Kiriman dibuat oleh NUZHA TUNNIDA _2311011032

Nama : Nuzha Tunnida
NPM : 2311011032
Kelas : Manajemen Genap
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Kasus

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
     Isi artikel tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang masih menghadapi banyak tantangan dan permasalahan. Beberapa poin utama yang diangkat dalam artikel: 
1. Lembaga-lembaga HAM seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta mencatat bahwa kinerja pemerintah terkait HAM masih buruk, terutama dalam penanganan pelanggaran HAM berat masa lalu, konflik sumber daya alam, dan pembatasan kebebasan sipil. 
2. Terdapat peningkatan pelanggaran HAM seperti diskriminasi gender, pelanggaran hak perempuan, kegagalan mengungkap kebenaran untuk korban pelanggaran masa lalu, serta pelanggaran di Papua yang meningkat tajam. 
3. Namun, terdapat perkembangan positif seperti reformasi kunci dalam perlindungan HAM, supremasi hukum, dan reformasi sektor keamanan, serta munculnya gerakan mahasiswa dan masyarakat sebagai kontrol sosial. 
     Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah masih adanya upaya dan perjuangan dari berbagai pihak, baik lembaga negara maupun masyarakat sipil, untuk terus memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia. Meskipun masih ada banyak tantangan, adanya kritik dan evaluasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan ke depannya. 

B.    Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa? 
Jawaban:
     Demokrasi Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia yang beragam. Prinsip musyawarah untuk mufakat yang menjadi salah satu sila dalam Pancasila merupakan cerminan dari budaya gotong royong dan musyawarah yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia. 
     Dalam budaya masyarakat Indonesia, pengambilan keputusan penting seringkali dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan bersama. Hal ini mencerminkan semangat demokrasi yang menghargai aspirasi dan suara dari berbagai pihak. 
     Sementara itu, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa dalam menjalankan kehidupan bernegara dan bermasyarakat, nilai-nilai ketuhanan dan spiritualitas tetap menjadi landasan dan pedoman. Hal ini selaras dengan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan religius. 
     Meskipun demikian, prinsip berke-Tuhanan Yang Maha Esa tidak berarti bahwa negara didasarkan pada satu agama tertentu, melainkan mengakui adanya nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan toleransi yang diajarkan oleh berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia. 
     Dengan demikian, demokrasi Indonesia merupakan perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal Indonesia yang khas, seperti musyawarah dan gotong royong, dengan nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan spiritualitas. Kombinasi ini membuat demokrasi Indonesia memiliki warna dan karakter tersendiri yang membedakannya dengan konsep demokrasi di negara lain. 

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? 
Jawaban:
     Berdasarkan isi artikel yang disampaikan, praktik demokrasi Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Terdapat beberapa permasalahan yang disoroti dalam artikel, antara lain: 
1. Masih banyaknya pelanggaran HAM berat masa lalu yang belum terungkap kebenaran dan proses keadilan bagi korban.
2. Adanya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang.
3. Diskriminasi berbasis gender dan pelanggaran hak-hak perempuan.
4. Kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu.
5. Pelanggaran HAM yang masih berlangsung dan meningkat di Papua.
6. Penerapan hukuman kejam seperti vonis mati dan tindakan eksekusi di luar pengadilan. 
     Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa dalam praktiknya, prinsip-prinsip demokrasi, HAM, dan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, perikemanusiaan, dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia masih belum sepenuhnya terwujud. 
     Namun demikian, artikel juga menyebutkan adanya upaya reformasi dan perjuangan dari masyarakat sipil untuk terus memperjuangkan penegakan HAM dan demokrasi yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. 
     Ke depannya, diperlukan komitmen dan upaya yang lebih kuat dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan praktik demokrasi yang benar-benar sesuai dengan cita-cita luhur Pancasila, UUD NRI 1945, dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM secara konsisten. 

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat? 
Jawaban:
     Kondisi di mana anggota parlemen yang seharusnya mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat justru lebih memprioritaskan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat luas merupakan suatu hal yang sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan. 
     Anggota parlemen terpilih melalui proses demokrasi dengan mandat untuk menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan amanat tersebut dengan integritas dan komitmen yang tinggi. 
     Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya, di mana anggota parlemen lebih mementingkan kepentingan politik sempit mereka sendiri atau kelompoknya, maka hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap amanat yang diberikan oleh rakyat. Ini jelas bertentangan dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. 
     Sikap saya terhadap kondisi tersebut adalah mengecam keras tindakan anggota parlemen yang mengingkari amanat rakyat. Mereka harus diingatkan bahwa keberadaan mereka di parlemen adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat, bukan untuk memenuhi ambisi dan kepentingan politik pribadi atau kelompok mereka. Rakyat berhak untuk mengawasi dan menuntut pertanggungjawaban dari wakil-wakil mereka 

