FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL
Nama : Az Zahra Maharani Rinaldo
NPM : 2316031014
Kelas : Reguler B
Dalam Jurnal ini, terdapat pembahasan yang mendalam mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia. Irianto menekankan bahwa identitas dapat terbentuk dari kemauan individu namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang memerlukan respons dari individu tersebut. Integrasi nasional dipandang sebagai kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Namun, untuk mencapai integrasi yang lebih luas, individu atau kelompok harus mampu melampaui identitas yang selama ini membentuk watak diri mereka, membuka kemungkinan untuk integrasi yang lebih luas.
Selain itu, jurnal tersebut juga membahas tentang peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional. Pada masa Orde Baru, terjadi pembinaan terhadap partai politik yang mengakibatkan perampingan parpol sebagai wadah aspirasi masyarakat, dengan Golkar menjadi mesin politik yang dominan. Hal ini menunjukkan bagaimana dinamika politik juga memengaruhi identitas dan integrasi nasional suatu bangsa.
NPM : 2316031014
Kelas : Reguler B
Dalam Jurnal ini, terdapat pembahasan yang mendalam mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia. Irianto menekankan bahwa identitas dapat terbentuk dari kemauan individu namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang memerlukan respons dari individu tersebut. Integrasi nasional dipandang sebagai kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Namun, untuk mencapai integrasi yang lebih luas, individu atau kelompok harus mampu melampaui identitas yang selama ini membentuk watak diri mereka, membuka kemungkinan untuk integrasi yang lebih luas.
Selain itu, jurnal tersebut juga membahas tentang peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional. Pada masa Orde Baru, terjadi pembinaan terhadap partai politik yang mengakibatkan perampingan parpol sebagai wadah aspirasi masyarakat, dengan Golkar menjadi mesin politik yang dominan. Hal ini menunjukkan bagaimana dinamika politik juga memengaruhi identitas dan integrasi nasional suatu bangsa.
Nama : Mia Firianza
NPM : 2316031028
Kelas : Reguler B
Analisis Jurnal “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia.
Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat, dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKL- PKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
NPM : 2316031028
Kelas : Reguler B
Analisis Jurnal “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia.
Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat, dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKL- PKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
Nama: Novita Ariska Dewi
NPM: 2316031034
Kelas: Reguler B
Pada jurnal tersebut berisi tentang Integritas Nasional Sebagai Penamgkal Etnosentrisme di Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks,
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi.
Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut
respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Ia telah membentuk gerakkan arus besar tentang relasi-relasi antara yang tentang " Penguatan Strategi Kebudayaan yang Berbasiskan Nilai-nilai Kemajemukan Untuk Memperkokoh Rasa Kesatuan dan Persatuan Bangsa Dalam Rangka Pembangunan Nasional", yang diselenggarakan Ditjiansosbud Lemhanas RI, tanggal 2 September 2010 di Jakarta. mendominasi dan yang terdominasi, antara yang mempengaruhi dan yang terpengaruhi, antara yang memprovokasi dan yang terprovokasi, antara yang berkuasa dengan yang dikuasai, bahkan antara gambaran ruang yang bersifat publik dengan yang bersifat domestik.2 Tayangan televisi telah menjadi bagian dari refleksi kehidupan sehari-hari.
Dan telah menjadi fenomena komunikasi yang tidak bisa dilepaskan dari karakterisitik individu-individu yang kemudian menjadi objek dan subjeknya.
NPM: 2316031034
Kelas: Reguler B
Pada jurnal tersebut berisi tentang Integritas Nasional Sebagai Penamgkal Etnosentrisme di Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks,
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi.
Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut
respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Ia telah membentuk gerakkan arus besar tentang relasi-relasi antara yang tentang " Penguatan Strategi Kebudayaan yang Berbasiskan Nilai-nilai Kemajemukan Untuk Memperkokoh Rasa Kesatuan dan Persatuan Bangsa Dalam Rangka Pembangunan Nasional", yang diselenggarakan Ditjiansosbud Lemhanas RI, tanggal 2 September 2010 di Jakarta. mendominasi dan yang terdominasi, antara yang mempengaruhi dan yang terpengaruhi, antara yang memprovokasi dan yang terprovokasi, antara yang berkuasa dengan yang dikuasai, bahkan antara gambaran ruang yang bersifat publik dengan yang bersifat domestik.2 Tayangan televisi telah menjadi bagian dari refleksi kehidupan sehari-hari.
Dan telah menjadi fenomena komunikasi yang tidak bisa dilepaskan dari karakterisitik individu-individu yang kemudian menjadi objek dan subjeknya.
Nama: Alfina Rista
NPM: 2356031005
Kelas: Mandiri A
Pada jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, menyebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapjan konsep integritas nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segals kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
NPM: 2356031005
Kelas: Mandiri A
Pada jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, menyebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapjan konsep integritas nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segals kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Nama: Shufa Ramadhani
NPM: 2316031016
Kelas: Reguler B
Analisis Jurnal Berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia.
Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. menerapkan
konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
NPM: 2316031016
Kelas: Reguler B
Analisis Jurnal Berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia.
Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. menerapkan
konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama : Tiara Anjelita Fernanda
NPM : 2316031042
Kelas : Reg. B
Jurnal tersebut membahas tentang integritas nasional. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks.
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut. Dan, respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
NPM : 2316031042
Kelas : Reg. B
Jurnal tersebut membahas tentang integritas nasional. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks.
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut. Dan, respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
Nama: Shanaya Aulia Irvan
NPM: 2316031002
Kelas: Reguler B
Jurnal diatas membahas tentang, negara dan bangsa Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman diantara sejumlah pengalaman itulah Bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan asas, paham ideologi, dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara integrasi Nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar partai politik, konflik antar pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain. semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. identitas bukanlah sesuatu yang selesai dan final tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali sifat yang selalu diperbaharui dan keadaan yang di negoisasi terus-menerus sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
NPM: 2316031002
Kelas: Reguler B
Jurnal diatas membahas tentang, negara dan bangsa Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman diantara sejumlah pengalaman itulah Bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan asas, paham ideologi, dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara integrasi Nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar partai politik, konflik antar pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain. semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. identitas bukanlah sesuatu yang selesai dan final tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali sifat yang selalu diperbaharui dan keadaan yang di negoisasi terus-menerus sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.
Nama : Muhammad Zikri
NPM : 2356031037
Kelas : Mandiri A
Dalam jurnal ini, di jelaskan pembahasan yang menyeluruh tentang identitas dan integrasi nasional Indonesia. Irianto menyoroti bahwa identitas dapat terbentuk dari kehendak individu, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang menuntut respons individu tersebut. Integrasi nasional dipahami sebagai kesadaran dan interaksi yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas unik mereka merasa sebagai satu kesatuan, yakni bangsa Indonesia. Untuk mencapai integrasi yang lebih luas, individu atau kelompok perlu mampu melampaui identitas yang selama ini membentuk watak diri mereka, membuka jalan bagi integrasi yang lebih inklusif.
Selain itu, jurnal tersebut juga membicarakan peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional. Pada masa Orde Baru, terjadi pembinaan terhadap partai politik yang mengakibatkan penyempitan fungsi parpol sebagai alat ekspresi aspirasi masyarakat, dengan Golkar menjadi kekuatan politik yang dominan. Hal ini mencerminkan bagaimana dinamika politik juga berdampak pada identitas dan integrasi nasional suatu bangsa.
NPM : 2356031037
Kelas : Mandiri A
Dalam jurnal ini, di jelaskan pembahasan yang menyeluruh tentang identitas dan integrasi nasional Indonesia. Irianto menyoroti bahwa identitas dapat terbentuk dari kehendak individu, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang menuntut respons individu tersebut. Integrasi nasional dipahami sebagai kesadaran dan interaksi yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas unik mereka merasa sebagai satu kesatuan, yakni bangsa Indonesia. Untuk mencapai integrasi yang lebih luas, individu atau kelompok perlu mampu melampaui identitas yang selama ini membentuk watak diri mereka, membuka jalan bagi integrasi yang lebih inklusif.
Selain itu, jurnal tersebut juga membicarakan peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional. Pada masa Orde Baru, terjadi pembinaan terhadap partai politik yang mengakibatkan penyempitan fungsi parpol sebagai alat ekspresi aspirasi masyarakat, dengan Golkar menjadi kekuatan politik yang dominan. Hal ini mencerminkan bagaimana dinamika politik juga berdampak pada identitas dan integrasi nasional suatu bangsa.
