གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Wilda Tajkia

Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Kerakteristik Pembelajaran Kelas Rangkap

Berdasarkan video yang disajikan, yaitu praktik PKR yang dilaksanakan di kelas 5 dan kelas 6, terlihat beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut.
1. Kegiatan Pembelajaran Berlangsung Secara Bersamaan
Dua kelas belajar dalam satu ruangan dengan tujuan pembelajaran yang berbeda sesuai fase dan tingkat kelas masing-masing. Meskipun dilakukan secara bersamaan, setiap kelas tetap fokus pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan adanya pengelolaan waktu dan kegiatan yang terstruktur agar proses belajar tetap berjalan efektif.

2. Peserta Didik Dituntut Lebih Aktif dan Mandiri
Dalam video, guru tidak terus-menerus menjelaskan di depan. Siswa kelas 5 langsung dibagi kelompok dan berdiskusi, kemudian mempresentasikan hasilnya. Sementara itu, kelas 6 diminta membaca, mengamati diorama gerhana, lalu mengisi kartu informasi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa harus aktif belajar sendiri dan bersama kelompoknya karena guru membagi perhatian. Kondisi ini memperkuat pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan melatih kemandirian belajar.

3. Guru Berperan sebagai Fasilitator dan Membagi Perhatian Secara Bergantian
Terlihat dalam video guru menjelaskan materi ketampakan alam di kelas 5, kemudian berpindah menjelaskan gerhana di kelas 6 menggunakan alat peraga diorama. Setelah itu guru kembali lagi mengecek hasil diskusi kelas 5. Perpindahan perhatian ini menjadi ciri utama kelas rangkap. Guru harus mampu mengatur waktu agar kedua kelas tetap terkontrol.

4. Adanya Kerja Sama dan Peran Siswa dalam Membantu Jalannya Pembelajaran
Dalam video, ketua kelas diminta membantu memimpin doa dan membentuk kelompok. Siswa juga mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab dan kerja sama antar siswa. Situasi seperti ini memang sering muncul dalam kelas rangkap karena guru tidak bisa mengontrol semuanya sendiri secara bersamaan.

5. Penggunaan Media dan Sumber Belajar yang Bervariasi
Pembelajaran memanfaatkan buku ajar, diskusi kelompok, serta alat peraga seperti diorama. Variasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap membutuhkan variasi metode dan media agar siswa tetap fokus walaupun perhatian guru terbagi.

6. Fleksibilitas dalam Pengelolaan Ruang dan Waktu
Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan menunjukkan fleksibilitas dalam pengelolaan pembelajaran. Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk dan alur kegiatan agar tetap kondusif. Fleksibilitas ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif.

7. Perencanaan Pembelajaran yang Terarah pada Tujuan Pembelajaran
Sebelum kegiatan dimulai, guru menyampaikan tujuan pembelajaran masing-masing kelas. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran sudah direncanakan sebelumnya. Dalam kelas rangkap, perencanaan sangat penting supaya kegiatan dua kelas tetap terarah dan tidak saling mengganggu. 

8. Asesmen Dilakukan Selama Proses Pembelajaran
Penilaian dilakukan melalui diskusi kelompok, presentasi, serta penguatan di akhir pembelajaran. Hal ini mencerminkan asesmen formatif yang bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan, bukan hanya menilai hasil akhir.