གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ NABELA AGISTA JOSI

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama : Nabela Agista Josi

NPM : 2311011125

Dalam video diberitahukan bahwa sebelum proklamasi dikumandangkan terdapat beberapa proses. Mulai dari Jepang menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus 1945, lalu berita tersebut sampai ke Indonesia pada 15 Agustus 1945. Lalu setelah itu ada peristiwa Rengasdengklok yang merupakan peristiwa penculikan golongan tua (Irm Soekarno dan Moh. Hatta) yang dilakukan oleh golongan muda  (Soekarni, Wikana, Aidit, dan Chaerul Saleh).

Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena adanya perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh golongan tua dan golongan muda. Golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilakukan berdasarkan rapat PPKI. Sedangkan golongan muda merasa kemerdekaan Indonesia harus diproklamirkan sesegera mungkin saat ada kekosongan kekuasaan karena Jepang menyerah terhadap Sekutu. Akhirnya, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama : Nabela Agista Josi  

NPM : 2311011125

A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

Beberapa sikap gotong royong yang saat ini bisa diwujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia yaitu :

- Budaya Kebersihan.

Seperti yang telah dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang telah mengadakan Jumat bersih setiap minggunya. Agenda ini mendorong mahasiswa FEB Universitas Lampung untuk bergotong royong membersihkan lingkungan FEB. Dengan begitu, para mahasiswa akan lebih mengenal satu sama lain dan saling memahami bahwa dengan gotong royong maka pekerjaan akan selesai dengan lebih cepat.

- Adanya Bakti Sosial Mahasiswa kepada Masyarakat.

Seperti yang telah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Lampung khusus himpunan mahasiswa jurusan manajemen yang telah melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat pada 10 September 2023 di desa Waringinsari Timur, Pringsewu. Dalam bakti sosial tersebut, HMJ Manajemen bergotong royong membersihkan pasar di desa Waringinsari Timur tersebut. Dengan adanya kegiatan tersebut, para mahasiswa terlatih untuk bergotong royong membersihkan pasar dengan teman-teman yang beragam suku dan agama.

- Ikut Serta dalam Kerja Kelompok.

Sebagai mahasiswa, pasti kita sering diberikan tugas yang dikerjakan secara kelompok. Namun, tidak semua anggota kelompok sadar akan tanggung jawab setiap individu untuk ikut serta dalam diskusi serta perannya dalam kelompok tersebut. Kita, sebagai mahasiswa harusnya sadar untuk melakukan gotong royong atau kerja sama dalam mengerjakan tugas secara kelompok. Degan begitu, maka semua anggota kelompok akan mendapatkan ilmu dan tugas pun cepat selesai.


B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

Upaya yang dapat saya lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar saya yaitu :

- Kesadaran tentang pentingnya toleransi terhadap keberagaman adalah kunci untuk memahami dan menghormati perbedaan. 

- Memastikan kita berbuat adil terhadap semua orang, tanpa memandang latar belakang mereka sehingga terciptanya keadilan sosial yang kuat. 

- Menghargai keanekaragaman budaya Indonesia yang sangat beragam. Mulai dari bahasa, adat istiadat, dan tradisi, seperti festival budaya dan acara seni.

- Penggunaan teknologi untuk pertukaran informasi yang positif antar daerah dengan suku dan budaya yang berbeda. 

- Memiliki sikap yang terbuka, ramah, dan peduli terhadap sesama tanpa memandang perbedaan.


C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara!

Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki sekumpulan nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional mereka. Nilai-nilai ini mencerminkan keyakinan, budaya, sejarah, dan prinsip-prinsip yang menjadi landasan dalam cara kelompok tersebut memahami dan mengatur diri mereka sendiri. Nilai-nilai dasar ini berperan penting dalam membentuk identitas nasional dan membimbing tindakan serta kebijakan yang diambil oleh kelompok atau negara tersebut. Nilai-nilai dasar membentuk norma-norma sosial dan tindakan-tindakan sehari-hari dalam masyarakat. Contohnya, dalam masyarakat yang menghargai nilai-nilai keluarga, peran keluarga dan hubungan antara anggota keluarga sangat ditekankan.


