Silahkan simak video di atas dan melakulan diskusi
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) merupakan sistem pembelajaran yang dilaksanakan ketika satu orang guru menangani dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda secara bersamaan, baik dalam satu ruang maupun lebih, pada waktu yang sama.
Ciri-Ciri Utama Pembelajaran Kelas Rangkap:
1. Seorang Guru Mengampu Lebih dari Satu Tingkatan
Dalam PKR, satu guru memiliki tanggung jawab untuk mengajar beberapa kelas sekaligus. Hal ini menuntut guru mampu mengatur strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kurikulum dan tingkat perkembangan masing-masing kelas.
2. Kegiatan Belajar Berlangsung Secara Bersamaan
Proses pembelajaran tidak dilakukan secara bergiliran, melainkan simultan. Guru harus membagi perhatian dan waktu secara seimbang agar setiap kelompok tetap mendapatkan layanan pembelajaran yang optimal.
3. Pelaksanaan Fleksibel dari Segi Ruangan
PKR dapat diterapkan dalam satu kelas yang sama atau di beberapa ruang yang berdekatan. Pengaturan ruang ini bergantung pada kondisi sekolah serta jumlah peserta didik.
4. Penekanan pada Kemandirian Peserta Didik
Karena keterbatasan guru dalam mendampingi semua kelompok secara terus-menerus, siswa dituntut untuk lebih mandiri, mampu bekerja secara kelompok, dan menyelesaikan tugas tanpa ketergantungan penuh pada guru.
5. Pendekatan Pembelajaran Berorientasi pada Siswa
Pembelajaran lebih menekankan keaktifan peserta didik melalui diskusi, kerja kelompok, maupun tugas individu. Guru berperan sebagai pembimbing dan pengarah, bukan satu-satunya sumber informasi.
6. Pengelolaan Waktu Secara Efektif
Guru perlu merancang aktivitas yang membuat seluruh siswa tetap terlibat dalam kegiatan belajar. Waktu perpindahan perhatian antar kelompok harus dirancang seefisien mungkin agar tidak ada waktu belajar yang terbuang.
7. Perencanaan Pembelajaran yang Lebih Rumit
Guru harus menyusun rencana pembelajaran untuk beberapa tingkat kelas sekaligus. Perencanaan ini meliputi pengaturan waktu, pemilihan metode, serta pengorganisasian materi agar tetap terstruktur dan terintegrasi.
8. Perbedaan Tingkat sebagai Sumber Belajar
Perbedaan usia dan kemampuan antarkelas dapat dimanfaatkan sebagai peluang pembelajaran, misalnya melalui tutor sebaya, di mana siswa yang lebih tinggi membantu siswa yang lebih rendah.
9. Membutuhkan Kreativitas dan Fleksibilitas Guru
Guru harus siap menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga, seperti perbedaan kecepatan belajar antarkelompok. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting dalam PKR.
10. Umumnya Diterapkan di Sekolah dengan Keterbatasan
PKR banyak ditemukan di sekolah yang kekurangan tenaga pendidik atau memiliki jumlah siswa yang sedikit, khususnya di wilayah terpencil. Namun, pendekatan ini tetap dapat diterapkan dalam kondisi lain sesuai kebutuhan.
Bentuk atau Model PKR
• PKR 221 : Dua kelas dan dua mata pelajaran diajar dalam satu ruang oleh satu guru
• PKR 222 : Dua kelas dan dua mata pelajaran dilaksanakan di dua ruang berbeda
• PKR 333 : Tiga kelas dengan tiga mata pelajaran dilaksanakan pada tiga ruang.
Prinsip Dasar dalam PKR
• Seluruh siswa tetap aktif belajar pada waktu yang sama
• Waktu belajar dimanfaatkan secara maksimal
• Interaksi emosional dan komunikasi gurusiswa tetap terjaga
• Sumber belajar seperti lingkungan dan teman sebaya dimanfaatkan secara optimal
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) merupakan sistem pembelajaran yang dilaksanakan ketika satu orang guru menangani dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda secara bersamaan, baik dalam satu ruang maupun lebih, pada waktu yang sama.
Ciri-Ciri Utama Pembelajaran Kelas Rangkap:
1. Seorang Guru Mengampu Lebih dari Satu Tingkatan
Dalam PKR, satu guru memiliki tanggung jawab untuk mengajar beberapa kelas sekaligus. Hal ini menuntut guru mampu mengatur strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kurikulum dan tingkat perkembangan masing-masing kelas.
2. Kegiatan Belajar Berlangsung Secara Bersamaan
Proses pembelajaran tidak dilakukan secara bergiliran, melainkan simultan. Guru harus membagi perhatian dan waktu secara seimbang agar setiap kelompok tetap mendapatkan layanan pembelajaran yang optimal.
3. Pelaksanaan Fleksibel dari Segi Ruangan
PKR dapat diterapkan dalam satu kelas yang sama atau di beberapa ruang yang berdekatan. Pengaturan ruang ini bergantung pada kondisi sekolah serta jumlah peserta didik.
4. Penekanan pada Kemandirian Peserta Didik
Karena keterbatasan guru dalam mendampingi semua kelompok secara terus-menerus, siswa dituntut untuk lebih mandiri, mampu bekerja secara kelompok, dan menyelesaikan tugas tanpa ketergantungan penuh pada guru.
5. Pendekatan Pembelajaran Berorientasi pada Siswa
Pembelajaran lebih menekankan keaktifan peserta didik melalui diskusi, kerja kelompok, maupun tugas individu. Guru berperan sebagai pembimbing dan pengarah, bukan satu-satunya sumber informasi.
6. Pengelolaan Waktu Secara Efektif
Guru perlu merancang aktivitas yang membuat seluruh siswa tetap terlibat dalam kegiatan belajar. Waktu perpindahan perhatian antar kelompok harus dirancang seefisien mungkin agar tidak ada waktu belajar yang terbuang.
7. Perencanaan Pembelajaran yang Lebih Rumit
Guru harus menyusun rencana pembelajaran untuk beberapa tingkat kelas sekaligus. Perencanaan ini meliputi pengaturan waktu, pemilihan metode, serta pengorganisasian materi agar tetap terstruktur dan terintegrasi.
8. Perbedaan Tingkat sebagai Sumber Belajar
Perbedaan usia dan kemampuan antarkelas dapat dimanfaatkan sebagai peluang pembelajaran, misalnya melalui tutor sebaya, di mana siswa yang lebih tinggi membantu siswa yang lebih rendah.
9. Membutuhkan Kreativitas dan Fleksibilitas Guru
Guru harus siap menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga, seperti perbedaan kecepatan belajar antarkelompok. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting dalam PKR.
10. Umumnya Diterapkan di Sekolah dengan Keterbatasan
PKR banyak ditemukan di sekolah yang kekurangan tenaga pendidik atau memiliki jumlah siswa yang sedikit, khususnya di wilayah terpencil. Namun, pendekatan ini tetap dapat diterapkan dalam kondisi lain sesuai kebutuhan.
Bentuk atau Model PKR
• PKR 221 : Dua kelas dan dua mata pelajaran diajar dalam satu ruang oleh satu guru
• PKR 222 : Dua kelas dan dua mata pelajaran dilaksanakan di dua ruang berbeda
• PKR 333 : Tiga kelas dengan tiga mata pelajaran dilaksanakan pada tiga ruang.
Prinsip Dasar dalam PKR
• Seluruh siswa tetap aktif belajar pada waktu yang sama
• Waktu belajar dimanfaatkan secara maksimal
• Interaksi emosional dan komunikasi gurusiswa tetap terjaga
• Sumber belajar seperti lingkungan dan teman sebaya dimanfaatkan secara optimal
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053163
Kerakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Berdasarkan video yang disajikan, yaitu praktik PKR yang dilaksanakan di kelas 5 dan kelas 6, terlihat beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut.
1. Kegiatan Pembelajaran Berlangsung Secara Bersamaan
Dua kelas belajar dalam satu ruangan dengan tujuan pembelajaran yang berbeda sesuai fase dan tingkat kelas masing-masing. Meskipun dilakukan secara bersamaan, setiap kelas tetap fokus pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan adanya pengelolaan waktu dan kegiatan yang terstruktur agar proses belajar tetap berjalan efektif.
Dalam video, guru tidak terus-menerus menjelaskan di depan. Siswa kelas 5 langsung dibagi kelompok dan berdiskusi, kemudian mempresentasikan hasilnya. Sementara itu, kelas 6 diminta membaca, mengamati diorama gerhana, lalu mengisi kartu informasi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa harus aktif belajar sendiri dan bersama kelompoknya karena guru membagi perhatian. Kondisi ini memperkuat pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan melatih kemandirian belajar.
3. Guru Berperan sebagai Fasilitator dan Membagi Perhatian Secara Bergantian
Terlihat dalam video guru menjelaskan materi ketampakan alam di kelas 5, kemudian berpindah menjelaskan gerhana di kelas 6 menggunakan alat peraga diorama. Setelah itu guru kembali lagi mengecek hasil diskusi kelas 5. Perpindahan perhatian ini menjadi ciri utama kelas rangkap. Guru harus mampu mengatur waktu agar kedua kelas tetap terkontrol.
4. Adanya Kerja Sama dan Peran Siswa dalam Membantu Jalannya Pembelajaran
Dalam video, ketua kelas diminta membantu memimpin doa dan membentuk kelompok. Siswa juga mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan kerja sama antar siswa. Situasi seperti ini memang sering muncul dalam kelas rangkap karena guru tidak bisa mengontrol semuanya sendiri secara bersamaan.
5. Penggunaan Media dan Sumber Belajar yang Bervariasi
Pembelajaran memanfaatkan buku ajar, diskusi kelompok, serta alat peraga seperti diorama. Variasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap membutuhkan variasi metode dan media agar siswa tetap fokus walaupun perhatian guru terbagi.
6. Fleksibilitas dalam Pengelolaan Ruang dan Waktu
Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menunjukkan fleksibilitas dalam pengelolaan pembelajaran. Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk dan alur kegiatan agar tetap kondusif. Fleksibilitas ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif.
7. Perencanaan Pembelajaran yang Terarah pada Tujuan Pembelajaran
Sebelum kegiatan dimulai, guru menyampaikan tujuan pembelajaran masing-masing kelas. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran sudah direncanakan sebelumnya. Dalam kelas rangkap, perencanaan sangat penting supaya kegiatan dua kelas tetap terarah dan tidak saling mengganggu.
8. Asesmen Dilakukan Selama Proses Pembelajaran
Penilaian dilakukan melalui diskusi kelompok, presentasi, serta penguatan di akhir pembelajaran. Hal ini mencerminkan asesmen formatif yang bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan, bukan hanya menilai hasil akhir.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Nama : Anisa Nur Sabila
NPM : 2313053179
Kelas : 6F
Setelah saya menyimak video yang berjudul “Praktek Pembelajaran Kelas Rangkap Model 221”, berikut adalah hasil analisis yang saya peroleh:
A. Gambaran Umum Video
Video menampilkan praktik atau simulasi Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) untuk kelas 5 dan 6.
Model yang digunakan adalah Model 221, yaitu model pengaturan waktu dan perhatian guru secara bergantian.
Urutan kegiatan pembelajaran ditampilkan secara lengkap mulai dari pendahuluan, inti, hingga penutup, meskipun disajikan secara ringkas.
B. Analisis Tahap Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
Berdasarkan pengamatan saya:
- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
- Guru melakukan presensi untuk memastikan kehadiran siswa.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada kedua kelas.
- Guru memberikan apersepsi untuk mengaitkan materi dengan pengetahuan sebelumnya.
Analisis saya:
- Tahap ini berjalan dengan tertib dan terstruktur.
- Guru berusaha membangun kesiapan belajar pada kedua kelas secara bersamaan.
- Penyampaian tujuan pembelajaran penting agar siswa memahami arah kegiatan meskipun berada dalam kelas rangkap.
2. Kegiatan Inti (Penerapan Model 221)
Dari hasil pengamatan saya terhadap kegiatan inti:
- Guru membagi perhatian antara kelas 5 dan kelas 6 secara bergantian.
- Ketika satu kelas mendapatkan penjelasan langsung, kelas lainnya diberikan tugas mandiri.
- Guru berpindah fokus secara teratur sesuai alur Model 221.
- Siswa terlihat diarahkan untuk belajar lebih mandiri ketika tidak sedang didampingi langsung.
Analisis saya:
- Model 221 membantu guru mengatur waktu secara efisien.
- Kejelasan instruksi menjadi faktor penting agar kelas yang ditinggal sementara tetap kondusif.
- Model ini menuntut kemandirian dan disiplin siswa.
- Guru harus memiliki manajemen kelas yang baik agar tidak terjadi gangguan saat pergantian fokus.
3. Interaksi dan Pengelolaan Kelas
Berdasarkan hasil pengamatan saya:
- Guru berusaha menjaga keseimbangan perhatian antara kedua kelas.
- Tidak terlihat adanya kelas yang sepenuhnya diabaikan.
- Guru memberikan arahan yang cukup jelas sebelum berpindah ke kelas lainnya.
