Posts made by ELSYA GUSTI LESTARI

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Jawab : Menurut pendapat saya mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 memaksa banyak lembaga pendidikan beralih ke pembelajaran daring. Beberapa siswa menganggap pembelajaran daring kurang efektif dibandingkan pembelajaran tatap muka, karena hilangnya interaksi sosial dengan guru dan teman sebayanya.

 

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Jawab : Pandemi COVID-19 membawa tantangan besar bagi sektor pendidikan, termasuk penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan. Namun ada beberapa cara untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di masa pandemi secara efektif dan maksimal, antara lain:

  • Pemerintah harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, terutama dalam kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, seperti Belajar Dari Rumah.
  • Media pembelajaran berbasis interaktif dapat digunakan untuk memperkuat profil siswa Pancasila di sekolah dasar.
  • Pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan agama dapat digunakan untuk menanamkan pendidikan nilai kepada peserta didik di masa pandemi. Pendidikan Pancasila khususnya merupakan salah satu cara untuk menanamkan kepribadian yang bermoral dan berwawasan luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Jawab : Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais di lingkungan sekitar dapat berupa:

  • Jujur: Seorang siswa mengakui kesalahan yang dilakukannya saat mengerjakan tugas dan tidak menyalahkan orang lain. Hal ini menunjukkan sikap jujur yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Disiplin: Seorang karyawan selalu datang tepat waktu dan menyelesaikan tugasnya dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan sikap disiplin yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Tanggungjawab: Seorang siswa merawat tanaman di sekolah dan memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Hal ini menunjukkan sikap tanggung jawab yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Peduli: Seorang siswa membantu temannya yang sedang kesulitan dalam belajar dan memberikan dukungan moral. Hal ini menunjukkan sikap peduli yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Santun: Seorang siswa berbicara dengan sopan dan tidak menggunakan kata-kata kasar saat berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini menunjukkan sikap santun yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Ramah lingkungan: Seorang siswa membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini menunjukkan sikap ramah lingkungan yang ditanamkan dalam dirinya.
  • Gotong royong: Sebuah komunitas warga membersihkan lingkungan sekitar secara bersama-sama. Hal ini menunjukkan sikap gotong royong yang ditanamkan dalam diri mereka.
  • Cinta damai: Seorang siswa menyelesaikan konflik dengan temannya dengan cara damai dan tidak menggunakan kekerasan. Hal ini menunjukkan sikap cinta damai yang ditanamkan dalam dirinya.

Menurut pendapat saya, contoh kasus tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karakter Pancasilais dapat dilakukan di berbagai lingkungan dan situasi. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai, individu dapat menjadi lebih baik dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, pengembangan karakter Pancasilais juga dapat dilakukan melalui pendidikan karakter di sekolah dan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Jawab : Pancasila merupakan ideologi Negara Indonesia dan menjadi landasan filosofis bangsa. Ini berisi lima sila yang dimaksudkan untuk membimbing individu dalam pemikiran, perilaku, dan sikap mereka terhadap orang lain. Berikut beberapa poin penting mengenai hakikat Pancasila dalam mengaktualisasikan nilai-nilai yang dikandungnya sebagai paradigma berpikir, berperilaku, dan bertindak dalam masyarakat:

  • Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila: Pemberlakuan Pancasila merupakan wujud aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam sikap, perilaku, integritas, dan moralitas yang sangat bergantung pada moral. Internalisasi nilai-nilai Pancasila merupakan proses penanaman ideologi bangsa kepada warga negara sebagai upaya membentuk kepribadian, cara berpikir, dan perilaku.
  • Paradigma berpikir, berperilaku, dan bertindak: Pancasila berfungsi sebagai paradigma berpikir, berperilaku, dan bertindak dalam Masyarakat. Merupakan metode salah satu hasil kegiatan berpikir akal manusia, yang disebut filsafat. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti menggunakan Pancasila dalam melihat realitas kehidupan yang terjadi dan upaya mencapai cita-cita tujuan nasional.
  • Pembentukan hukum: Pancasila tidak dapat dipisahkan dari pembentukan hukum, yang juga harus berorientasi pada Pancasila sebagai dasar falsafah dan pandangan hidup. Pemikiran hukum integral Pancasila adalah suatu cara berpikir, berbuat, dan berbuat hukum berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keindonesiaan.
  • Peran dalam membangun karakter: Pancasila dapat dijadikan paradigma dalam membangun karakter inklusif generasi muda bangsa. Nilai-nilai luhur yang ada pada kearifan lokal dapat memperkuat jati diri bangsa dan menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Karakter Pancasila dalam segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan wadah bagi bangsa Indonesia untuk melestarikan dan menjaga keutuhan karakter bangsa yang mewujudkan Pancasila dan UUD 1945.

Ringkasnya, Pancasila menjadi landasan filosofis bangsa dan mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman individu dalam berpikir, berperilaku, dan bersikap terhadap orang lain. Merupakan paradigma berpikir, berperilaku, dan bertindak dalam masyarakat serta berperan dalam membangun karakter generasi muda bangsa.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari 
NPM : 2311011014


Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan.

 

Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Dalam Sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu Empirisme, Nativisme, Naturalisme, Konvergensi. . Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat, apabila kita hubungkan fungsi.

 

Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Diktat “Filsafat Pancasila” (Danumihardja, 2011) menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis berdasarkan sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya. Secara aksiologis bedasarkan pada yang terkandung di dalamnya, hirarki dan struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri. Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.

 

Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Filsafat, adalah sebuah ilmu pengetahuan sudah seharusnya mampu mengembangkan nilai-nilai Pancasila, dengan jalan dijadikan bahan dan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat harus memahami bahwa Pancasila yang memiliki nilai-nilai luhur itu adalah sifat-sifat dan karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mengembangkan dan menanamkan sejak dini di dalam pikiran masyarakat Indonesia.

Nama : Elsya Gusti Lestari
NPM : 2311011014


Pengertian filsafat menurut arti katanya, filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Yunani "Philosophia", terdiri dari kata Phile (cinta) yang artinya sungguh – sungguh dan Sophia (kebijaksanaan) yang artinya kebenaran sesungguhnya. aliran – aliran filsafat yaitu rationalisme mengagungkan akal, materialisme mengagungkan materi, individualisme mengagungkan individualitas, dan hedonisme mengagungkan kesenangan. Selain itu terdapat manfaat mempelajari filsafat adalah untuk memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berpikir logis, bertindak bijaksana, rasional, dan komprehensif serta menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperolah keselarasan hidup

Pengertian filsafat Pancasila, Filsafat Pancasila merupakan refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa yang bertujuan untuk mendapatkan pokok – pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan bagian – bagian / unsur / elemen / komponen yang mempunyai fungsi tersendiri dengan saling berhubungan dan ketergantungan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem). Bidang wawasan filsafat / aspek penyelidikan meliputi Ontologis (ilmu menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang keberadaan dan eksistensi), Epistemologis (menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan), dan Aksiologis (berasal dari Bahasa Yunani, Axios berarti nilai, manfaat, dan Logos berarti pikiran, ilmu, atau teori).

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

by ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


Pancasila merupakan kekuatan integratif, dimana Pancasila ini hendaknya menjadi persatuan bangsa karena keanekaragaman budaya dan suku yang selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila juga perlu diimplementasikan karena Pancasila sebagai dasar negara dan alat pemersatu.

Modal sosial (kepercayaan) yaitu kelompok individu yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia. Perwujudan modal sosial adalah 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai – nilai Pancasila dan tantangan revolusi industry 4.0 yaitu :

1. Keagamaan.

2. Kemanusiaan.

3. Persatuan.

4. Permusyawaratan.

5. Keadilan sosial.