Nama : Nasywa Nayla Afany
NPM : 2316031062
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut mambahas bahwa Integritas Nasional merupakan Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, disebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
NPM : 2316031062
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut mambahas bahwa Integritas Nasional merupakan Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, disebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
NAMA : FARIZ AL FAYADH IRAWAN
KELAS : MANDIRI A
NPM : 2356031027
Dalam jurnal tersebut, pembahasan mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia mencakup beberapa poin penting. Pertama, identitas dapat terbentuk melalui kemauan individu dan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Integrasi nasional adalah kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda merasa sebagai satu kesatuan.
Selanjutnya, jurnal juga menyoroti peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional, terutama dalam konteks Orde Baru di mana terjadi pembinaan terhadap partai politik dengan Golkar sebagai partai yang dominan.
Integritas nasional juga dibahas dalam jurnal tersebut, di mana identitas nasional terbentuk melalui berbagai aspek waktu, peran, dan respons terhadap keadaan dan peran tersebut. Identitas bukanlah sesuatu yang statis, tetapi terus berubah dan dinegosiasikan sesuai dengan proses yang membentuknya.
Dengan demikian, jurnal tersebut menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang identitas dan integrasi nasional, serta pengakuan bahwa identitas adalah sesuatu yang terus berkembang dan bergantung pada konteks dan proses yang ada.
KELAS : MANDIRI A
NPM : 2356031027
Dalam jurnal tersebut, pembahasan mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia mencakup beberapa poin penting. Pertama, identitas dapat terbentuk melalui kemauan individu dan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Integrasi nasional adalah kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda merasa sebagai satu kesatuan.
Selanjutnya, jurnal juga menyoroti peran partai politik dalam pembentukan identitas dan integrasi nasional, terutama dalam konteks Orde Baru di mana terjadi pembinaan terhadap partai politik dengan Golkar sebagai partai yang dominan.
Integritas nasional juga dibahas dalam jurnal tersebut, di mana identitas nasional terbentuk melalui berbagai aspek waktu, peran, dan respons terhadap keadaan dan peran tersebut. Identitas bukanlah sesuatu yang statis, tetapi terus berubah dan dinegosiasikan sesuai dengan proses yang membentuknya.
Dengan demikian, jurnal tersebut menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang identitas dan integrasi nasional, serta pengakuan bahwa identitas adalah sesuatu yang terus berkembang dan bergantung pada konteks dan proses yang ada.
NAMA: Syakira Zera Harmonisa
NPM: 2316031006
KELAS: Reguler B
pentingnya identitas nasional dan integrasi bagi Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Perubahan azas dan ideologi dari Orde Lama ke Orde Baru menciptakan disintegrasi dan instabilitas nasional, yang kemudian digantikan oleh era Reformasi setelah peristiwa Mei 1998. Identitas nasional berkembang dari penghormatan terhadap simbol-simbol nasional, namun juga mengalami reinterpretasi dengan meningkatnya pluralitas dan perubahan sosial.
Integrasi nasional menjadi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keragaman. Ini dapat tercapai melalui kesadaran nasional yang memupuk nilai-nilai nasionalisme dan pluralisme, serta pembentukan kesamaan visi dan misi di antara berbagai kelompok masyarakat. Namun, penerapan otonomi daerah dan pemekaran daerah dapat membawa dampak negatif terhadap integrasi nasional dengan memperkuat sentimen etnosentris. Oleh karena itu, strategi kebudayaan nasional yang mendorong integrasi nasional menjadi penting untuk mengatasi konflik dan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
NPM: 2316031006
KELAS: Reguler B
pentingnya identitas nasional dan integrasi bagi Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Perubahan azas dan ideologi dari Orde Lama ke Orde Baru menciptakan disintegrasi dan instabilitas nasional, yang kemudian digantikan oleh era Reformasi setelah peristiwa Mei 1998. Identitas nasional berkembang dari penghormatan terhadap simbol-simbol nasional, namun juga mengalami reinterpretasi dengan meningkatnya pluralitas dan perubahan sosial.
Integrasi nasional menjadi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keragaman. Ini dapat tercapai melalui kesadaran nasional yang memupuk nilai-nilai nasionalisme dan pluralisme, serta pembentukan kesamaan visi dan misi di antara berbagai kelompok masyarakat. Namun, penerapan otonomi daerah dan pemekaran daerah dapat membawa dampak negatif terhadap integrasi nasional dengan memperkuat sentimen etnosentris. Oleh karena itu, strategi kebudayaan nasional yang mendorong integrasi nasional menjadi penting untuk mengatasi konflik dan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Nama: Alfaritsi Hardiansyah Suadi
NPM: 2316031054
Kelas: Reguler B
Menurut jurnal tersebut dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
NPM: 2316031054
Kelas: Reguler B
Menurut jurnal tersebut dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama : Agil firmansah
NPM : 2316031040
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
.
Identitas merupakan representasi diri
seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.
Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia.
NPM : 2316031040
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
.
Identitas merupakan representasi diri
seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.
Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia.
NAMA : JESSICA ZAHRA ANASTASYA
NPM : 2316031010
KELAS : REGULER B
Analisis jurnal berjudul “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia” Pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kebijakan yang dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia. Identitas belum lengkap dan final, namun terus menerus mengalami penyesuaian.
Seperti identitas kita saat ini, identitas ini menghadirkan gambaran yang sangat pluralistik dan bukan hanya gambaran tunggal. Dalam perkembangan saat ini, pluralitas lebih mementingkan persoalan kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pemikiran masyarakat memerlukan kesadaran kebangsaan yang difasilitasi dengan penanaman gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi landasan keyakinan akan persatuan bangsa, sehingga harga diri, kehormatan, dan harkat dan martabat bangsa tetap terpelihara dan dikembangkan. Oleh karena itu, integrasi nasional merupakan suatu kesadaran dan bentuk ikatan yang memungkinkan kelompok-kelompok yang berbeda dengan identitasnya masing-masing merasa menjadi satu, bangsa Indonesia. Konsep integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan negara Indonesia. Strategi budaya dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya. Hal ini didasarkan pada kedekatan dan sikap terhadap kehidupan subjek budaya dalam kaitannya dengan kompleksitas budaya yang dimilikinya. Implementasi konsep integrasi nasional. Impian mewujudkan konsep persatuan bangsa terwujud ketika sekelompok anggota masyarakat mempunyai kemauan untuk melepaskan diri dari jati dirinya dan menjauhkan diri dari segala kepentingan yang seolah-olah membentuk watak dan watak kelompoknya. Dengan cara ini, terbuka kemungkinan baginya untuk melepaskan identitasnya dan membentuk persatuan yang lebih utuh.
NPM : 2316031010
KELAS : REGULER B
Analisis jurnal berjudul “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia” Pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kebijakan yang dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia. Identitas belum lengkap dan final, namun terus menerus mengalami penyesuaian.
Seperti identitas kita saat ini, identitas ini menghadirkan gambaran yang sangat pluralistik dan bukan hanya gambaran tunggal. Dalam perkembangan saat ini, pluralitas lebih mementingkan persoalan kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pemikiran masyarakat memerlukan kesadaran kebangsaan yang difasilitasi dengan penanaman gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi landasan keyakinan akan persatuan bangsa, sehingga harga diri, kehormatan, dan harkat dan martabat bangsa tetap terpelihara dan dikembangkan. Oleh karena itu, integrasi nasional merupakan suatu kesadaran dan bentuk ikatan yang memungkinkan kelompok-kelompok yang berbeda dengan identitasnya masing-masing merasa menjadi satu, bangsa Indonesia. Konsep integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan negara Indonesia. Strategi budaya dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya. Hal ini didasarkan pada kedekatan dan sikap terhadap kehidupan subjek budaya dalam kaitannya dengan kompleksitas budaya yang dimilikinya. Implementasi konsep integrasi nasional. Impian mewujudkan konsep persatuan bangsa terwujud ketika sekelompok anggota masyarakat mempunyai kemauan untuk melepaskan diri dari jati dirinya dan menjauhkan diri dari segala kepentingan yang seolah-olah membentuk watak dan watak kelompoknya. Dengan cara ini, terbuka kemungkinan baginya untuk melepaskan identitasnya dan membentuk persatuan yang lebih utuh.
Nama : Septian Hidayat
NPM : 2316031004
Kelas : Reguler B
Menurut Analisis Pada jurnal interaksi integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas
NPM : 2316031004
Kelas : Reguler B
Menurut Analisis Pada jurnal interaksi integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas
Nama : Nayla Yuri Natasya
NPM : 2316031008
Kelas : Reguler B
Berdasarkan jurnal tersebut membahas mengenai integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Jurnal tersebut juga menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang identitas dan integrasi nasional, serta pengakuan bahwa identitas adalah sesuatu yang terus berkembang dan bergantung pada konteks dan proses yang ada.
NPM : 2316031008
Kelas : Reguler B
Berdasarkan jurnal tersebut membahas mengenai integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Jurnal tersebut juga menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang identitas dan integrasi nasional, serta pengakuan bahwa identitas adalah sesuatu yang terus berkembang dan bergantung pada konteks dan proses yang ada.
