Posts made by Gerald Ilyas Manuel Gultom

Nama: Gerald Ilyas Manuel Gultom
NPM : 2315061101
Kelas : PSTI A

Di era globalisasi sekarang ini perkembangan terjadi dengan sangat cepat dan pesat yang dikarenakan adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi yang membuat kegiatan bertukar informasi yang dulunya sangat lama dan menyusahkan menjadi sangat cepat dan simpel yang membuat terjadinya pertukaran informasi yang rapid hal ini membawa berbagai dampak pada kemajuan dunia.

Dengan adanya teknologi informasi dan teknologi yang membuat komunikasi menjadi kebutuhan sehari hari bagi semua orang di era globalisasi ini hal ini membuat terjadinya perubahan pada kebudayaan dan pendidikan yang ada di negara masing-masing. Dengan adanya informasi yang terus-menerus dan berasal dari berbagai tempat semua orang jadi ingin mengikuti apa pun yang sedang trend agar mereka tetap trendy dan hal ini mengubah pola pikir masyarakat terutama remaja yang sedang mencari jati dirinya karena pada usia remaja banyak orang hanya mengikuti apa yang sedang diikuti oleh orang banyak tanpa memikirkan konsekuensi dari perbuatannya apakah perbuatannya akan menghasilkan dampak baik atau buruk. Tetapi ini bukan berarti hanya anak remaja saja yang mudah dipengaruhi karena buktinya orang tua sekalipun sekarang sudah membawa handphone kemana pun mereka pergi agar mereka bisa terus berinteraksi dengan kenalan mereka yang mungkin sedang berada di tempat yang jauh. Hal-hal ini membuat orang-orang menjadi apatis terhadap apa yang sedang terjadi di sekitar mereka sendirii dan lebih fokus terhadap apa yang sedang mereka browse di layar handphone mereka. Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan nilai-nilai pancasila karena Pancasila mengajarkan kita untuk selalu bersatu dan bergotong royong tetapi dengan kesukaan orang-orang untuk sendiri pada zaman modernisasi ini maka perwujudan sila-sila Pancasila makin susah untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Nama : Gerald Ilyas Manuel Gultom
NPM : 2315061101
Kelas : TI A

Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
saat ini sistem etika perilaku politik di Indonesia masih banyak kekurangan banyaknya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang merugikan negara membuat banyaknya kesenjangan antara nilai-nilai yang seharusnya dipedomi dalam bernegara yang ada tertulis dalam dasar negara yaitu Pancasila dengan perilaku berpolitik. Sudah seharusnya sistem etika berpolitik di Indonesia berubah ke arah yang lebih baik dan selalu menekankan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Karena sebagai dasar negara Pancasila lah yang menjadi acuan kita dalam bertindak dan berpolitik.

Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Pada umumnya generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya memiliki nilai-nilai yang dapat dibilang baik namun juga memilki nilai-nilai yang disebut buruk contohnya dalam mengamalkan sila pertama, saya dapat melihat bahwa pemuda yang ada di sekitar saya rajin dan bersemangat untuk beribadah setiap harinya. Namun dalam pengamalan sila ketiga yaitu persatuan Indonesia para pemuda nampaknya lupa untuk menjaga persatuan ini dan terlihat lebih senang untuk menghabiskan waktu sendiri melakukan apa yang mereka senangi saja. Solusi dari dekadensi moral yang saat ini terjadi adalah dengan cara:
1. Membangun kembali rasa kesatuan dan persatuan sebagai bangsa, dengan mengadakan perkumpulan kita dapat membangun kembali rasa nasionalisme bangsa muda Indonesia.
2. Melakukan penyuluhan mengenai pentingnya untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan dari negara Indonesia terlebih lagi karena Indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan dan adat istiadat.
3. Menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda agar mereka bangga menjadi bagian dari Tanah Air Indonesia dan berinisiatif untuk terus mengharumkan nama bangsa.
Nama : Gerald Ilyas Manuel Gultom
NPM : 2315061101
Kelas : TI A

Setelah membaca dan menganalisis jurnal ini saya dapat menyimpulkan bahwa media massa dalam mengontrol sosial di Indonesia tidak berjalan dengan baik dan merata. kebanyakan berita yang disebarluaskan sekarang adalah berita-berita yang tidak benar atau berita-berita yang dilebih-lebihkan hanya untuk menarik perhatian dari pembaca, berita-berita seperti ini disebarkan dengan luas dan dalam jumlah yang banyak oleh oknum-oknum untuk mencari keuntungan diri sendiri tanpa memikirkan sama sekali tentang kebenaran dari berita ataupun dampak dari berita yang mereka keluarkan. Hal ini makin parah dikarenakan masyarakat Indonesia yang biasanya tidak mengecek kembali kebenaran dari berita-berita yang mereka baca atau dengar.

