Posts made by Gamaliel Felix Repi

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

by Gamaliel Felix Repi -
nama: Gamaliel Felix Repi
npm: 2311011058

Peristiwa Rengasdengklok adalah sebuah insiden politik yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, Jawa Barat, Indonesia. Pada hari tersebut, sekelompok pemuda dan pemimpin militer Indonesia yang tidak puas dengan pemerintahan Hindia Belanda dan kehadiran Jepang selama Perang Dunia II, menculik dua pejabat tinggi Jepang dan satu pejabat Indonesia yang pro-Jepang.Puncak peristiwa ini adalah ketika kelompok ini memaksa para pejabat tadi untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia, yang dikenal sebagai "Proklamasi Rengasdengklok." Meskipun deklarasi ini dilakukan beberapa hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang resmi pada 17 Agustus 1945, hal ini tetap diakui sebagai salah satu langkah awal menuju kemerdekaan Indonesia. Peristiwa Rengasdengklok menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan asing.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

by Gamaliel Felix Repi -
nama: Gamaliel Felix Repi
npm: 2311011058

1. bersatu menghimpun dengan tidak membedakan ras, suku, agama, warna kulit, semakin berkembangnya zaman, semakin beraneka ragam hal yang harus dibenahi di Indonesia, jika masyarakat tidak bersatu gotong royong saling membantu, keadaan negara akan semakin porak poranda, sebagai contoh sekarang kita sedang dihadapi dengan polusi yang meningkat, dimulai dari kesadaran para masyarakat untuk mengurangi polusi yang ada, satu orang saja yang menyadari itu tidaklah cukup, perlu kesadaran yang banyak dari para masyarakat untuk dapat membenahi persoalan tersebut. kesadaran kesadaran seperti itulah yang harus dimiliki oleh warga negara Indonesia.

2. sapa menyapa, berusaha membantu tetangga sekitar dalam hal kebahagiaan maupun kedukaan, menghormati kegiatan peribadatan kepercayaan lain.

3. 3. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional mereka. Nilai-nilai ini mencerminkan keyakinan, norma, dan prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh masyarakat dan pemerintahan suatu entitas tersebut. Nilai-nilai dasar ini memainkan peran penting dalam membentuk budaya, moral, dan perilaku masyarakat serta menentukan cara mereka berinteraksi dan menjalani kehidupan bersama.
contoh:
•Moral dan Etika: Nilai-nilai etika dan moral yang dipegang oleh masyarakat dapat mencakup konsep seperti kejujuran, keadilan, kerja keras, dan empati. Nilai-nilai ini membentuk perilaku individu dan masyarakat secara keseluruhan.
•Politik dan Sosial: Nilai-nilai seperti demokrasi, kebebasan berpendapat, persamaan, dan hak asasi manusia adalah bagian dari identitas politik dan sosial suatu negara. Mereka menentukan sistem pemerintahan, hukum, dan hak-hak warga negara.
•Ekonomi: Nilai-nilai ekonomi seperti kapitalisme, sosialisme, atau pasar bebas memengaruhi cara ekonomi negara diatur dan beroperasi. Ini dapat mencakup pandangan tentang kepemilikan, distribusi kekayaan, dan peran pemerintah dalam ekonomi.
•Keamanan dan Pertahanan: Nilai-nilai yang berkaitan dengan pertahanan nasional dan keamanan, seperti kemerdekaan dan kedaulatan, dapat menjadi bagian penting dari identitas nasional.

4. 4. pendapat saya penggantian kata tersebut benar harus dilakukan, karena memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak dari salah satu aliran kepercayaan saja. penggantian kata tersebut juga menjadi hal yang positif di kalangan sekarang, jika tidak diganti, Indonesia akan terpecah belah karena dengan luasnya wilayah Indonesia, perbedaan pemikiran pasti akan terjadi, perbedaan pemikiran masyarakat dengan dasar negara dapat menjadi hal yang mengguncang negara, jika kata tersebut tidak diganti, menurut saya Indonesia tidak akan beda dengan negara negara konflik