Nama : Rahma widya Afifa
Npm :2356031007
Kelas : Mandiri A
jurnal tersebut membahas tentanf “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia.
Npm :2356031007
Kelas : Mandiri A
jurnal tersebut membahas tentanf “Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia.
Nama : Yuirshel Junitia Widodo
NPM : 2316031012
Kelas : Reguler B
Berdasarkan hasil analisis saya dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" adalah di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
NPM : 2316031012
Kelas : Reguler B
Berdasarkan hasil analisis saya dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" adalah di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
Nama : Euis sephira caesar
NPM : 2316031044
Kelas : Reguler B
Dari jurnal yang saya baca jurnal ini membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di indonesia, Identitas merupakan representasi diri
seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis dan ekonomis.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme.
Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
NPM : 2316031044
Kelas : Reguler B
Dari jurnal yang saya baca jurnal ini membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di indonesia, Identitas merupakan representasi diri
seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis dan ekonomis.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme.
Etnosentrime merupakan
kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Nama : Dzaky Ziva Ibrahim
NPM : 2356031039
Kelas : Mandiri A
Dalam analisis video yang saya tonton, terdapat beberapa poin penting yang dapat diidentifikasi:
A) Identitas Nasional
Pertama, identitas nasional merupakan karakteristik unik yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya. Secara esensial, Pancasila mencakup beberapa unsur identitas nasional, yaitu agama, bahasa, suku bangsa, dan budaya. Keempat unsur ini menjadi identitas nasional yang membedakan pandangan dan karakteristik setiap bangsa di dunia. Identitas nasional Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian: identitas fundamental (Pancasila), identitas instrumental (UUD 1945, bahasa Indonesia, bendera merah putih, lambang burung Garuda, semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan lagu Indonesia Raya), serta identitas alamiah (kepulauan, kebudayaan, agama, dan kepercayaan).
B) Integrasi Nasional
Integrasi nasional merupakan proses penyatuan atau asimilasi unsur-unsur yang berbeda untuk membentuk kesatuan yang utuh. Faktor pendorong integrasi meliputi sejarah (seperti Sumpah Pemuda), keinginan bersatu (berakar dari keinginan raja-raja terdahulu), dan cinta tanah air. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti heterogenitas, ketimpangan, entosentrisme, dan gangguan luar dari negara atau bangsa lain. Bentuk integrasi nasional dapat terwujud melalui asimilasi dan akulturasi, di mana budaya dapat berbaur dengan ciri khasnya atau menerima unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
Menurut Myron Weiner (1971), ada lima definisi integritas nasional, yakni penyatuan kelompok budaya, pembentukan wewenang kekuasaan, menghubungkan pemerintah dan yang diperintah, konsensus terhadap nilai, dan perilaku yang terintegritas.
User
Berdasarkan hasil analisis saya dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" adalah di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok. (parafrase)
ChatGPT
Berdasarkan hasil analisis dari jurnal berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia," pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai oleh aspek fisik dan kebijakan umum yang berlaku bagi seluruh rakyat. Identitas tersebut tidak bersifat statis, melainkan selalu mengalami penyesuaian. Saat ini, identitas Indonesia mencerminkan keragaman yang bukan hanya tunggal, tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan terkini lebih terfokus pada perbedaan kepentingan.
Pentingnya identitas sebagai alat pembentukan pola pikir masyarakat menuntut kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Integritas nasional terwujud ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, seperti isu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam, konflik masyarakat belakangan ini muncul, menciptakan pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan lainnya.
Etnosentrisme, yaitu pandangan bahwa budaya etnik tertentu lebih unggul daripada yang lain, menjadi tantangan. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapannya, penerapan konsep integritas nasional bisa berhasil jika masyarakat bersedia menggabungkan identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
NPM : 2356031039
Kelas : Mandiri A
Dalam analisis video yang saya tonton, terdapat beberapa poin penting yang dapat diidentifikasi:
A) Identitas Nasional
Pertama, identitas nasional merupakan karakteristik unik yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya. Secara esensial, Pancasila mencakup beberapa unsur identitas nasional, yaitu agama, bahasa, suku bangsa, dan budaya. Keempat unsur ini menjadi identitas nasional yang membedakan pandangan dan karakteristik setiap bangsa di dunia. Identitas nasional Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian: identitas fundamental (Pancasila), identitas instrumental (UUD 1945, bahasa Indonesia, bendera merah putih, lambang burung Garuda, semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan lagu Indonesia Raya), serta identitas alamiah (kepulauan, kebudayaan, agama, dan kepercayaan).
B) Integrasi Nasional
Integrasi nasional merupakan proses penyatuan atau asimilasi unsur-unsur yang berbeda untuk membentuk kesatuan yang utuh. Faktor pendorong integrasi meliputi sejarah (seperti Sumpah Pemuda), keinginan bersatu (berakar dari keinginan raja-raja terdahulu), dan cinta tanah air. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti heterogenitas, ketimpangan, entosentrisme, dan gangguan luar dari negara atau bangsa lain. Bentuk integrasi nasional dapat terwujud melalui asimilasi dan akulturasi, di mana budaya dapat berbaur dengan ciri khasnya atau menerima unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
Menurut Myron Weiner (1971), ada lima definisi integritas nasional, yakni penyatuan kelompok budaya, pembentukan wewenang kekuasaan, menghubungkan pemerintah dan yang diperintah, konsensus terhadap nilai, dan perilaku yang terintegritas.
User
Berdasarkan hasil analisis saya dari jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" adalah di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok. (parafrase)
ChatGPT
Berdasarkan hasil analisis dari jurnal berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia," pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai oleh aspek fisik dan kebijakan umum yang berlaku bagi seluruh rakyat. Identitas tersebut tidak bersifat statis, melainkan selalu mengalami penyesuaian. Saat ini, identitas Indonesia mencerminkan keragaman yang bukan hanya tunggal, tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan terkini lebih terfokus pada perbedaan kepentingan.
Pentingnya identitas sebagai alat pembentukan pola pikir masyarakat menuntut kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Integritas nasional terwujud ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, seperti isu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam, konflik masyarakat belakangan ini muncul, menciptakan pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan lainnya.
Etnosentrisme, yaitu pandangan bahwa budaya etnik tertentu lebih unggul daripada yang lain, menjadi tantangan. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapannya, penerapan konsep integritas nasional bisa berhasil jika masyarakat bersedia menggabungkan identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
Nama: Nadia Dwi Pratiwi
NPM: 2316031038
Kelas: Reguler B
Berdasarkan hasil analisis saya, jurnal tersebut membahas tentang Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia. Integritas nasional merupakan proses penyatuan berbagai unsur menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat. Kita harus mengetahui identitas nasional kita, dan terus menjunjung tinggi identitas kita. Karena identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.Namun, identitas Indonesia sangat plural, oleh karena itu penting bagi kita untuk menanamkan gagasan pluralisme dan nasionalisme.
Integritas nasional di Indonesia memiliki peran vital dalam menangkal etnosentrisme. Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Keberagaman etnis, budaya, dan agama yang ada di Indonesia akan menyatu dengan adanya integritas nasional yang menjadi pondasi kuat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, menghargai perbedaan dan membangun harmoni antar etnis.
Dengan demikian, integritas nasional tidak hanya menjadi penangkal terhadap etnosentrisme, tetapi juga merupakan pondasi bagi keberlangsungan Indonesia sebagai negara yang beragam tetapi bersatu.
NPM: 2316031038
Kelas: Reguler B
Berdasarkan hasil analisis saya, jurnal tersebut membahas tentang Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia. Integritas nasional merupakan proses penyatuan berbagai unsur menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang utuh dan berdaulat. Kita harus mengetahui identitas nasional kita, dan terus menjunjung tinggi identitas kita. Karena identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.Namun, identitas Indonesia sangat plural, oleh karena itu penting bagi kita untuk menanamkan gagasan pluralisme dan nasionalisme.
Integritas nasional di Indonesia memiliki peran vital dalam menangkal etnosentrisme. Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Keberagaman etnis, budaya, dan agama yang ada di Indonesia akan menyatu dengan adanya integritas nasional yang menjadi pondasi kuat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, menghargai perbedaan dan membangun harmoni antar etnis.
Dengan demikian, integritas nasional tidak hanya menjadi penangkal terhadap etnosentrisme, tetapi juga merupakan pondasi bagi keberlangsungan Indonesia sebagai negara yang beragam tetapi bersatu.
Nama: Muhammad Zaidan
NPM: 2356031003
Kelas: Mandiri A
Menurut hasil pengamatan saya tentang jurnal tersebut, di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan.
