Posts made by Elsa Estevania Natali

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

by Elsa Estevania Natali -

Nama : Elsa Estevania Natali

NPM : 2311011089

Lewat pidatonya di Amerika Serikat pada tahun 1956, Ir. Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara. Bung Karno menjelaskan bahwa Pancasila dimasukkan ke dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara, serta menyebutkan isi dari sila-sila Pancasila. Seperti Bung Karno yang dengan bangga memperkenalkan Pancasila di negeri orang, kita sebagai generasi penerus bangsa juga harus merasa bangga dan selalu menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Elsa Estevania Natali -
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

PENDIDIKAN PANCASILA, EKSISTENSINYA BAGI MAHASISWA

Dasarnya, Mahasiswa dididik untuk menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki pemikiran yang luas, realistis, dan sistematis dalam menjalankan ketatanegaraan. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional dan juga termuat dalam SK Dirjen Dikti No 38/DIKTI/Kep/2022, dijelaskan bahwa tujuan pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan, yaitu perilaku yang mencerminkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan hakikat pendidikan Kewarganegaraan Indonesia yang berbasis Pancasila tersebut, maka dapat dirumuskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia merupakan Pendidikan Kebangsaan dan Kewarganegaraan yang berhadapan dengan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, demokrasi, HAM, dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang menggunakan Pancasila sebagai pisau analisisnya.

Mengingat Pancasila adalah dasar negara, maka mengamalkan dan mengamankan Pancasila mempunyai sifat imperatif/memaksa, artinya setiap warga negara Indonesia harus tunduk/taat kepadanya. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum,, tetapi mempunyai sifat mengikat, artinya setiap manusia Indonesia terkait dalam cita-cita yang terkandung di dalamnya.

Adanya pendidikan kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia akan senantiasa diupayakan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana yang diamanatkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni sebagai manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, yang memiliki jiwa nasionalisme, yang cerdas, berkerakyatan yang adil terhadap lingkungan sosialnya.

Pendidikan Pancasila juga bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa yang beriman dan bertaqwa, dapat memahami dan mampu melaksanakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menguasai pengetahuan tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dilandasi Pancasila, memupuk dan membantu mahasiswa dalam proses belajar, berpikir, dan memecahkan masalah dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai-nilai Pancasila.

Perspektif pendidikan Pancasila perlu dilakukan oleh perguruan tinggi dalam rangka melestarikan nilai-nilai Pancasila dan menanamkan nilai moral
positif, yang terkandung di dalamnya pada generasi muda khususnya mahasiswa keberadaan mahasiswa yang mempunyai penting dan vital. Selain itu karena Pancasila sebagai dasar negara dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus dari dini dikenalkan dan diajarkan kepada masyarakat Indonesia termasuk di Perguruan Tinggi. Sebagai pembentuk intelektual yang bermoral ketuhanan dan kemanusian.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

by Elsa Estevania Natali -

Nama : Elsa Estevania Natali

NPM : 2311011089

PERISTIWA RENGASDENGKLOK

Pada tanggal 14 Agustus 1945 pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Berita ini diketahui oleh golongan muda di Bandung, melalui berita siaran radio. Bertepatan dengan kembalinya Ir. Sukarno dana Moh. Hatta ke tanah air setelah memenuhi panggilan panglima Jepang untuk Asia Tenggara.

Terjadi pro dan kontra tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Golongan Muda mendesak golongan tua untuk segera membahas dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kemudian mereka melakukan aksi pencurian terhadap Ir. Sukarno dan Moh. Hatta dan membawa mereka ke Rengasdengklok. Hal ini dilakukan mereka agak terhindar dari pengaruh pemerintah Jepang dalam membahas pelaksanaan proklamasi. Di Jakarta juga terjadi perundingan yang diajukan oleh Ahmad Subardjo sebagai perwakilan golongan tua, dan Wikana sebagai perwakilan golongan muda. 

Hingga pada akhirnya tercapai kesepakatan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilakukan di Jakarta. Ir. Sukarno dan Moh. Hatta kemudian dijemput di Rengasdengklok untuk dibawa menuju kediaman Laksamana Maeda. 

Naskah proklamasi dirumuskan oleh Ir. Sukarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Subardjo. Setelah disepakati, naskah tersebut diberikan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Akhirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno, di halaman rumahnya, yaitu jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta, pada tanggal 17 Agustus 1945.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analis Jurnal

by Elsa Estevania Natali -

Nama : Elsa Estevania Natali

NPM : 2311011089

PANCASILA MUSUH AGAMA?

Agama dan negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan untuk merealisasikan tujuan dari masing-masing konteks. Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apa pun. Pancasila telah disepakati bersama oleh para pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia. Pancasila bukanlah musuh agama, Pancasila dan agama memiliki porsi masing-masing dalam kehidupan umat manusia, Pancasila dan agama juga berjalan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan hubungan yang terjalin dengan harmonis antara satu dengan yang lain.

Nama : Elsa Estevania Natali

NPM : 2311011089

Dalam pidatonya, Ir. Soekarno menyampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa Pancasila merupakan dasar dari segala hukum dan aturan yang ada di Indonesia, serta dasar yang dapat mempersatukan kerja keras seluruh rakyat untuk negara Indonesia. Bung Karno juga menyampaikan pesan tersirat dari pidato tersebut, bahwa kita sebagai rakyat Indonesia harus menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, karena lahirnya Pancasila mengakhiri revolusi, tetapi juga mengawali revolusi, bukan hanya revolusi Soekarno, tetapi revolusi seluruh rakyat Indonesia