Sudah menjadi kewajiban kita untuk mencari kebenaran dari berita yang kita terima sebelum kita mempercayainya karena jika kita mengacuhkannya maka kita sudah melanggar nilai Pancasila mengenai nilai kerohanian dan nilai vital. Pengamalan yang kurang dapat kita lihat dari banyaknya penyesatan melalui berita dan banyaknya berita-berita yang memang sengaja dibuat tidak sesuai dengan kebenaran. Penyesatan ini sendiri adalah tindakan yang mengancam pembuatnya untuk hukuman pidana terlebih lagi ketika kita memikirkan bahwa media massa ini bisa saja digunakan untuk mencegah kejahatan dan juga dapat digunakan untuk membentuk pribadi Indonesia yang unggul dengan cara menyajikan berita-berita yang memang menginspirasi dan mendorong pembaca untuk tetap terinspirasi.

Dengan mengingat potensi potensi yang dapat dihasilkan oleh penyebaran berita yang benar dan terencana maka kita harus lebih memerhatikan kualitas dari berita-berita yang beredar di lingkungan kita dengan cara mengamalkan Pancasila dalam segala perbuatan kita dan dengan memperbaiki etika jurnalisme agar berita yang dihasilkan adalah berita yang bisa membangun karakter Pancasila di Indonesia.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> forum diskusi

by Gerald Ilyas Manuel Gultom -
Nama : Gerald Ilyas Manuel Gultom
NPM : 2315061101
Kelas : TI A

Sistem filsafat adalah kumpulan ajaran
yang terkoordinasi, dengart ciri-ciri tertentu yang
berbeda dengan sistem.tain, misa1nya sistem ilmiah.
Suafu sistem fiIsafat hams komprehensif, daIam arti tidak ada sesuatu hal yang di luarjangkauannya.Kalau tidak demikian
maka hanya memandang realitas dati satu samping
atau tidak memadai. Suatu sistem filsafat dikatakan memadai kalau mencakup suatu
penjelasan terhadap semua gejala
(Kattsoff, 1964)

Salah satu basil dari kegiatan berfikir
akal manusia ialah apa yang dinamakan
fllsafat. Filsafat merupakan kreasi akal
manusia sebagai jawaban atas pesoalan
persoalan atau pun rahasia-rahasia alam
semesta. Maka dapat disimpulkan bahwa fllsafat sebagai proses
dan produk- berfikir manusia merupakan
pemikiran teoritis tentang Tuhan, alam
semesta secara keseluruhan. yang mencakup bidup manusia yang ada di dalamnya
untuk kemudian bagi manusia pemikiran
teoritis tersebut dipergunakan sebagai
pandangan dunia.

Suatu sistem filsafat hams komprehensive, dalam arti tidak ada sesuatu hal
yang di luar jangkauannya. Kalau tidak
demikian malta hanya memandang realitas
dari satu samping atau tidak memadai.
Suatu sistem filsafat dikatakan memadai
kalau mencakup suatu penjelasan terhadap
semua gejala (Kattsoff: 1964).

Cara mempelajari filsafat dibedakan
menjadi dua yaitu secara historis dan secarasistematik. Yang pertama mempelajari
sejarah perkembangan pemikiran filsafat
sejak
awal pemunculannya
sampai
sekarang. Yang kedua mempelajari isi,
yaitu
mempelajari
pembagian
bidang
persoalannnya.


Pertanyaan kefilsafatan bertalian
dengan pertanyaan yang mendalam yang
mengacu pada hakikat sesuatu yang dipertanyakan baik tentang Tuhan, alam manpun din manusia sendin.
Jawaban atas pertanyaan kefilsafatan
menghasilkan suatu sistem pemikiran kefilsafatan. Pemikiran kefllsafatan kemudian dijelmakan menjadi pandangan kefllsafatan. Dengan demikian pandangan ketUsafatan seseorang, berarti juga merupakan
pandangan seseorang terhadap Tuhan,
alam dan manusia. Dari. pandangan kefilsafatan seseorang dapat diketahui bagaimana
ia berfikir, bersikap dan berbuat.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

by Gerald Ilyas Manuel Gultom -
Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, dan hukumnya. Pembahasan Pancasila secara filsafat adalah membahas makna dan pengertian yang sedalam-dalamnya. Termasuk juga makna dari Pancasila itu sendiri. Kajian dalam filsafat Pancasila dibagi menjadi 3:

1. Kajian Ontologi: Membahas hakikat keberadaan Pancasila, mengenai "apa" (what) Pancasila itu. Dasar ontologis Pancasila adalah manusia.

2. Kajian Epistemologi: Membahas bagaimana Pancasila berada, mengenai "bagaimana" (how) Pancasila itu. Pengetahuan dipertanyakan dalam epistemologi.

3. Kajian Aksiologis: Membahas penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengenai "untuk apa" (for what) Pancasila itu.