གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Indira Septiani 2311011025

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Indira Septiani 2311011025 གིས-
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Pendidikan Pancasila, Eksistensinya Bagi Mahasiswa

Pada dasarnya peserta didik dilatih untuk menjadi generasi penerus bangsa, yang mempunyai pemikiran luas dalam penyelenggaraan pengelolaan negara. Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan juga dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 38/DIKTI/Kep/2022 dijelaskan bahwa tujuan pendidikan Pancasila adalah untuk memperoleh perhatian pada etika. hal yang harus diwujudkan dalam hidup, yaitu perilaku yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan hakikat pendidikan kewarganegaraan Indonesia menurut Pancasila, maka dapat dipahami bahwa pendidikan kewarganegaraan di Indonesia adalah pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan kewarganegaraan yang berhadapan dengan eksistensi negara Republik Indonesia yang bersatu, demokratis, berkemanusiaan, hak asasi manusia, cita-cita untuk mencapai masyarakat Indonesia yang menggunakan Pancasila sebagai alat analisis. Mengingat Pancasila adalah dasar negara, maka pelaksanaan dan penjaminan Pancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat imperatif atau memaksa, artinya seluruh warga negara Indonesia wajib menaatinya. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tidak disertai sanksi hukum, namun bersifat mengikat, artinya setiap orang Indonesia terikat pada cita-cita yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan hal di atas, maka kerangka masalah dalam analisis ini menitikberatkan pada makna atau keberadaan pendidikan Pancasila bagi mahasiswa, serta upaya atau sarana penerapan Pancasila di kampus. Keberadaan pendidikan kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia akan selalu bertujuan untuk terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945, khususnya manusia yang religius, humanis, beragama dan beradab, berbangsa, cerdas, dan demokratis, serta orang-orang yang adil terhadap lingkungan sosialnya. Pendidikan Pancasila juga bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa, mampu memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menguasai pengetahuan berbagai persoalan pokok kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila, mengedepankan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma. Pancasila, serta dapat membantu siswa dalam proses belajar, berpikir, dan pemecahan masalah dengan menerapkan strategi heuristik pada nilai-nilai Pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analis Jurnal

Indira Septiani 2311011025 གིས-
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Agama Musuh Pancasila?
Studi Sejarah dan Peran Agama Dalam Lahirnya Pancasila

Agama dan negara tidak boleh saling bertentangan dalam keadaan apapun. Agama dan negara berinteraksi untuk mencapai tujuan dan konteksnya masing-masing. Pancasila sebenarnya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila dianut oleh para pendiri bangsa dari berbagai latar belakang. Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis mempunyai akar yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologis Pancasila telah terbukti kebenarannya yang dapat diuji, dapat diverifikasi, dan dapat disangkal.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Indira Septiani 2311011025 གིས-
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Internalisasi Pancasila di Perguruan Tinggi

Pancasila adalah ideologi, dasar negara dan falsafah bangsa Indonesia yang final dan tidak dapat diubah lagi. Pancasila tidak muncul secara tiba-tiba melainkan melalui berbagai proses dan perubahan hingga menjadi Pancasila yang kini menjadi dasar negara. Eksistensi ideologi Pancasila seolah-olah disabotase oleh negara sendiri. Saat ini banyak terjadi kasus pelecehan dan penyalahgunaan Pancasila oleh masyarakat. Hal ini merupakan dampak dari perkembangan teknologi dan zaman yang membuat masyarakat seolah-olah lupa bahwa Pancasila merupakan suatu hal penting yang perlu dilindungi dan dipertahankan. Pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila mulai menurun, bahkan ada diantara mereka yang tidak hafal dan tidak mengetahui isi sila Pancasila. Padahal, mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan merupakan cara terbaik untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang apa yang perlu mereka ketahui. Upaya menginternalisasikan Pancasila sangat didukung dengan disahkannya Undang-Undang Pendidikan Tinggi. Dari ulasan yang ada, kita dapat melihat bahwa pengajaran Pancasila di perguruan tinggi dapat meningkatkan upaya internalisasi Pancasila bagi generasi muda Indonesia. Dengan ditetapkannya mata kuliah wajib pendidikan umum di perguruan tinggi, maka dapat menjadi salah satu unsur pembentuk kebudayaan nasional. Pelatihan Pancasila dilaksanakan dengan sangat efektif dan menggunakan pendekatan kontekstual dengan memberikan contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Indira Septiani 2311011025 གིས-
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Analisis Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila berarti dasar atau asas. Sehingga Pancasila memiliki arti 5 asas. Istilah Pancasila terdapat dalam buku Negarakertagama oleh Mpu Prapanca dan buku Sutasoma oleh Mpu Tantular yang berarti gerbang sandi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Berawal dari pemerintah Hindia Belanda yang menyerah tanpa syarat kepada Jepang sehingga memulai pendudukan Jepang di Indonesia sampai pada akhirnya Jepang terdesak oleh sekutu sehingga Jepang berusaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan Indonesia di kemudian hari.

