གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Wilda Tajkia

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Wilda Tajkia གིས-
Baik terima kasih saudari Rava atas pertanyaannya, izin menjawab.
Kurikulum IPS di SD dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa yang beragam melalui beberapa strategi digitalisasi sebagai berikut:
1. Mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam semua mata pelajaran terutama IPS, untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan relevan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi media sosial, platform pembelajaran online, dan perangkat lunak pendidikan seperti Google Suite for Education, Edmodo, dan Ruangguru.
2. Menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan penelitian, investigasi, dan pemecahan masalah terkait dengan topik IPS. Siswa dapat diminta untuk menyelidiki isu sosial, mengumpulkan data, dan merancang solusi yang kreatif, sehingga mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif.
3. Menggunakan pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk menanamkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang budaya daerah dan budaya bangsa. Digitalisasi pembelajaran IPS dapat membantu siswa lebih mengenal dan mencintai kearifan lokal dari suku mereka.
4. Melakukan reformasi kurikulum IPS untuk mengakomodir berbagai perubahan sosial dan teknologi. Kurikulum harus dirancang dengan program yang dapat diterima untuk semua, tetapi tetap disesuaikan dengan perkembangan talenta peserta didik. Hal ini memastikan bahwa kurikulum tetap relevan dan bermakna bagi siswa di era digital.
Dengan strategi-strategi ini, kurikulum IPS di SD dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa yang beragam, serta memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Wilda Tajkia གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat sore Ibu Deviyanti Pangestu, M.Pd. dan Bapak Tegar Pambudi, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran IPS SD.

Kami dari kelompok 2 kelas 3F yang beranggotakan :

1. Shofiana Fadhila Prasetiya 2313053162
2. Wilda Tajkia 2313053163
3. Linda Sukmawati 2313053166
4. Allya Septia Faradina 2313053181
5. Auren Wang 2313053184

Izin mengumpulkan tugas Pembelajaran IPS SD Bu
Berikut link gdrive nya :

https://drive.google.com/drive/folders/1a5vTyrX6wFIu2Qjqa3R9DJCepNuHbSOu

Demikian saya ucapkan terima kasih.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Wilda Tajkia གིས-
NAMA : WILDA TAJKIA
NPM : 2313053163
KELAS : 3F

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
2. Volume : 9
3. Nomor : 3
4. Halaman : 710-724
5. Tahun Penerbit: September 2021
6. Judul Jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh
7. Nama Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff

B. Abstrak Jurnal
Bagian abstrak pada artikel tersebut membahas tentang peran pendidikan nilai dan moral dalam kurikulum pendidikan di Aceh, Indonesia. Abstrak tersebut menyoroti dampak perubahan sosial yang cepat terhadap moralitas pemuda dan pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter dan moral siswa. Pemerintah Aceh menerapkan sistem pendidikan Islam yang dipandu oleh regulasi lokal (Qanun) yang sejalan dengan standar pendidikan nasional, sambil mengintegrasikan ajaran Islam. Abstrak juga menjelaskan karakteristik unik dari sistem pendidikan di Aceh yang bertujuan untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Selain itu, abstrak mengulas berbagai teori dan konsep terkait pendidikan nilai dan moral, dengan penekanan pada integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum dan aktivitas sekolah sehari-hari.

C. Pendahuluan Jurnal
Bagian pendahuluan artikel ini memberikan konteks yang jelas mengenai tujuan dan dasar hukum pendidikan di Aceh, serta pentingnya integrasi nilai-nilai moral dan pendidikan islami dalam kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah di provinsi tersebut. Secara spesifik, bagian pendahuluan pada artikel memberikan gambaran umum mengenai penyelenggaraan pendidikan di Aceh, khususnya terkait dengan pendidikan nilai dan moral yang diatur dalam kurikulum islami. Pendahuluan tersebut menjelaskan bahwa Aceh memiliki otonomi khusus dalam bidang pendidikan, yang mengharuskan penyelenggaraan pendidikan berpedoman pada qanun yang berlaku di provinsi tersebut, yaitu Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014. Pendidikan di Aceh diharapkan dapat terlaksana secara ideal dengan mengintegrasikan ajaran Islam dalam kurikulum, yang bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan sesuai dengan budaya Aceh serta syariat Islam. Bagian pendahuluan tersebut juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai islami dalam pendidikan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif baik di dunia maupun di akhirat bagi siswa. Selain itu, disebutkan bahwa kurikulum islami mengatur satuan pendidikan di Aceh melalui dinas pendidikan, dengan penekanan pada visi sekolah dan strategi pembelajaran yang berbasis nilai-nilai islami.

D. Tinjauan Literatur Jurnal
Bagian tinjauan literatur artikel ini berisi tentang konsep pendidikan nilai dan moral secara umum, serta penjelasan mengenai moral dalam Islam yang diambil dari Quran dan Hadis. Terdapat juga penjabaran mengenai empat jenis literatur kata akhlak Islam, yaitu hikmah, keberanian, kesederhanaan, dan keadilan, yang dikaitkan dengan teori kebaikan menurut Al-Ghazali. Selain itu, bagian ini menjelaskan hubungan antara jiwa dan akhlak dalam konteks pendidikan nilai dan moral.

