Nama : Kaisar Kamara Dhiya Ulhaq
Kelas : Mandiri A
NPM : 2356041001
Tantangan terbesar Indonesia dalam melakukan reformasi administrasi publik adalah pengurangan korupsi dan nepotisme, peningkatan transparansi dan efisiensi, dan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ada beberapa pendapat dan teori pendukung yang mendukung hal tersebut.
1.Pengurangan korupsi dan nepotisme: Korupsi dan nepotisme adalah tantangan yang sangat besar dalam reformasi administrasi publik Indonesia. Masyarakat menginginkan sistem yang lebih transparan dan efisien, sedangkan pemerintah menginginkan sistem yang lebih efektif dan efisien. Tetapi, kesalahan yang sering terjadi adalah ketika pemerintah mengambil langkah-langkah yang tidak transparan atau berdasarkan nepotisme.
2.Peningkatan transparansi dan efisiensi: Peningkatan transparansi dan efisiensi adalah salah satu tantangan utama dalam reformasi administrasi publik Indonesia. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (Teknologi IK), seperti penggunaan sistem informasi publik, e-government, dan e-services.
3.Pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah: Pemerintah Indonesia harus menghadapi tantangan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi korupsi dan nepotisme, meningkatkan transparansi dan efisiensi, dan memperjelas tindakan pemerintah terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
4.Penggunaan teori pendukung: Teori pendukung reformasi administrasi publik Indonesia adalah teori pemerintah yang berbasis pada kebijakan yang transparan, efektif, efisien, dan efektif. Teori ini juga mendorong peningkatan tindakan yang efektif, efisien, dan efektif, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemerintah.
5.Peningkatan kewajiban dan tanggung jawab: Peningkatan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah adalah salah satu tantangan dalam reformasi administrasi publik Indonesia. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi korupsi dan nepotisme, meningkatkan transparansi dan efisiensi, dan memperjelas tindakan pemerintah terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
6.Peningkatan kemampuan dan keterampilan: Peningkatan kemampuan dan keterampilan pemerintah adalah salah satu tantangan dalam reformasi administrasi publik Indonesia. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi korupsi dan nepotisme, meningkatkan transparansi dan efisiensi, dan memperjelas tindakan pemerintah terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Kesimpulannya, reformasi administrasi publik Indonesia memiliki tantangan yang sangat besar, yang terkait dengan pengurangan korupsi dan nepotisme, peningkatan transparansi dan efisiensi, dan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teori pendukung, peningkatan kewajiban dan tanggung jawab, peningkatan kemampuan dan keterampilan, dan pemahaman masyarakat terhadap pemerintah.