D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?

Sikap para pendiri bangsa Indonesia dalam mengatasi perbedaan dan mencapai kesepakatan terkait rumusan Pancasila merupakan sikap yang sangat baik, mengingat Indonesia adalah negara dengan agama yang tidak hanya Islam. Perubahan dalam rumusan Pancasila yang memungkinkan setiap warga negara Indonesia, tanpa memandang agama atau kepercayaan, merasa diperlakukan dengan adil dan dihormati.

Di masa sekarang, ketika dunia sering dihadapkan pada konflik agama dan perpecahan, sikap yang dianut oleh para pendiri negara Indonesia adalah contoh yang sangat relevan dan bisa menjadi inspirasi untuk mengambil keputusan.






manajemen A MKU pancasila -> Forum Analis Jurnal

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama : Nabela Agista Josi

NPM : 2311011125


Jurnal dengan judul "Agama Musuh Pancasila?"

Dalam jurnal halaman 118 paragraf ke-3 menyatakan bahwa “Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda (Manggalatung, 2017).”

Pendapat Saya :

Saya setuju dengan kalimat tersebut karena Pancasila ialah dasar negara Indonesia. Pancasila dirancang untuk menjadi dasar negara yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai atau agama apapun. Pancasila menghormati beragam agama.

Pada Piagam Jakarta, sila pertama yang berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya", diganti menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa" atas kesepakatan bersama. Sila pertama tersebut diganti karena adanya sikap toleransi antar umat beragama. Di mana Indonesia memiliki beragam agama, sedangkan kalimat "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya", tertuju hanya pada agama Islam saja. 


Selanjutnya dalam jurnal halaman 122 paragraf ke-2 menyatakan bahwa “Hubungan agama dengan negara dinilai sangat erat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek.”

Pendapat Saya :

saya setuju dengan kalimat tersebut. Hubungan antara agama dan negara adalah hubungan erat dalam banyak aspek, terutama dalam konteks masyarakat yang memiliki beragam agama. Contohnya, dalam agama diajarkan keagamaan, kebaikan, etika, toleransi, dan keadilan. Di mana itu semua juga terkandung dalam sila-sila Pancasila.


Lalu di dalam jurnal halaman 126 pada bagian penutup paragraf ke-2 menyatakan bahwa “Agama bukanlah musuh Pancasila, dan Pancasila bukanlah musuh agama, seringnya terjadi pergesekan dan kesalahpahaman serta mengadu agama dan negara menjadi permasalahan bangsa Indonesia. Pada saat ini, mendefinisikan bukan negara sekuler dan negara Islam, melainkan negara ber-Tuhan dan dijamin oleh konstitusi. Negara ber-Tuhan yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Pendapat Saya :

Saya setuju dengan kalimat tersebut bahwa agama bukanlah musuh agama, begitu pun sebaliknya. Indonesia adalah negara dengan beragam agama, dan Pancasila adalah dasar negara yang memberikan kebebasan untuk semua warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Namun terkadang terdapat oknum atau organisasi masyarakat yang mengadu domba agama dan negara yang menjadi permasalahan bagi bangsa Indonesia. Namun perlu kita sadari bersama, itu merupakan kesalahan oknum atau masyarakat tersebut bukan agamanya. Masyarakat saat ini mudah diadu domba dan malah menyalahkan agama yang dianut oleh oknum atau organisasi masyarakat tersebut. Padahal itu merupakan kesalahan besar.


Kesimpulan :

Pentingnya untuk memiliki sikap toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Karena hubungan antar-agama dan negara yang erat akan menjaga keharmonisan dan kedamaian masyarakat yang beragam di Indonesia.






manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video -1

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama : Nabela Agista Josi 

NPM : 2311011125

Video di atas ialah video pidato oleh Ir. Soekarno mengenai lahirnya Pancasila. Dalam video tersebut, Ir. Soekarno mengatakan bahwa “Pancasila itu benar-benar suatu dasar yang dinamis, suatu dasar yang benar-benar dapat menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia atau dasar yang benar-benar bisa mempersatukan rakyat Indonesia...”