Analisis saya:
- Pengelolaan kelas menjadi kunci utama keberhasilan PKR.
- Guru harus sigap, komunikatif, dan terorganisir.
- Perencanaan pembelajaran yang matang sangat diperlukan dalam kelas rangkap.
4. Kegiatan Penutup
Dalam bagian penutup, saya mengamati:
- Guru melakukan evaluasi singkat.
- Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.
- Pembelajaran diakhiri dengan penutupan yang tertib.
Analisis saya:
- Penutup dilakukan secara sistematis.
- Guru tetap berusaha memastikan kedua kelas memperoleh refleksi pembelajaran.
- Evaluasi meskipun singkat tetap menunjukkan adanya tindak lanjut pembelajaran.
C. Kelebihan Pembelajaran dalam Video (Menurut Analisis Saya)
- Pembelajaran tersusun secara runtut dan sistematis.
- Model 221 diterapkan dengan cukup jelas.
- Guru menunjukkan kemampuan manajemen kelas yang baik.
- Memberikan gambaran nyata tentang praktik PKR di lapangan.
- Siswa dilatih untuk mandiri saat tidak didampingi langsung.
D. Kekurangan atau Catatan Kritis (Menurut Analisis Saya)
- Karena durasi video dipersingkat, interaksi siswa tidak terlihat secara mendalam.
- Proses evaluasi belum dijelaskan secara rinci.
- Tantangan nyata seperti gangguan kelas atau perbedaan kemampuan siswa belum terlalu terlihat dalam simulasi.
E. Kesimpulan Hasil Analisis
Berdasarkan hasil analisis saya setelah menyimak video tersebut, saya menyimpulkan bahwa Model 221 merupakan strategi yang cukup efektif dalam pembelajaran kelas rangkap apabila dirancang dengan baik. Keberhasilan model ini sangat bergantung pada manajemen waktu, kejelasan instruksi, dan kesiapan siswa untuk belajar mandiri. Video ini memberikan gambaran konkret bahwa pembelajaran dua kelas dalam satu waktu tetap dapat berjalan secara terstruktur dan efisien.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053168
Kelas : 6F
Berdasarkan video tersebut, karakteristik pembelajaran kelas rangkap dapat dipahami sebagai berikut:
1. Penggabungan Kelas
Karakteristik utama kelas rangkap adalah adanya penggabungan dua tingkat kelas dalam satu ruangan. Pada video, kelas 5 dan kelas 6 belajar bersama karena guru kelas 5 tidak hadir. Ini menunjukkan bahwa kelas rangkap biasanya terjadi karena kondisi tertentu, seperti keterbatasan guru atau situasi darurat. Penggabungan ini bukan berarti materi disamakan, melainkan hanya penyatuan ruang dan pengelolaan pembelajaran.
2. Perbedaan Materi Pembelajaran
Walaupun berada dalam satu kelas, materi tetap dibedakan sesuai tingkat perkembangan siswa. Kelas 5 mempelajari ketampakan alam, sementara kelas 6 mempelajari gerhana. Hal ini menegaskan bahwa kelas rangkap tetap mempertahankan prinsip diferensiasi pembelajaran. Guru harus memastikan bahwa setiap kelas mendapatkan materi sesuai kurikulum masing-masing.
3. Manajemen Waktu Guru
Dalam kelas rangkap, guru tidak dapat mengajar kedua kelas secara bersamaan dengan cara yang sama. Guru membagi waktu dan perhatian secara bergantian. Pada video terlihat guru memberikan instruksi ke kelas 5, kemudian beralih ke kelas 6. Karakteristik ini menuntut keterampilan manajemen waktu yang baik agar tidak ada kelas yang terabaikan.
4. Strategi Pembelajaran
Agar pembelajaran tetap efektif, guru menggunakan strategi tertentu, salah satunya diskusi kelompok. Ketika satu kelas mendapat penjelasan langsung, kelas lain tetap aktif mengerjakan tugas. Strategi ini penting dalam kelas rangkap karena membantu menjaga keterlibatan siswa dan mencegah waktu belajar yang terbuang.
5. Aktivitas dan Peran Siswa
Kelas rangkap mendorong peran aktif siswa. Pada video, ketua kelas membantu memimpin doa dan pembentukan kelompok. Siswa juga aktif berdiskusi dan melakukan presentasi. Ini menunjukkan bahwa kelas rangkap cenderung menuntut partisipasi siswa lebih tinggi dibanding kelas biasa.
6. Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media menjadi sangat penting. Guru menggunakan diorama untuk menjelaskan gerhana. Media membantu siswa memahami materi meskipun guru tidak selalu memberikan penjelasan verbal secara terus-menerus. Dalam kelas rangkap, media dapat menjadi alat bantu belajar mandiri.
7. Kemandirian Siswa
Karakteristik lain adalah meningkatnya kemandirian siswa. Saat guru fokus pada kelas lain, siswa tetap belajar melalui tugas kelompok atau membaca materi. Hal ini melatih tanggung jawab dan kemampuan belajar mandiri siswa.
8. Tuntutan Kompetensi Guru
Kelas rangkap menuntut kemampuan tinggi dari guru, terutama dalam mengelola kelas, membagi perhatian, menjaga ketertiban, dan memastikan tujuan pembelajaran tercapai. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif meskipun mengajar dua kelompok sekaligus.
Secara keseluruhan, video tersebut menggambarkan bahwa kelas rangkap memiliki karakteristik berupa fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi materi, manajemen kelas yang kuat, pembelajaran aktif, serta tuntutan profesionalisme guru yang lebih kompleks.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053191
Kelas : 6F
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) merupakan cara belajar di mana satu guru mengajar dua atau lebih kelas yang berbeda secara bersamaan, bisa dalam satu ruangan atau beberapa ruangan yang berdekatan, pada waktu yang sama.
Karakteristik utama Pembelajaran Kelas Rangkap
1. Penggabungan Kelas Berdasarkan video diatas kelas rangkap ditandai dengan digabungnya dua tingkat kelas dalam satu ruangan. Penggabungan ini biasanya terjadi karena kondisi tertentu, seperti keterbatasan guru atau keadaan darurat. Meskipun digabung, materi pembelajaran tidak disamakan, hanya tempat dan pengelolaannya saja yang disatukan.
2. Perbedaan Materi Pembelajaran Karakteristik pembelajaran kelas rangkap selanju berdasarkan video yang saya amati yaitu perbedaan materi pembelajaran, walaupun belajar dalam satu kelas, setiap tingkat tetap mempelajari materi yang berbeda sesuai kurikulum dan kemampuan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kelas rangkap tetap memperhatikan kebutuhan belajar masing-masing siswa.
3. Manajemen Waktu Guru Guru harus mampu membagi waktu dan perhatian secara bergantian antara kedua kelas. Biasanya guru menjelaskan pada satu kelas terlebih dahulu, sementara kelas lain mengerjakan tugas secara mandiri.
4. Strategi Pembelajaran Agar pembelajaran tetap berjalan efektif, guru menggunakan strategi seperti diskusi kelompok atau pemberian tugas. Dengan cara ini, siswa tetap aktif belajar meskipun guru sedang fokus pada kelas lain.
5. Aktivitas dan Peran Siswa Dalam kelas rangkap, siswa dituntut lebih aktif. Mereka dapat membantu mengatur kelas, berdiskusi, bekerja kelompok, dan mempresentasikan hasil belajar.
6. Penggunaan Media Pembelajaran Media pembelajaran sangat penting dalam kelas rangkap. Alat peraga atau media membantu siswa memahami materi secara mandiri ketika guru sedang mengajar kelompok lain.
7. Kemandirian Siswa Siswa dalam kelas rangkap harus lebih mandiri. Mereka belajar mengerjakan tugas, membaca materi, dan bekerja sama tanpa selalu menunggu bimbingan guru.
8. Tuntutan Kompetensi Guru Guru yang mengajar kelas rangkap harus memiliki kemampuan tinggi dalam mengelola kelas, membagi perhatian, menjaga ketertiban, serta memastikan semua siswa tetap belajar dengan baik.
Jadi secara keseluruhan, kelas rangkap memiliki ciri utama yaitu penggabungan kelas, perbedaan materi, pembelajaran aktif, kemandirian siswa, serta tuntutan kemampuan guru yang lebih tinggi dalam mengelola pembelajaran.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053165
Dari video tersebut dapat dipahami bahwa pembelajaran kelas rangkap memiliki beberapa ciri utama sebagai berikut:
1. Penggabungan Dua Tingkat Kelas dalam Satu Ruang
Proses pembelajaran dilakukan dengan menyatukan kelas 5 dan kelas 6 dalam satu ruangan yang sama karena salah satu guru berhalangan hadir. Hal ini menunjukkan bahwa satu guru bertanggung jawab mengajar dua jenjang kelas sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Kondisi ini menuntut guru memiliki kemampuan manajemen kelas yang baik agar suasana belajar tetap kondusif meskipun jumlah siswa lebih banyak dan tingkat kelasnya berbeda.
2. Materi Pembelajaran Tetap Disesuaikan dengan Jenjang
Walaupun belajar dalam satu ruangan, masing-masing kelas tetap menerima materi sesuai kurikulum dan tingkat perkembangannya:
Kelas 5 mempelajari ketampakan alam (daratan dan perairan).
Kelas 6 mempelajari gerhana bulan dan gerhana matahari.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam kelas rangkap tidak terjadi penyamarataan materi, melainkan guru harus mampu membagi fokus, strategi, dan penjelasan sesuai kebutuhan tiap tingkat kelas.
3. Pembelajaran Berbasis Kelompok
Guru membentuk kelompok kecil yang terdiri dari maksimal empat siswa. Kegiatan belajar dilakukan melalui diskusi kelompok dan kerja sama.
Model ini efektif dalam kelas rangkap karena ketika guru sedang menjelaskan materi kepada satu kelas, kelas lainnya tetap aktif belajar melalui diskusi. Dengan demikian, waktu tidak terbuang dan pembelajaran tetap berlangsung secara produktif.
4. Pengaturan Waktu Secara Bergiliran
Guru mengajar secara bergantian antara kelas 5 dan kelas 6. Misalnya, saat kelas 5 berdiskusi, guru memberikan penjelasan kepada kelas 6. Setelah itu, guru kembali memfasilitasi kelas 5 untuk presentasi.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap sangat bergantung pada keterampilan guru dalam mengelola waktu, membagi perhatian, serta mengontrol aktivitas siswa agar tetap fokus meskipun tidak selalu diawasi secara langsung.
5. Pemanfaatan Media Pembelajaran
Pada kelas 6, guru menggunakan alat peraga berupa diorama gerhana untuk menjelaskan proses terjadinya gerhana. Penggunaan media ini membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret.
Dalam pembelajaran kelas rangkap, media sangat penting karena dapat membantu siswa belajar lebih mandiri dan memperjelas materi tanpa harus selalu mendapat penjelasan verbal secara terus-menerus dari guru.
6. Mendorong Kemandirian dan Tanggung Jawab Siswa
Ketika guru fokus pada satu kelompok atau satu kelas, kelas lainnya tetap mengerjakan tugas secara mandiri. Situasi ini melatih siswa untuk:
* Belajar secara mandiri
* Disiplin dalam mengerjakan tugas
* Bertanggung jawab terhadap kelompoknya
Artinya, kelas rangkap tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan sikap belajar siswa.
7. Adanya Presentasi dan Penguatan Materi
Setelah diskusi, siswa diminta mempresentasikan hasil kerja kelompok. Guru kemudian memberikan klarifikasi dan penegasan terhadap jawaban siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap tetap memperhatikan proses evaluasi, umpan balik, serta penguatan konsep agar tidak terjadi miskonsepsi.
Penambahan Penjelasan Analisis Lebih Dalam
Secara lebih luas, pembelajaran kelas rangkap memiliki karakteristik utama yaitu fleksibilitas dan efisiensi. Model ini biasanya diterapkan di sekolah dengan keterbatasan guru atau jumlah siswa yang sedikit.
Namun, keberhasilan kelas rangkap sangat bergantung pada:
* Kemampuan guru dalam merancang RPP yang terstruktur.
* Penguasaan strategi pembelajaran aktif.
* Kedisiplinan dan kemandirian siswa.
* Pengelolaan kelas yang efektif.
Jika tidak dikelola dengan baik, kelas rangkap berpotensi menimbulkan gangguan konsentrasi atau ketimpangan pelayanan pembelajaran antar kelas. Sebaliknya, jika dirancang dengan baik, kelas rangkap dapat meningkatkan kemampuan belajar mandiri, kerja sama, serta manajemen waktu siswa.
Kesimpulan
Pembelajaran kelas rangkap merupakan model pembelajaran di mana satu guru mengajar dua tingkat kelas secara bersamaan dalam satu ruang dan waktu yang sama, dengan materi yang tetap disesuaikan dengan jenjang masing-masing. Pelaksanaannya menuntut pengelolaan waktu yang efektif, penggunaan metode kooperatif, pemanfaatan media pembelajaran, serta penanaman sikap mandiri dan tanggung jawab pada siswa.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Npm : 2313053167
Karakteristik pembelajaran kelas rangkap:
1. Guru mengajar kelas 5 dan kelas 6 secara bersamaan dalam satu ruangan, karena salah satu guru berhalangan hadir. Ini merupakan ciri utama pembelajaran kelas rangkap, yaitu penggabungan dua tingkat kelas dalam satu waktu pembelajaran.