E. Pembahasan Jurnal
Bagian landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh menjelaskan beberapa konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan di Aceh yang berpedoman pada qanun yang berlaku, khususnya Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014. Penyelenggaraan pendidikan di Aceh sesuai dengan prinsip: (a) Penegakan hukum bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan suku, agama, ras, dan keturunan; (b) Pemberdayaan siswa sepanjang hidup; (c) Pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dengan cara yang sistematis, terintegrasi, dan terarah (d) Pemberian keteladanan, motivasi, keimanan, kecerdasan, dan kreativitas peserta didik; (e) Mendorong partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan dan mengontrol kualitas layanan pendidikan; (f) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai-nilai budaya, dan keragaman suku bangsa, serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan keadilan. (g). Efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Pendidikan Islam di Aceh bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, sesuai dengan ajaran Islam dan budaya lokal. Penyelenggaraan pendidikan Islam di sekolah-sekolah di Aceh diharapkan dapat terlaksana secara ideal dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum yang diterapkan.

Bagian integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh menjelaskan bahwa pendidikan di Aceh berpedoman pada ajaran Islam dan berusaha mengintegrasikan nilai-nilai islami dalam setiap aspek pendidikan. Hal ini dilakukan melalui penerapan kurikulum islami yang sesuai dengan qanun yang berlaku, serta pengembangan budaya disiplin, komunikasi yang sopan, dan lingkungan madrasah yang kondusif. Strategi untuk membangun budaya Islam di sekolah mencakup penerapan peraturan sekolah, penggunaan seragam yang sesuai dengan kaidah syariah, dan interaksi yang mencerminkan nilai-nilai budaya Aceh dan pendidikan qanun Aceh.

Bagian implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh menjelaskan bahwa pendidikan dilaksanakan berdasarkan qanun yang berlaku, yaitu Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014. Tujuan dari implementasinya adalah untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam dan budaya lokal. Proses penerapan dilakukan melalui kurikulum islami yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap mata pelajaran dan aktivitas sekolah, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai islami. Akan tetapi ketika ditanyakan lebih mendalam tentang bentuk pengintegrasian kurikulum Islam dalam mata pelajarannya, banyak guru-guru yang kesulitan menerangkan dan akhirnya hanya menyatakan bahwa pengintegrasian dilaksanakan seperti layaknya kurikulum 2013.

F. Kesimpulan Jurnal
Penulis menyimpulkan bahwa penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami yang sesuai dengan qanun Aceh, kemudian dilaksanakan dengan berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat Islam di Aceh. Harapannya, pendidikan di Aceh dapat membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan sesuai dengan nilai-nilai Islam serta budaya lokal. Selain itu, ada harapan bahwa pendidikan yang diterapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa di dunia dan akhirat.

Kelebihan artikel ini adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai penyelenggaraan pendidikan nilai dan moral di Aceh, termasuk integrasi nilai-nilai islami dalam kurikulum yang sesuai dengan qanun yang berlaku. Artikel ini juga menyoroti upaya untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai islami.

Kekurangan artikel ini adalah adanya kesulitan dalam penerapan kurikulum islami di sekolah, termasuk kurangnya sarana dan prasarana pendukung serta metode pelaksanaan yang masih tidak teratur. Selain itu, banyak guru yang kesulitan menjelaskan bentuk pengintegrasian kurikulum islami dalam mata pelajaran, dan hanya menyatakan bahwa pengintegrasian dilaksanakan seperti kurikulum 2013, yang menunjukkan kurangnya pemahaman yang mendalam tentang implementasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan.

2024/2F/BP -> Diskusi 2

Wilda Tajkia གིས-
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Salah satu cara mengubah siswa yang pasif menjadi siswa yang aktif dalam pembelajaran inkuiri kelas rendah, adalah seorang guru dapat menggunakan media berupa teknologi seperti menampilkan video, gambar, dan animasi untuk membuat materi lebih menarik dan interaktif kemudian meminta siswa mengamati lalu mengemukakan pendapat mereka tentang materi tersebut, sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknologi pada kelas rendah akan cukup efektif karena siswa kelas rendah cenderung akan tertarik dengan hal-hal tersebut. Setelah siswa berani mengemukakan pendapatnya, guru dapat meningkatkan motivasi siswa dengan cara memberikan reward karena siswa sudah berani menjawab. Hal ini dapat membuat mereka merasa terhormat dan terlibat dalam proses pembelajaran.

2024/2F/BP -> Diskusi 1

Wilda Tajkia གིས-
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Pembelajaran inkuiri dan pembelajaran model cooperatif learning adalah dua strategi pembelajaran yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan siswa. Kelebihan dari pembelajaran inkuiri yaitu memungkinkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis dalam menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami materi dan berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sedangkan, kelebihan pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar kelompok, menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan hasil belajar pengetahuan.
Kekurangan pembelajaran inkuiri yaitu memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan masalah, yang dapat menjadi tantangan bagi guru dan siswa dalam pengelolaan waktu yang terbatas. Sedangkan, kekurangan pembelajaran cooperative learning yaitu memerlukan guru yang sangat aktif dalam proses pembelajaran sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak untuk mempersiapkan dan mengelola kegiatan belajar mengajar.