Pendapat Saya :

Saya setuju bahwa Pancasila mempunyai sifat terbuka dan dinamis sesuai dengan perkembangan zaman karena salah satu sifat nilai Pancasila ialah fleksibel, yang artinya nilai-nilai Pancasila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan dalam masyarakat. Pancasila juga bisa mempersatukan rakyat Indonesia karena dalam sila Pancasila terdapat nilai toleransi terhadap keberagaman sehingga menjadikan masyarakat saling menghargai dan terciptanya kedamaian.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama : Nabela Agista Josi
NPM : 2311011125

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Pendidikan Pancasila memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya pendidikan Pancasila maka mahasiswa dan masyarakat memiliki pemahaman dan bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut bisa menjaga kedaulatan, persatuan, dan keutuhan negara. Lalu dengan pendidikan Pancasila, mahasiswa dan masyarakat memiliki moral dan etika yang terkandung dalam sila Pancasila yang menjadi pedoman bagi warga negara dalam berperilaku.

Pendidikan Pancasila memiliki urgensi yang besar bagi mahasiswa atau generasi muda Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena pendidikan Pancasila membantu mahasiswa atau generasi muda untuk memahami, menginternalisasi, dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Alasan lainnya, ialah pendidikan Pancasila mendorong toleransi toleransi terhadap perbedaan agama, budaya, dan etnis. Mahasiswa atau generasi muda yang terdidik dalam Pancasila lebih mungkin menghargai keberagaman dan menghindari konflik.

Maka dari itu, pendidikan Pancasila sangat penting untuk generasi muda agar sadar akan tanggung jawab sebagai warga negara yang harus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan adalah pemahaman mendalam tentang nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan pandangan hidup yang terkandung dalam Pancasila.
Manfaat pendidikan Pancasila dalam menghadapi masa depan yaitu memiliki pemahaman nilai-nilai moral yang akan membekali mereka dengan landasan etika yang kuat dalam menghadapi situasi apapun. Lalu memiliki toleransi dan kebhinekaan sehingga menciptakan lingkungan yang damai tanpa perpecahan. Selain itu, dengan mempelajari pendidikan Pancasila juga, kita dapat mengatasi pengaruh globalisasi yang negatif dengan berpegang teguh pada Pancasila.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi  faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
Faktor penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di lingkungan perguruan tinggi adalah kebijakan penyelanggaraan mata kuliah Pancasila ditegaskan kembali dalam Surat Edaran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor. 03/M/SE/VIII/2017 tanggal 24 Agustus 2017 tentang penguatan Pendidikan Pancasila dan mata kuliah wajib umum pada pendidikan tinggi. Pada nomor 4 (empat) dijelaskan bahwa untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang berkarakter tangguh, cinta tanah air, bela negara serta mampu meningkatkan jati diri bangsa, maka pendidikan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) diperkuat sebagai salah satu komponen pembentuk budaya bangsa.
Sedangkan faktor penghambatnya adalah sikap acuh beberapa mahasiswa. Beberapa mahasiswa kurang antusias atau kurang peduli terhadap mata kuliah Pancasila, yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan Pancasila. Lalu beberapa individu mungkin memiliki pandangan atau nilai yang berbeda, yang bisa menghambat penerimaan nilai-nilai Pancasila.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
Relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi atau jurusan manajemen ialah dapat membantu calon manajer atau pemimpin di bidang manajemen untuk memahami nilai-nilai etika dan moral dalam pengambilan keputusan. Ini penting karena manajer seringkali harus menghadapi situasi yang memerlukan pertimbangan etis dalam bisnis dan organisasi. Lalu relasi lainnya ialah mengenai etika bisnis. Dalam sila ke-2 Pancasila, pendidikan Pancasila dapat membantu mahasiswa manajemen memahami konsep keadilan sosial dan bagaimana itu dapat diterapkan dalam konteks bisnis.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan Pancasila dapat memberikan dasar yang kuat bagi mahasiswa jurusan manajemen untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang etika, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai yang sesuai dalam prodi manajemen.