2. Walaupun berada dalam satu ruangan, materi tetap berbeda sesuai jenjang: kelas 5 (ketampakan alam), kelas 6 (gerhana bulan dan gerhana matahari). Artinya, guru tetap menyesuaikan materi dengan kurikulum masing-masing kelas.
3. Guru membagi waktu mengajar secara bergiliran:
- Saat kelas 5 berdiskusi kelompok, guru memberikan penjelasan kepada kelas 6.
- Saat kelas 6 mengerjakan tugas, guru kembali membimbing kelas 5. Ini menunjukkan manajemen waktu yang efektif agar kedua kelas tetap aktif belajar.
4. Pembelajaran dilakukan dengan membentuk kelompok kecil (maksimal 4 orang). Tujuannya:
- Melatih kerja sama
- Membantu siswa belajar mandiri
- Mengurangi ketergantungan penuh pada guru.
Metode ini sangat penting dalam pembelajaran kelas rangkap karena guru tidak bisa fokus pada satu kelas saja secara terus-menerus.
5. Ketika guru menjelaskan materi kepada satu kelas, kelas lainnya diberi tugas membaca, mengamati, atau mengisi lembar kerja.
Hal ini menjaga agar:
- Siswa tetap aktif
- Tidak terjadi kegaduhan
- Waktu pembelajaran tetap efektif
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk masing-masing kelas di awal kegiatan. Ini membantu siswa memahami:
- Apa yang akan dipelajari
- Target yang harus dicapai
7. Guru menggunakan alat peraga diorama gerhana untuk kelas 6. Penggunaan media membantu:
- Mempermudah pemahaman konsep abstrak
- Menarik perhatian siswa
8. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kemudian guru memberikan:
- Klarifikasi
- Penguatan
- Kesimpulan
Ini menunjukkan adanya evaluasi dan umpan balik dalam pembelajaran.
9. Guru tetap menjaga:
- Ketertiban
- Kehadiran siswa
- Motivasi belajar
- Suasana kondusif
Walaupun dua kelas digabung, pembelajaran tetap terstruktur.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053183
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Hasil analisis saya berdasarkan video yang berjudul " Praktek Pembelajaran Kelas Rangkap Model 221” adalah :
Pembelajaran kelas rangkap (PKR) merupakan model pembelajaran di mana satu guru mengajar dua tingkat kelas yang berbeda dalam satu waktu dan berada di ruang yang sama. Berdasarkan tayangan praktik PKR pada kelas 5 dan kelas 6, terlihat bahwa pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan pengelolaan yang terencana dan terstruktur. Adapun ciri-ciri yang tampak dalam pelaksanaan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Proses Belajar Dilaksanakan Secara Paralel
Dua tingkat kelas mengikuti pembelajaran secara bersamaan dalam satu ruangan, namun masing-masing memiliki tujuan dan materi sesuai tingkatannya. Walaupun berlangsung pada waktu yang sama, setiap kelas tetap diarahkan pada capaian pembelajaran yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu dan kegiatan dilakukan secara sistematis agar keduanya tetap berjalan efektif.
2. Peserta Didik Berperan Aktif dan Mandiri
Dalam pelaksanaannya, guru tidak mendominasi kegiatan belajar. Siswa kelas 5 bekerja dalam kelompok untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasilnya, sedangkan siswa kelas 6 melakukan kegiatan membaca, mengamati diorama gerhana, serta mengisi kartu informasi. Situasi ini menuntut siswa untuk belajar secara mandiri maupun kolaboratif, karena guru harus membagi perhatian. Dengan demikian, pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik.
3. Guru Bertindak sebagai Fasilitator yang Mengatur Perhatian Secara Bergiliran
Guru memberikan penjelasan kepada kelas 5 mengenai materi ketampakan alam, lalu beralih ke kelas 6 untuk menjelaskan materi gerhana menggunakan media diorama. Setelah itu, guru kembali memantau perkembangan diskusi di kelas 5. Pola ini menunjukkan bahwa dalam PKR guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola waktu dan perhatian secara bergantian agar kedua kelas tetap terkendali.
4. Terbangunnya Kerja Sama dan Tanggung Jawab Siswa
Siswa dilibatkan dalam membantu kelancaran pembelajaran, seperti ketua kelas yang memimpin doa dan membantu pembentukan kelompok. Selain itu, siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kondisi ini mencerminkan adanya kerja sama dan tanggung jawab antar peserta didik, yang menjadi unsur penting dalam pembelajaran kelas rangkap.
5. Pemanfaatan Media dan Metode yang Beragam
Kegiatan belajar menggunakan berbagai sumber dan media, seperti buku ajar, diskusi kelompok, serta alat peraga berupa diorama. Variasi ini diperlukan agar siswa tetap fokus dan termotivasi meskipun guru harus membagi perhatian pada dua kelas sekaligus.
6. Pengelolaan Ruang dan Waktu yang Fleksibel
Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menuntut penyesuaian tata letak tempat duduk dan alur kegiatan. Guru mengatur ruang dan waktu secara fleksibel sehingga suasana belajar tetap kondusif dan mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.
7. Perencanaan yang Berorientasi pada Tujuan Pembelajaran
Sebelum kegiatan dimulai, guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk masing-masing kelas. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran telah dirancang sebelumnya. Dalam PKR, perencanaan yang matang sangat diperlukan agar kegiatan dua kelas tetap terarah dan tidak saling mengganggu.
8. Penilaian Dilakukan Selama Proses Berlangsung
Evaluasi tidak hanya dilakukan di akhir pembelajaran, tetapi juga selama proses berlangsung melalui diskusi, presentasi, dan pemberian umpan balik. Bentuk penilaian ini menunjukkan adanya asesmen formatif yang bertujuan memantau perkembangan belajar siswa secara berkesinambungan.
Secara keseluruhan, praktik pembelajaran kelas rangkap memperlihatkan pentingnya manajemen waktu, kemandirian siswa, serta perencanaan yang matang agar dua kelas dengan tingkat berbeda dapat belajar secara efektif dalam satu waktu dan ruang yang sama.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053193
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) berdasarkan Praktik pada vidio yang telah saya tonton.
Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) dengan menggabungkan Kelas 5 dan Kelas 6 menunjukkan sejumlah karakteristik yang mencerminkan esensi PKR. Karakteristik tersebut sebagai berikut:
- Penggabungan Kelas karena Kebutuhan Spesifik dan Fleksibilitas Pengelolaan : PKR sering kali muncul sebagai solusi praktis mengatasi kekurangan tenaga pengajar atau kondisi darurat, seperti ketidakhadiran guru. Dalam praktik ini, penggabungan Kelas 5 dan 6 dilakukan karena guru Kelas 5 berhalangan hadir. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pengelolaan ruang dan waktu, di mana guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk dan alur kegiatan agar pembelajaran tetap kondusif meskipun dua kelas berbeda berada dalam satu ruangan.
- Penyampaian Materi Berbeda dalam Waktu Bersamaan: Dalam satu ruang dan waktu yang sama, guru menyampaikan dua materi pokok yang berbeda sesuai kurikulum masing-masing kelas. Misalnya, materi "Ketampakan Alam" untuk Kelas 5 dan "Gerhana Bulan dan Matahari" untuk Kelas 6. Hal ini menuntut guru untuk memiliki penguasaan materi yang luas serta kemampuan mengelola fokus belajar siswa dari dua tingkatan berbeda secara simultan.
- Perencanaan Pembelajaran yang Terarah dengan Tujuan Jelas: Sebelum memulai inti pembelajaran, guru secara eksplisit menyampaikan tujuan pembelajaran untuk masing-masing kelas. Kelas 5 ditujukan untuk mendeskripsikan kenampakan alam, sedangkan Kelas 6 diarahkan untuk memahami materi gerhana. Kejelasan tujuan ini penting agar siswa tetap fokus pada tugas mereka meskipun belajar dalam setting yang tidak biasa. Perencanaan yang matang menjadi kunci agar kegiatan dua kelas tetap terarah dan tidak saling mengganggu.
- Pengelolaan Kelas dengan Rotasi Aktivitas (Model Stasiun) dan Pembagian Perhatian Guru: Guru menerapkan pola pengelolaan yang fleksibel dan terstruktur, mirip dengan model stasiun atau rotasi. Guru membagi perhatian secara bergantian antara kedua kelas: Saat guru fokus memberikan penjelasan dengan alat peraga kepada Kelas 6, Kelas 5 diberikan tgas diskusi kelompok secara mandiri. Setelah itu, guru mengalihkan fokus untuk memandu presentasi dari Kelas 5, sementara Kelas 6 melanjutkan tugas mandiri dari buku paket. Perpindahan perhatian ini menjadi ciri utama PKR, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang harus mampu mengatur waktu agar kedua kelas tetap terkontrol.
- Optimalisasi Sumber dan Media Belajar yang Beragam: Guru menggunakan berbagai sumber dan media yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitan materi masing-masing kelas: Untuk Kelas 6 (materi kompleks), guru menggunakan diorama gerhana sebagai alat peraga konkret, serta buku paket untuk mencari informasi. Untuk Kelas 5, materi tentang kenampakan alam disampaikan melalui diskusi kelompok dan penugasan. Variasi metode dan media ini membantu siswa tetap fokus meskipun perhatian guru terbagi, sekaligus mengakomodasi perbedaan karakteristik materi.
- Penumbuhan Kemandirian, Keaktifan, dan Kerja Sama Siswa: PKR secara alami menuntut siswa untuk lebih mandiri dan aktif. Dalam praktik ini, guru mendorong hal tersebut melalui: Struktur berbasis kelompok: Siswa Kelas 5 dibagi kelompok untuk berdiskusi, sementara Kelas 6 membaca dan mengamati diorama secara mandiri. Peran ketua kelas dalam memimpin doa dan pembentukan kelompok, membangun tanggung jawab dan kepemimpinan. Presentasi hasil diskusi dari kedua kelas, melatih keterampilan komunikasi dan keberanian berbicara. Kerja sama antar siswa juga terlihat ketika mereka saling membantu dalam kelompok, sehingga proses belajar berpusat pada peserta didik.
- Fleksibilitas dalam Pengelolaan Ruang dan Waktu: Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menuntut penyesuaian tata ruang dan alokasi waktu. Guru mengatur tempat duduk dan jadwal kegiatan secara fleksibel agar suasana belajar tetap kondusif. Fleksibilitas ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif bagi kedua kelas.
- Asesmen Dilakukan Selama Proses Pembelajaran (Asesmen Formatif): Penilaian tidak hanya dilakukan di akhir, tetapi juga selama proses pembelajaran. Guru melakukan asesmen melalui pengamatan diskusi kelompok, presentasi, serta pemberian penguatan di akhir kegiatan. Hal ini mencerminkan asesmen formatif yang bertujuan memantau dan memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan, bukan hanya menilai hasil akhir.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NMP : 2313053182
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
1. Penggabungan Dua Kelas dalam Satu Ruang
Pembelajaran kelas rangkap dilaksanakan dengan menggabungkan dua tingkat kelas dalam satu ruangan yang sama. Dalam kondisi ini, satu orang guru bertanggung jawab mengajar dua jenjang sekaligus, misalnya kelas 5 dan kelas 6, karena keterbatasan jumlah guru atau kondisi tertentu di sekolah. Situasi ini menuntut guru memiliki kemampuan manajemen kelas yang sangat baik agar suasana belajar tetap tertib, terarah, dan kondusif bagi kedua kelompok siswa.
2. Materi Tetap Sesuai Jenjang
Walaupun berada dalam satu ruang pembelajaran, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai dengan kurikulum dan kompetensi dasar yang berlaku pada jenjangnya. Misalnya, kelas 5 mempelajari materi tentang ketampakan alam, sedangkan kelas 6 membahas materi tentang gerhana. Guru harus mampu merancang strategi pembelajaran yang berbeda dalam waktu yang bersamaan tanpa mengurangi kedalaman materi. Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang agar tujuan pembelajaran masing-masing kelas tetap tercapai secara optimal.
3. Pembelajaran Berbasis Kelompok
Untuk menjaga keaktifan siswa, guru menerapkan pembelajaran berbasis kelompok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, atau menyelesaikan proyek sederhana. Strategi ini memungkinkan siswa tetap belajar secara aktif dan produktif ketika guru sedang memberikan penjelasan kepada kelas lainnya. Selain itu, kerja kelompok juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai pendapat.
4. Pengaturan Waktu Secara Bergiliran
Dalam pembelajaran kelas rangkap, pengelolaan waktu menjadi kunci utama keberhasilan. Guru membagi waktu mengajar secara bergiliran antara dua kelas. Saat satu kelas menerima penjelasan langsung dari guru, kelas lainnya diberi tugas mandiri atau kegiatan diskusi. Pola ini menuntut guru untuk disiplin dalam membagi waktu, memberikan instruksi yang jelas, serta memastikan kedua kelas tetap fokus dan tidak saling mengganggu.