Pengertian tentang integrasi nasional adalah pilar yang penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengarah kepada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan, dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, dimana sekelompok anggota masyarakat bersedia mendobrak identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
NPM: 2356031003
Kelas: Mandiri A
Menurut hasil pengamatan saya tentang jurnal tersebut, di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional juga menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan.
Pengertian tentang integrasi nasional adalah pilar yang penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengarah kepada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan, dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, dimana sekelompok anggota masyarakat bersedia mendobrak identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
NAMA: SALWAA TRISNAWATI
NPM: 2316031032
KELAS: REGULER B
Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya integrasi nasional sebagai upaya untuk mengatasi etnosentrisisme di Indonesia. Identitas memiliki peran penting dalam pembentukan integrasi nasional, namun tantangan seperti etnosentrisisme, religiusisme, dan politikisme perlu diatasi. Teknologi komunikasi juga memainkan peran dalam perubahan identitas dan integrasi nasional, sementara kesadaran akan pluralitas dan nasionalisme diperlukan untuk memperkuat integrasi nasional.
Integrasi nasional dipandang sebagai strategi kebudayaan yang penting bagi Indonesia yang kompleks, dengan menyadari pluralitas sebagai kunci untuk menghindari konflik antar-etnik, agama, daerah, politik, dan kepentingan lainnya.
Kebijakan otonomi daerah juga diidentifikasi sebagai potensi penghambat dalam menerapkan konsep integrasi nasional. Oleh karena itu, masyarakat perlu bersedia untuk melampaui identitas dan kepentingan pribadi demi menciptakan integrasi yang lebih luas. Dengan demikian, artikel ini menyoroti kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan integrasi nasional sebagai upaya untuk mengatasi berbagai bentuk etnosentrisisme dan memperkuat persatuan dalam keragaman.
NPM: 2316031032
KELAS: REGULER B
Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya integrasi nasional sebagai upaya untuk mengatasi etnosentrisisme di Indonesia. Identitas memiliki peran penting dalam pembentukan integrasi nasional, namun tantangan seperti etnosentrisisme, religiusisme, dan politikisme perlu diatasi. Teknologi komunikasi juga memainkan peran dalam perubahan identitas dan integrasi nasional, sementara kesadaran akan pluralitas dan nasionalisme diperlukan untuk memperkuat integrasi nasional.
Integrasi nasional dipandang sebagai strategi kebudayaan yang penting bagi Indonesia yang kompleks, dengan menyadari pluralitas sebagai kunci untuk menghindari konflik antar-etnik, agama, daerah, politik, dan kepentingan lainnya.
Kebijakan otonomi daerah juga diidentifikasi sebagai potensi penghambat dalam menerapkan konsep integrasi nasional. Oleh karena itu, masyarakat perlu bersedia untuk melampaui identitas dan kepentingan pribadi demi menciptakan integrasi yang lebih luas. Dengan demikian, artikel ini menyoroti kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan integrasi nasional sebagai upaya untuk mengatasi berbagai bentuk etnosentrisisme dan memperkuat persatuan dalam keragaman.
Nama: Khoirul Muna Syani
Npm: 2316031056
Kelas: Reguler B
Dalam jurnal ini membahas "Peran Integrasi Nasional dalam Menghadapi Etnosentrisme di Indonesia"
Pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional tercermin melalui simbol-simbol fisik seperti penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai kebijakan umum bagi seluruh rakyat.
Identitas ini sebagai alat pembentukan pola pikir masyarakat memerlukan kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar untuk keyakinan dalam integrasi nasional, yang bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan harga diri, harkat, dan martabat bangsa, serta melepaskan bangsa dari subordinasi terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional diartikan sebagai kesadaran dan bentuk pergaulan yang membuat berbagai kelompok dengan identitasnya merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Integrasi terwujud ketika ada identitas pendukung, seperti kesamaan bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup keagamaan.
Integrasi yang lebih luas mungkin terbentuk ketika sekelompok orang melampaui identitasnya dan mengambil jarak dari faktor-faktor yang membentuk watak diri atau kelompoknya. Terbentuknya kelompok-kelompok yang bersatu karena isu bersama, baik ideologis, ekonomis, maupun sosial, juga dapat menjadi pemicu integrasi nasional dengan menyatukan lintas identitas demi kepentingan bersama.
Npm: 2316031056
Kelas: Reguler B
Dalam jurnal ini membahas "Peran Integrasi Nasional dalam Menghadapi Etnosentrisme di Indonesia"
Pada awal kemerdekaan Indonesia, identitas nasional tercermin melalui simbol-simbol fisik seperti penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai kebijakan umum bagi seluruh rakyat.
Identitas ini sebagai alat pembentukan pola pikir masyarakat memerlukan kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar untuk keyakinan dalam integrasi nasional, yang bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan harga diri, harkat, dan martabat bangsa, serta melepaskan bangsa dari subordinasi terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional diartikan sebagai kesadaran dan bentuk pergaulan yang membuat berbagai kelompok dengan identitasnya merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Integrasi terwujud ketika ada identitas pendukung, seperti kesamaan bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup keagamaan.
Integrasi yang lebih luas mungkin terbentuk ketika sekelompok orang melampaui identitasnya dan mengambil jarak dari faktor-faktor yang membentuk watak diri atau kelompoknya. Terbentuknya kelompok-kelompok yang bersatu karena isu bersama, baik ideologis, ekonomis, maupun sosial, juga dapat menjadi pemicu integrasi nasional dengan menyatukan lintas identitas demi kepentingan bersama.
Nama : Ratu Adzkia Nabilla Bernatta
NPM : 2316031018
Kelas : Reguler B
Berdasarkan jurnal tersebut menganalisis terkait identitas dan integritas Nasional.
Negara dan bangsa Indonesia sejak
proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, antaralain; penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dsb.
Integrasi mencakup makna terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu persoalan bersama, baik ideologi, ekonomi hingga sosial. Perubahan dan pembentukan gerakan integrasi nasional cenderung menimbulkan suatu kesadaran dan bentuk sosial yang menyebabkan banyak kelompok dengan identitasnya masing-masing memandang dirinya sebagai satu kesatuan: Bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan keterpaduan dalam pembentukan integrasi nasional, identitas mempunyai fungsi ganda. Mengenai tantangan Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional guna menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme.
NPM : 2316031018
Kelas : Reguler B
Berdasarkan jurnal tersebut menganalisis terkait identitas dan integritas Nasional.
Negara dan bangsa Indonesia sejak
proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, antaralain; penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dsb.
Integrasi mencakup makna terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu persoalan bersama, baik ideologi, ekonomi hingga sosial. Perubahan dan pembentukan gerakan integrasi nasional cenderung menimbulkan suatu kesadaran dan bentuk sosial yang menyebabkan banyak kelompok dengan identitasnya masing-masing memandang dirinya sebagai satu kesatuan: Bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan keterpaduan dalam pembentukan integrasi nasional, identitas mempunyai fungsi ganda. Mengenai tantangan Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional guna menghadapi konsep etnosentrisme, religiusisme, dan politikisme.
Nama :huta lia huma hua
Npm : 2356031033
Kelas : mandiri A
Dalam jurnal yang berjudul “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia.
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
maka dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain, integrasi nasional juga merupakan suatu upaya untuk mencegah atau mengatasi etnosentrisme di Indonesia.
Untuk menangkal etnosentrisme, penting untuk mendorong pengakuan, penghargaan, dan penerimaan terhadap perbedaan antar etnis, budaya, dan agama. Ini dilakukan dengan mempromosikan inklusivitas, toleransi, dan kerjasama antar kelompok. Selain itu, pendidikan multikultural juga memainkan peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman dan memperkuat rasa solidaritas nasional
Npm : 2356031033
Kelas : mandiri A
Dalam jurnal yang berjudul “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia.
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
maka dapat dikatakan bahwa integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain, integrasi nasional juga merupakan suatu upaya untuk mencegah atau mengatasi etnosentrisme di Indonesia.
Untuk menangkal etnosentrisme, penting untuk mendorong pengakuan, penghargaan, dan penerimaan terhadap perbedaan antar etnis, budaya, dan agama. Ini dilakukan dengan mempromosikan inklusivitas, toleransi, dan kerjasama antar kelompok. Selain itu, pendidikan multikultural juga memainkan peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman dan memperkuat rasa solidaritas nasional
Nama : Rhenia Callista
NPM : 2316031058
Kelas : Reguler B
jurnal ini membahas mengenai intergritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia, intergritas nasional sangat berperan penting untuk menjadi jalan keluar dari berbagai konflik yang masih terdapat di Indonesia. konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar politik, sampai konflik antar pelajar masih sering terjadi di Indonesia. maka dari itu diperlukannya kesadaran masyarakat bahwasannya pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah kenisyacaan.
dalam hal mewujudkan cita-cita negara Indonesia untuk menerapkan konsep intergrasi nasional, justru kebijakan otonomi daerah menjadi penghambat dalam menerapkan konsep tersebut. maka dari itu masyarakat sangat berperan penting untuk sadar dan bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala hal yang berhubungan dengan pembentukan watak dirinya atau watak dari kelompoknya. dengan adanya usaha tersebut pastinya akan membuka jalan untuk membentuk intergrasi yang lebih luas.
