Kiriman dibuat oleh NABELA AGISTA JOSI

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi 

NPM: 2311011125

Dalam jurnal halaman 30 terdapat pernyataan "Setiap orang memiliki moralitasnya sendiri, tetapi tidak sedemikian halnya dengan etika. Tidak semua orang perlu melakukan pemikiran yang kritis terhadap etika. Terdapat suatu kemungkinan bahwa seseorang mengikuti begitu saja pola-pola moralitas yang ada dalam suatu masyarakat tanpa perlu merefleksikannya secara kritis."

Pendapat Saya:

Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa tidak semua orang perlu melakukan pemikiran kritis tentang etika. Beberapa orang mungkin mengikuti norma moral masyarakat tanpa berfikir mengapa mereka melakukan itu. Hal ini mencerminkan realitas bahwa dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mungkin mengikuti pola moralitas yang telah ada tanpa merefleksikannya secara mendalam.


Dalam jurnal halaman 31 terdapat pernyataan "Secara historis dan perkembangan ilmu pengetahuan, sistem etika berkembang melalui 5 (lima) tahapan."

Pendapat Saya:

Menurut saya, mempelajari perkembangan etika itu penting, karena untuk meningkatkan kesadaran individu tentang proses pemikiran moralnya. Seiring perkembangan zaman dan perubahan sosial, pemahaman etika individu dan masyarakat juga dapat berubah. Oleh karena itu, tahap-tahap tersebut membantu memahami perubahan etika manusia.


Dalam jurnal halaman 34 terdapat judul tentang "Hubungan Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia."

Pendapat Saya:

Hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia mencerminkan kompleksnya nilai dan moral dalam masyarakat. Hukum mencerminkan etika namun juga bisa tidak. Etika memainkan peran penting dalam pembentukan undang-undang, namun konflik etika dan hukum dapat terjadi. Penting untuk memahami bagaimana nilai dan etika berkembang seiring waktu dan bagaimana mereka memengaruhi pembuatan kebijakan hukum.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Menurut Saya, etika Pancasila sangat penting karena mengacu pada etika dan nilai dasar yang mengatur kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan komponen utama etika Pancasila. 

- Sila ketuhanan, mengandung dimensi moral berupa nilai spiritual sehingga kita mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

- Sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanis, yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi, maksudnya manusia yang memiliki jiwa kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.

- Sila persatuan, mengandung dimensi solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air.

- Sila kerakyatan, mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengarkan pendapat orang lain.

- Sila keadilan, mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain.


Urgensi Pancasila dalam sistem etika, yaitu:

1. Meletakkan sila-sila Pancasila sebagai etika, berarti menempatkan Pancasila sebagai super moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.

2. Memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan, baik lokal, nasional, regional, maupun internasional.

3. Menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara, kebangsaan, yang berjiwa Pancasila.

Jadi, Pancasila memiliki urgensi dalam sistem etika Indonesia karena berperan sebagai dasar dalam mengatur nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip etika yang diakui oleh masyarakat Indonesia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Dalam jurnal halaman 87 terdapat kalimat:

Menurut Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. 

Pendapat Saya:

Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Pendidikan karakter memiliki makna dan esensi yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Maksudnya, ketiganya memiliki tujuan yang serupa, yaitu membentuk pribadi yang baik. Selain itu, dalam bidang Pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter adalah pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia. Ini berarti bahwa pendidikan karakter di Indonesia berfokus pada mengajarkan nilai-nilai Pancasila yang nilai-nilainya berasal dari kehidupan masyarakat Indonesia dan etika yang dianggap berharga dalam masyarakat Indonesia untuk membina kepribadian generasi muda. Dan tujuan dari pendidikan karakter pada pernyataan tersebut adalah agar terbentuk anak-anak menjadi individu yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik. Yang menunjukkan bahwa pendidikan karakter berperan dalam membentuk etika, moralitas, dan kepribadian individu dalam konteks masyarakat dan negara.


Dalam jurnal halaman 88 terdapat kalimat:

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.

Pendapat Saya:

Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Pancasila memang diakui sebagai dasar pandangan hidup bagi rakyat Indonesia. Pancasila bukan hanya konsep teoritis, tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pengelolaan negara. Pancasila terdiri dari lima sila atau prinsip dasar, yang mewakili esensi dan jati diri bangsa Indonesia. 

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Dalam jurnal halaman 105 terdapat kalimat:

Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.

Pendapat saya:

Saya setuju dengan kalimat tersebut. Pancasila bukan hanya sekadar seperangkat prinsip atau norma, tetapi juga digambarkan sebagai pandangan dunia atau filsafat yang mendasari cara berpikir masyarakat Indonesia. Selain itu juga, Pancasila memiliki potensi untuk menjadi dasar yang dapat membangun sistem filsafat yang kredibel. Ini berarti bahwa dalam konteks akademik dan keilmuan, Pancasila bisa diintegrasikan sebagai dasar pemikiran yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi, kalimat tersebut menggambarkan peran Pancasila sebagai pandangan dunia yang berpengaruh dan sebagai sumber intelektual dalam konteks keilmuan, yang berasal dari nilai-nilai budaya dan agama yang beragam di Indonesia.


Dalam Jurnal terdapat kalimat:

Pancasila mengandung prinsip-prinsip mulia. Kehendak untuk menegakkan negara Indonesia pastilah didasari oleh niat dan

pedoman yang baik. Gagasan-gagasan yang terkandung di dalamnya merangkum kebijaksanaan bangsa Indonesia atas konteks budaya dan agama yang berabad lamanya disimpan sebagai norma etis. Unsur-unsur kebaikan tercantum dan menjadi pedoman masyarakat Indonesia.

Menurut saya:

Saya setuju bahwa Pancasila mengandung prinsip-prinsip mulia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai mulia yang diterapkan sebagai dasar negara dan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan damai dan sejahtera.


Untuk mengatasi masalah kebangsaan seperti hilangnya rasa persatuan dan kesatuan dan maraknya korupsi, dibutuhkan rasa atau kemauan untuk mengaplikasikan pengetahuan nilai-nilai Pancasila bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebab hanya dengan kemauan, kemampuan tersebut dapat berguna bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Mereka perlu dididik mengenai nilai-nilai Pancasila agar mereka tidak melakukan praktek korupsi dan kecurangan lainnya di dalam sistem demokrasi Indonesia.

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu "Philosophia" yang terdiri dari dua kata, Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan.

Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar. Sedangkan kebijaksanaan artinya kebenaran yang sesungguhnya.

Filsafat memiliki 4 aliran, yaitu: 

1. Berfilsafat Rationalisme, yang berarti mengagungkan akal.

2. Berfilsafat Materialisme, yang berarti mengagungkan materi.

3. Berfilsafat Individualisme, yang berarti mengagungkan individualitas.

4. Berfilsafat Hedonisme, yang berarti mengagungkan kesenangan.


Dengan mempelajari Filsafat, maka terdapat manfaat yang diperoleh, seperti:

1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,

2. Melatih kemampuan berfikir logis, 

3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana,

4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif, serta

5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup dan menghasilkan tindakan yang bijaksana.


Filsafat Pancasia dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasia sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

"Sistem" memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen,

2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri,

3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan,

4. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem),

5. Terjadi dalam suatu ingkungan yang kompleks.


Wawasan Filsafat Meiputi Bidang atau Aspek Penyelidikan

1. Ontologi: menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.

2. Epistemologis: adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.

3. Aksiologi: istiah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artnya nilai, manfaat dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.