5. Pemanfaatan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran sangat membantu efektivitas kelas rangkap. Misalnya, penggunaan alat peraga seperti diorama gerhana atau gambar ketampakan alam dapat membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret. Media yang tepat juga dapat menarik perhatian siswa dan mengurangi kebosanan, sehingga proses belajar tetap menarik meskipun guru harus membagi perhatian.
6. Mendorong Kemandirian dan Tanggung Jawab
Model pembelajaran ini secara tidak langsung melatih kemandirian siswa. Karena guru tidak selalu mendampingi secara langsung, siswa dituntut untuk disiplin, bertanggung jawab terhadap tugasnya, serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Sikap mandiri dan tanggung jawab ini menjadi nilai positif yang mendukung perkembangan karakter siswa.
7. Adanya Presentasi dan Penguatan
Setelah kegiatan diskusi atau tugas kelompok selesai, siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas. Kegiatan ini melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum. Guru kemudian memberikan klarifikasi, umpan balik, dan penguatan konsep agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan pemahaman siswa semakin kuat.
Kesimpulan
Pembelajaran kelas rangkap merupakan model pembelajaran yang menggabungkan dua tingkat kelas dalam satu waktu dan ruang dengan tetap mempertahankan perbedaan materi sesuai jenjang masing-masing. Keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, mengelola waktu, menggunakan strategi yang tepat, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain itu, model ini juga mendorong terbentuknya sikap mandiri, tanggung jawab, dan kerja sama pada diri siswa sehingga pembelajaran tetap efektif meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053162
Video tersebut memperlihatkan pelaksanaan kelas rangkap model 221, yaitu pembelajaran yang menggabungkan dua tingkat kelas (kelas 5 dan kelas 6) dalam satu waktu karena guru kelas 6 berhalangan hadir. Seorang guru dari Universitas Terbuka mengelola proses belajar dengan menyampaikan materi yang berbeda pada masing-masing kelas melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan presentasi. Berikut Karakteristik Kelas Rangkap:
1. Penggabungan Dua Tingkat Kelas
Siswa kelas 5 dan kelas 6 mengikuti pembelajaran secara bersamaan di ruang dan waktu yang sama. Penggabungan ini menjadi alternatif ketika jumlah guru terbatas, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa penundaan.
2. Satu Guru Menangani Dua Materi
Dalam satu pertemuan, guru menyampaikan materi yang berbeda sesuai jenjang kelas. Kelas 5 mempelajari tentang kenampakan wilayah daratan dan perairan, sedangkan kelas 6 membahas peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan. Guru mengatur waktu secara bergiliran agar kedua kelompok tetap mendapatkan bimbingan.
3. Pembelajaran Dilaksanakan Secara Berkelompok
Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil yang beranggotakan maksimal empat orang. Setiap kelompok mendiskusikan materi sesuai kelasnya dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Ketika guru membimbing satu kelompok, kelompok lainnya tetap aktif bekerja secara mandiri.
4. Penerapan Model 221
Model 221 tampak dari pelaksanaan dua kegiatan belajar berbeda dalam satu waktu yang ditangani oleh satu guru. Guru memberikan arahan umum di awal pembelajaran, kemudian berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain untuk memberikan penjelasan dan pendampingan.
5. Presentasi sebagai Bentuk Evaluasi
Hasil diskusi kelompok disampaikan melalui presentasi di depan kelas. Siswa menjelaskan materi seperti ciri-ciri dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, serta proses terjadinya gerhana. Kegiatan ini membantu memperdalam pemahaman sekaligus melatih rasa percaya diri.
6. Pemanfaatan Simulasi Pembelajaran
Untuk menjelaskan proses gerhana, guru menggunakan simulasi posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Cara ini mempermudah siswa dalam memahami konsep yang bersifat abstrak melalui gambaran yang lebih nyata.
7. Pengelolaan Kelas yang Sistematis
Pembelajaran dimulai dengan doa dan pengecekan kehadiran, dilanjutkan dengan pembagian kelompok serta kegiatan inti, lalu diakhiri dengan penegasan materi dan pengantar pembelajaran selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kelas tetap berjalan teratur meskipun dilakukan secara rangkap.
Secara keseluruhan, kelas rangkap model 221 merupakan strategi pembelajaran yang menggabungkan dua tingkat kelas dalam satu waktu dengan satu guru sebagai pengelola. Ciri utamanya meliputi pengajaran dua materi berbeda secara bersamaan, penggunaan kerja kelompok, presentasi, serta simulasi untuk menunjang pemahaman siswa. Dengan pengelolaan yang baik, pembelajaran tetap efektif meskipun dilaksanakan dalam kondisi keterbatasan guru.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2353053016
Kelas : 6F
Pembelajaran kelas rangkap (PKR) merupakan bentuk pembelajaran di mana satu guru menangani dua tingkat kelas dalam satu waktu dan ruang yang sama. Berdasarkan tayangan video praktik di kelas 5 dan kelas 6, tampak beberapa karakteristik utama yang mencerminkan bagaimana PKR dilaksanakan secara efektif.
1. Pelaksanaan Dua Proses Pembelajaran dalam Satu Waktu
Dalam video terlihat bahwa kelas 5 dan kelas 6 melaksanakan pembelajaran secara bersamaan meskipun materi yang dipelajari berbeda. Kedua kelompok tetap menjalankan kegiatan belajar sesuai tujuan masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa kelas rangkap bukan berarti menyamakan materi, melainkan menyatukan pengelolaan waktu dan ruang.
2. Diferensiasi Materi Sesuai Tingkat Perkembangan
Materi yang diberikan kepada siswa tetap disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Kelas 5 mempelajari topik ketampakan alam, sedangkan kelas 6 mempelajari proses terjadinya gerhana. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran tetap mengikuti kurikulum tiap tingkat dan tidak disamaratakan.
3. Pengaturan Perhatian Guru Secara Bergilir
Guru membagi fokusnya dengan cara berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain. Setelah menjelaskan pada satu kelas, guru memberikan tugas lalu beralih ke kelas berikutnya. Pola ini menjadi ciri khas PKR karena guru harus memastikan kedua kelas tetap aktif walaupun tidak dibimbing secara bersamaan.
4. Pembelajaran Berbasis Aktivitas
Kegiatan belajar lebih banyak dilakukan melalui diskusi, membaca, mengamati media, serta presentasi. Strategi ini membuat siswa tetap terlibat ketika guru sedang mendampingi kelas lain. Aktivitas semacam ini membantu menjaga dinamika pembelajaran.
5. Keterlibatan dan Tanggung Jawab Siswa
Siswa terlihat aktif mengambil peran, seperti memimpin doa, berdiskusi kelompok, dan menyampaikan hasil kerja. Situasi ini menunjukkan bahwa kelas rangkap mendorong tanggung jawab dan partisipasi yang lebih besar dari peserta didik.
6. Pemanfaatan Media Pembelajaran
Guru menggunakan alat peraga berupa diorama untuk menjelaskan materi gerhana. Media tersebut membantu siswa memahami konsep secara visual dan tetap belajar meskipun guru tidak selalu memberikan penjelasan langsung.
7. Fleksibilitas Pengelolaan Kelas
Pengaturan tempat duduk dan pembagian kelompok dilakukan agar kedua kelas dapat belajar dengan tertib. Fleksibilitas ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
8. Penilaian Berlangsung Selama Proses
Penilaian dilakukan melalui pengamatan aktivitas, hasil diskusi, dan presentasi. Hal ini menunjukkan bahwa asesmen tidak hanya dilakukan di akhir, tetapi juga selama proses pembelajaran berlangsung.
Secara keseluruhan, video tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran kelas rangkap menuntut perencanaan yang matang, pengelolaan kelas yang baik, serta keterlibatan aktif siswa agar tujuan pembelajaran tetap tercapai.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053165
Berdasarkan video tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kelas rangkap memiliki sejumlah karakteristik utama.
1. Penggabungan Dua Tingkat Kelas dalam Satu Ruangan
Pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan siswa kelas 5 dan kelas 6 dalam satu ruang karena salah satu guru tidak dapat hadir. Dalam situasi ini, satu guru bertanggung jawab mengajar dua tingkat kelas secara bersamaan. Kondisi tersebut menuntut guru memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik agar suasana tetap kondusif meskipun jumlah siswa lebih banyak dan tingkatannya berbeda.
2. Materi Tetap Disesuaikan dengan Jenjang Kelas
Walaupun berada dalam satu ruangan, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai dengan kurikulum dan tingkat perkembangannya. Kelas 5 mempelajari tentang ketampakan alam (daratan dan perairan), sedangkan kelas 6 mempelajari gerhana matahari dan gerhana bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap tidak menyamaratakan materi, melainkan mengharuskan guru membagi perhatian dan strategi sesuai kebutuhan setiap kelas.
3. Penerapan Pembelajaran Kelompok
Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang beranggotakan maksimal empat orang. Kegiatan belajar dilakukan melalui diskusi dan kerja sama. Strategi ini efektif karena saat guru menjelaskan materi kepada satu kelas, kelas lainnya tetap aktif belajar melalui diskusi, sehingga waktu pembelajaran tetap berjalan produktif.
4. Pengelolaan Waktu Secara Bergantian
Guru mengatur pembelajaran dengan sistem bergilir antara kelas 5 dan kelas 6. Ketika satu kelas berdiskusi, guru memberikan penjelasan kepada kelas lainnya, kemudian kembali memfasilitasi presentasi atau diskusi lanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kelas rangkap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengatur waktu dan membagi fokus secara efektif.
5. Penggunaan Media Pembelajaran
Pada kelas 6, guru memanfaatkan alat peraga berupa diorama gerhana untuk membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak. Media pembelajaran menjadi unsur penting dalam kelas rangkap karena dapat membantu siswa belajar secara lebih mandiri dan memperjelas pemahaman tanpa selalu bergantung pada penjelasan langsung dari guru.
6. Penguatan Kemandirian dan Tanggung Jawab
Saat guru fokus pada satu kelompok atau kelas, siswa lainnya tetap mengerjakan tugas secara mandiri. Situasi ini melatih siswa untuk disiplin, bertanggung jawab, serta mampu belajar secara mandiri. Dengan demikian, kelas rangkap tidak hanya mengembangkan aspek pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap belajar siswa.
7. Presentasi dan Penguatan Materi
Setelah diskusi kelompok, siswa mempresentasikan hasil kerjanya. Guru kemudian memberikan klarifikasi dan penguatan terhadap jawaban yang disampaikan. Proses ini menunjukkan bahwa evaluasi dan umpan balik tetap menjadi bagian penting dalam pembelajaran kelas rangkap untuk mencegah terjadinya miskonsepsi.
Analisis Lebih Lanjut
Secara umum, pembelajaran kelas rangkap menonjolkan fleksibilitas dan efisiensi, terutama di sekolah yang memiliki keterbatasan tenaga pendidik atau jumlah siswa yang sedikit. Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang terstruktur, menerapkan strategi aktif, serta menciptakan kedisiplinan dan kemandirian siswa. Jika dikelola dengan kurang baik, model ini dapat menimbulkan gangguan konsentrasi atau ketidakseimbangan pelayanan pembelajaran. Sebaliknya, jika dirancang secara optimal, kelas rangkap dapat meningkatkan kerja sama, manajemen waktu, dan kemampuan belajar mandiri siswa.
Kesimpulan
Pembelajaran kelas rangkap adalah model pembelajaran di mana satu guru mengajar dua tingkat kelas secara bersamaan dalam satu ruang dan waktu yang sama, dengan materi yang tetap disesuaikan sesuai jenjang masing-masing. Pelaksanaannya memerlukan pengelolaan waktu yang efektif, penerapan metode kooperatif, penggunaan media pembelajaran yang tepat, serta penanaman sikap mandiri dan tanggung jawab pada siswa.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Nama: Dita Fadila Aida Fitri
NPM: 2313053187
Karakteristik pembelajaran kelas rangkap adalah suatu bentuk pembelajaran di mana satu guru mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam waktu dan ruang yang sama. Dalam video tersebut terlihat bahwa guru menggabungkan kelas 5 dan kelas 6 dalam satu ruangan karena kondisi tertentu, namun tetap melaksanakan pembelajaran sesuai tingkat masing-masing. Hal ini menunjukkan ciri utama kelas rangkap, yaitu efisiensi tenaga pendidik tanpa mengabaikan perbedaan jenjang kelas.
Karakteristik berikutnya adalah adanya pembagian waktu dan perhatian secara bergantian (rotasi). Guru tidak mengajar kedua kelas secara bersamaan dalam satu penjelasan, tetapi memberi tugas kepada satu kelas lalu beralih ke kelas lainnya. Pada video, saat satu kelas berdiskusi, guru memberikan penjelasan dan bimbingan kepada kelas yang lain, kemudian kembali lagi untuk mendengarkan hasil diskusi. Ini menunjukkan pengelolaan waktu yang terstruktur dalam kelas rangkap.
