Kiriman dibuat oleh Mitha Novita Sari

Nama : Mitha Novita Sari
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B

Analisis jurnal yang berjudul :
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.

Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.

Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?. Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.

Identitas bukanlah suatu yang selesai dan last, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda.

MKU PKN Komunikasi B 2024 -> ANALISIS KASUS

oleh Mitha Novita Sari -
Nama: Mitha novita sari
NPM: 2316031046
Kelas: Reguler B

1. Saya yakin tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini memang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa jika tidak diatasi dengan baik. Pasalnya, globalisasi telah membuka akses terhadap berbagai informasi dan budaya dari luar negeri, sehingga dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat. Jika masyarakat tidak memiliki rasa jati diri bangsa dan budaya lokal yang kuat, maka mereka akan lebih mudah terpengaruh oleh budaya asing dan melupakan nilai-nilai luhur budaya lokal.

2. Untuk menghindari hal tersebut, menurut saya ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan. Pertama, pendidikan karakter dan pemahaman jati diri bangsa harus ditingkatkan sejak dini. Pendidikan ini tidak hanya terfokus pada ilmu pengetahuan, namun juga membangun karakter dan nilai-nilai sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Kedua, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi menjaga dan melestarikan budaya lokal. Kebudayaan lokal merupakan bagian penting dari jati diri bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan tidak hanya untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat, tetapi juga untuk melindungi dari dampak negatif globalisasi.

MKU PKN Komunikasi B 2024 -> FORUM ANALISIS VIDEO

oleh Mitha Novita Sari -
Nama : Mitha Novita sari
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B

Dalam video tersebut membahas mengenai Identitas Nasional dan Integrasi Nasional. Identitas Nasional sendiri memiliki pengertian sebagai kumpulan budaya yang berdasarkan hakikat pancasila. Unsur identitas nasional mencangkup, suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Berdasarkan unsur identitas nasional ini di bagi menjadi identitas fundamental mengara kepada pancasila, identitas instrumental mengarah kepada Undang Undang Dasar 1945 dan identitas alamiah meliputi kepulauan.

Sedangkan Integrasi Nasional dapat di artikan sebagai penyesuaian unsur yang berbeda. Sedangkan menurut Myron Weiner tahun 1971 intergrasi adalah penyatuan kelompok budaya, pembentukan wewenang kekuasaan, menfhubungkan pemerintah dan yang diperintah, konsensus terhadap nilai, serta prilaku yang terintegrasi. Memiliki berbagai faktor yaitu :
1. Faktor pendorong meliputi sejarah, cinta tanah air, rela berkorban, konsesnsus nasional, dan keinginan bersatu.
2. Faktor penghabat yaitu heterogen, ketimpanagan, etnosentrisme dan gangguan luar.
Bentuk integrasi nasional di bagi menjadi asimilasi dan alkulturasi.
Nama : Mitha Novita Sari
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B

Analisis Jurnal tersebut membahas mengenai
Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Bagi sebuah negara maju seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa.
Diakui realitas sosial bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaannya masingmasing.
Oleh karena itulah memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi penting artinya dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Berkaitan dengan tujuan inilah sangat penting dipupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis. Sehubungan dengan itu, maka pemahaman terhadap kebudayaan etnik yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan pembahasan terhadap persoalan kesadaran kolektif lokal yang merefleksikan identitas suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi sangat relevan diangkat kepermukaan seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun secara realitas di tengahtengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya advanced tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur cutting edge merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan.

Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.