Pada 29 April 1945, dibentuk BPUPKI yang diketuai oleh K.R.T. Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang beranggotakan 76 orang dengan 7 orang jepang sebagai anggota istimewa.

BPUPKI melakukan sidang pertama pada 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 yang menghasilkan rumusan dasar negara. Pada sidang 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan rumusan tersebut yang diberi nama Pancasila. Selain itu Ir. Soekarno juga mengusulkan konsep Trisila dan Ekasila yang merupakan intisari dari Pancasila. Trisila yang terdiri dari sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan ketuhanan. Sedangkan Ekasila berupa gotong royong. Tindak lanjut dari Sidang BPUPKI yaitu dibentuknya Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

BPUPKI melakukan sidang kedua pada 11 Juli 1945 yang menghasilkan rancangan teks proklamasi, rancangan pembukaan UUD, dan rancangan batang tubuh UUD.

Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI yang beranggotakan 27 orang yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Hasil sidang pertama PPKI pada 18 Agustus 1945 :
1. Mengesahkan UUD 1945 yang didalamnya terdapat dasar negara Pancasila.
2. Mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden pertama RI dengan Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya.
3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.

Pancasila memiliki 2 pengertian, yaitu :
1. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup.
2. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Pancasila memiliki 3 fungsi, yaitu :
1. Fungsi Yuridis
2. Fungsi Sosiologis
3. Fungsi Etis dan Filosofis

Pancasila sebagai dasar negara mengandung 4 pokok pikiran, yaitu :
1. Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia berdasarkan persatuan (sila 3).
2. Negara Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila 5).
3. Negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (sila 4).
4. Negara berdasarkan Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (sila 1 dan sila 2).

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

Indira Septiani 2311011025 གིས-
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka menghadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawaban :
1. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketidaksetaraan.
2. Kebersamaan dalam mengatasi bencana alam dengan membantu korban dan mendukung upaya penyelamatan.
3. Melakukan sosialisasi mengenai lingkungan kepada masyarakat.
4. Melakukan penggalangan dana atau sumber daya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
5. Membangun kesadaran nasionalisme dan patriotisme.

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?
Jawaban :
Dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal dan menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain :
1. Saling menghormati dan menghargai keberagaman.
2. Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan menghindari diskriminasi.
3. Melakukan kolaborasi antar budaya untuk melakukan proyek-proyek yang memajukan masyarakat secara bersama-sama.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara!
Jawaban :
Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok, bangsa, atau negara tersebut. Nilai-nilai dasar tersebut merupakan nilai yang dianggap benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Nilai-nilai dasar tersebut meliputi cita-cita, tujuan, dan nilai-nilai luhur yang sejati. Contoh nilai-nilai dasar dari Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung tiga nilai yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Nilai instrumental dapat berubah dalam pengembangan dan pengamalannya sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Perubahan tersebut tidak boleh menyimpang dari nilai dasarnya. Sifat dinamis dan inovatif nilai instrumental memungkinkan Pancasila dapat senantiasa beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasarnya.

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawaban :
Menurut pendapatku adalah bahwa sikap para pendiri bangsa Indonesia saat mengatasi perbedaan dalam rumusan Pancasila menunjukkan kebijaksanaan dan kemampuan mereka untuk merangkul keragaman budaya dan agama di Indonesia. Mereka mengganti formulasi yang kontroversial dengan "Yang Maha Esa," yang lebih inklusif dan menyatukan semua warga negara.
Sikap ini mengajarkan kita, sebagai bangsa di masa sekarang, pentingnya toleransi, dan persatuan dalam keragaman. Kita harus terus menjaga semangat Pancasila untuk menciptakan harmonisasi di tengah perbedaan dan memperlakukan semua warga negara dengan adil, tanpa memandang agama atau budaya mereka.