Nama: Gerald Ilyas Manuel Gultom
NPM : 2315061101
Kelas : TI A
1. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu:
Ketuhanan Yang Maha Esa: mengembangkan teknologi dan IPTEK yang sesuai dengan ajaran dan tidak melanggar peraturan peraturan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing agama.
Kemanusiaan yang adil dan beradab:
Ilmu yang dipelajari digunakan dengan tujuan yang baik dan adil kepada semua orang tanpa membeda bedakan orang dan sebisa mungkin menggunakan ilmu tersebut sebagai alat untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang adil di semua bagiannya.
Persatuan Indonesia:
Dengan ilmu yang dipelajari diharapkan dapat menyatukan Indonesia dan membawa perubahan pada keadaan Indonesia yang terpecah-belah.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan:
Melakukan permusyawaratan dengan menggunakan hikmat kebijaksanaan dan ilmu ilmu yang dipelajari agar dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masalah yang ada.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia:
Dengan menggunakan ilmu harus dapat menciptakan situasi yang seadil adilnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Harapan terhadap model pemimpin, warganegara dan ilmuwan Pancasilais:
Terhadap pemimpin Pancasilais saya mengharapkan agar pemimpin ini dapat memimpin negara menuju kemakmuran dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri.
Terhadap warganegara saya mengharapkan agar warganegara dapat membantu pemimpin untuk selalu berpedoman pada pancasila dan selalu mengarahkan segala masalah dengan penyelesaian sesuai Pancasila.
Terhadap ilmuwan saya mengharapkan agar mereka dapat menciptakan teknologi teknologi yang dapat menunjang terjadinya kehidupan masyarakat yang selalu berpedoman pancasila dan terwujudnya nilai Pancasila dalam masyarakat.
NPM : 2315061101
Kelas : TI A
1. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu:
Ketuhanan Yang Maha Esa: mengembangkan teknologi dan IPTEK yang sesuai dengan ajaran dan tidak melanggar peraturan peraturan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing agama.
Kemanusiaan yang adil dan beradab:
Ilmu yang dipelajari digunakan dengan tujuan yang baik dan adil kepada semua orang tanpa membeda bedakan orang dan sebisa mungkin menggunakan ilmu tersebut sebagai alat untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang adil di semua bagiannya.
Persatuan Indonesia:
Dengan ilmu yang dipelajari diharapkan dapat menyatukan Indonesia dan membawa perubahan pada keadaan Indonesia yang terpecah-belah.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan:
Melakukan permusyawaratan dengan menggunakan hikmat kebijaksanaan dan ilmu ilmu yang dipelajari agar dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masalah yang ada.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia:
Dengan menggunakan ilmu harus dapat menciptakan situasi yang seadil adilnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Harapan terhadap model pemimpin, warganegara dan ilmuwan Pancasilais:
Terhadap pemimpin Pancasilais saya mengharapkan agar pemimpin ini dapat memimpin negara menuju kemakmuran dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri.
Terhadap warganegara saya mengharapkan agar warganegara dapat membantu pemimpin untuk selalu berpedoman pada pancasila dan selalu mengarahkan segala masalah dengan penyelesaian sesuai Pancasila.
Terhadap ilmuwan saya mengharapkan agar mereka dapat menciptakan teknologi teknologi yang dapat menunjang terjadinya kehidupan masyarakat yang selalu berpedoman pancasila dan terwujudnya nilai Pancasila dalam masyarakat.