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analis Jurnal

by Gamaliel Felix Repi -
nama : Gamaliel Felix Repi
npm: 2311011058

Dalam isi jurnal itu disebutkan bahwa Natsir menginginkan Indonesia menjadi negara Islam sebagai dasar negara. Dengan alasan sekularisme Soekarno menolak apa yang di sampaikan oleh Natsir tersebut, karna yang ditakutkan jika Indonesia menjadi negara berlandaskan Islam, Indonesia akan semakin mudah di kambing dombakan, seperti yang dikatakan Mahmud Essay Bey yaitu apabila
agama dipakai dalam mengelola negara,
makan selalu digunakan sebagai alat untuk
menghukum di tangan raja-raja, orang zalim
dan tangan besi.
tidak sepatutnya pun jika Indonesia berlandaskan negara Islam, dikarenakan perjuangan untuk memerdekakan Indonesia bukan hanya dari 1 golongan agama saja, tapi dari berbagai aliran kepercayaan lainpun memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

by Gamaliel Felix Repi -
nama: Gamaliel Felix Repi
npm: 2311011058

1. Pancasila dengan jiwa dan semangat bangsa Indonesia mengakui realitas bangsa
yang majemuk (suku, bahasa, agama, ras, golongan dll) namun tetap menjunjung
tinggi persatuan. Pada dasarnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan
toleransi dan kesatuan. Pendidikan dapat dijadikan tempat untuk mempelajari segala
hal yang berhubungan dengan bangsa Indonesia.
dengan
menumbuhkan rasa saling mengerti satu sama lain, akan memahami perbedaan,
hidup bersama dalam kerukunan, saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah,
saling memberi rasa aman, dan adil akan mewujudkan rasa saling menghargai itulah yang penting disadari oleh para pelajar ataupun mahasiswa, perlunya pendamping secara internal dan eksternal supaya generasi muda Indonesia tidak mengabaikan isi isi dari Pancasila.

2. Dalam hal ini, pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian peserta didik sangat penting adanya. Dengan adanya pendidikan karakter, peserta didik dapat mempelajari dan memahami bagaimana menggunakan kebebasan berpendapat mereka dan merefleksikan karakter yang baik dalam setiap sikap dan aktivitasnya.
Sehingga, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya pada pendidikan karakter, nilai nilai Pancasila hendaknya diresapi dan diimplementasikan secara nyata. Setiap sila yang terkandung dalam Pancasila merupakan modal dasar pendidikan karakter.
dengan pembentukan karakter ini, mentalitas suatu bangsa akan terus positif kedepannya.

3. 3. Faktor Penunjang:
- Kebijakan Pemerintah :
Dukungan dari pemerintah dalam mengintegrasikan pendidikan Pancasila dalam kurikulum perguruan tinggi dapat menjadi faktor penunjang.
- Kualitas Pengajar :
Pengajar yang berkualitas, terlatih, dan berkomitmen untuk menyampaikan pendidikan Pancasila dengan baik dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
- Sikap Mahasiswa :
Kesadaran dan minat mahasiswa terhadap pendidikan Pancasila juga penting. Jika memiliki minat yang tinggi dan aktif dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, ini akan menjadi faktor penunjang.
- Kerjasama dengan Masyarakat :
Melibatkan masyarakat dalam proses pembelajaran, seperti melalui program magang atau proyek sosial, dapat membantu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks nyata.

Faktor Penghambat:
- Pengajar :
Kurangnya pengajar yang berkualifikasi atau berpengalaman dalam mengajar Pancasila dapat menjadi hambatan. bahkan masih banyak oknum pengajar yang memanfaatkan hal yang ada di pendidikan demi kepentingan dirinya sendiri
- Ketertinggalan Sistem Pendidikan : Terkadang, sistem pendidikan yang kuno dapat menghambat inovasi dalam pendidikan Pancasila. Perubahan yang signifikan akan sulit tercapai jika kurikulum yang sangat tertinggal terus dipertahankan
- Sumber Daya manusia :
banyaknya doktrin doktrin negatif yang bermunculan dan sudah menetap dipikiran SDM akan mempersulit kemajuan berpikir, sehingga mereka malas untuk berinovasi.

4. tiap materi yang disampaikan bertujuan untuk bagaimana para mahasiswa dapat menerapkan secara positif. tiap jurusan diharapkan para mahasiswa menggunakan ilmunya untuk hal yang positif, dengan belajar di prodi manajemen, kami dapat mengatur bagaimana suatu organisasi dapat berjalan dengan baik, dengan menerapkan dasar dasar yang ada di Pancasila juga dapat menjadi cara untuk mengatur suatu perkumpulan atau organisasi dengan baik.