NPM : 2316031058
Kelas : Reguler B
jurnal ini membahas mengenai intergritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia, intergritas nasional sangat berperan penting untuk menjadi jalan keluar dari berbagai konflik yang masih terdapat di Indonesia. konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar politik, sampai konflik antar pelajar masih sering terjadi di Indonesia. maka dari itu diperlukannya kesadaran masyarakat bahwasannya pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah kenisyacaan.
dalam hal mewujudkan cita-cita negara Indonesia untuk menerapkan konsep intergrasi nasional, justru kebijakan otonomi daerah menjadi penghambat dalam menerapkan konsep tersebut. maka dari itu masyarakat sangat berperan penting untuk sadar dan bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala hal yang berhubungan dengan pembentukan watak dirinya atau watak dari kelompoknya. dengan adanya usaha tersebut pastinya akan membuka jalan untuk membentuk intergrasi yang lebih luas.
Nama: Adelia Azzahra
NPM : 2356031017
Kelas : Mandiri a
jurnal denan judul INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA, membahas Identitas dan Integrasi Nasional, saat awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
NPM : 2356031017
Kelas : Mandiri a
jurnal denan judul INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA, membahas Identitas dan Integrasi Nasional, saat awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
Nama : Naura sabina
npm :2356031013
kelas : Mandiri a
jurnal tersebut membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di indonesia.
integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik
antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Pendapat ini pernah diungkapkan Agus Maladi Iriantopada Seminar Nasional “Penguatan Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara Sebagai Kesiapan Eksistensi Menuju Kejayaan Masa Depan Indonesia” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya bekerja sama dengan Deputi Bidang Politik Sekretariat Wakil Presiden RI,. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
npm :2356031013
kelas : Mandiri a
jurnal tersebut membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di indonesia.
integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik
antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Pendapat ini pernah diungkapkan Agus Maladi Iriantopada Seminar Nasional “Penguatan Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara Sebagai Kesiapan Eksistensi Menuju Kejayaan Masa Depan Indonesia” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya bekerja sama dengan Deputi Bidang Politik Sekretariat Wakil Presiden RI,. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama: Muhammad Ilham Syukri
Npm: 2356031001
Kelas: Mandiri A
Jurnal ini membahas tentang integritas nasional. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Npm: 2356031001
Kelas: Mandiri A
Jurnal ini membahas tentang integritas nasional. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Nama : Falsa Fadilah Nugraha
NPM : 2356031009
Kelas : MANDIRI A
Jurnal dengan judul integritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia karya agus maladi iranto ini membahas tentang persoalan integrasi nasional dan identitas nasional. Integrasi sosial merupakan proses penyatuan kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam satu kesatuan masyarakat yang harmonis. Proses ini melibatkan penyesuaian antar unsur sosial seperti norma, nilai, dan peran sosial untuk menciptakan pola kehidupan yang selaras. Integrasi sosial penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai dan toleran terhadap perbedaan.Identitas sosial adalah perasaan memiliki dan keterikatan individu terhadap kelompok tertentu. Identitas ini dapat dibentuk berdasarkan berbagai faktor seperti suku, agama, ras, dan profesi. Identitas sosial memberikan rasa belonging dan makna bagi individu dalam masyarakat. Integrasi sosial yang baik dapat memperkuat identitas sosial dan mendorong rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat
NPM : 2356031009
Kelas : MANDIRI A
Jurnal dengan judul integritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia karya agus maladi iranto ini membahas tentang persoalan integrasi nasional dan identitas nasional. Integrasi sosial merupakan proses penyatuan kelompok-kelompok sosial yang berbeda dalam satu kesatuan masyarakat yang harmonis. Proses ini melibatkan penyesuaian antar unsur sosial seperti norma, nilai, dan peran sosial untuk menciptakan pola kehidupan yang selaras. Integrasi sosial penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai dan toleran terhadap perbedaan.Identitas sosial adalah perasaan memiliki dan keterikatan individu terhadap kelompok tertentu. Identitas ini dapat dibentuk berdasarkan berbagai faktor seperti suku, agama, ras, dan profesi. Identitas sosial memberikan rasa belonging dan makna bagi individu dalam masyarakat. Integrasi sosial yang baik dapat memperkuat identitas sosial dan mendorong rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat
Nama: Rayanda mulia syavianta
Npm: 2356031025
Kelas: Mandri A
Dari jurnal tentang intergrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia membahas tentang mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia.
Pada awal masa kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai oleh simbol-simbol seperti bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penggunaan Bahasa Indonesia. Identitas ini menjadi sarana untuk membentuk pola pikir masyarakat dan kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar keyakinan bahwa integrasi nasional dapat menjaga dan mengembangkan harga diri, martabat, dan keberadaan bangsa Indonesia sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan dan keterhinaan terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional merupakan kesadaran dan interaksi yang membuat berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Integrasi terjadi ketika ada identitas yang mendukungnya, seperti kesamaan dalam bahasa, nilai-nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup dan agama. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terjadi jika individu atau kelompok mampu melampaui identitas mereka yang sebelumnya dan menjauh dari faktor-faktor yang membentuk karakter atau identitas kelompok mereka.
Integrasi nasional juga dapat terjadi melalui pembentukan kelompok-kelompok yang bersatu dalam sebuah isu bersama, baik itu isu ideologis, ekonomi, atau sosial. Contohnya, para pedagang kaki lima (PKL) dapat membentuk jaringan ketika mereka menghadapi peraturan daerah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau saat mereka menghadapi operasi penertiban oleh Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL dengan latar belakang etnis Minang dapat bersatu dengan PKL lain yang berasal dari etnis yang berbeda. Singkatnya, integrasi pada dasarnya menggabungkan lintas identitas untuk kepentingan bersama.
Npm: 2356031025
Kelas: Mandri A
Dari jurnal tentang intergrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia membahas tentang mengenai identitas dan integrasi nasional Indonesia.
Pada awal masa kemerdekaan Indonesia, identitas nasional ditandai oleh simbol-simbol seperti bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penggunaan Bahasa Indonesia. Identitas ini menjadi sarana untuk membentuk pola pikir masyarakat dan kesadaran nasional yang ditanamkan melalui gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional menjadi dasar keyakinan bahwa integrasi nasional dapat menjaga dan mengembangkan harga diri, martabat, dan keberadaan bangsa Indonesia sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan dan keterhinaan terhadap bangsa asing.
Integrasi nasional merupakan kesadaran dan interaksi yang membuat berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan, yaitu bangsa Indonesia. Integrasi terjadi ketika ada identitas yang mendukungnya, seperti kesamaan dalam bahasa, nilai-nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup dan agama. Integrasi yang lebih luas hanya mungkin terjadi jika individu atau kelompok mampu melampaui identitas mereka yang sebelumnya dan menjauh dari faktor-faktor yang membentuk karakter atau identitas kelompok mereka.
Integrasi nasional juga dapat terjadi melalui pembentukan kelompok-kelompok yang bersatu dalam sebuah isu bersama, baik itu isu ideologis, ekonomi, atau sosial. Contohnya, para pedagang kaki lima (PKL) dapat membentuk jaringan ketika mereka menghadapi peraturan daerah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau saat mereka menghadapi operasi penertiban oleh Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL dengan latar belakang etnis Minang dapat bersatu dengan PKL lain yang berasal dari etnis yang berbeda. Singkatnya, integrasi pada dasarnya menggabungkan lintas identitas untuk kepentingan bersama.
Nama: Legentino Silaban
NPM: 2356031035
Kelas: Mandiri A
Pada jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, menyebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapjan konsep integritas nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segals kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
NPM: 2356031035
Kelas: Mandiri A
Pada jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, menyebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapjan konsep integritas nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segals kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
In reply to First post
Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL
Nama : Ra Kahilah Putri Tirtasari A
Kelas : Mandiri A
NPM : 2356031031
Jurnal tersebut menjelaskan tentang Identitas ini merupakan landasan untuk membangun kesadaran nasional yang menghargai keberagaman dan kebangsaan.
