གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Noval Ardiansyah

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Noval Ardiansyah གིས-
Nama : Noval Adriansyah
Npm : 2311011096
Kelas : Genap
Prodi : S1 Manajemen

Video tersebut membahas pentingnya ketahanan nasional dan peran pendidikan dalam membangunnya. Dr. Yusuf menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai yang penting untuk membangun bangsa yang kuat dan tangguh.

Dia menyoroti pentingnya mengajarkan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas di sekolah, karena keterampilan ini sangat penting untuk beradaptasi dengan keadaan yang berubah dan menemukan solusi untuk tantangan. Dia juga menekankan perlunya sekolah untuk memberikan siswa kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan masyarakat dan keterlibatan sipil, karena kegiatan ini membantu siswa mengembangkan rasa tanggung jawab dan kewarganegaraan.

Ketahanan nasional adalah suatu konsep yang mempelajari keterbatasan dan ketergunaan pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan ketahanan nasional. Pendidikan kewarganegaraan dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang negara dan bangsa, serta memperkuat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap negara dan bangsa.

Ketahanan nasional mencakup keuletan, keterampilan, dan ketangguhan suatu bangsa dalam memanfaatkan potensi nasional untuk menghadapi berbagai ancaman. Ancaman terhadap Indonesia dapat berasal dari empat sumber utama, yaitu ancaman langsung, ancaman luar, ancaman dalam, dan ancaman tidak langsung.

Ancaman dalam Unsur Trigatra

1. Lokasi dan Posisi Geografis: Ancaman berupa pergeseran lokasi atau pengambilalihan kepulauan oleh pihak asing.

2. Keadaan dan Kekayaan Alam : Eksploitasi sumber daya alam oleh kapal asing, seperti pencurian ikan.

3. Kemampuan Penduduk : Persaingan dengan penduduk asing jika masyarakat tidak mampu bersaing secara mandiri.

Ancaman dalam Unsur Panca Gatra

1. Ideologi: Upaya mengubah ideologi Pancasila, seperti yang dilakukan oleh G30S PKI.

2. Politik: Pembatasan kebebasan berpendapat dan bersuara.

3. Ekonomi: Kondisi yang menyulitkan UMKM untuk bersaing, hingga menyebabkan kebangkrutan.
4. Sosial Budaya: Hilangnya tradisi dan budaya asli.

5. Pertahanan dan Keamanan : Kelompok-kelompok yang meragukan eksistensi Pancasila.

Strategi Mengatasi Ancaman Aspek Alamiah (Trigatra)

1. Pengelolaan Potensi Laut dan Darat:

Meningkatkan kemampuan diplomasi dengan negara lain.

- Membangun wibawa nasional agar dihormati oleh negara lain.
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam :

- Menyadari dan mengelola kekayaan alam secara bijak.

- Mencegah eksploitasi oleh pihak asing.

3. Peningkatan Kemampuan Penduduk:

- Meningkatkan pendidikan dan pelatihan agar masyarakat mampu bersaing dengan penduduk asing.

Aspek Sosial (Panca Gatra)

1. Penerapan Nilai Pancasila :

- Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penguatan Demokrasi :

- Menjamin bahwa demokrasi menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat.

- Menjaga keseimbangan antara masukan dan keluaran dalam proses demokrasi.

3. Peningkatan Sarana dan Teknologi:

- Memperbaiki modal, sarana, serta teknologi.

4. Pelestarian Budaya :

- Melestarikan tradisi dan budaya Indonesia.

- Memotivasi masyarakat untuk menjadi pemimpin yang mandiri.

5. Partisipasi dalam Pertahanan dan Keamanan :

- Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bidang pertahanan dan keamanan.

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Noval Ardiansyah གིས-
Nama : Noval Ardiansyah
Npm : 2311011096
Kelas : Genap
Prodi : S1 Manajemen

Bela Negara adalah suatu kewajiban bagi seluruh warga negaranya. Pendidikan kewarganegaraan dan bela Negara itu adalah hal yang sangat penting bagi warga Negara karena hal tersebut mencerminkan kecintaan dan kesetiaan warga Negara kepada negaranya makana hal tersebut sangatlah penting bagi suatu Negara

BELA NEGARA DAN PELAKSANAANYA SAAT PENDEMI
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia ( NKRI ) berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar undang-undang 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negar seutuhnya.

Bahwa seluruh masyarakat berhak dan berkewajiban untuk ikut serta dalam melakukan bela Negara dan dengan syarat-syarat tertentutentang pembelaan bangsa dan Negara yang diatur oleh undang-undang.

Dasar Hukum Bela Negara
Tertuang dalam undang-undang dasar 1945 tentang upaya bela Negara yaitu: 1. Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menaytakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. 2.
Oleh karena itu kita harus selalu sadar akan bela Negara agar Negara kita ini bisa meju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh Negara lain serta konflik di Negara kita ini bisa rendah serta permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya suatu Negara karena kekurangan pada generasi muda yang sadar akan bela Negara tersebut.

MKU PKN Manajemen 2024 -> FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

Noval Ardiansyah གིས-
Nama : Noval Ardiansyah
Npm : 2311011096
Kelas : Genap
Prodi: S1 Manajemen

Artikel tersebut membahas kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, di mana terjadi banyak pelanggaran HAM dan minimnya akuntabilitas. Meskipun demikian, terdapat perkembangan positif seperti langkah reformasi untuk perlindungan HAM yang lebih baik. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya HAM di Indonesia meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Demokrasi di Indonesia, yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat, masih menghadapi tantangan terutama dalam hal penegakan HAM. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa seharusnya menghormati nilai-nilai HAM, namun dalam praktiknya masih belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya menghormati HAM dalam konteks demokrasi Indonesia.

Sikap terhadap anggota parlemen yang melaksanakan agenda politik pribadi dan tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat seharusnya dikritisi, karena hal ini dapat merugikan prinsip demokrasi dan HAM. Kritik terhadap perilaku politik yang tidak mengutamakan kepentingan masyarakat merupakan langkah penting dalam memperbaiki sistem demokrasi di Indonesia.

Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan menggunakan loyalitas serta emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas harus diwaspadai, karena hal ini dapat merugikan HAM dalam era demokrasi dewasa saat ini. Perlindungan terhadap HAM harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan politik yang diambil, dan pihak yang menyalahgunakan kekuasaan harus diberikan sanksi yang tegas.

Artikel tersebut menyoroti pentingnya penegakan HAM dalam konteks demokrasi Indonesia. Meskipun terdapat tantangan dan pelanggaran yang masih terjadi, langkah-langkah reformasi dan kesadaran akan HAM merupakan langkah positif menuju perlindungan HAM yang lebih baik di masa depan. Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa nilai-nilai HAM dihormati dan dilindungi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.