E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini? 
Jawaban:
     Saya sangat tidak setuju dengan pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik yang mereka miliki, baik dari tradisi maupun agama, untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok mereka yang tidak jelas. Apalagi jika sampai mengorbankan rakyat sebagai "tumbal" demi tujuan tersebut. Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. 
     Pada era demokrasi modern saat ini, seharusnya kekuasaan tidak lagi didasarkan pada kharisma personal atau legitimasi dari tradisi/agama tertentu, melainkan lebih didasarkan pada proses demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Pemimpin terpilih seharusnya mendapat mandat dari rakyat dan memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan mengeksploitasi rakyat demi agenda pribadi atau kelompok. 
     Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap individu dan harus dihormati, dilindungi, dan dipenuhi tanpa diskriminasi. Menggerakkan rakyat yang rentan untuk menjadi "tumbal" demi tujuan yang tidak jelas adalah pelanggaran terhadap hak-hak dasar seperti hak hidup, hak keamanan, dan hak untuk bebas dari perlakuan kejam dan tidak manusiawi. 
     Di era demokrasi modern, penghormatan terhadap hak asasi manusia harusnya menjadi prinsip utama dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan. Penggunaan kekuasaan kharismatik atau elemen tradisi/agama tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar hak-hak rakyat. Justru, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi dan agama seharusnya mendorong penghormatan terhadap martabat dan hak-hak kemanusiaan. 
     Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk kritis dan waspada terhadap pihak-pihak yang mengeksploitasi kekuasaan kharismatik mereka demi kepentingan sempit. Masyarakat harus terus memperjuangkan terwujudnya demokrasi yang sejati, di mana hak-hak rakyat dilindungi dan tidak ada pihak yang dapat mengorbankan rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dan tidak beradab.

Nama: Nuzha Tunnida

NPM: 2311011032

Kelas: Manajemen Genap

Prodi: S1 Manajemen

Analisis Soal Kasus

"Awan Gelap untuk HAM di Indonesia"


A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Jawaban:

     Isi artikel tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang masih menghadapi banyak tantangan dan permasalahan. Beberapa poin utama yang diangkat dalam artikel: 

1. Lembaga-lembaga HAM seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta mencatat bahwa kinerja pemerintah terkait HAM masih buruk, terutama dalam penanganan pelanggaran HAM berat masa lalu, konflik sumber daya alam, dan pembatasan kebebasan sipil. 

2. Terdapat peningkatan pelanggaran HAM seperti diskriminasi gender, pelanggaran hak perempuan, kegagalan mengungkap kebenaran untuk korban pelanggaran masa lalu, serta pelanggaran di Papua yang meningkat tajam. 

3. Namun, terdapat perkembangan positif seperti reformasi kunci dalam perlindungan HAM, supremasi hukum, dan reformasi sektor keamanan, serta munculnya gerakan mahasiswa dan masyarakat sebagai kontrol sosial. 

     Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah masih adanya upaya dan perjuangan dari berbagai pihak, baik lembaga negara maupun masyarakat sipil, untuk terus memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia. Meskipun masih ada banyak tantangan, adanya kritik dan evaluasi yang disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan ke depannya. 


B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa? 

Jawaban:

     Demokrasi Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia yang beragam. Prinsip musyawarah untuk mufakat yang menjadi salah satu sila dalam Pancasila merupakan cerminan dari budaya gotong royong dan musyawarah yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia. 

     Dalam budaya masyarakat Indonesia, pengambilan keputusan penting seringkali dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan bersama. Hal ini mencerminkan semangat demokrasi yang menghargai aspirasi dan suara dari berbagai pihak. 

     Sementara itu, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa dalam menjalankan kehidupan bernegara dan bermasyarakat, nilai-nilai ketuhanan dan spiritualitas tetap menjadi landasan dan pedoman. Hal ini selaras dengan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan religius. 

     Meskipun demikian, prinsip berke-Tuhanan Yang Maha Esa tidak berarti bahwa negara didasarkan pada satu agama tertentu, melainkan mengakui adanya nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan toleransi yang diajarkan oleh berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia. 

     Dengan demikian, demokrasi Indonesia merupakan perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal Indonesia yang khas, seperti musyawarah dan gotong royong, dengan nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan spiritualitas. Kombinasi ini membuat demokrasi Indonesia memiliki warna dan karakter tersendiri yang membedakannya dengan konsep demokrasi di negara lain. 


C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? 

Jawaban:

     Berdasarkan isi artikel yang disampaikan, praktik demokrasi Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Terdapat beberapa permasalahan yang disoroti dalam artikel, antara lain: 

1. Masih banyaknya pelanggaran HAM berat masa lalu yang belum terungkap kebenaran dan proses keadilan bagi korban.

2. Adanya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang.

3. Diskriminasi berbasis gender dan pelanggaran hak-hak perempuan.

4. Kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu.

5. Pelanggaran HAM yang masih berlangsung dan meningkat di Papua.

6. Penerapan hukuman kejam seperti vonis mati dan tindakan eksekusi di luar pengadilan. 

     Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa dalam praktiknya, prinsip-prinsip demokrasi, HAM, dan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, perikemanusiaan, dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia masih belum sepenuhnya terwujud. 

