Posts made by 2313034018 Fajar Priantoro

Izin memberikan pendapat bu
Nama: Fajar Priantoro
NPM: 2313034018
Prodi/Kelas: Pendidikan Geografi 2023 B

Menurut saya, Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial adalah topik yang kompleks dan multidimensi, melibatkan berbagai aspek seperti perencanaan kota, etika lingkungan, dan pengalaman sosial.

berikut teori tentang interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial:

Arne Naess (1973) dalam Keraf (2002) menjelaskan tiga teori dasar yang terjadi dalam interaksi manusia dengan lingkungan alam:
(1) adalah teori antroposentrisme yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam, dimana manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitannya dengan alam, baik secara langsung atau tidak langsung. Nilai tertinggi adalah manusia, dan hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat perhatian.
(2) teori biosentrisme yang mendasarkan pada moralitas keluhuran kehidupan, entah pada manusia atau pada makhluk lainnya. Konsekuensinya, alam semesta adalah sebuah komunitas moral, dimana setiap kehidupan dalam alam semesta ini, baik manusia maupun yang bukan manusia sama-sama mempunyai nilai moral. Oleh karena itu kehidupan makhluk apapun pantas dipertimbangkan secara serius dalam setiap keputusan dan tindakan moral, terlepas dari apakah ia bernilai bagi manusia atau tidak.
(3) teori ekosentrisme merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme. Namun pada ekosentrisme cakupannya meliputi komunitas ekologis seluruhnya, baik yang biotik maupun yang abiotik. Ketiga teori tersebut juga dikenal sebagai Shallow Enviromental Ethics, Intermediate Environmental Ethics dan Deep Environmental Ethics.

Henry Lefebvre menyebutkan konsep ruang yang dikatakan Descartes sebagai ruang mutlak, sedangkan yang disampaikan Kant sebagai ruang abstrak. Ketika Lefebvre menyoroti masalah ruang perkotaan, dia menyadari bahwa situasi yang berkembang saat itu sangat dipengaruhi oleh dua aliran filsafat tersebut. Para perancang kota bermain di ranah ruang abstrak, sedangkan masyarakat tentu saja yang mersakan pengalaman ruang mutlak, hal ini yang mendasari kritik Lefebvre dengan menyajikan konsep baru ruang, sebagai ruang sosial.

Teori Lefebvre tentang ruang sosial dapat dihubungkan dengan teori Naess dalam hal bagaimana manusia memandang dan berinteraksi dengan lingkungannya. interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial harus mempertimbangkan aspek sosial, ekologis, dan etika untuk menciptakan ruang yang berkelanjutan dan harmonis.

Sumber referensi:
Setiawan, A. (2017). Produksi ruang sosial sebagai konsep pengembangan ruang perkotaan (kajian atas teori ruang henry lefebvre). Haluan Sastra Budaya, 33(11), 10-20961.
Sukarna, R. M. (2021). Interaksi manusia dan lingkungan dalam perspektif antroposentrisme, antropogeografi dan ekosentrisme: Human and environment interactive in the perspective of antroposentrism, antropogeography and ecocentrism. Hutan Tropika, 16(1), 84-100.