Nama: Rahmah Dwi Asri
NPM : 2313053164
Berdasarkan video yang telah saya tonton, pembelajaran yang dilakukan merupakan praktik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) dengan menggunakan Model 221dimana terdapat dua tingkatan kelas, dua mata pelajaran, yang dilaksanakan dalam satu ruangan kelas. Dari simulasi tersebut, dapat kita diidentifikasi beberapa karakteristik pembelajaran kwlas rangkap yang muncul dalam proses pembelajaran tersebut:
1. Keserempakan Kegiatan Belajar (Simultan)
Karakteristik utama yang terlihat adalah dua kelas (Kelas 5 dan Kelas 6) belajar pada waktu yang bersamaan dalam satu ruangan. Tidak ada kelas yang dibiarkan menganggur; saat guru memberikan penjelasan di kelas 6, kelas 5 sedang aktif melakukan diskusi kelompok. Hal ini sesuai dengan prinsip efisiensi waktu dalam PKR.
2. Perbedaan Materi Namun Tetap Terstruktur
Meskipun digabung, karakteristik diferensiasi kurikulum tetap terjaga. Guru mengelola dua mata pelajaran yang berbeda sekaligus, yaitu materi "Ketampakan Alam" untuk kelas 5 dan "Gerhana" untuk kelas 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran masing-masing kelas secara eksplisit di awal sesi agar fokus siswa tetap terjaga.
3. Kadar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang Tinggi
Dalam video, terlihat siswa dituntut untuk lebih mandiri. Karakteristik ini muncul melalui pemberian tugas diskusi kelompok dan penggunaan modul/buku bacaan. Karena perhatian guru terbagi, siswa aktif mencari informasi sendiri dalam kelompoknya, sehingga peran guru lebih dominan sebagai fasilitator.
4. Manajemen Perhatian Guru yang Bergantian
Guru menerapkan pola rotasi perhatian yang efektif. Guru memberikan instruksi langsung (kontak guru-murid) secara bergantian. Perpindahan fokus dari kelas 5 ke kelas 6 dilakukan secara sistematis sehingga manajemen instruksional tetap terkendali tanpa menimbulkan kegaduhan.
5. Pemanfaatan Media Pembelajaran secara Optimal
Salah satu ciri khas PKR adalah penggunaan alat peraga untuk mendukung belajar mandiri. Penggunaan diorama gerhana pada kelas 6 sangat membantu siswa memahami konsep abstrak secara konkret, bahkan saat guru sedang memberikan bimbingan di meja kelas
6. Kemandirian dan Kerja Sama (Tutor Sebaya)
Karakteristik ini terlihat saat guru melibatkan peran aktif siswa, seperti ketua kelas yang membantu mengoordinasikan pembentukan kelompok. Siswa juga dilatih tanggung jawabnya melalui presentasi hasil diskusi di depan kelas.
Praktik dalam video tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan PKR Model 221 sangat bergantung pada perencanaan yang matang, kemampuan guru dalam mengelola waktu, dan penciptaan iklim belajar yang mendorong kemandirian siswa. Karakteristik PKR bukan sekadar penggabungan fisik, melainkan strategi untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi keterbatasan guru.
NPM : 2313053164
Berdasarkan video yang telah saya tonton, pembelajaran yang dilakukan merupakan praktik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) dengan menggunakan Model 221dimana terdapat dua tingkatan kelas, dua mata pelajaran, yang dilaksanakan dalam satu ruangan kelas. Dari simulasi tersebut, dapat kita diidentifikasi beberapa karakteristik pembelajaran kwlas rangkap yang muncul dalam proses pembelajaran tersebut:
1. Keserempakan Kegiatan Belajar (Simultan)
Karakteristik utama yang terlihat adalah dua kelas (Kelas 5 dan Kelas 6) belajar pada waktu yang bersamaan dalam satu ruangan. Tidak ada kelas yang dibiarkan menganggur; saat guru memberikan penjelasan di kelas 6, kelas 5 sedang aktif melakukan diskusi kelompok. Hal ini sesuai dengan prinsip efisiensi waktu dalam PKR.
2. Perbedaan Materi Namun Tetap Terstruktur
Meskipun digabung, karakteristik diferensiasi kurikulum tetap terjaga. Guru mengelola dua mata pelajaran yang berbeda sekaligus, yaitu materi "Ketampakan Alam" untuk kelas 5 dan "Gerhana" untuk kelas 6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran masing-masing kelas secara eksplisit di awal sesi agar fokus siswa tetap terjaga.
3. Kadar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang Tinggi
Dalam video, terlihat siswa dituntut untuk lebih mandiri. Karakteristik ini muncul melalui pemberian tugas diskusi kelompok dan penggunaan modul/buku bacaan. Karena perhatian guru terbagi, siswa aktif mencari informasi sendiri dalam kelompoknya, sehingga peran guru lebih dominan sebagai fasilitator.
4. Manajemen Perhatian Guru yang Bergantian
Guru menerapkan pola rotasi perhatian yang efektif. Guru memberikan instruksi langsung (kontak guru-murid) secara bergantian. Perpindahan fokus dari kelas 5 ke kelas 6 dilakukan secara sistematis sehingga manajemen instruksional tetap terkendali tanpa menimbulkan kegaduhan.
5. Pemanfaatan Media Pembelajaran secara Optimal
Salah satu ciri khas PKR adalah penggunaan alat peraga untuk mendukung belajar mandiri. Penggunaan diorama gerhana pada kelas 6 sangat membantu siswa memahami konsep abstrak secara konkret, bahkan saat guru sedang memberikan bimbingan di meja kelas
6. Kemandirian dan Kerja Sama (Tutor Sebaya)
Karakteristik ini terlihat saat guru melibatkan peran aktif siswa, seperti ketua kelas yang membantu mengoordinasikan pembentukan kelompok. Siswa juga dilatih tanggung jawabnya melalui presentasi hasil diskusi di depan kelas.
Praktik dalam video tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan PKR Model 221 sangat bergantung pada perencanaan yang matang, kemampuan guru dalam mengelola waktu, dan penciptaan iklim belajar yang mendorong kemandirian siswa. Karakteristik PKR bukan sekadar penggabungan fisik, melainkan strategi untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi keterbatasan guru.