemerataan penduduk.

Pendatang yang baru menetap tentu akan berbaur dan bercampur dengan penduduk asli yang sebelumnya sudah memiliki adat istiadat yang berbeda dengan pendatang.

Agar terhindar dari konflik perbedaan, sesama penduduk Indonesia hendaknya selalu memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan benar-benar memahami maknanya. Sehingga konflik antarsuku dapat dihindari.

Persatuan dan kesatuan dalam keberagaman sangat penting. Adapun sikap yang dilakukan untuk memperkokoh persatuan dalam keragaman, sebagai berikut:

•Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.
•Lebih mengutamakan kepentingan negara, tanpa mengesampingkan masing-masing budaya.
•Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik.
•Tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain.

C. Pernyataan bahwa setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional adalah suatu konsep yang dikenal sebagai "nilai-nilai nasional" atau "nilai-nilai budaya nasional." Konsep ini mengacu pada seperangkat prinsip, keyakinan, norma, dan sikap yang dianggap penting dan mendasar oleh masyarakat suatu kelompok, bangsa, atau negara tertentu.

D.Para pendiri bangsa merupakan contoh yang baik karena memiliki semangat yang kuat dalam melakukan perubahan.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran sebagai ideologi negara Indonesia untuk menjadi pandangan dan metode dalam mencapai cita-citanya.

Adanya dasar negara yang dimiliki bangsa dimiliki bangsa Indonesia karena semangat para pahlawan dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Semangat yang dimiliki para pahlawan merupakan salah satu bukti cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Bukti cinta yang dilandasi semangat kebangsaan yang diwujudkan dengan pengorbanan jiwa dan raga segenap rakyat untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah.

Semangat kebangsaan yang dimiliki para pahlawan disebut sebagai nasionalisme dan patriotisme.

•Korelasi antara sikap para pendiri bangsa dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang yaitu pemuda diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk sedekat mungkin dengan dunia. Mereka juga diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking out of the box yang inovatif, sehingga dunia tidak melulu hanya dihadapkan pada hal-hal zaman dahulu yang tidak pernah berkembang. Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini.
Nama : Intan Putri Aulia
NPM 2311011091

Analisis Jurnal yang berjudul : Internalisasi Nilai Nilai Pancasila di Perguruan Tinggi

Pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila mulai berkurang, bahkan ada yang tidak hafal isi dari sila-sila Pancasila. Kenyataan ini membuat aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan akan sangat sulit terwujud. Padahal pelajar yang notabene generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan penerus cita-cita para pendiri bangsa sangatlah diharapkan peran sertanya dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan agar Pancasila tidak dianggap sebagai ideologi kuno dan usang yang hanya sekedar digunakan sebagai pelengkap upacara kenegaraan.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, karena sasarannya adalah mencari atau menggali tentang proses menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa UAD.


Internalisasi Pancasila Melalui Mata Kuliah Pancasila
Upaya menginternalisasikan Pancasila sangat didukung dengan diterbitkannya Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pengutannya terdapat pada pasal 35 ayat 3, dimana ditegaskan bahwa kewajiban pelaksanaan kurikulum di perguruan tinggi yang harus memuat empat mata kuliah wajib yang salah satunya tentang mata kuliah Pancasila.

Pada nomor 4 (empat) dijelaskan bahwa untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang berkarakter tangguh, cinta tanah air, bela negara serta mampu meningkatkan jati diri bangsa, maka pendidikan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) diperkuat sebagai salah satu komponen pembentuk budaya bangsa. Sehubungan hal-hal tersebut di atas, dengan ini akuntansi kepada perguruan tinggi untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan muatan nilai Pancasila, moralitas kebangsaan serta budaya nasional dalam proses pembelajaran setiap mata kuliah dan kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari bela negara.

Pancasila sebagai pengetahuan ilmiah-filosofis dapat dipahami dengan menggunakan sisi verbalis, konotatif, dan denotatif. Pengetahuan secara verbalis merupakan pemahaman Pancasila dari aspek rangkaian kata-kata yang diucapkan seperti hafalan sila-sila dari Pancasila. Pengetahuan secara konotatif merupakan upaya untuk memahami Pancasila menggunakan metode ilmiah dengan menggunakan metode. Sedangkan pengetahuan secara denotatif adalah pemahaman Pancasila yang berkaitan dengan fakta dan realita yang menunjukkan adanya perwujudtan nilai-nilai Pancasila dalam perbuatan kehidupan berbangsa dan bernegara (Rukiyati, 2016:15).
Pemahaman mahasiswa UAD terhadap ideologi Pancasila sudah relatif baik meskipun masih ada yang perlu diperkuat dengan jelas dalam memahami apa itu Pancasila. Mereka sudah hafal isi dari silsila Pancasila namun mereka kurang memahami makna sila-sila Pancasila. Hal ini memerlukan peran dosen dalam menginternalisasikan, sehingga dapat membantu mahasiswa memahami Pancasila sampai pada tingkat pengetahuan seacra denotatif.

*Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah Kebangsaan*
Pancasila diharapkan hadir untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
Pancasila selalu relevan dengan perkembanan zaman. Pancasila dianggap sebagai ideologi yang pas dan sudah final untuk bangsa dan negara Indonesia yang dapat mengatasi perbedaan dan masalah-masalah kebangsaan lainnya.


Pancasila merupakan alasan Bangsa Indonesia untuk tetap bertahan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai nilai fundamental bangsa Pancasila diharapkan menjadi nilai inti dan fondasi persatuan bangsa dalam menyelesaikan konflik horizontal dan vertikal yang terjadi. Pancasila merupakan falsafah hidup Bangsa Indonesia yang berdasarkan sila-sila Pancasila yang dimulai dengan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjiwai sila-sila berikutnya.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Mata kuliah Pancasila sangat efektif dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan cara mendekatkan Pancasila kepada siswa dengan memberikan contoh mengimplementasikan Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari seperti melakukan kunjungan ke Kampung Pancasila dan bakti sosial yang dilakukan oleh mahasiswa pada dua pertemuan terakhir mata kuliah Pancasila.

Saran
Perguruan tinggi (kampus) baik negeri maupun swasta lebih variatif dalam mengelola kelas mata kuliah Pancasila.Dosen diharapkan untuk lebih mendalami Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia serta memberikan contoh dalam menginternalisasi. Hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana yang terjadi di sekitar siswa.
Nama : Intan Putri Aulia
NPM : 2311011091

1.Letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu :
-G30SPKI 30 S PKI menculik, menyiksa dan membunuh 10 orang prajurit ABRI Pancasialis.Perbuatan mereka yang sewenang wenang itu bertentangan deengan Pancasila, terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mayor Jendral Soeharto dengan tegas menggermpur dan menghancurkan G 30 SPKI dan kemudian membubarkan PKI yang benar benar berkhianat. Tindakan Mayor Jendral Soeharto yang menghancurkan G 30 S PKI sesuai dengan pengalaman pacasila,terutama sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Ideologi komunisme tidak bisa dijadikan ideologi Bangsa Indonesia, karena bertentanggan dengan jiwa dan semangat bangsa yang menjunjung tinggi asas KetuhananYang Maha Esa.
- Salah satu penipuan yang dilakukan oleh para pengikut komunis atau PKI supaya bisa diterima oleh Rakyat Indonesia sejak pertama kali di Indonesia Merdeka adalah bahwa komunisme sesuai dengan jiwa Pancasila, khususnya sila ke lima mengenai Keadilan Sosial.
- Rakyat dipandang sebagai alat untuk mencapai kemakmuran kliping yang sangat halal untuk dibunuh bila di perlukan. Jadi sesungguhnya komunisme bertentangan dengan sila kelima dari Pancasila.
- Cara cara komunis yang memecah belah rakyat non-komunis serta pasti melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan serta menolak bermusyawarah jelas bertentangan dengan sila ketiga dan keempat

Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa G30S/PKI ini ialah bagaimana kita dapat menjadi seorang politisi yang baik, berpolitik tanpa membuat kecurangan didalamnya dalam artian berpolitik secara pofesional dan dinamis, tanpa menjatuhkan lawan terlebih dahulu sebelumbertempur. Walaupun kita ketahui bahwa perebutan kekuasaan dalam suatu Negara tidak luput dari berbagai permasalahan baik itu dalam suatu kelompok maupun individual. Namun hal itu bisa saja kita atasi dengan cara berpolitik yang benar yaitu memiliki sifat kejujuran, kebijaksanaan, serta saling menghormati satu sama lain.
Hikmah lain yang dapat kita petik juga dari peritiwa G30S/PKI tersebut ialah bagaimana kita bisa menjalankan sebuah amanat dengan baik, tanpa adanya campur tangan kepentingan pribadi ataupun suatu kelompok tertentu, serta memiliki solidaritas yang tinggi terhadap sesama rakyat Indonesia dan bisa bekerja sama dengan cara saling merangkul, berjuang dan mengabdi dalam menjaga Negara Indonesia