Kesadaran nasional menjadi dasar bagi integrasi nasional yang menjaga harga diri dan martabat bangsa Indonesia serta melepaskan diri dari ketergantungan pada bangsa asing. Integrasi nasional memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda untuk merasa sebagai bagian dari satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
Integrasi terjadi ketika terdapat identitas bersama seperti kesamaan bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup. Integrasi yang lebih luas terjadi ketika individu atau kelompok mengambil jarak dari identitas mereka yang lebih sempit untuk kepentingan bersama. Integrasi nasional juga dapat terbentuk melalui kelompok-kelompok yang bersatu untuk menghadapi isu bersama, seperti kelompok pedagang kaki lima yang bersatu melawan kebijakan pemerintah. Integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk kepentingan bersama.
Konsep integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan bagi Indonesia. Strategi ini mencakup kekuatan budaya yang menekankan pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan terhadap kompleksitas kebudayaan yang ada. Integrasi nasional dapat terwujud ketika sekelompok masyarakat bersedia melepas identitas mereka yang sempit dan mengambil jarak dari kepentingan yang membentuk watak individu atau kelompok. Hal ini membuka peluang untuk integrasi yang lebih luas.
Etnosentrisme adalah kecenderungan menganggap budaya etnik sendiri lebih baik dari budaya etnik lain. Integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan Indonesia, dengan menekankan pada kekuatan budaya yang mencerminkan kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan terhadap kompleksitas kebudayaan yang ada. Integrasi nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan konflik kepentingan lainnya yang masih sering terjadi di Indonesia.
Kelas : Mandiri A
NPM : 2356031031
Jurnal tersebut menjelaskan tentang Identitas ini merupakan landasan untuk membangun kesadaran nasional yang menghargai keberagaman dan kebangsaan.
Kesadaran nasional menjadi dasar bagi integrasi nasional yang menjaga harga diri dan martabat bangsa Indonesia serta melepaskan diri dari ketergantungan pada bangsa asing. Integrasi nasional memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda untuk merasa sebagai bagian dari satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
Integrasi terjadi ketika terdapat identitas bersama seperti kesamaan bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, atau pandangan hidup. Integrasi yang lebih luas terjadi ketika individu atau kelompok mengambil jarak dari identitas mereka yang lebih sempit untuk kepentingan bersama. Integrasi nasional juga dapat terbentuk melalui kelompok-kelompok yang bersatu untuk menghadapi isu bersama, seperti kelompok pedagang kaki lima yang bersatu melawan kebijakan pemerintah. Integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk kepentingan bersama.
Konsep integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan bagi Indonesia. Strategi ini mencakup kekuatan budaya yang menekankan pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan terhadap kompleksitas kebudayaan yang ada. Integrasi nasional dapat terwujud ketika sekelompok masyarakat bersedia melepas identitas mereka yang sempit dan mengambil jarak dari kepentingan yang membentuk watak individu atau kelompok. Hal ini membuka peluang untuk integrasi yang lebih luas.
Etnosentrisme adalah kecenderungan menganggap budaya etnik sendiri lebih baik dari budaya etnik lain. Integrasi nasional penting sebagai strategi kebudayaan Indonesia, dengan menekankan pada kekuatan budaya yang mencerminkan kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan terhadap kompleksitas kebudayaan yang ada. Integrasi nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan konflik kepentingan lainnya yang masih sering terjadi di Indonesia.
Nama : Sausan Olienda Salsabilla
NPM : 2316031030
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas mengenai Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia.
Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan ideologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Dan di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional di tandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas sendiri adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Sedangkan integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis maupun sosial
NPM : 2316031030
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas mengenai Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia.
Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan ideologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Dan di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional di tandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Identitas sendiri adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Sedangkan integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis maupun sosial
Nama : Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut mambahas bahwa Integritas Nasional merupakan Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, disebutkan bahwa:
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia. Identitas nasional merupakan karakteristik unik yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya. Secara esensial, Pancasila mencakup beberapa unsur identitas nasional, yaitu agama, bahasa, suku bangsa, dan budaya. Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya. Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia.
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut mambahas bahwa Integritas Nasional merupakan Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, disebutkan bahwa:
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia. Identitas nasional merupakan karakteristik unik yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya. Secara esensial, Pancasila mencakup beberapa unsur identitas nasional, yaitu agama, bahasa, suku bangsa, dan budaya. Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya. Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia.
Nama : Adella Ayu Edira
Npm : 2356031023
Kelas : Mandiri A
Hasil analisis saya terhadap jurnal yang Berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
Jurnal tersebut mambahas bahwa, Integrasi nasional adalah kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda merasa sebagai satu kesatuan, disebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Ini dapat tercapai melalui kesadaran nasional yang memupuk nilai-nilai nasionalisme dan pluralisme, serta pembentukan kesamaan visi dan misi di antara berbagai kelompok masyarakat.
Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional juga akan terwujud, apabila sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Npm : 2356031023
Kelas : Mandiri A
Hasil analisis saya terhadap jurnal yang Berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
Jurnal tersebut mambahas bahwa, Integrasi nasional adalah kesadaran dan pergaulan yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas yang berbeda merasa sebagai satu kesatuan, disebutkan bahwa:
Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial.
Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Ini dapat tercapai melalui kesadaran nasional yang memupuk nilai-nilai nasionalisme dan pluralisme, serta pembentukan kesamaan visi dan misi di antara berbagai kelompok masyarakat.
Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional juga akan terwujud, apabila sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Nama : Mikrotzan Dafa Saputra
Npm : 2356031019
Kelas : Man A
Jurnal ini menyoroti pentingnya integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Etnosentrisme merujuk pada kecenderungan kelompok atau individu untuk mengedepankan kepentingan dan identitas etnisnya sendiri di atas kepentingan nasional. Jurnal ini mencoba menggambarkan bagaimana konsep integrasi nasional dapat membantu mengatasi perpecahan dan konflik yang disebabkan oleh etnosentrisme, religiositas, dan politik di Indonesia.
Penulis menekankan bahwa identitas berperan ganda dalam pembentukan asosiasi dalam integrasi nasional. Identitas individu dan kelompok memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran kolektif sebagai bangsa Indonesia. Konsep ini menekankan pentingnya mendorong kesatuan dan persatuan di tengah keragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa yang ada di Indonesia.
Jurnal ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional. Tantangan tersebut meliputi etnosentrisme, yang menekankan identitas kedaerahan dan dapat mengancam stabilitas nasional. Selain itu, religiositas dan politik juga menjadi tantangan dalam menciptakan harmoni sosial dan stabilitas di Indonesia.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman yang penting tentang pentingnya integrasi nasional sebagai solusi untuk mengatasi etnosentrisme dan tantangan lainnya di Indonesia. Dengan membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa Indonesia, diharapkan dapat terwujud stabilitas, harmoni, dan kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Npm : 2356031019
Kelas : Man A
Jurnal ini menyoroti pentingnya integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Etnosentrisme merujuk pada kecenderungan kelompok atau individu untuk mengedepankan kepentingan dan identitas etnisnya sendiri di atas kepentingan nasional. Jurnal ini mencoba menggambarkan bagaimana konsep integrasi nasional dapat membantu mengatasi perpecahan dan konflik yang disebabkan oleh etnosentrisme, religiositas, dan politik di Indonesia.
Penulis menekankan bahwa identitas berperan ganda dalam pembentukan asosiasi dalam integrasi nasional. Identitas individu dan kelompok memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran kolektif sebagai bangsa Indonesia. Konsep ini menekankan pentingnya mendorong kesatuan dan persatuan di tengah keragaman budaya, bahasa, dan suku bangsa yang ada di Indonesia.
Jurnal ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional. Tantangan tersebut meliputi etnosentrisme, yang menekankan identitas kedaerahan dan dapat mengancam stabilitas nasional. Selain itu, religiositas dan politik juga menjadi tantangan dalam menciptakan harmoni sosial dan stabilitas di Indonesia.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman yang penting tentang pentingnya integrasi nasional sebagai solusi untuk mengatasi etnosentrisme dan tantangan lainnya di Indonesia. Dengan membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa Indonesia, diharapkan dapat terwujud stabilitas, harmoni, dan kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nama : Eksanti Puteri Paramitha
NPM : 2316031020
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas mengenai integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Kesadaran
nasional menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa
Indonesia. Pada kesimpulannya,Integrasi nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi konflik yang terus menerus di Indonesia, seperti konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan konflik kepentingan lainnya. Kesadaran akan pluralitas bangsa dianggap sebagai dasar penting untuk menciptakan harmoni di antara berbagai kelompok.
NPM : 2316031020
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas mengenai integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia. Kesadaran
nasional menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa
Indonesia. Pada kesimpulannya,Integrasi nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi konflik yang terus menerus di Indonesia, seperti konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan konflik kepentingan lainnya. Kesadaran akan pluralitas bangsa dianggap sebagai dasar penting untuk menciptakan harmoni di antara berbagai kelompok.
