གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Sutriyah Sutriyah

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Sutriyah Sutriyah གིས-
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Bab 10 : Analisis Soal
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, jelaskan!
Jawab : Pendapat saya menyetujui hal tersebut walaupun efektivitas pembelajaran adalah ketika bertatap langsung namun dalam kondisi seperti ini proses pendidikan harus beradaptasi dan tidak boleh terhenti. 

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 agar tetap melemah dengan penerapan nilai-nilai Pancasila?
Jawab : Pertama, merancang pedoman pembelajaran secara jarak jauh seperti adanya zoom meeting agar upaya pemberian ilmu dari guru ke murid tetap dilaksanakan, pengimplementasian Pancasila ditengah pandemi adalah perlunya pelaksanaan pembelajaran Pancasila yang menarik berupa penugasan dalam kehidupan sehari-hari yang dirancang atraktif bagi siswa/mahasiswa . Perlunha mengoptimalkan peran orang tua dalam pembelajaran jarak jauh untuk membimbing anaknya. 

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab : Contoh kasus sebagai berikut
1. Jujur 
Berbicara dan berprilaku yang benar
2. Disiplin
Datang ke kampus tepat waktu
3. Tanggungjawab
Menyelesaikan tugas yang diberikan dosen dengan sebaik-baiknya
4. Peduli
Membantu dan menolong setiap makhluk hidup yang mengalami kesulitan
5. Santun 
Bersikap yang sesuai dengan tatakrama seperti menghargai pendapat orang lain
6. Ramah Lingkungan
Menjaga dan membuang sampah pada tempatnya
7. Gotong Royong
Berdiskusi dalam forum diskusi ketika terdapat tugas kelompok diskusi untuk menyelesaikan sebuah tugas/permasalahan
8. Cinta Damai
Menjaga hubungan dengan sesama teman 
Pendapat : Berbagai macam tugas/permasalahan contoh kasus ini sudah seharusnya dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

D. Menjelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, membayangkan dan berperilaku masyarakat?
Jawab : Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung dalam paradigma berpikir, membayangkan dan berperilaku dimasyarakat adalah menjalankan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila tersebut dalam kehidupan sebagai pandangan hidup dan dasar dari negara kita. 

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Sutriyah Sutriyah གིས-

Nama : Sutriyah

NPM : 2311011076


Bab 9 : Analisis Soal

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus permohonan maaf korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan penerapan nilai Pancasila?


Jawaban : menurut pendapat saya mengenai hal tersebut saya sangat prihatin terhadap apa yang dilakukan sekelompok masyarakat di Semarang, Jawa Tengah yang menolak jenazah korban covid-19 bahkan korban tersebut adalah seorang perawat yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 ini. Mengenai hal ini telah secara nyata bahwa mengingkari sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab” berupa asas ber-perikemanusiaan. Ketidakperikemanusiaan berupa menolak dikebumikannya korban tersebut dengan alasan yang justru egoistik bahwa seseorang yang telah tiada seharusnya dikebumikan secara layak. 


2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai pelajar mengenai kejadian tersebut agar tidak terulang lagi di kemudian hari!

Jawab : Sebagai seorang pelajar saran saya mengenai kejadian ini agar tidak terulang kembali adalah :

1. Edukasi masyarakat, Masyarakat harus berpengetahuan penuh (berpengetahuan penuh) mengenai dasar negaranya sendiri yakni Pancasila hal ini harus tertanam dari sejak PAUD hingga kapan-pun. Berpengetahuan pula terhadap "virus" yang terjadi dan melanda ini. Sehingga diperlukan edukasi mengenai bagaimana virus ini dapat menular dan lain sebagainya. 

2. Perlunya kesadaran moral, perlunya kesadaran moral dari tiap individu bahwa rasa saling menghargai dan menghormati sesamanya keadaannya karena ia adalah saudara sebangsa setanah air

3. Budaya masyarakat, berupa menciptakan budaya masyarakat yang cinta kasih terhadap sesama. Sehingga, tidak akan terjadi hal-hal seperti ini di kemudian hari. 