Selain itu, pembelajaran kelas rangkap menekankan kemandirian dan kerja kelompok siswa. Ketika guru fokus pada satu kelas, kelas lainnya tetap aktif melalui diskusi, membaca, atau mengerjakan tugas. Dalam video, kedua kelas dibagi dalam kelompok kecil agar tetap belajar secara mandiri. Strategi ini menjadi ciri penting PKR karena membantu menjaga keterlibatan siswa meskipun guru membagi perhatian.
Karakteristik lainnya adalah perlunya perencanaan yang matang dan manajemen kelas yang baik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk masing-masing kelas sebelum kegiatan dimulai, sehingga pembelajaran tetap terarah. Dengan demikian, kelas rangkap ditandai oleh satu guru mengajar beberapa tingkat kelas sekaligus, pembagian perhatian secara bergantian, penggunaan metode aktif seperti diskusi kelompok, serta pengelolaan kelas yang fleksibel dan terencana sebagaimana terlihat dalam video tersebut.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053171
Berdasarkan video YouTube yang telah disajikan, maka penjelasan tentang penjelasan karakteristik kelas rangkap yakni sebagai berikut.
1. Menggabungkan Dua Tingkat Kelas dalam Satu Ruangan
Guru menggabungkan kelas 5 dan kelas 6 dalam satu ruangan karena salah satu guru tidak hadir. Hal ini menunjukkan ciri utama pembelajaran kelas rangkap, yaitu satu guru mengajar lebih dari satu tingkat kelas secara bersamaan dalam waktu yang sama.
2. Materi Berbeda Sesuai Tingkat Kelas
Walaupun belajar di ruangan yang sama, materi yang diberikan tetap berbeda sesuai jenjang masing-masing. Kelas 5 mempelajari ketampakan alam daratan dan perairan, sedangkan kelas 6 mempelajari gerhana bulan dan gerhana matahari, sehingga pembelajaran tetap sesuai dengan kurikulum dan tujuan tiap kelas.
3. Pembelajaran Bergantian
Guru membagi perhatian secara bergantian, yaitu ketika satu kelas mengerjakan diskusi, guru menjelaskan materi kepada kelas lainnya. Strategi ini menunjukkan pengelolaan waktu yang efektif agar kedua kelas tetap mendapatkan bimbingan.
4. Menggunakan Metode Diskusi Kelompok
Kedua kelas dibagi ke dalam kelompok kecil agar siswa tetap aktif belajar meskipun guru sedang fokus pada kelas lain. Dengan diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dan tidak hanya menunggu penjelasan dari guru.
5. Penggunaan Media atau Alat Peraga
Guru menggunakan diorama gerhana untuk membantu siswa kelas 6 memahami materi. Penggunaan media ini membuat pembelajaran lebih menarik, jelas, dan membantu siswa memahami konsep secara konkret.
6. Pengelolaan Kelas yang Fleksibel
Guru mengawali pembelajaran dengan doa dan presensi, mengatur diskusi/membagi kelompok melalui ketua kelas, serta menjaga suasana tetap tertib. Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen kelas yang baik dalam situasi kelas rangkap.
7. Adanya Presentasi dan Umpan Balik
Setiap kelas mempresentasikan hasil diskusinya, kemudian guru memberikan penguatan dan kesimpulan. Tahapan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan sistematis meskipun dilakukan dalam kelas rangkap.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053189
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Berdasarkan video yang saya tonton, pembelajaran kelas rangkap merupakan pembelajaran yang dilakukan oleh satu guru untuk mengajar dua kelas atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Dari praktik yang terlihat pada video, terdapat beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut:
1. Satu guru mengajar dua tingkat kelas sekaligus
Guru mengajar kelas 5 dan kelas 6 dalam waktu yang sama di ruang kelas yang sama.
2. Materi berbeda sesuai tingkat kelas
Kelas 5 belajar tentang ketampakan alam, sedangkan kelas 6 belajar tentang gerhana bulan dan gerhana matahari menggunakan diorama.
3. Pengelolaan waktu secara bergantian
Guru memberikan penjelasan pada satu kelas, kemudian kelas tersebut diberi tugas. Setelah itu guru berpindah mengajar kelas lainnya.
4. Adanya kegiatan belajar mandiri dan diskusi kelompok
Saat guru fokus pada kelas lain, siswa mengerjakan tugas kelompok, membaca materi, dan berdiskusi.
5. Penggunaan media pembelajaran untuk membantu pemahaman
Guru menggunakan alat peraga diorama untuk menjelaskan proses terjadinya gerhana pada kelas 6.
6. Pengelompokan siswa untuk memudahkan pengelolaan kelas
Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil (maksimal empat orang) agar pembelajaran tetap berjalan meskipun guru bergantian mengajar.
7. Presentasi dan penguatan materi pada masing-masing kelas
Setiap kelas mempresentasikan hasil diskusi, kemudian guru memberikan kesimpulan dan penguatan materi.
Jadi, berdasarkan video tersebut dapat disimpulkan bahwa karakteristik pembelajaran kelas rangkap terlihat dari satu guru yang mengajar dua kelas dalam satu ruangan, pengaturan waktu belajar secara bergantian, adanya kegiatan belajar mandiri, pemberian tugas yang berbeda sesuai tingkat kelas, pengelompokan siswa berdasarkan kelas, serta guru yang aktif berpindah untuk membimbing setiap kelompok agar pembelajaran tetap berjalan efektif.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053166
Berdasarkan video tersebut karakteristik dalam pembelajaran kelas rangkap adalah sebagai berikut:
1. Penggabungan Dua atau Lebih Tingkat Kelas dalam Satu Ruang
Karakteristik utama kelas rangkap adalah adanya dua atau lebih tingkat kelas yang belajar dalam satu ruangan secara bersamaan. Penggabungan ini dilakukan karena kondisi tertentu, seperti jumlah siswa yang sedikit atau keterbatasan tenaga pendidik. Meskipun digabung, setiap tingkat kelas tetap memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda sesuai kurikulumnya.
2. Satu Guru Mengajar Beberapa Tingkat Sekaligus
Dalam kelas rangkap, satu guru bertanggung jawab mengelola dan mengajar lebih dari satu tingkat kelas pada waktu yang sama. Guru harus mampu membagi perhatian, mengatur waktu, serta memastikan semua siswa mendapatkan layanan pembelajaran secara adil dan proporsional.
3. Perbedaan Usia dan Tingkat Kemampuan Siswa
Siswa dalam kelas rangkap memiliki rentang usia dan kemampuan akademik yang berbeda. Hal ini menjadi karakteristik penting karena guru harus menyesuaikan metode, pendekatan, serta tingkat kesulitan materi agar sesuai dengan perkembangan masing-masing kelompok.
4. Perbedaan Materi dalam Waktu yang Bersamaan
Meskipun berada dalam satu ruang belajar, setiap tingkat kelas tetap mempelajari materi yang berbeda sesuai jenjangnya. Oleh karena itu, guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang terstruktur agar penyampaian materi tidak saling mengganggu.
5. Pengelolaan Waktu Secara Bergantian (Rotasi Pembelajaran)
Karakteristik lain dari kelas rangkap adalah penggunaan sistem rotasi atau pembelajaran bergantian. Saat guru memberikan penjelasan kepada satu tingkat kelas, tingkat lainnya dapat mengerjakan tugas mandiri, diskusi kelompok, atau kegiatan belajar lainnya. Pola ini membantu menjaga efektivitas pembelajaran.
6. Menuntut Kemandirian dan Kerja Sama Siswa
Karena guru tidak selalu bisa fokus pada satu kelompok secara terus-menerus, siswa dalam kelas rangkap dituntut untuk lebih mandiri dalam mengerjakan tugas. Selain itu, interaksi antar tingkat kelas memungkinkan terjadinya kerja sama dan saling membantu, terutama antara siswa yang lebih tinggi dan lebih rendah tingkatannya.
7. Membutuhkan Manajemen Kelas yang Efektif
Kelas rangkap memiliki dinamika yang lebih kompleks dibanding kelas tunggal. Oleh karena itu, pengelolaan kelas, pengaturan tempat duduk, penggunaan media pembelajaran, serta pengendalian suasana belajar harus dilakukan secara efektif agar kegiatan belajar tetap kondusif.
Kesimpulan
Kelas rangkap di SD memiliki karakteristik utama berupa penggabungan beberapa tingkat kelas dalam satu ruangan dengan satu guru sebagai pengajar. Sistem ini menuntut pengelolaan waktu, strategi pembelajaran, dan manajemen kelas yang lebih terstruktur. Apabila dikelola dengan baik, kelas rangkap tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya, tetapi juga dapat mendukung perkembangan kemandirian dan kerja sama siswa.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053188
Kelas : 6F
Berdasakan hasil analisis, dalam video tersebut menampilkan praktik atau simulasi Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) Model 221, yaitu di mana satu pendidik mengajar dua kelas sekaligus (misalnya kelas 5 dan 6) dalam satu ruang pada waktu yang sama dengan dua mata pelajaran yang berbeda atau saling berhubungan. Berikut penjelasan mengenai karakteristik pembelajaran kelas rangkap:
1. Satu Pendidik Mengajar Dua Kelas dalam Satu Waktu
Dalam video terlihat bahwa satu pendidik menangani dua kelas sekaligus di ruangan yang sama. Pendidik tidak memisahkan waktu sepenuhnya, tetapi mengatur strategi agar kedua kelas tetap bisa belajar dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap menuntut pendidik memiliki kemampuan pengelolaan kelas yang lebih kompleks dibandingkan kelas reguler.
2. Pengaturan Waktu Secara Bergantian
Pendidik membagi perhatian secara bergantian. Saat satu kelas mendapatkan penjelasan, kelas lainnya mengerjakan tugas secara mandiri. Setelah itu, pendidik berpindah fokus ke kelas berikutnya. Strategi ini membuat proses pembelajaran tetap berjalan tanpa ada kelas yang tidak mendapatkan aktivitas belajar.
3. Peserta Didik Dituntut Lebih Mandiri
Karena pendidik tidak selalu mendampingi secara penuh setiap saat, peserta didik terlihat belajar lebih mandiri. Mereka mengerjakan tugas, berdiskusi, serta mencoba memahami materi sebelum bertanya. Hal ini menjadi salah satu karakteristik penting pembelajaran kelas rangkap, yaitu melatih kemandirian dan tanggung jawab belajar peserta didik.
4. Materi Disesuaikan dengan Tingkatan Kelas
Walaupun berada dalam satu ruangan, materi yang diberikan tetap berbeda sesuai dengan tingkat kelas masing-masing. Pendidik mampu menyesuaikan penyampaian materi agar tetap relevan dengan capaian pembelajaran setiap kelas.
5. Suasana Kelas Harus Kondusif
Karena terdapat dua kelas dalam satu ruangan, suasana belajar harus benar-benar tertib dan terkontrol. Dalam video terlihat pendidik memberikan arahan yang jelas agar peserta didik tetap fokus dan tidak mengganggu kelas lainnya. Pengelolaan kelas yang baik menjadi kunci keberhasilan pembelajaran kelas rangkap.
6. Pembelajaran Lebih Berpusat pada Peserta Didik
Pendidik tidak hanya menyampaikan materi melalui ceramah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif melalui tanya jawab, diskusi, dan pengerjaan tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap tetap mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik.
7. Efisiensi Tenaga dan Fasilitas
Pembelajaran kelas rangkap umumnya diterapkan di sekolah dengan keterbatasan tenaga pendidik atau jumlah peserta didik yang sedikit. Dengan model ini, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung secara efektif tanpa harus menambah pendidik baru.
Sehingga dapat disimpulkan, pembelajaran kelas rangkap adalah model pembelajaran di mana satu pendidik mengajar dua atau lebih jenjang kelas dalam waktu dan ruang yang sama. Model ini sering diterapkan di sekolah dasar, terutama di daerah dengan keterbatasan pendidik atau peserta didik. Pembelajaran kelas rangkap bukan sekadar menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan, tetapi memerlukan perencanaan yang matang, pengelolaan waktu yang terstruktur, serta kemampuan pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Apabila diterapkan dengan baik, model ini mampu melatih kemandirian peserta didik serta tetap menjaga efektivitas pembelajaran meskipun dalam kondisi keterbatasan sumber daya.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Npm : 2353053015
Karakteristik Kelas Rangkap
Kelas rangkap atau Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) merupakan bentuk pembelajaran di mana seorang guru mengajar dua kelas atau lebih pada waktu yang sama, baik dalam satu ruangan maupun lebih dari satu ruangan dan biasanya, kelas yang digabung berasal dari tingkat yang berbeda, seperti pada contoh video youtube yang dibagikan, di mana terdapat seorang guru yang menggabungkan kelas 5 dan 6 untuk belajar bersama di satu ruangan dengan membahas materi yang berbeda sesuai dengan kelasnya. Tetapi, PKR bisa juga dalam satu tingkat yang sama dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda. PKR banyak terjadi karena keterbatasan guru, jumlah siswa yang sedikit, keterbatasan ruang kelas, atau kondisi geografis tertentu. Jika di daerah kita, yang sering dijumpai adalah guru melakukan PKR dikarenakan rekan kerjanya (guru lain) berhalangan hadir.
