Nama : Recky Valerian
NPM : 2315061057
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai ideologi negara dan dasar hukum Indonesia. Pancasila dianggap sebagai sumber kesatuan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengakui hak individu dan masyarakat, serta menghadapi perkembangan zaman dengan cara yang dinamis. Pentingnya Pancasila dalam sistem hukum dan ketatanegaraan Indonesia juga ditekankan.
Pada tahap awal pembentukan negara Indonesia, terjadi perdebatan antara kelompok nasionalis yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara dan kelompok Islam yang ingin Islam sebagai dasar negara. Perubahan kata dalam Pancasila dari "Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Sari'at Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa. Meskipun terjadi perbedaan pendapat yang tajam, akhirnya Pancasila diterima oleh semua pihak sebagai ideologi negara yang mampu menyatukan bangsa Indonesia.
Artikel ini juga membahas peran agama dalam pembentukan Pancasila dan perubahan kata tersebut dalam konteks politik saat itu. Kesimpulannya adalah bahwa Pancasila dipilih sebagai ideologi negara untuk mencapai persatuan dan menghindari konflik yang berpotensi memecah belah bangsa. Perdebatan antara Soekarno dan Natsir memberikan pelajaran tentang kemampuan bangsa Indonesia untuk menyelesaikan perbedaan pandangan secara bijaksana demi kepentingan bersama.
NPM : 2315061057
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai ideologi negara dan dasar hukum Indonesia. Pancasila dianggap sebagai sumber kesatuan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengakui hak individu dan masyarakat, serta menghadapi perkembangan zaman dengan cara yang dinamis. Pentingnya Pancasila dalam sistem hukum dan ketatanegaraan Indonesia juga ditekankan.
Pada tahap awal pembentukan negara Indonesia, terjadi perdebatan antara kelompok nasionalis yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara dan kelompok Islam yang ingin Islam sebagai dasar negara. Perubahan kata dalam Pancasila dari "Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Sari'at Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa. Meskipun terjadi perbedaan pendapat yang tajam, akhirnya Pancasila diterima oleh semua pihak sebagai ideologi negara yang mampu menyatukan bangsa Indonesia.
Artikel ini juga membahas peran agama dalam pembentukan Pancasila dan perubahan kata tersebut dalam konteks politik saat itu. Kesimpulannya adalah bahwa Pancasila dipilih sebagai ideologi negara untuk mencapai persatuan dan menghindari konflik yang berpotensi memecah belah bangsa. Perdebatan antara Soekarno dan Natsir memberikan pelajaran tentang kemampuan bangsa Indonesia untuk menyelesaikan perbedaan pandangan secara bijaksana demi kepentingan bersama.