Solusi yang dapat saya berikan adalah

1. Memberikan pemahaman kepada warga bahwa perlunya memahami dan memahami bagaimana pandangan hidup bangsa kita harus diterapkan yakni dalam kasus ini adalah sila ke-2. Sebagai manusia yang adil dan beradab sehingga sangat penting rasanya beradab terhadap kehidupan sesamanya. 

2. Memberikan tempat yang dikhususkan bagi korban COVID-19 agar memiliki tempat akhir yang layak dan tidak perlu/terjadi persetujuan seperti ini dan dibutuhkan jika persetujuan seperti ini tidak dapat dihindari. 


3. Apakah penolakan korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!

Jawab : Ya, penolakan korban covid-19 termasuk pelanggaran terhadap sila ke-2 Pancasila secara definisional sila ke 2 berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan setiap manusia memiliki Hak asasi manusia (HAM) yang melekat pada dirinya sebagai makhluk Tuhan, jadi baik ia masih hidup dan belum bernyawa padahal ia tetap memiliki hak asasi manusia dan bukankah orang yang telah meninggal tersebut merupakan seorang manusia walaupun tidak bernyawa? Dan bahwa korban tersebut pun merupakan bagian dari masyarakat/rakyat Indonesia yang memiliki hak terhadap Pancasila dan setiap orang hidup wajib merealisasikan nilai-nilai dari Pancasila tersbeut bahkan terhadap orang yang belum bernyawa sekalipun. 

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Sutriyah Sutriyah གིས-
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Bab 10 : Analisis Jurnal
Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Filsafat Pancasila
Hakikat Filsafat Pancasila
Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat. hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum pokok dari Pancasila. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai-nilai Pancasila
Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu rakyat dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila, bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi-Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi-Kemanusiaan, berperi-Kebangsaan, berperi-Kerakyatan, dan berperi-Keadilan Sosial.

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia
Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan.

Filsafat Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter
Untuk mencapai hal tersebut maka seorang pendidik harus dapat :
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Sutriyah Sutriyah གིས-
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Bab 9 : Analisis Jurnal
Filsafat Ilmu
dan Arah Pengembangan Pancasila:
relevansinya Dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

1. Sejarah Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Pada abad ke-17 filsafat dan ilmu berdiri sendiri. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan

2. Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang mencakup landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.

Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa, misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran sebagai bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila.

3. Pengembangan nilai-nilai Pancasila
Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung), pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (werelden levens beschouwing). Sehingga pancasila baik secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi telah termaktub dalam Pancasila dalam pengertian umum tersebut.

4. Masalah Kebangsaan dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Untuk mengatasi masalah kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor. Pertama, harus ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia. Kedua, memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani. Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan.

Manajemen B MKU Pancasila -> Analisis Video Pembelajaran

Sutriyah Sutriyah གིས-

Nama : Sutriyah

NPM : 2311011076

Bab 9 : Analisis video

- Pancasila sebagai Filsafat

Pancasila sebagai filsafat, pertama adalah mengetahui terlebih dahulu definisi dari Filsafat itu sendiri. Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu “Philosophia” terdiri dari Phile artinya Cinta (hasrat yang besar atau berkobar-kobar atau bersungguh-sungguh) dan Sophia artinya Kebijaksanaan (kebenaran sejati atau kebeneran sesungguhnya). 

- Filsafat memiliki aliran yaitu :

1. Bersifat Rasionalisme (akal) 

2. Bersifat Materialisme (materi) 

3. Bersifat Individualisme (individualitas) 

4. Bersifat Hedonisme (kesenangan) 

- Manfaat Mempelajari Filsafat

1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,

2. Melatih kemampuan berpikir logis, 

3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana,

4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif,

5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana. 

Sama halnya dengan filsafat, filsafat Pancasila didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan realitas budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pemahamannya yang mendasar dan menyeluruh. 

- Pancasila sebagai sistem filsafat

Bahwa sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen komponen, 

2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri,

3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan,

4. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem),

5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks. 

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan :

- Ontologis, yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau keberadaan dan disamakan artinya dengan metafisika. 

- Epistemologis, yaitu menyelidiki asal usul usul, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan

- Aksiologis, yaitu berasal dari axios yang artinya nilai, manfaat dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.