Ciri utama kelas rangkap adalah kegiatan belajar berlangsung secara bersamaan sehingga guru harus mampu mengatur pembelajaran agar semua siswa tetap aktif meskipun tidak selalu dibimbing secara langsung karena guru bergantian mengajarnya. Siswa dituntut lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugasnya, sementara guru harus memanfaatkan waktu, ruang, dan sumber belajar secara efisien. Selain itu, guru tetap perlu menjaga perhatian dan bimbingan kepada seluruh siswa agar mereka merasa diperhatikan. Tentunya guru juga diharapkan tetap menerapkan pembelajaran sesuai modul yang telah dirancang sebelumnya.
Dengan pengelolaan yang baik, kelas rangkap tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan, tetapi juga dapat melatih kemandirian dan meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Izin memperkenalkan diri
Nama : Rava Amelia Rosali
NPM : 2313053170
Berdasarkan materi yang telah saya baca dan video yang telah saya simak, kelas rangkap adalah pembelajaran yang dilakukan oleh satu guru untuk mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam waktu yang sama, dengan tetap memperhatikan perbedaan materi dan kebutuhan belajar masing-masing kelas. Karakteristik pembelajaran kelas rangkap yang dapat saya simpulkan dari video yang telah saya simak antara lain:
1. Satu guru mengajar dua tingkat kelas secara bersamaan
Karakteristik utama kelas rangkap adalah satu guru menangani lebih dari satu tingkat kelas dalam satu waktu pembelajaran. Dalam video terlihat guru mengajar kelas 5 dan kelas 6 secara bersamaan karena guru kelas 6 sedang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa guru harus mampu membagi perhatian dan mengatur jalannya pembelajaran agar kedua kelas tetap terkontrol.
2. Materi dan tujuan pembelajaran berbeda dalam satu waktu
Dalam kelas rangkap, masing-masing kelas tetap belajar sesuai jenjangnya. Pada video terlihat kelas 6 belajar tentang gerhana menggunakan diorama, sedangkan kelas 5 belajar tentang kenampakan alam. Ini menunjukkan bahwa kurikulum tidak disatukan, tetapi guru mengelola dua perencanaan pembelajaran sekaligus.
3. Strategi pengelolaan kelas yang variatif
Dalam kelas rangkap, guru menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi agar kedua kelas tetap aktif. Dalam video terlihat guru menerapkan metode diskusi kelompok dengan membagi siswa kelas 5 dan kelas 6 menjadi kelompok yang terdiri dari empat orang. Selain itu, guru juga memberikan penugasan mandiri saat berpindah fokus ke kelas lain, sehingga siswa tetap belajar walaupun tidak sedang dijelaskan langsung. Guru juga memanfaatkan media pembelajaran, seperti penggunaan diorama untuk menjelaskan gerhana pada kelas 6. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang variatif seperti diskusi, penugasan, dan penggunaan media sangat penting dalam pembelajaran kelas rangkap agar kegiatan belajar tetap efektif dan terarah.
4. Menuntut kemandirian dan kerja sama siswa
Karena guru tidak selalu fokus pada satu kelas, siswa perlu belajar secara mandiri dan bekerja sama dalam kelompok. Di video terlihat siswa dibagi dalam kelompok dan berdiskusi saat guru berpindah fokus ke kelas lain. Hal ini menjadi ciri penting dalam kelas rangkap agar pembelajaran tetap berjalan.
5. Pengelolaan waktu dan perhatian secara bergantian
Guru harus mengatur alur kegiatan dengan baik, misalnya satu kelas diberi tugas atau membaca terlebih dahulu sementara kelas lain mendapat penjelasan. Dalam video terlihat guru bergantian menjelaskan dan memberi tugas pada masing-masing kelas. Ini menunjukkan pentingnya manajemen waktu dalam kelas rangkap.
6. Evaluasi tetap dilakukan sesuai tingkat masing-masing
Walaupun belajar dalam satu ruang dan waktu yang sama, setiap kelas tetap mempresentasikan hasil diskusi dan mendapatkan kesimpulan serta umpan balik sesuai materinya. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran tetap terarah dan tidak tercampur.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053186
Berdasarkan video yang telah saya tonton ada beberapa karakteristik Utama Pembelajaran Kelas Rangkap, yaitu:
1. Siswa dari Berbagai Tingkatan
Kelas rangkap terdiri dari siswa yang berasal dari dua atau lebih tingkat kelas, usia, dan kemampuan belajar yang berbeda dalam satu ruangan kelas, bukan dipisahkan menurut kelas seperti biasa.
2. Satu Guru untuk Banyak Tingkatan
Sebuah kelas rangkap diajar oleh satu guru yang sama untuk semua tingkat kelas dalam satu waktu dan ruang yang sama, sehingga guru harus mengelola berbagai materi dan aktivitas sekaligus.
3. Pembelajaran Dilakukan Secara Serempak
Guru memberi pengantar atau pembelajaran umum yang sama kepada semua siswa, kemudian melanjutkan bimbingan yang disesuaikan secara bertahap kepada masing-masing kelompok siswa sesuai tingkatannya.
4. Pendekatan Multi-Level Teaching
Pembelajaran diatur sedemikian rupa dengan pendekatan multi-level, yaitu materi dan aktivitas disusun supaya siswa dari tingkat yang lebih rendah dan lebih tinggi tetap mendapatkan kompetensi pembelajaran sesuai kurikulum masing-masing.
5. Interaksi Belajar yang Dinamis
Suasana pembelajaran kelas rangkap cenderung lebih dinamis karena terjadi interaksi antara siswa dari tingkatan yang berbeda; siswa lebih tua dapat membantu yang lebih muda, dan kerja sama antar siswa lebih banyak.
6. Kemandirian dan Kolaborasi Siswa
Siswa dituntut untuk belajar secara mandiri maupun bekerja dalam kelompok dengan dukungan guru, sehingga mereka terbiasa mengatur tugasnya sendiri dan saling membantu satu sama lain.
7. Pembelajaran Terpusat pada Siswa
Fokus pembelajaran bukan hanya pada guru yang berbicara, tetapi pada aktivitas belajar siswa, sehingga guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam kegiatan belajar aktif.
8. Perencanaan Pembelajaran Lebih Fleksibel Guru perlu merancang rencana pelajaran yang fleksibel dan kreatif untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran beberapa tingkat sekaligus, termasuk penyesuaian kurikulum jika diperlukan.
9. Penggunaan Sumber Belajar Beragam
Karena siswa berada di tingkatan yang berbeda, guru sering menggunakan berbagai sumber belajar seperti media pembelajaran tambahan, tugas proyek, dan kegiatan praktis yang sesuai dengan masing-masing siswa.
10. Pengelolaan Kelas yang Menantang
Guru harus mengelola kelas secara efektif karena ada perbedaan kebutuhan, minat, dan tempo belajar siswa, sehingga pengaturan waktu, tugas, dan evaluasi harus dibuat cermat.
Berdasarkan point point di atas maka dapat di simpulkan bahwa Karakteristik pembelajaran kelas rangkap mencakup keberagaman siswa dalam satu kelas, satu guru menangani berbagai tingkat secara bersamaan, pendekatan pembelajaran yang adaptif, serta interaksi dan kolaborasi siswa yang tinggi. Semua karakteristik ini membutuhkan perencanaan, strategi, dan pengelolaan kelas yang lebih kompleks dibandingkan kelas tunggal.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NAMA : RIKO PRASETYA
NPM : 2353053013
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Pengertian
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) adalah bentuk pembelajaran di mana seorang guru mengajar dua atau lebih tingkat kelas secara bersamaan dalam waktu yang sama. Kegiatan ini dapat berlangsung dalam satu ruangan maupun beberapa ruangan yang berdekatan, biasanya diterapkan pada sekolah dengan keterbatasan jumlah guru atau siswa.
Karakteristik Utama Pembelajaran Kelas Rangkap
1. Satu Guru untuk Beberapa Tingkatan
Dalam PKR, satu guru bertanggung jawab mengajar lebih dari satu tingkat kelas secara simultan. Guru harus mampu membagi perhatian, strategi, dan materi sesuai kebutuhan masing-masing tingkat.
2. Berlangsung Secara Simultan
Proses pembelajaran dilakukan pada waktu yang sama, bukan bergantian. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan manajemen waktu dan kelas yang baik agar semua kelompok tetap terlayani.
3. Fleksibel dalam Penggunaan Ruang
PKR dapat dilaksanakan dalam satu ruang kelas atau beberapa ruang yang berdekatan. Pengaturan ruang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.
4. Menekankan Kemandirian Belajar
Karena guru tidak selalu bisa mendampingi setiap kelompok secara terus-menerus, siswa didorong untuk belajar mandiri, bekerja kelompok, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
5. Berpusat pada Aktivitas Siswa
Pembelajaran lebih menekankan keaktifan siswa melalui diskusi, kerja kelompok, dan tutor sebaya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar.
6. Pemanfaatan Waktu yang Efektif
Setiap waktu belajar harus dimanfaatkan secara optimal. Guru perlu merancang kegiatan agar semua kelompok tetap aktif dan tidak mengalami waktu kosong.
7. Perencanaan yang Lebih Kompleks
Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran untuk beberapa kelas sekaligus, termasuk pengaturan materi, waktu, dan variasi kegiatan.
8. Perbedaan Tingkatan sebagai Sumber Belajar
Perbedaan usia dan kemampuan dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, misalnya melalui tutor sebaya di mana siswa yang lebih tinggi membantu yang lebih rendah.
9. Menuntut Fleksibilitas dan Kreativitas Guru
Guru harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, seperti perbedaan kecepatan belajar atau kendala yang muncul selama pembelajaran.
10. Umumnya Diterapkan di Sekolah dengan Keterbatasan Sumber Daya
PKR banyak diterapkan di sekolah kecil atau daerah dengan keterbatasan tenaga pendidik, meskipun prinsipnya dapat diterapkan di berbagai kondisi sekolah.
Prinsip Pembelajaran Kelas Rangkap
PKR didasarkan pada prinsip keserempakan kegiatan belajar, optimalisasi waktu belajar, terjaganya hubungan guru dan siswa, serta pemanfaatan berbagai sumber belajar seperti lingkungan dan teman sebaya.
Kelebihan dan Tantangan
PKR memiliki kelebihan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pendidik dan melatih kemandirian siswa. Namun, model ini juga menuntut beban kerja guru yang tinggi serta perencanaan dan pengelolaan kelas yang matang agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Secara keseluruhan, Pembelajaran Kelas Rangkap merupakan solusi strategis dalam kondisi keterbatasan sumber daya pendidikan. Meskipun menuntut kompetensi pedagogik dan manajerial yang tinggi dari guru, PKR memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kemandirian, kolaborasi, serta budaya belajar yang aktif di kalangan siswa. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang efektif, PKR dapat menjadi model pembelajaran yang tidak hanya bersifat alternatif, tetapi juga inovatif dan adaptif terhadap berbagai kondisi sekolah.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053174
Kelas : 6F
beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut :
1. Satu Guru Mengajar Lebih dari Satu Kelas
Dalam kelas rangkap, satu guru bertanggung jawab mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam waktu yang bersamaan. Artinya, guru harus membagi perhatian, waktu, dan strategi pembelajaran agar semua siswa tetap terlayani dengan baik.
2. Perbedaan Tingkat Kemampuan Siswa
Karena terdiri dari beberapa tingkat kelas, kemampuan dan kebutuhan belajar siswa tentu berbeda-beda. Guru perlu menyesuaikan materi, metode, dan tugas sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing kelompok.
3. Pengelolaan Waktu yang Fleksibel
Pembelajaran dilakukan dengan sistem bergantian. Misalnya, saat satu kelompok mengerjakan tugas mandiri, guru memberikan penjelasan kepada kelompok lainnya. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi kunci utama keberhasilan kelas rangkap.
4. Kemandirian Siswa Sangat Ditekankan
Siswa dalam kelas rangkap dituntut lebih mandiri. Mereka perlu mampu membaca instruksi, mengerjakan tugas sendiri, dan bekerja sama dengan teman tanpa selalu menunggu arahan guru.
5. Penggunaan Metode dan Strategi yang Bervariasi
Guru biasanya menggunakan berbagai metode seperti diskusi kelompok, tutor sebaya, kerja mandiri, dan pembelajaran berbasis proyek agar semua siswa tetap aktif meskipun berada dalam satu ruangan dengan tingkat kelas berbeda.
6. Interaksi Sosial yang Lebih Luas
Karena terdiri dari berbagai tingkat kelas, siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman yang lebih tua maupun lebih muda. Hal ini dapat menumbuhkan sikap saling membantu, menghargai, dan kerja sama.
7. Perencanaan Pembelajaran yang Lebih Kompleks
Guru harus menyiapkan rencana pembelajaran yang matang, termasuk materi, media, dan penilaian yang berbeda untuk setiap tingkat kelas, namun tetap dapat dijalankan secara bersamaan.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Npm : 2313053185
Dari tayangan video tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kelas rangkap memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut:
1. Penggabungan Dua Tingkat Kelas
Kelas 5 dan kelas 6 digabung dalam satu ruangan dengan satu guru yang mengajar secara bersamaan, sehingga diperlukan manajemen kelas yang baik.
