Kiriman dibuat oleh Fathur Rozzaaq Effendi 2311011067

Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067
S1 Manajemen ganjil

1. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 sungguh memprihatinkan. Menurut saya, penolakan ini menunjukkan kurangnya pemahaman dan empati dari masyarakat terhadap situasi pandemi dan juga terhadap perjuangan para tenaga kesehatan. Penolakan ini jelas bertentangan dengan sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" yang berarti menghargai hak dan martabat setiap individu, termasuk mereka yang telah meninggal. Mereka juga berhak mendapatkan penghormatan dan pemakaman yang layak.

2. Solusi yang bisa diberikan adalah edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai penanganan jenazah korban Covid-19. Pemerintah dan pihak berwenang harus menjelaskan bahwa prosedur pemakaman jenazah Covid-19 sudah mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan aman. Selain itu, penting juga untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menghargai hak dan martabat setiap individu.

3. Menurut saya, penolakan jenazah korban Covid-19 termasuk pelanggaran sila kedua Pancasila. Meski jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, namun mereka tetap memiliki hak sebagai manusia untuk diberikan penghormatan dan pemakaman yang layak. Jenazah tersebut adalah representasi dari individu yang pernah hidup dan berkontribusi dalam masyarakat, termasuk perawat yang telah berjuang di garda terdepan. Oleh karena itu, penolakan terhadap jenazah tersebut adalah bentuk tidak menghargai hak dan martabat manusia, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067

PANCASILA SEBAGAI MODAL SOSIAL BANGSA DI TENGAH TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Pancasila hendaknya dapat menjadi perekat antara perbedaan yang ada di negara Indonesia sebagai dasar untuk mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila harus diimplememtasikan dalam kehidupan, karena pancasila adalah dasar negara yang bisa mempersatukan indonesia.
Modal sosial dapat dikatakan sebagai kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia. Modal sosial juga dapat diartikan sebagai kemampuan masyarakat untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di dalam berbagai kelompok organisasi.
Pancasila yang terdapat pada salah satu dari 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan perwujudan dari modal sosial karena salah satu wujud modal sosial yaitu trust(kepercayaan) yang membangun jati diri bangsa Indonesia.
Pancasila dan revolusi industri 4.0 bisa dilihat pancasila dengan nilai nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial yang telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa indonesia.
Implementasi dari transformasi nilai kearifan lokal(kondisi sosial dan budaya yang terkandung nilai nilai khazanah budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar dan tertata secara ajeb dalam tatanan adat istiadat masyarakat)
Pembentukan karakter siswa berbasis modal sosial itu bermakna nilai budi pekerti, moral dan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari hari.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa

Permasalahan yang muncul dalam
tulisan ini adalah:
Mengapa nilai-nilai Pancasila
belum sepenuhnya dapat diamalkan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia?
Bagaimana Nilai-nilai Pancasila
dapat direvitalisasi agar dapat
diamalkan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang berkarakter?

Membangun karakter bangsa
sebenarnya sudah terpikirkan oleh
bangsa Indonesia melalui para the
founding father nya jauh sebelum bangsa Indoensia merdeka. Berkenaan dengan tema atau topik di atas, sudah barang tentu
sasaran pembahasan di sini adalah
Pancasila sebagai dasar falsafah
bangsa dan negara Indonesia sebagai
acuan yang akan direvitalisasi untuk
membangun karakter bangsa.Mengingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus (sustainable), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter
haruslah nilai (values) yang bersifat berlanjut. Membangunan karakter merupakan pembangunan manusia, maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut(Sastraprateja,1998:72):
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan
(equlity) dan (equity)

Dalam kontek revitalisasi Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika terimplementasikan dalam bentuk budaya perilaku masyarakat. Dengann demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah
Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067

Kisah ini menceritakan tentang sifat yang perlu kita teladani dari bung hatta, yaitu kejujuran dan amanah. Pada suatu hari, negara Indonesia melakukan kebijakan baru, yakni memangkas nilai mata uang. Karena kebijakan itu, nilai uang seribu rupiah berubah menjadi seratus rupiah, kebijakan itu membuat bu Hatta sedih karena pada saat itu bu Hatta sedang menabung untuk membeli mesin jahit. Karena kebijakan itu, tabungan bu Hatta tidak cukup untuk membeli mesin jahit. Ketika bu Hatta mengeluhkan kebijakan itu kepada bung Hatta, bung Hatta mengatakan bahwa kebijakan negara adalah rahasia yang tidak boleh diberitahukan pada siapapun untuk kepentingan pribadi, hal ini menunjukkan sifat amanah yang dimiliki bung Hatta. Bahkan beliau juga tidak bisa membeli sepatu impiannya sampai akhir hayat.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067

Pada 17 Agustus 1945, Indonesia diproklamasikan sebagai negara yang merdeka. Tentunya Indonesia tidak serta merta terlepas dari berbagai tantangan seperti agresi militer, kemiskinan bahkan separatisme. Namun, Indonesia tetap bertahan sampai sekarang, keutuhan bangsa Indonesia tidak akan terwujud jika bukan karena nilai nilai Pancasila yang konsisten dan dapat diterima masyarakat. Mengingat pentingnya pancasila sebagai dasar negara Indonesia, berikut prinsip pancasila menurut soekarno :
1. prinsip kebangsaan
2. internasionalisme
3. mufakat
4. kesejahteraan
5. ketuhanan
pancasila juga pernah memiliki kontroversinya sendiri, pada piagam jakarta, sila pertama mencantumkan kewajiban melaksanakan syariat islam bagi pemeluknya dihapuskan. Pada awalnya sila itu adalah kompromi bagi kaum nasionalis dan religius. Pada 16 juli 1945 piagam jakarta disahkan sebagai UU ke 5 UUD 1945. Pada 18 Agustus 1945, para tokoh bangsa mengadakan rapat non formal untuk membahas akan pecahnya Indonesia karena keberatan atas sila pertama di piagam jakarta. Pada akhirnya sila itu berubah menjadi ketuhanan yang maha esa dan UU ke 5 UUD 1945 menjadi pembukaan UUD 1945.

Bagaimana cara kita menyikapi pancasila di era modern ini agar pancasila tetap relevan dan hidup, menjadi suatu nilai yang bermakna bagi masyarakat? yaitu dengan menjadikan pancasila relevan untuk hidup masyarakat dengan cara dibuka untuk semua masyarakat bisa merasa pantas, bisa merasa bebas untuk ikut dalam mendialogkan, mendiskusikan bahkan memperdebatkan pancasila.