Kiriman dibuat oleh Indira Septiani 2311011025

Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025
Prodi : S1 Manajemen A

Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

Jurnal ini membahas tentang relevansi filsafat ilmu dalam mengkaji Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan perannya dalam menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan, khususnya korupsi. Filsafat ilmu memiliki tiga aspek yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, yang dapat digunakan untuk memahami nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menemukan bahwa Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai yang mengembangkan sikap saling menghargai antar sesama manusia (ontologi), sumber pengetahuan dan konsep nasionalisme yang harus digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sosial di Indonesia (epistemologi), dan nilai-nilai yang berkontribusi pada keadilan sosial dan kemanusiaan (aksiologi). Jurnal ini juga membahas sejarah filsafat ilmu dan perannya dalam menjembatani kesenjangan antara berbagai bidang ilmu. Jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai sistem nilai ideologi yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai dasar untuk memecahkan masalah-masalah kebangsaan.
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025
Prodi : S1 Manajemen A

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Filsafat, dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" yang terdiri dari kata "Phile" yang artinya cinta dan "Sophia" yang artinya kebijaksanaan. Dalam aliran-aliran filsafat, terdapat berbagai pandangan, seperti rationalisme yang mengagungkan akal, materialisme yang mengagungkan materi, individualisme yang mengagungkan individualitas, dan hedonisme yang mengagungkan kesenangan. Mempelajari filsafat memiliki manfaat penting, antara lain memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berfikir logis, berpikir dan bertindak bijaksana, berpikir rasional dan komprehensif, serta menyeimbangkan pertimbangan dan tindakan untuk mencapai keselarasan hidup dan tindakan yang bijaksana.

Selain itu, filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk memahami pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila dianggap sebagai sistem filsafat, yang memiliki ciri-ciri sebagai kesatuan bagian-bagian dengan fungsi sendiri-sendiri, saling berhubungan, dan saling ketergantungan, semua diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, dan beroperasi dalam lingkungan yang kompleks. Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan alat pemersatu serta perjuangan bangsa untuk memerdekakan diri dan memperjuangkan cita-cita bangsa. Pancasila juga merupakan modal sosial bangsa Indonesia di tengah tantangan revolusi industri 4.0, dimana keanekaragaman budaya dan suku yang ada adalah rahmat bagi bangsa Indonesia untuk selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Modal sosial dapat dikatakan sebagai kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia dan trust atau kepercayaan adalah salah satu wujud modal sosial yang membangun jati diri bangsa Indonesia. Organisasi Pancasila yang terdapat pada salah satu dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan perwujudan modal sosial. Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Pancasila juga diyakini bisa menjadi modal besar dalam melawan penyebaran virus Covid-19 dan menjadi modal bagi bangsa Indonesia saat bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa.
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Pancasila merupakan dasar negara yang kuat, konsisten, dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Pancasila memiliki lima prinsip yaitu kebangsaan, internasionalisme, mufakat, keadilan sejahtera, dan ketuhanan yang maha esa. Pancasila menjadi dasar hukum dan filsafat negara di Indonesia, dan tidak ada sumber hukum atau filsafat bernegara di Indonesia yang melebihi Pancasila. Pancasila juga menjadi faktor penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia dan membuat Indonesia dapat bertahan menghadapi segala masalah. Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa Pancasila dapat menjadi dalih bagi pemerintahan yang otoriter untuk melabel semua orang yang mengkritik pemerintah sebagai anti-Pancasila. Oleh karena itu, Pancasila harus dibuka untuk generasi muda agar relevan dan menjadi nilai yang hidup bagi masyarakat.
Nama : Indira Septiani
NPM : 2311011025

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Jurnal ini membahas tentang pentingnya membangun karakter bangsa Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara. Jurnal ini mengidentifikasi masalah yang ada dalam masyarakat Indonesia, seperti degradasi lingkungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan perilaku tidak etis, yang disebabkan oleh kurangnya pengembangan karakter dan budaya. Jurnal ini juga membahas pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam membentuk karakter bangsa melalui budaya perilaku masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa membangun karakter bangsa Indonesia berbasis Pancasila adalah langkah penting dalam mengatasi masalah yang ada dalam masyarakat serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.