     Namun demikian, artikel juga menyebutkan adanya upaya reformasi dan perjuangan dari masyarakat sipil untuk terus memperjuangkan penegakan HAM dan demokrasi yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945. 

     Ke depannya, diperlukan komitmen dan upaya yang lebih kuat dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan praktik demokrasi yang benar-benar sesuai dengan cita-cita luhur Pancasila, UUD NRI 1945, dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM secara konsisten. 


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat? 

Jawaban:

     Kondisi di mana anggota parlemen yang seharusnya mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat justru lebih memprioritaskan agenda politik mereka sendiri yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat luas merupakan suatu hal yang sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan. 

     Anggota parlemen terpilih melalui proses demokrasi dengan mandat untuk menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan amanat tersebut dengan integritas dan komitmen yang tinggi. 

     Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya, di mana anggota parlemen lebih mementingkan kepentingan politik sempit mereka sendiri atau kelompoknya, maka hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap amanat yang diberikan oleh rakyat. Ini jelas bertentangan dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. 

     Sikap saya terhadap kondisi tersebut adalah mengecam keras tindakan anggota parlemen yang mengingkari amanat rakyat. Mereka harus diingatkan bahwa keberadaan mereka di parlemen adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat, bukan untuk memenuhi ambisi dan kepentingan politik pribadi atau kelompok mereka. Rakyat berhak untuk mengawasi dan menuntut pertanggungjawaban dari wakil-wakil mereka di parlemen.


E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini? 

Jawaban: 

     Saya sangat tidak setuju dengan pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik yang mereka miliki, baik dari tradisi maupun agama, untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok mereka yang tidak jelas. Apalagi jika sampai mengorbankan rakyat sebagai "tumbal" demi tujuan tersebut. Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. 

     Pada era demokrasi modern saat ini, seharusnya kekuasaan tidak lagi didasarkan pada kharisma personal atau legitimasi dari tradisi/agama tertentu, melainkan lebih didasarkan pada proses demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Pemimpin terpilih seharusnya mendapat mandat dari rakyat dan memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan mengeksploitasi rakyat demi agenda pribadi atau kelompok. 

     Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap individu dan harus dihormati, dilindungi, dan dipenuhi tanpa diskriminasi. Menggerakkan rakyat yang rentan untuk menjadi "tumbal" demi tujuan yang tidak jelas adalah pelanggaran terhadap hak-hak dasar seperti hak hidup, hak keamanan, dan hak untuk bebas dari perlakuan kejam dan tidak manusiawi. 

     Di era demokrasi modern, penghormatan terhadap hak asasi manusia harusnya menjadi prinsip utama dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan. Penggunaan kekuasaan kharismatik atau elemen tradisi/agama tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar hak-hak rakyat. Justru, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi dan agama seharusnya mendorong penghormatan terhadap martabat dan hak-hak kemanusiaan. 

     Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk kritis dan waspada terhadap pihak-pihak yang mengeksploitasi kekuasaan kharismatik mereka demi kepentingan sempit. Masyarakat harus terus memperjuangkan terwujudnya demokrasi yang sejati, di mana hak-hak rakyat dilindungi dan tidak ada pihak yang dapat mengorbankan rakyat untuk tujuan yang tidak jelas dan tidak beradab.

Nama: Nuzha Tunnida
NPM: 2311011032
Kelas: Manajemen Genap
Prodi: S1 Manajemen
"GEOPOLITIK INDONESIA"

     Berdasarkan pemaparan materi dalam video singkat tersebut, terdapat beberapa poin penting yang dapat kita pelajari:

Pengertian Geopolitik
     Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. 

Macam-Macam Teori Geopolitik:
1. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Karl Haushofer
4. Teori Geopolitik Halford Mackinder
5. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Guilio Douchet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller 

Konsep Geopolitik Indonesia
     Teori geopolitik bangsa Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan kepada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Teori geopolitik diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945. 

Prinsip Geopolitik Indonesia
     Prinsip geopolitik di Indonesia tidak mementingkan dalam hal wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah. 

Konsep Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia
     Wawasan nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Hakikat dari wawasan nusantara adalah kesatuan dan keutuhan bangsa. 

Cara Pandang Bangsa Indonesia terhadap Geopolitik
1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan politik
2. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu keaatuan sosial budaya
4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan 

Kehidupan Bernegara dalam Konsep NKRI 
     Konsep NKRI dicantumkan dalam Pasal 1 ayat 1 UUD Negara RI 1945 yang isinya: " Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik." Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesatuan wilayah Indonesia mencakup: 
1. Kesatuan Politik
2. Kesatuan Hukum
3. Kesatuan Sosial-Budaya
4. Kesatuan Pertahanan dan Keamanan
     Negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik yang wilayahnya merupakan kesatuan dari ribuan pulau yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia serta diantara Benua Asia dan Benua Australia. 

Keunggulan Negara Indonesia
    Keunggulan bangsa Indonesia adalah:
1. Jumlah dan potensi penduduknya cukup besar
2. Memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya
3. Letak wilayah yang strategis dan masih banyaj lagi