2. Materi Sesuai Jenjang
Meskipun berada dalam satu ruang, materi tetap berbeda sesuai tingkat kelas, sehingga guru harus membagi fokus dan strategi pembelajaran.
3. Pembelajaran Kelompok dan Pengaturan Waktu
Siswa belajar dalam kelompok kecil, sementara guru mengajar secara bergantian agar kedua kelas tetap aktif dan waktu digunakan secara efektif.
4. Pemanfaatan Media dan Kemandirian
Media pembelajaran membantu pemahaman siswa dan mendukung belajar mandiri saat guru fokus pada kelas lain.
5. Presentasi dan Penguatan
Siswa mempresentasikan hasil diskusi dan guru memberikan klarifikasi untuk memperkuat pemahaman.
Pembelajaran kelas rangkap merupakan model pembelajaran yang memungkinkan satu guru mengajar dua tingkat kelas secara bersamaan dalam satu ruang dan waktu yang sama, dengan materi tetap disesuaikan pada jenjang masing-masing. Pelaksanaannya memerlukan pengelolaan waktu yang terstruktur, strategi pembelajaran kooperatif, pemanfaatan media yang tepat, serta pembinaan sikap mandiri dan tanggung jawab pada siswa.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053181
Video tersebut menampilkan seorang guru yang mengelola dua kelas secara bersamaan dalam satu ruangan, yaitu kelas V dan VI. Guru menerapkan model PKR 221, yaitu dua kelas, dua mata pelajaran berbeda, dalam satu ruangan. Model ini menuntut kemampuan guru yang tinggi dalam mengelola waktu, perhatian, dan instruksi secara bersamaan.
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan yaitu:
1. Guru membuka pembelajaran dengan mengkondisikan seluruh peserta didik dari kelas V dan Kelas VI agar siap mengikuti kegiatan belajar secara bersama-sama.
2. Guru memimpin doa bersama sebelum memulai pelajaran sebagai pembiasaan nilai spiritual di awal pembelajaran.
3. Guru menjelaskan garis besar materi pokok dengan topik berbeda yang akan dipelajari oleh masing-masing kelas.
4. Kelas VI diarahkan untuk membaca buku dan mengamati gambar secara berkelompok.
5. Guru berpindah fokus ke kelas V dan memberikan tugas kelompok, menjelaskan instruksi secara langsung kepada peserta didik kelas V sementara kelas VI bekerja secara mandiri.
6. Guru melakukan pemantauan dengan membimbing dan berinteraksi langsung untuk memastikan semua peserta didik memahami tugas masing-masing.
Terdapat beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap dalam video tersebut, yaitu:
• Penggabungan kelas, kedua kelas melakukan aktivitas belajar secara bersamaan namun dengan tugas yang berbeda.
• Instruksi bergantian, guru secara bergantian memberikan perhatian kepada masing-masing kelas.
• Monitoring aktif, guru berkeliling untuk memastikan semua peserta didik mengerjakan tugasnya.
Kelebihan yang terlihat dalam pelaksanaan PKR pada video tersebut meliputi:
• Pembukaan pembelajaran yang terstruktur (kondisioning kelas, doa, dan penyampaian tujuan) dilakukan secara efisien untuk kedua kelas sekaligus.
• Urutan kegiatan yang logis dan sistematis sehingga transisi antar kelas berjalan lancar.
• Peserta didik dari kedua kelas tampak kondusif dan aktif dalam mengerjakan tugas masing-masing.
• Guru mampu memberikan instruksi yang jelas sebelum berpindah ke kelompok kelas lainnya.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053169
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap video simulasi pembelajaran kelas rangkap dan penjelasan materi karakteristik pembelajaran kelas rangkap, terlihat bahwa guru telah menerapkan berbagai karakteristik utama Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) secara terencana dan berjalan dengan cukup efektif. Karakteristik tersebut tampak dari cara guru mengelola kelas, memilih strategi pembelajaran, mengaktifkan siswa, memanfaatkan media, serta mengatur waktu pembelajaran, yang dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Pengelolaan Dua Kelas dalam Satu Ruangan (Model 221)
Salah satu karakteristik yang terlihat jelas dalam video adalah penerapan Model 221, yaitu satu orang guru mengajar dua tingkat kelas berbeda dalam satu ruangan pada waktu yang sama. Guru menangani siswa kelas 5 dan kelas 6 sebagai solusi atas keterbatasan jumlah tenaga pendidik. Penataan tempat duduk dan pembagian area belajar dilakukan dengan baik sehingga masing-masing kelompok tetap fokus dan suasana belajar tetap kondusif.
2. Keserempakan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran berlangsung secara bersamaan meskipun materi yang dipelajari oleh kedua kelas berbeda. Guru mengupayakan agar tidak ada siswa yang pasif atau menunggu terlalu lama dengan memberikan tugas atau aktivitas saat perhatian guru sedang difokuskan pada kelas lain. Hal ini menunjukkan pemanfaatan waktu belajar yang efisien.
3. Strategi Perhatian Bergantian (Alternating Attention)
Guru menerapkan strategi perhatian bergantian antara kedua kelas. Ketika guru memberikan penjelasan secara langsung kepada satu kelas, kelas lainnya diarahkan untuk mengerjakan tugas mandiri. Misalnya, saat guru menjelaskan materi kenampakan alam kepada kelas 5, siswa kelas 6 diminta membaca materi tentang gerhana. Strategi ini membantu menjaga keterlibatan siswa agar tetap aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Tingginya Kadar Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pembelajaran PKR menuntut kemandirian belajar siswa yang cukup tinggi. Dalam video terlihat siswa aktif melalui kegiatan diskusi kelompok, mencari informasi dari sumber belajar, serta mengerjakan lembar kerja. Guru lebih berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan pendampingan seperlunya sehingga siswa menjadi pusat kegiatan belajar.
5. Pemanfaatan Media dan Alat Peraga Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung pembelajaran mandiri dalam PKR. Pada kelas 6, guru menggunakan diorama gerhana sebagai alat peraga untuk menunjukkan posisi matahari, bumi, dan bulan. Media tersebut membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret meskipun guru tidak selalu mendampingi secara langsung.
6. Komunikasi dan Interaksi Pembelajaran yang Intensif
Walaupun mengajar dua kelas secara bersamaan, guru tetap menjaga interaksi yang aktif dengan siswa. Guru berkeliling untuk memantau proses belajar, memberikan bimbingan kepada kelompok, serta memberi kesempatan kepada perwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi. Setelah itu, guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan sebagai bentuk umpan balik pembelajaran.
7. Manajemen Waktu Pembelajaran yang Efektif
Guru menunjukkan kemampuan dalam mengatur waktu pembelajaran dengan baik. Setiap kegiatan diberikan batas waktu yang jelas, serta perpindahan aktivitas antara kedua kelas dilakukan secara terencana sehingga tujuan pembelajaran masing-masing kelas tetap dapat tercapai tanpa saling mengganggu.
8. Fleksibilitas Struktur Pembelajaran
Struktur pembelajaran tetap mengikuti tahapan yang sistematis, yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap pendahuluan, guru membuka pembelajaran dengan doa, presensi, serta menyampaikan tujuan pembelajaran kepada kedua kelas. Kegiatan inti dilaksanakan melalui pemberian materi dan tugas secara bergantian. Pembelajaran kemudian ditutup dengan penyimpulan materi bersama dan doa penutup.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053176
Berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap video praktik pembelajaran kelas rangkap yang dilakukan oleh Yugo Mantis Nurcahyo, mahasiswa Universitas Terbuka jurusan PGSD, saya menemukan beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap yang tampak selama proses pembelajaran berlangsung, sebagai berikut:
1. Satu Guru Mengelola Dua Kelas Sekaligus
Dalam video tersebut terlihat bahwa satu orang guru bertugas mengajar dua kelas, yaitu kelas V dan kelas VI, dalam waktu yang bersamaan. Penggabungan ini dilakukan karena guru kelas V tidak dapat hadir ke sekolah karena sakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap sering diterapkan sebagai solusi ketika terjadi keterbatasan tenaga pendidik.
2. Satu Ruangan Digunakan untuk Dua Materi Berbeda
Meskipun kedua kelas berada dalam satu ruangan yang sama, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai dengan tingkat dan kurikulumnya. Kelas V mempelajari materi tentang ketampakan alam wilayah daratan dan perairan, sedangkan kelas VI mempelajari materi tentang gerhana bulan dan gerhana matahari. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kelas rangkap, kurikulum setiap kelas tetap berjalan sebagaimana mestinya.
3. Guru Membagi Perhatian Secara Bergantian
Guru tidak memberikan penjelasan kepada kedua kelas secara bersamaan, melainkan membagi perhatian secara bergantian. Ketika guru menjelaskan materi gerhana kepada kelas VI, kelas V diberikan tugas diskusi kelompok. Sebaliknya, saat guru memandu presentasi hasil diskusi kelas V, kelas VI diarahkan untuk mengerjakan tugas membaca dan mengisi kartu informasi. Pola ini merupakan ciri utama dalam pengelolaan pembelajaran kelas rangkap.
4. Pemanfaatan Tugas Mandiri dan Diskusi Kelompok
Untuk menjaga agar seluruh siswa tetap aktif selama pembelajaran berlangsung, guru memberikan tugas mandiri dan diskusi kelompok. Kelas V berdiskusi mengenai ketampakan alam, sedangkan kelas VI membaca materi, mengamati gambar, serta mengisi kartu informasi. Strategi ini membantu pembelajaran tetap berjalan meskipun guru tidak selalu mendampingi setiap kelas secara langsung.
5. Kegiatan Pembuka Dilaksanakan Bersama
Kegiatan awal pembelajaran seperti salam, doa, dan presensi dilakukan secara bersama-sama untuk kedua kelas. Dalam video terlihat ketua kelas VI memimpin doa yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan pembuka yang dilakukan secara bersama ini bertujuan untuk menghemat waktu serta menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif.
6. Tujuan Pembelajaran Disampaikan Sesuai Kelas
Setelah kegiatan pembuka, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara terpisah sesuai dengan jenjang kelas masing-masing. Kelas V diarahkan untuk mampu mendeskripsikan ketampakan alam daratan dan perairan, sedangkan kelas VI diarahkan untuk memahami proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari. Penyampaian tujuan yang terpisah ini membantu siswa tetap fokus pada materi yang dipelajarinya.
7. Presentasi dan Evaluasi Dilakukan Secara Bergantian
Pada akhir pembelajaran, siswa dari masing-masing kelas diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian. Kelas V terlebih dahulu mempresentasikan hasil diskusi tentang ketampakan alam, kemudian dilanjutkan oleh kelas VI yang mempresentasikan materi tentang gerhana. Guru memberikan penguatan dan kesimpulan sesuai dengan materi masing-masing kelas.
8. Penutup dan Tindak Lanjut Disampaikan Terpisah
Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan rencana materi pada pertemuan selanjutnya secara terpisah untuk setiap kelas. Kelas VI akan melanjutkan pembahasan tentang dampak terjadinya gerhana, sedangkan kelas V akan mempelajari lebih lanjut jenis-jenis ketampakan alam.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053173
Karakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap
Dari hasil pengamatan dan diskusi didapatkan bahwa Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) adalah bentuk pembelajaran di mana seorang guru mengajar dua atau lebih tingkatan kelas yang berbeda secara bersamaan, dalam satu waktu yang sama, baik di satu ruangan maupun lebih. Dalam video tersebut, hal ini tercermin nyata ketika seorang guru mengajar kelas 5 dan kelas 6 sekaligus di ruang kelas 6, karena guru kelas 5 (Bu Diah) sedang sakit.
Karakteristik Utama PKR
1. Satu Guru untuk Beberapa Kelas Satu guru bertanggung jawab penuh atas dua atau lebih tingkatan kelas dengan kurikulum yang berbeda. Dalam video, guru tersebut mengajar kelas 5 dengan materi ketampakan alam (daratan dan perairan) sekaligus kelas 6 dengan materi gerhana bulan dan gerhana matahari dua topik yang sama sekali berbeda, namun ditangani oleh satu orang guru secara bersamaan.
2. Berlangsung Secara Simultan (Dalam Satu Waktu) Proses pembelajaran tidak bergantian, melainkan berlangsung di waktu yang sama. Ketika guru sedang memberikan penjelasan kepada kelas 6 tentang gerhana menggunakan diorama, kelas 5 sedang mengerjakan tugas diskusi kelompok tentang kenampakan alam keduanya aktif belajar secara bersamaan.
3. Dapat Berlangsung di Satu atau Lebih Ruangan PKR bersifat fleksibel dalam pengaturan fisik. Dalam video ini, model yang digunakan adalah PKR 221, yaitu 2 kelas, 2 mata pelajaran, dalam 1 ruangan. Model lain yang dikenal adalah PKR 222 (2 ruangan) dan PKR 333 (3 kelas, 3 mata pelajaran, 3 ruangan).
