Nama: Intan Putri Zahra
Kelas: Man A
Npm: 2356041007
PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan perusahaan yang mengelola layanan angkutan feri di Indonesia. Dalam konteks ini, pergeseran dari sentralisasi ke desentralisasi dalam manajemen publik layanan kapal milik negara (Bumn) sebagai berikut:
1. Pengelolaan Rute dan Penjadwalan: dengan adanya desentralisasi memungkinkan delegasi keputusan kepada manajer daerah atau cabang-cabang regional, yang lebih mampu menyesuaikan operasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
2. Penentuan Tarif dan Kebijakan Layanan: Sebelumnya, penetapan tarif dan kebijakan layanan seperti jadwal keberangkatan dan jenis layanan tambahan mungkin ditentukan secara sentral oleh otoritas pusat perusahaan. Namun, dengan desentralisasi, cabang-cabang regional dapat memiliki kewenangan lebih besar dalam menentukan tarif yang sesuai dengan kondisi pasar lokal dan kebijakan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan setempat.
3. Pengelolaan Operasional: Dalam hal pengelolaan operasional sehari-hari seperti perawatan kapal, pengaturan pelabuhan, dan keamanan pelayaran, desentralisasi mungkin memungkinkan cabang-cabang regional untuk lebih fleksibel dalam menyesuaikan operasi mereka dengan kondisi lokal, termasuk regulasi pemerintah daerah dan karakteristik geografis.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia: Pergeseran ke desentralisasi juga dapat memengaruhi manajemen sumber daya manusia, di mana cabang-cabang regional mungkin memiliki otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan tenaga kerja lokal, termasuk dalam hal rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
Teori desentralisasi:
Dengan menerapkan desentralisasi dalam manajemen publiknya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan dinamika setempat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas layanan yang mereka berikan kepada masyarakat pengguna jasa ferry, dan konsep di mana otoritas dan tanggung jawab dalam penyediaan layanan publik dipindahkan dari pusat ke tingkat yang lebih lokal atau regional terpecah pada pt asdp ferry di berbagai wilayah pelabuhan di indonesia Bergesernya proses manajemen publik dari sentralisasi ke desentralisasi di PT ASDP Ferry menunjukkan adopsi prinsip-prinsip tersebut dalam operasional mereka, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah
Teori good governance:
Teori good governance dalam pelayanan publik mengacu pada prinsip-prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan keadilan dalam penyelenggaraan layanan publik. Bergesernya proses manajemen publik dari sentralisasi ke desentralisasi di PT ASDP Ferry merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pelayanan publik dengan mendekatkan pengambilan keputusan kepada level yang lebih dekat dengan masyarakat atau pengguna jasa.
Teori new publik service:
Pelayanan asdp ferry semakin membaik dari yang sebelumnya, dan menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat, inovasi, kolaborasi antarlembaga, dan pemberdayaan pegawai publik.
New public management:
PT. Asdp Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan aplikasi bernama ferrizy yg berguna untuk masyarakat dapat membeli tiket dengan mudah melalui aplikasi itu/bisa membeli di counter dalam mall pelabuhan tersedia tempat pembelian tiket untuk yang tidak membawa kendaraan dan guna menghilangkan calo” kapal yang menjual harga tiket dengan harga 2x lipat dan juga sakarang sudah ada kapal express yang dpt menempuh perjalanan laut dengan waktu yang lebih singkat dari kapal regular, contohnya seperti penyebrangan bakauheni - merak yang tadinya 4 jam sekarang hanya 1.5 - 2 jam.