Nama :Dita Karlina
Npm. :2316031036
Kelas : reguler B
Hasil dari analisis jurnal
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks,
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi.
Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut
respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya
Dan juga Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok
Selanjutnya Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Npm. :2316031036
Kelas : reguler B
Hasil dari analisis jurnal
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks,
Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi.
Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut
respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya
Dan juga Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok
Selanjutnya Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Nama:Lisah
NPM:2316031026
Kelas:Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosantrisme di indonesia
Indentitas adalah reprensentasi diri meraka atau sesorang terhadap orang lain dalam segi cara pandang.identitas adalah cara produk kebudayaan yang secara demikian kompleks.kemudian indentitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.seperti contoh identitas kita pada saat ini,kita sebagai bangsa yang prulal yang artinya banyak suku bangsa,dan negara,bahasa agama,dan ras juga.selain itu intergasi nasional terjadi karena kelompok-kelompok yang memiliki 1 tujuan yang sama seperti ideologis,ekonomis maupun sosial yang sama sehingga ketika kelompok mereka mengalami nganguan nereka akan nenyerang atau bertahan dengan kekuatan kelompoknya .seperti contoh kau hawa yang suka k-pop cendrung akan menunjukan sifat dan aksinya ke khalayak seperti media tiktok dan instrgaram dan jikalau ada yang menghujatnya mereka sudah memiliki suatu forum yang akan membela dn mebenarkan akan tindakan tersebut.
Berdasarkan dari pemaparan tersebut,dapat disimpulakn bahwa konsep intregrasi nasional di perlukan guna mempertahankan kebudayaan bagi indonesia.dengan adanya intregrasi nasioanal di harapakan kepada semua warga indonesia bisa saling mengbungkan atau saling melengkapi dengan keberagaman suku,agama,budaya,bahasa yang di miliki oleh indonesia sendiri.
NPM:2316031026
Kelas:Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang integrasi nasional sebagai penangkal etnosantrisme di indonesia
Indentitas adalah reprensentasi diri meraka atau sesorang terhadap orang lain dalam segi cara pandang.identitas adalah cara produk kebudayaan yang secara demikian kompleks.kemudian indentitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.seperti contoh identitas kita pada saat ini,kita sebagai bangsa yang prulal yang artinya banyak suku bangsa,dan negara,bahasa agama,dan ras juga.selain itu intergasi nasional terjadi karena kelompok-kelompok yang memiliki 1 tujuan yang sama seperti ideologis,ekonomis maupun sosial yang sama sehingga ketika kelompok mereka mengalami nganguan nereka akan nenyerang atau bertahan dengan kekuatan kelompoknya .seperti contoh kau hawa yang suka k-pop cendrung akan menunjukan sifat dan aksinya ke khalayak seperti media tiktok dan instrgaram dan jikalau ada yang menghujatnya mereka sudah memiliki suatu forum yang akan membela dn mebenarkan akan tindakan tersebut.
Berdasarkan dari pemaparan tersebut,dapat disimpulakn bahwa konsep intregrasi nasional di perlukan guna mempertahankan kebudayaan bagi indonesia.dengan adanya intregrasi nasioanal di harapakan kepada semua warga indonesia bisa saling mengbungkan atau saling melengkapi dengan keberagaman suku,agama,budaya,bahasa yang di miliki oleh indonesia sendiri.
Nama : Malikiano Alden Wahyudi
Kelas : REG B
NPM : 2316031060
Saya menganalisa jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia yang menyebutkan bahwa Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
Kelas : REG B
NPM : 2316031060
Saya menganalisa jurnal Integritas Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia yang menyebutkan bahwa Integritas nasional terjadi akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropus yang bersahabat dan tanah yang subur, namun akhir akhir ini hal ini memicu munculnya pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Hingga muncullah faham sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan seterusnya.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok.
nama : Amanda sakhila Idaflis
Nom: 2316031022
Kelas: regular B
Dari yang bisa di simpulkan bahwa jurnal ini membahas tentang intergritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia, intergritas nasional sangat berperan penting untuk menjadi jalan keluar dari berbagai konflik yang masih terdapat di Indonesia. konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar politik, sampai konflik antar pelajar masih sering terjadi di Indonesia. maka dari itu diperlukannya kesadaran masyarakat bahwasannya pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah kenisyacaan.
Pengertian tentang integrasi nasional adalah pilar yang penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengarah kepada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan, dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, dimana sekelompok anggota masyarakat bersedia mendobrak identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Nom: 2316031022
Kelas: regular B
Dari yang bisa di simpulkan bahwa jurnal ini membahas tentang intergritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia, intergritas nasional sangat berperan penting untuk menjadi jalan keluar dari berbagai konflik yang masih terdapat di Indonesia. konflik antar etnik, konflik antar daerah, konflik antar agama, konflik antar politik, sampai konflik antar pelajar masih sering terjadi di Indonesia. maka dari itu diperlukannya kesadaran masyarakat bahwasannya pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah kenisyacaan.
Pengertian tentang integrasi nasional adalah pilar yang penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengarah kepada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan, dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, dimana sekelompok anggota masyarakat bersedia mendobrak identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
Nama: Raden Roro Aqila Zayyan
NPM: 2356031041
Kelas: Mandiri A
Jurnal tersebut membahas Integrasi Nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKL- PKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
NPM: 2356031041
Kelas: Mandiri A
Jurnal tersebut membahas Integrasi Nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP. Demi kepentingan tersebut, seorang PKL yang beretnik Minang akan bersatu dengan PKL- PKL beretnik lain. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama : Cantika Putri
NPM : 2356031015
Kelas : Mandiri A
Analisis jurnal yang berjudul :
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural.
Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?.
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan last, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda.
NPM : 2356031015
Kelas : Mandiri A
Analisis jurnal yang berjudul :
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural.
Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?.
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan last, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda.
Nama : Febiyola Maharani
NPM : 2356031021
Kleas : Mandiri A
Dalam jurnal yang berjudul integritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia tersebut yaitu Inedonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perubahan dari Orde Lama (Orla) ke Orde Baru (Orba) ditandai dengan pemberontakan PKI 30 September 1965 hingga lahirlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Pemerintah Soeharto mengendalikan pemerintahan berusaha untuk melakukan perleburan dan perampingan sejumlah ormas dan partai. Tanggal 9 Maret 1970, terjadi pengelompokan partai dengan dengan terbentuknya kelompok demokrasi pembangunan yang terdiri dari PNI, partai Khatolik, Parkindo, IPKI dan Murba dan 13 Maret 1970 terbentuk NU, PARMUSI, PSII dan Perti. Pada akhirnya dalam Pemilihan Umum 1977 terdapat tiga kontestan yaitu, PPP, PDI, serta satu Golongan Karya dan selama masa orde baru Golkar selalu memenangkan pemilu. Salah satu kesalahn orba selama memegang kendali pemerintahan, Salah satu kesalahan Orba selama memegang kendali pemerintahan, adalah penerapan politik pemerintahan yang sentralistik, sebagai bentuk peredaman atas munculnya aksi separatis dari daerah-daerah. Ketika Era Reformasi mulai membuka kran demokrasi dan peluang besar daerah mengembangkan sistem desentralisasi, maka sejumlah daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa ini. Era Reformasi yang tidak memiliki platform secara jelas, justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan. Acuan kehidupan bernegara (gevernance) dan kerukunan sosial (social harmony) menjadi berantakan dan menumbuhkan ketidakpatuhan sosial (social disobedience). Dari sinilah tergambar tentang tindakan anarkis, pelanggaran moral, pelanggaran etika, dan meningkatnya kriminalitas secara kasat mata. Kondisi tersebut terus belarut-larut hingga hari ini, dan kesimpulannya tak menghasilkan solusi.
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa – terutama industri penyiaran televisi. Orang bisa berbeda etnis, profesi, latar belakang pendidikan, dan asal asul daerah, namun mereka mempunyai kepentingan yang sama dalam bersikap dengan mengembangkan gaya hidup, lantaran dikostruksi tayangan televisi. Bertolak dari sejumlah gambaran tersebut, identitas yang menyertai kita saat ini lebih ditandai oleh kepentingan yang kita kembangkan sendiri. pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan beberapa contoh berikut untuk menjelaskan permasalahan tersebut, salah satu contoh adalah tentang keberadaan Bahasa Indonesia di negeri ini. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP.
integrasi nasional pada dasarnya memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat. terus-menerus melanda Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur.