4. Kemandirian Belajar Siswa Sangat Ditekankan Karena guru tidak bisa selalu hadir di sisi semua kelompok secara bersamaan, siswa didorong untuk belajar mandiri. Ini tampak jelas dalam video: saat guru mengajar kelas 6, kelas 5 diarahkan untuk berdiskusi kelompok secara mandiri, dan sebaliknya.
5. Pembelajaran Berpusat pada Siswa (Student Centered) Guru berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber informasi. Dalam video, siswa aktif melakukan diskusi kelompok, membaca buku (halaman 82–83), mengamati diorama gerhana, hingga mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas baik kelas 5 maupun kelas 6.
6. Pemanfaatan Waktu yang Efisien (Time on Task) Guru merancang kegiatan agar tidak ada waktu kosong bagi kelompok mana pun. Saat guru beralih perhatian ke satu kelas, kelas lainnya sudah memiliki tugas yang jelas untuk dikerjakan, sehingga seluruh siswa tetap produktif sepanjang pembelajaran.
7. Perencanaan Pembelajaran yang Kompleks Guru harus menyiapkan RPP untuk dua kelas sekaligus dengan mempertimbangkan pembagian waktu, urutan penyampaian materi, dan variasi kegiatan. Dalam video disebutkan secara eksplisit bahwa RPP sudah disiapkan sebelum masuk kelas, mencerminkan betapa pentingnya perencanaan yang matang dalam PKR.
8. Memanfaatkan Perbedaan sebagai Sumber Belajar Perbedaan tingkat kelas dapat dijadikan potensi, misalnya melalui peer tutoring di mana siswa kelas lebih tinggi membantu siswa kelas lebih rendah. Dalam video, ketua kelas dari masing-masing tingkat diminta memimpin pembentukan kelompok, menunjukkan pemanfaatan peran siswa sebagai bagian dari manajemen kelas.
9. Fleksibilitas dan Kreativitas Guru Guru harus mampu beradaptasi dengan situasi tak terduga. Dalam video, situasi PKR sendiri muncul secara mendadak karena guru kelas 5 sakit dan guru merespons dengan cepat, menggabungkan kedua kelas dalam satu ruangan dengan tetap mempertahankan materi sesuai kelas masing-masing.
10. Konteks Khas Keterbatasan Sumber Daya PKR umumnya diterapkan di sekolah dengan keterbatasan guru atau siswa, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Namun seperti yang ditunjukkan dalam video, PKR juga dapat terjadi dalam situasi darurat seperti ketidakhadiran guru, bahkan di sekolah reguler sekalipun.
Jadi, dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa praktik dalam video tersebut secara nyata menggambarkan hampir seluruh karakteristik PKR: satu guru mengajar dua kelas berbeda secara simultan, siswa belajar mandiri dalam kelompok, guru berfungsi sebagai fasilitator, waktu dimanfaatkan secara efisien, dan pembelajaran tetap berpusat pada aktivitas siswa. PKR bukan sekadar solusi darurat, melainkan sebuah model pembelajaran yang jika direncanakan dengan baik mampu menciptakan proses belajar yang efektif, efisien, dan bermakna bagi semua pihak.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM : 2313053172
Karakteristik pembelajaran kelas rangkap.
Berdasarkan video praktik mengajar yang dilakukan oleh Yugo Mantis Nurcahyo, berikut adalah karakteristik kelas rangkap yang dapat diidentifikasi;
1. Satu guru mengajar dua kelas sekaligus.
Dalam video ini, satu guru menangani dua kelas secara bersamaan, yaitu kelas 5 dan kelas 6. Hal ini terjadi karena guru kelas 5 (Ibu Diah) berhalangan hadir. Ini merupakan ciri paling mendasar dari pembelajaran kelas rangkap, di mana satu guru harus mampu mengelola lebih dari satu kelompok belajar dalam waktu yang sama.
2. Dua kelas berada dalam satu ruangan.
Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas 6, dengan siswa dari kedua kelas belajar bersama dalam satu tempat. Kondisi ini menuntut guru untuk mampu mengelola ruang kelas dengan efektif agar kedua kelompok siswa tetap kondusif dan fokus.
3. Materi pembelajaran berbeda untuk setiap kelas.
Meskipun berada dalam satu ruangan, materi yang diajarkan tetap disesuaikan dengan tingkatan kelas masing-masing. Kelas 5 mempelajari ketampakan alam (daratan dan perairan), sementara kelas 6 mempelajari gerhana bulan dan gerhana matahari. Ini menunjukkan bahwa kelas rangkap tidak berarti menyamakan materi, melainkan tetap menghormati kurikulum tiap kelas.
4. Guru berpindah perhatian secara bergantian.
Guru tidak mungkin fokus pada satu kelas saja sepanjang waktu. Dalam praktiknya, guru memberikan instruksi atau materi ke satu kelas, lalu berpindah membimbing kelas lainnya. Pola ini mengharuskan siswa mampu belajar secara mandiri atau dalam kelompok saat guru sedang menangani kelas lain.
5. Penggunaan metode diskusi kelompok sebagai strategi utama.
Guru membentuk kelompok belajar maksimal 4 orang di setiap kelas. Strategi ini sangat khas dalam kelas rangkap karena memungkinkan siswa tetap aktif belajar secara mandiri melalui diskusi, sementara guru memberikan perhatian bergantian kepada masing-masing kelas.
6. Penggunaan media pembelajaran yang konkret.
Untuk kelas 6, guru menggunakan media diorama sebagai alat simulasi gerhana. Penggunaan media yang konkret dan mandiri seperti ini sangat penting dalam kelas rangkap, karena membantu siswa memahami materi bahkan saat guru sedang tidak mendampingi langsung.
7. Presentasi kelompok sebagai bentuk evaluasi.
Setiap kelas melakukan presentasi hasil diskusi kelompok. Metode ini efektif dalam kelas rangkap karena sambil satu kelas presentasi, kelas lain dapat menyimak atau mengerjakan tugas masing-masing, sehingga waktu pembelajaran tetap produktif.
8. Manajemen kelas yang terstruktur.
Pembelajaran diawali dengan doa, presensi, dan penyampaian tujuan yang jelas untuk masing-masing kelas. Penutupan pun dilakukan secara tertib dengan dipimpin ketua kelas. Struktur yang rapi ini penting dalam kelas rangkap agar tidak terjadi kekacauan akibat dua kelompok siswa yang berbeda berada di satu tempat.
Secara keseluruhan, kelas rangkap dalam video ini mencerminkan karakteristik utamanya, yaitu efisiensi sumber daya(satu guru, satu ruang), kemandirian siswa, fleksibilitas guru, serta tetap menjaga kualitas pembelajaran meskipun dalam keterbatasan kondisi. Keberhasilan kelas rangkap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merencanakan, mengelola waktu, dan memilih metode yang tepat agar kedua kelas mendapat pengalaman belajar yang bermakna.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
NPM: 2313053178
Berdasarkan video yang telah saya amati, pembelajaran kelas rangkap merupakan strategi mengajar di mana seorang guru menangani lebih dari satu kelompok atau tingkatan siswa dalam waktu yang bersamaan. Dalam video tersebut terlihat bagaimana guru mengelola dua kelompok belajar dengan materi yang berbeda namun tetap berada dalam satu ruang kelas. Model ini menuntut kesiapan guru dalam mengatur waktu, strategi, serta pengelolaan kelas agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan kondusif.
Pada awal pembelajaran, guru membuka kegiatan dengan salam, apersepsi, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat atau materi yang dipelajari. Guru memberikan penjelasan secara bergantian kepada masing-masing kelompok, sementara kelompok lain mengerjakan tugas yang telah diberikan. Strategi ini melatih kemandirian siswa karena mereka harus tetap belajar walaupun guru sedang fokus pada kelompok lain.
Selama proses pembelajaran berlangsung, terlihat adanya interaksi aktif antara guru dan siswa. Siswa berdiskusi, mengerjakan tugas, serta menyampaikan hasil pekerjaan mereka. Guru juga memberikan bimbingan dan penguatan agar siswa tetap memahami materi dengan baik. Dari video tersebut, saya melihat bahwa keberhasilan pembelajaran kelas rangkap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengatur waktu dan menciptakan suasana belajar yang tertib.
Adapun kelebihan dari pembelajaran kelas rangkap adalah efisiensi tenaga pengajar serta melatih siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Selain itu, siswa juga belajar untuk bekerja sama dan saling membantu dalam kelompok. Namun, terdapat juga tantangan, seperti potensi kurangnya fokus siswa ketika guru sedang menjelaskan kepada kelompok lain serta perlunya perencanaan yang matang agar pembelajaran tidak berjalan secara asal-asalan.
Berdasarkan pengamatan saya, pembelajaran kelas rangkap dapat menjadi solusi di sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah guru atau kondisi tertentu. Namun, penerapannya harus disertai dengan persiapan yang baik, strategi yang tepat, serta pengelolaan kelas yang efektif agar tujuan pembelajaran tetap tercapai secara optimal.
Re: Karakteristik pembelajaran kelas rangkap
Npm: 2313053175
Dari video praktik pembelajaran yang dilakukan oleh Yugo Mantis Nurcahyo (mahasiswa UT jurusan PGSD), dapat diidentifikasi beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut:
1. Satu Guru Mengelola Dua Kelas Sekaligus
Tampak jelas bahwa satu guru (Bapak Yugo) mengajar kelas 5 dan kelas 6 secara bersamaan dalam satu ruangan. Hal ini terjadi karena guru kelas 5 (Ibu Diah) sedang sakit dan tidak bisa masuk. Kondisi ini merupakan salah satu alasan paling umum diterapkannya pembelajaran kelas rangkap.
2. Satu Ruangan, Dua Materi Berbeda
Meskipun berada dalam ruang yang sama, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai kurikulumnya. Kelas 5 belajar tentang
ketampakan alam (daratan dan perairan), sedangkan kelas 6 belajar tentang gerhana bulan dan gerhana matahari. Ini menunjukkan prinsip dasar kelas rangkap: satu ruang, dua kurikulum tetap berjalan.
3. Guru Berpindah Perhatian Secara Bergantian (Shifting Attention)
Guru tidak bisa memberi perhatian penuh kepada dua kelas sekaligus, sehingga ia bergantian memberikan instruksi. Saat memberikan materi ke kelas 6 tentang diorama gerhana, kelas 5 diberi tugas diskusi kelompok. Sebaliknya, saat guru memandu presentasi kelas 5, kelas 6 diminta mengerjakan kartu informasi di halaman 83. Pola ini adalah ciri khas manajemen kelas rangkap.
4. Penggunaan Tugas Mandiri dan Diskusi Kelompok sebagai Strategi Pengelolaan
Guru memanfaatkan kegiatan kelompok sebagai "penyangga waktu" agar satu kelas tetap aktif belajar sementara ia mengajar kelas lainnya. Kelas 5 berdiskusi tentang kenampakan alam, kelas 6 membaca dan mengamati gambar serta mengisi kartu informasi. Ini merupakan strategi manajemen pembelajaran yang sangat penting dalam kelas rangkap.
5. Kegiatan Pembuka Dilakukan Bersama (Unified Opening)
Kegiatan awal seperti salam, doa, dan absensi dilakukan secara bersama-sama untuk kedua kelas. Ketua kelas 6 memimpin doa untuk seluruh siswa yang hadir. Ini mencerminkan efisiensi waktu sekaligus membangun suasana kelas yang kondusif sejak awal.
6. Tujuan Pembelajaran Disampaikan Terpisah per Kelas
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara terpisah sesuai kelas masing-masing. Kelas 5 diarahkan untuk mendeskripsikan ketampakan alam daratan dan perairan, sementara kelas 6 diarahkan memahami proses terjadinya gerhana. Ini penting agar siswa dari masing-masing kelas tetap fokus pada target belajarnya sendiri.
7. Presentasi dan Evaluasi Dilakukan Bergantian
Di akhir pembelajaran, kedua kelas diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian. Kelas 5 terlebih dahulu mempresentasikan tentang dataran rendah, tinggi, dan gunung, kemudian disusul kelas 6 mempresentasikan tentang gerhana bulan dan matahari. Guru kemudian memberikan penguatan (kesimpulan) untuk masing-masing kelas.
8. Penutup dan Tindak Lanjut Disampaikan per Kelas
Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan rencana materi berikutnya secara terpisah untuk masing-masing kelas. Kelas 6 akan membahas dampak gerhana, sedangkan kelas 5 akan mempelajari lebih jauh jenis-jenis ketampakan alam.
Secara keseluruhan, karakteristik utama pembelajaran kelas rangkap dalam video ini mencakup: satu guru, satu ruang, dua kelas, dua materi, dengan strategi manajemen berbasis tugas mandiri dan diskusi kelompok agar pembelajaran tetap berjalan efektif dan kondusif meski keterbatasan tenaga pengajar. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan guru dalam mengatur waktu, membagi perhatian, dan merancang aktivitas yang membuat siswa tetap produktif secara mandiri.