Posts made by Inez Argya A_ 2311011095

inez Argya ardhani
2311011095

Berdasarkan analisis video tentang Pancasila sebagai Modal Sosial Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0, dapat disimpulkan bahwa Pancasila memegang peranan penting sebagai kekuatan penyatuan dan integritas bagi bangsa Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi esensial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena merupakan dasar negara dan alat pengikat serta merupakan hasil perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan. Pancasila juga merupakan modal sosial yang memampukan masyarakat mencapai tujuan bersama dalam kelompok atau organisasi.

Penting juga untuk mencermati bagaimana Pancasila dan tantangan Revolusi Industri 4.0 tercermin dalam lima sila yang telah terbukti menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Transformasi implementasi dari nilai-nilai lokal mencakup aspek sosial dan budaya yang terdapat dalam nilai-nilai tradisional yang dihargai dan bisa beradaptasi. Inilah cara implementasi dan respons terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0, yaitu aktualisasi nilai-nilai kebangsaan.
inez Argya ardhani
2311011095
Dari narasi tersebut, tergambar bahwa Bung Hatta memegang amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab. Ia menunjukkan komitmen dan kesetiaannya pada negara dan rakyatnya, bahkan jika itu berarti harus mengorbankan kehidupan pribadinya. Sikapnya mencerminkan integritas moral dan prinsip-prinsip etika yang teguh. Meskipun keputusan kebijakan mata uang mengecewakan istrinya dan memengaruhi impian mereka, Bung Hatta tetap setia pada kewajibannya untuk menjaga rahasia negara.

Bung Hatta dan pasangannya juga menghadapi tantangan ekonomi dengan kesabaran dan kepemimpinan yang luar biasa. Mereka mampu berhemat meskipun dalam situasi sulit, menunjukkan ketekunan dan tekad mereka untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan.
inez Argya ardhani
2311011095

Dalam jurnal berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa", dibahas mengenai pentingnya pengembangan karakter bangsa Indonesia dan perlunya pemahaman mendalam terhadap konsep ini. Meskipun upaya pembangunan karakter bangsa telah dimulai sebelum kemerdekaan, namun fokusnya kemudian bergeser ke aspek fisik dan materi.

Pancasila memainkan peran krusial dalam membentuk karakter bangsa, dan ditekankan bahwa penyegaran Pancasila sebagai landasan falsafah negara harus dilakukan secara inklusif. Jurnal juga memaparkan pendekatan dalam membangun karakter bangsa yang melibatkan tiga kompetensi, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan, dan watak kewarganegaraan (Budimansyah, 2010).

Karakter bangsa terkait dengan nilai-nilai moral, budaya, dan agama yang harus diinternalisasi dalam perilaku individu dan komunitas. Dalam pelaksanaannya, nilai-nilai Pancasila dapat berfungsi sebagai pijakan etika dan tindakan dalam masyarakat.

Jurnal juga menggarisbawahi betapa pentingnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari dan memastikan bahwa hal-hal ini dapat diterapkan secara universal. Proses ini melibatkan transformasi nilai-nilai Pancasila ke dalam prinsip-prinsip kemanusiaan, menghormati hak-hak individu, mempromosikan kesetaraan, mengutamakan musyawarah, dan menciptakan keadilan sosial.

Dari seluruh pembahasan dalam jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa upaya membangun karakter bangsa Indonesia merupakan hal yang esensial dalam memahami, menginternalisasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman perilaku yang bersifat universal.
Inez Argya Ardhani
2311011095

Analisis Video Pertemuan 4 tentang Pancasila Sebagai Dasar Negara

Hingga saat ini, tidak ada landasan hukum atau filsafat lain yang dapat mengungguli keberadaan Pancasila. Pancasila mampu menjadi pijakan hukum. Inspirasi Soekarno berasal dari ideologi sederhana namun substansial, seperti San Min Chu oleh Dr. Sun Yat Sen dan Histori Materialisme dari Uni Soviet.

Prinsip Pertama mengenai Kebangsaan

Soekarno meyakini bahwa Indonesia harus berdiri sebagai bangsa di dalam negara Indonesia. "Bangsa" mengacu pada keinginan manusia untuk bersatu berdasarkan persamaan nasib.

Prinsip Kedua yaitu Internasionalisme

Penting untuk menekankan bahwa internasionalisme juga harus dilandasi oleh cinta terhadap bangsa masing-masing.

Prinsip Ketiga tentang Mufakat

Soekarno meyakini bahwa semangat mufakat adalah bagian dari tradisi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, setiap individu yang memiliki perbedaan pendapat seharusnya dapat mengemukakan pandangannya.

Prinsip Keempat mengenai Kesejahteraan

Soekarno mengkhawatirkan ketimpangan dalam distribusi kekayaan, di mana kemerdekaan dapat menjadi hak hanya bagi kelas-kelas tertentu. Oleh karena itu, ia meyakini bahwa kemerdekaan tanpa kesejahteraan adalah tak berarti.

Prinsip Kelima tentang Ketuhanan

Pentingnya prinsip keagamaan yang saling menghormati satu sama lain tidak dapat diabaikan.

Kelima prinsip Pancasila dapat dijelaskan dalam Trisila, yaitu SosioNalisme, SosioEkonomi, dan Ketuhanan. Kemudian, Trisila bersatu dalam konsep "Gotong Royong".

Kesimpulan: Agar Pancasila tetap relevan bagi seluruh generasi bangsa, penting bagi kita untuk memahami bahwa tidak perlu memandangnya secara otoriter. Pancasila harus bersifat inklusif sehingga generasi muda merasa diakui dalam berdialog, menginterpretasikan, dan mengajukan debat mengenai Pancasila dengan caranya sendiri. Hanya dengan cara inilah Pancasila dapat tetap hidup dan berkembang.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Inez Argya A_ 2311011095 -
inez Argya ardhani
2311011095
Hal yang dapat disimpulkan dari jurnal tersebut adalah bahwa Perguruan tinggi perlu mengembangkan pendidikan Pancasila untuk melestarikan nilai-nilai dan moral positifnya pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Pancasila menjadi pandangan hidup berbangsa sejak dini diperkenalkan dan diajarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk didalam Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia. Sebagai pembentuk etika intelektual ketuhanan dan kemanusiaan. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa sekarang kurang begitu memahami akan makna serta meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi kita.
Melalui pendidikan Pancasila diharapkan nilai-nilai luhur Pancasila tersebut dapat tersosialisasi bahkan terinternalisasi dalam diri pribadi generasi muda, khususnya mahasiswa, dan dalam diri mereka akan tumbuh sikap demokratis serta analitis kritis dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan dan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Dengan pengajaran ditingkat perguruan tinggi memungkinkan mahasiswa menerapkan sehingga nilai-nilai moral Pancasila terkandung dalam sila-sila Pancasila masuk dalam kepribadian mahasiswa. Menjadi warga negara Indonesia yang unggul dalam penguasaan Ipteks, namun tidak kehilangan jati dirinya dan tidak tercabut dari akar budaya bangsanya dan keimanannya. Selain itu dapat membentuk pribadi yang baik dalam bermasyarakat dan dapat menanamkan norma-norma yang baik agar dapat menajdi warga negara yang baik bagi diri sendiri, orang lain dan bangsa ini dalam berkehidupan sehari-hari.