NPM : 2356031021
Kleas : Mandiri A
Dalam jurnal yang berjudul integritas nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia tersebut yaitu Inedonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perubahan dari Orde Lama (Orla) ke Orde Baru (Orba) ditandai dengan pemberontakan PKI 30 September 1965 hingga lahirlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Pemerintah Soeharto mengendalikan pemerintahan berusaha untuk melakukan perleburan dan perampingan sejumlah ormas dan partai. Tanggal 9 Maret 1970, terjadi pengelompokan partai dengan dengan terbentuknya kelompok demokrasi pembangunan yang terdiri dari PNI, partai Khatolik, Parkindo, IPKI dan Murba dan 13 Maret 1970 terbentuk NU, PARMUSI, PSII dan Perti. Pada akhirnya dalam Pemilihan Umum 1977 terdapat tiga kontestan yaitu, PPP, PDI, serta satu Golongan Karya dan selama masa orde baru Golkar selalu memenangkan pemilu. Salah satu kesalahn orba selama memegang kendali pemerintahan, Salah satu kesalahan Orba selama memegang kendali pemerintahan, adalah penerapan politik pemerintahan yang sentralistik, sebagai bentuk peredaman atas munculnya aksi separatis dari daerah-daerah. Ketika Era Reformasi mulai membuka kran demokrasi dan peluang besar daerah mengembangkan sistem desentralisasi, maka sejumlah daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa ini. Era Reformasi yang tidak memiliki platform secara jelas, justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan. Acuan kehidupan bernegara (gevernance) dan kerukunan sosial (social harmony) menjadi berantakan dan menumbuhkan ketidakpatuhan sosial (social disobedience). Dari sinilah tergambar tentang tindakan anarkis, pelanggaran moral, pelanggaran etika, dan meningkatnya kriminalitas secara kasat mata. Kondisi tersebut terus belarut-larut hingga hari ini, dan kesimpulannya tak menghasilkan solusi.
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa – terutama industri penyiaran televisi. Orang bisa berbeda etnis, profesi, latar belakang pendidikan, dan asal asul daerah, namun mereka mempunyai kepentingan yang sama dalam bersikap dengan mengembangkan gaya hidup, lantaran dikostruksi tayangan televisi. Bertolak dari sejumlah gambaran tersebut, identitas yang menyertai kita saat ini lebih ditandai oleh kepentingan yang kita kembangkan sendiri. pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan beberapa contoh berikut untuk menjelaskan permasalahan tersebut, salah satu contoh adalah tentang keberadaan Bahasa Indonesia di negeri ini. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedangang kaki lima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghadapai operasi Satpol PP.
integrasi nasional pada dasarnya memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing-masing anggota masyarakat. terus-menerus melanda Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur.
Nama : Mitha Novita Sari
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B
Analisis jurnal yang berjudul :
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?. Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B
Analisis jurnal yang berjudul :
INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA.
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?. Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan last, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural.
Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda.
Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda.
nama : Lintang Prayoga Zp
NPM : 2316031068
kelas : Reg B
Jurnal tersebut membahas Integrasi Masional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Berbagai perubahan azas dan ideologi, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesanaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideclogis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedarigung kaki ima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghacispai operasi Satpol PP Demi kepentingan tersebut, seorang PKI yang beretnik Minang skan bersatu dengan PKI PKI heretnik lain Singkat kata, integrasi pada dasamya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
NPM : 2316031068
kelas : Reg B
Jurnal tersebut membahas Integrasi Masional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Berbagai perubahan azas dan ideologi, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesanaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideclogis, ekonomis, maupun sosial. Misalnya, kelompok pedarigung kaki ima (PKL) membentuk jaringan mereka ketika menghadapi Perda yang dikeluarkan Pemda atau ketika mereka harus menghacispai operasi Satpol PP Demi kepentingan tersebut, seorang PKI yang beretnik Minang skan bersatu dengan PKI PKI heretnik lain Singkat kata, integrasi pada dasamya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.
Nama : Meizha Rizqia Shaqina
NPM : 2316031066
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang bagaimana integrasi nasional berperan dalam menangkal etnosentrisme di Indonesia.
Keberagaman yang ada di Indonesia tentu saja bisa memicu pertentangan. Pertentangan tersebut dimulai dari faham-faham yang menyimpang, salah satunya etnosentrisme, Etnosentrisme sendiri adalah pemikiran yang menganggap etnik tertentu lebih unggul dibanding etnik atau budaya lainnya. Penyimpangan faham tersebut tentu saja dapat menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, disinilah peran integrasi nasional diperlukan. Integrasi nasional menjadi suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang bisa membuat berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Integrasi nasional bisa terjadi karena adanya perkumpulan kelompok yang berbeda-beda tetap memiliki fungsi atau tujuan yang sama. Intinya integrasi nasional menyatukan beragam identitas untuk satu tujuan bersama. Maka dari itu diperlukan identitas nasional dalam menagkal faham-faham yang menyimpang seoerti salah satunya yaitu etnosentrisme,
NPM : 2316031066
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang bagaimana integrasi nasional berperan dalam menangkal etnosentrisme di Indonesia.
Keberagaman yang ada di Indonesia tentu saja bisa memicu pertentangan. Pertentangan tersebut dimulai dari faham-faham yang menyimpang, salah satunya etnosentrisme, Etnosentrisme sendiri adalah pemikiran yang menganggap etnik tertentu lebih unggul dibanding etnik atau budaya lainnya. Penyimpangan faham tersebut tentu saja dapat menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, disinilah peran integrasi nasional diperlukan. Integrasi nasional menjadi suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang bisa membuat berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Integrasi nasional bisa terjadi karena adanya perkumpulan kelompok yang berbeda-beda tetap memiliki fungsi atau tujuan yang sama. Intinya integrasi nasional menyatukan beragam identitas untuk satu tujuan bersama. Maka dari itu diperlukan identitas nasional dalam menagkal faham-faham yang menyimpang seoerti salah satunya yaitu etnosentrisme,
Nama: Alfin Raihan Requisto
NPM: 2316031024
Kelas: Reguler B
INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan.
Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
NPM: 2316031024
Kelas: Reguler B
INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan.
Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama : Anisa Kurnia Suci
NPM : 2356031029
kelas : Mandiri A
Integrasi nasional menjadi solusi dalam menghadapi berbagai konflik yang terjadi di Indonesia, seperti konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan lainnya. Pluralitas bangsa Indonesia seharusnya dianggap sebagai keniscayaan dan bukan sebab perpecahan.
Namun, kebijakan otonomi daerah yang kini marak di berbagai penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat dalam menerapkan konsep integrasi nasional. Konsep integrasi nasional dapat terwujud jika masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau kelompoknya. Dengan meninggalkan identitas tersebut, akan membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
NPM : 2356031029
kelas : Mandiri A
Integrasi nasional menjadi solusi dalam menghadapi berbagai konflik yang terjadi di Indonesia, seperti konflik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, antar-pelajar, dan lainnya. Pluralitas bangsa Indonesia seharusnya dianggap sebagai keniscayaan dan bukan sebab perpecahan.
Namun, kebijakan otonomi daerah yang kini marak di berbagai penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat dalam menerapkan konsep integrasi nasional. Konsep integrasi nasional dapat terwujud jika masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau kelompoknya. Dengan meninggalkan identitas tersebut, akan membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.
Nama : Mutiara S Ramadhani
Kelas: Reg B
NPM: 2316031052
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural.
Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?.
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya
Dan juga Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok
Selanjutnya Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Kelas: Reg B
NPM: 2316031052
Di antara sejumlah pengalaman, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba tentu bertentangan dengan kodrat dan kondisi Indonesia yang selama ini dianugerahi sebagai suatu bangsa yang plural.
Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa Indonesia.
Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).
Diera yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional?.
Identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung dengan kompleks, Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya
Dan juga Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menganggap budaya etnik tertentu lebih unggul daripada budaya etnik lain. Dalam konteks ini, integritas nasional dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Harapan untuk menerapkan konsep integritas nasional dapat tercapai apabila sekelompok masyarakat bersedia melebur identitas mereka dan menjauhkan diri dari kepentingan yang selama ini membentuk karakter individu atau kelompok
Selanjutnya Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan, bangsa Indonesia.
Nama : Adelia Bili Nadian
NPM : 2316031050
Kelas : Reguler B
Berdasarkan analisis saya, jurnal tersebut membahas tentang Identitas Nasional dan Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali dan terbentuk dari kemauan individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, sementara itu Integritas Nasional merupakan kesadaran yang menyebabkan kelompok-kelompok dengan berbagai identitas dapat merasa dirinya sebagai satu kesatuan. Kesadaran nasional juga merupakan dasar keyakinan adanya Integrasi Nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa.
NPM : 2316031050
Kelas : Reguler B
Berdasarkan analisis saya, jurnal tersebut membahas tentang Identitas Nasional dan Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali dan terbentuk dari kemauan individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, sementara itu Integritas Nasional merupakan kesadaran yang menyebabkan kelompok-kelompok dengan berbagai identitas dapat merasa dirinya sebagai satu kesatuan. Kesadaran nasional juga merupakan dasar keyakinan adanya Integrasi Nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa.