NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Prodi : S1 Manajemen
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Jurnal tersebut membahas mengenai beberapa topik yang berkaitan dengan jalannya demokrasi di Indonesia. Topik yang dibahas adalah:
Bahasan tersebut merupakan hal yang dapat memengaruhi jalannya sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia. Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular, karena pilar-pilar pentingnya belum terlaksana dengan baik. Tantangan pendalaman demokrasi ini semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik, dan hukum juga tidak memadai. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas pemilu dan demokrasi, serta stabilitas nasional.
Oleh karena itu, setiap permasalahan yang berpotensi menjadi tantangan dalam proses demokrasi di Indonesia harus diselesaikan dan dikelola dengan baik, agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman dan tanpa hambatan, serta stabilitas nasional tetap terjaga.
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Dalam video tersebut, membahas mengenai pentingnya demokrasi bagi sebuah negara meskipun sering menyebabkan kegaduhan. Alasan utama mengapa banyak negara memilih sistem demokrasi adalah, negara yang memiliki sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang bagi rakyatnya. Demokrasi juga dapat menjadi alat paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Sebagai contoh, negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Selain itu, warga yang hidup di negara penganut demokrasi juga cenderung memiliki angka harapan hidup yang tinggi.
Setiap negara pasti menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti yang dialami oleh negara penganut demokrasi, namun bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Banyak pertanyaan dari para kritikus demokrasi mengenai penerapan sistem demokrasi ini, jika diimplementasikan pada masyarakat luas. Saat ini, beberapa analisis mengatakan bahwa demokrasi berada dalam masa krisis, yang disebabkan oleh rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintahan yang dianggap tidak transparan.