2.Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu prinsip dasar dalam budaya Indonesia yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan masyarakat maupun organisasi di sekitar kita. Dalam praktiknya, musyawarah untuk mufakat memungkinkan setiap anggota untuk memberikan masukan dan pandangan sehingga keputusan yang diambil dapat lebih diterima oleh seluruh anggota. Namun, penggunaan musyawarah untuk mufakat juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan, yang perlu dikritisi dan diperbaiki agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

Bentuk Kearifan yang Timbul Ketika Musyawarah Berlangsung
Ketika musyawarah dilakukan dengan benar, maka akan muncul berbagai kearifan, antara lain:

Saling menghargai: Dalam musyawarah, setiap anggota dihargai dan dipandang setara. Pandangan setiap orang didengar dengan seksama dan dipertimbangkan sebelum membuat keputusan.  Meningkatkan kebersamaan: Musyawarah untuk mufakat dapat meningkatkan kebersamaan dan rasa saling menghormati antar anggota. Hal ini terjadi karena setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima oleh seluruh anggota.  Meningkatkan kepercayaan: Musyawarah yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan kepercayaan antar anggota. Setiap anggota merasa dihargai dan dianggap penting, sehingga mereka merasa nyaman dan memiliki kepercayaan dalam pengambilan keputusan.

Bentuk Kendala yang Timbul Ketika Musyawarah Berlangsung
Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaan musyawarah untuk mufakat, antara lain:

Egoisme: Beberapa anggota cenderung mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, sehingga sulit untuk mencapai mufakat. Tidak terbukanya informasi: Keterbatasan informasi yang disampaikan oleh beberapa anggota dapat mengurangi kualitas diskusi dan kesepakatan yang dihasilkan. 
Tidak ada pengambilan keputusan: Musyawarah dapat menjadi tidak efektif jika tidak diakhiri dengan pengambilan keputusan. Terkadang, anggota terlalu fokus pada diskusi sehingga lupa untuk mengambil keputusan yang tepat.

Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut, beberapa langkah dapat diambil agar musyawarah dapat berjalan dengan efektif, antara lain:

Mengedepankan kepentingan bersama: Setiap anggota harus mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri. 
Meningkatkan komunikasi: Setiap anggota harus memberikan informasi secara terbuka dan jujur sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik. 
Menetapkan batas waktu: Menetapkan batas waktu untuk diskusi dan pengambilan keputusan dapat membantu agar diskusi tidak berlarut-larut dan mencapai keputusan yang tepat.

3.Faktor-Faktor yang Menyebabkan Tergerusnya Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa:

1. Kurangnya pendidikan Pancasila
Kurangnya pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah maupun di rumah, bisa menyebabkan tergerusnya Pancasila sebagai kepribadian bangsa di kalangan remaja.

Alasannya bisa bermacam-macam, bisa jadi nilai-nilai Pancasila dianggap kurang menarik dan menganggap kepribadian bangsa lain lebih menarik.

2. Kurangnya pembinaan moral di lingkungan keluarga dan masyarakat
Tergerusnya Pancasila sebagai kepribadian bangsa di kalangan remaja juga disebabkan karena kurangnya pembinaan moral di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sehingga, remaja tidak mengetahui nilai moral mana yang benar dan harus dilakukan dalam lingkungnya.

Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dibiasakan sejak dini di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

3. Penyimpangan nilai-nilai pancasila
Remaja tidak mengenali Pancasila sebagai kepribadian bangsa karena penyimpangan nilai-nilai Pancasila yang ditemui.

Nilai-nilai Pancasila tidak lagi dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari, serta banyak tindakan masyarakat yang jauh dari Pancasila.

Sehingga, remaja menirunya dan tidak mengetahui nilai-nilai Pancasila dengan benar.

4. Efek globalisasi
Akibat globalisasi, kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi dengan cepat dan bisa menjalin hubungan dengan berbagai macam orang dari negara lain.

Meskipun menguntungkan, tetapi juga ada dampak negatifnya, yaitu budaya asing yang masuk ke dalam negeri.

Budaya asing ini belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan harus disaring terlebih dahulu.