གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ NABELA AGISTA JOSI

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Kelas: Manajemen Ganjil

Prodi: S1 Manajemen 

Ketahanan Nasional adalah keunikan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Biasanya bersifat langsung, luar, dalam, dan tidak langsung. Diibaratkan negara kita itu dilindungi oleh sebuah dinding, kemudian banyak pihak yang mencoba untuk menyerang keutuhan negara kita. Oleh karena itu, kita sebagai warga masyarakat berkewajiban untuk mempertahankan. Lawan berpotensi untuk menyerang kita. Ada yang menyerang secara langsung seperti Belanda, ada yang dari luar negeri seperti Amerika serikat yang ingin menjajah Filipina, ada juga yang dari dalam negeri yang mencoba untuk menghancurkan keutuhan negara, dan ada pula secara tidak langsung yang menguasai ekonomi. Jadi mereka adalah tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan bagi keutuhan negara kita. Yang mereka serang adalah integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Kita harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional agar dinding tersebut tidak runtuh.

Perwujudan Trigatra (Alamiah), yaitu:

• Lokasi dan posisi geografis: peningkatan potensi laut dan darat dan posisi dengan negara tetangga.

• Keadaan dan kekayaan alam: kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam.

• Kemampuan penduduk: pendidikan.

Perwujudan Pancagatra (Sosial), yaitu: 

• Ideologi: rangkaian nilai mampu menampung aspirasi.

• Politik: demokrasi keseimbangan input dan output.

• Ekonomi : sarana, modal, dan teknologi.

• Sosial Budaya: tradisi, pendidikan, dan kepemimpinan.

• Keamanan dan Pertahanan: partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Kesimpulan:

Dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan ketahanan Nasional dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan dan kesadaran warga mengenai pentingnya peran mereka dalam pertahanan negara, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, menguatkan sistem politik demokratis, penggunaan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat nilai sosial dan budaya.

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Kelas: Manajemen Ganjil

Prodi: S1 Manajemen

Jurnal "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19 (The National Spirit of Defense in the Middle of the Covid-19 Pandemic)" oleh Syahrul Kemal membahas mengenai pentingnya bela negara sebagai semangat pertahanan nasional yang menekankan pentingnya kesetiaan dan dedikasi warga negara terhadap negaranya. Jurnal tersebut juga menekankan pentingnya sikap patriotisme, nasionalisme, dan pengorbanan dalam membela negara, terutama selama masa pandemi COVID-19 lalu. Masa Covid-19 juga berdampak pada perekonomian individu maupun negara, maka dari itu pentingnya menjaga stabilitas emosional dan kerja sama dengan otoritas pemerintah selama krisis tersebut. Dalam memerangi penyebaran Covid-19 dan melindungi penduduk, pemerintah membentuk gugus tugas. Terdapat MKWU Pendidikan Kewarganegaraan yang penting untuk menanamkan rasa bela negara pada warga negara (mahasiswa) untuk memastikan stabilitas dan ketahanan negara. Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh seluruh individu untuk berkontribusi pada pertahanan nasional, seperti mematuhi peraturan pemerintah, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks), dan mendukung petugas kesehatan. Tidak lupa akan pentingnya solidaritas selama pandemi, dukungan untuk pihak kesehatan, dan menjaga lingkungan yang tidak diskriminatif bagi mereka yang terkena dampak Covid-19.

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

NABELA AGISTA JOSI གིས-

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

Kelas: Manajemen Ganjil

Prodi: S1 Manajemen 

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Artikel tersebut menggambarkan situasi penegakan HAM di Indonesia sepanjang tahun 2019 sebagai periode yang suram, dengan banyak tantangan dan hambatan yang masih ada. Namun, di sisi lain, juga dicatat beberapa kemajuan yang memberikan harapan. Isu dalam artikel tersebut berupa pemerintah yang dinilai gagal dalam mengadili pelanggaran HAM berat masa lalu dan menegakkan keadilan bagi korban. Selain itu, adanya pembatasan pada kebebasan berpendapat dan beragama, deskriminasi gender, serta adanya rasisme dan ketidakadilan yang dihadapi oleh masyarakat Papua. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan HAM, serta langkah-langkah reformasi yang sedang berlangsung.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa? 

Demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai adat istiadat dan kebudayaan lokal yang beragam. Konsep seperti gotong royong mencerminkan semangat kerjasama dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang menjadi dasar dalam praktik demokrasi di negara ini. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana tercantum dalam Sila pertama Pancasila, menunjukkan pengaruh nilai-nilai spiritual dan keagamaan. Prinsip ini menekankan pentingnya etika dan moral dalam pemerintahan serta menjaga kesatuan dan integritas nasional dalam keberagaman agama dan budaya. Implementasi prinsip ini mencakup upaya untuk mengimbangi pengaruh nilai keagamaan dalam kebijakan publik dengan menghormati pluralisme dan hak-hak individu.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? 

Dapat dikatakan bahwa praktik demokrasi di Indonesia masih belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Masih banyak kasus korupsi, kesenjangan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Banyak sekali pelanggaran yang kasusnya dimenangkan oleh orang yang berkuasa. Maka dari itu, penting sekali untuk menjadi generasi Pancasila yang mampu mengimplementasikan sila Pancasila dan UUD NRI 1945.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Kita harus mampu menyuarakan bahwa kepentingan masyarakat yang harus dilaksanakan. Karena, seharusnya anggota parlemen harus mewakili dan memprioritaskan kepentingan rakyat yang telah memilih mereka dibandingkan dengan kemauan pribadi atau golongan. Ketika terjadi ketidaksesuaian antara tindakan mereka dan kepentingan rakyat, ini bisa merusak kepercayaan serta mengurangi efektivitas demokrasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi warga negara untuk aktif dalam proses politik untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mewakili suara rakyat.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Kepemimpinan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama bisa mempengaruhi emosi dan loyalitas rakyat secara mendalam. Namun, jika kepemimpinan ini digunakan untuk menggerakkan rakyat demi tujuan yang tidak jelas dan mengorbankan hak-hak mereka, hal tersebut bertentangan dengan prinsip dasar hak asasi manusia yang dijunjung tinggi dalam demokrasi. Demokrasi memerlukan transparansi dan partisipasi rakyat untuk memastikan bahwa kepemimpinan tidak menyalahgunakan kekuasaannya dan tetap menghormati hak setiap individu.