Nama: Gabriella Angelina L. S.
NPM: 2315012063
Kelas: A
Prodi: S1 Arsitektur
A. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2019 penegakan HAM mengalami kemacetan, bahkan kemunduran. Pelanggaran HAM masih banyak berlangsung, pemerintah gagal menghadirkan keadilan, dan tidak adanya proses keadilan serta akuntabilitas atas pelanggaran HAM. Namun, Amnesty International mengakui Indonesia terus melakukan langkah reformasi kunci untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
B. Demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai adat dan budaya, seperti musyawarah untuk mufakat, gotong royong, kepemimpinan kolektif, hormat kepada pemimpin, keragaman, dan toleransi. Ini membuat demokrasi kita inklusif dan berakar kuat dalam masyarakat. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa mengintegrasikan nilai religius dalam kehidupan bernegara. Ini berarti bahwa meski negara menjunjung kebebasan beragama, nilai-nilai moral dan etika agama tetap menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Prinsip ini menciptakan keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab moral, sesuai dengan budaya Indonesia yang religius dan beragam.
C. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan, tetapi masih ada tantangan. Secara umum, prinsip Pancasila dan UUD 1945 diterapkan, seperti melalui pemilu yang bebas dan partisipasi masyarakat. Namun, masalah seperti korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan kurangnya transparansi masih ada. Pemerintah berupaya memperbaiki ini, tetapi perlu kerja keras dan komitmen lebih untuk benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan hak asasi manusia secara konsisten.
D. Sikap saya terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda politik sendiri sangat negatif. Ini mengkhianati kepercayaan rakyat dan merusak demokrasi. Mereka seharusnya fokus pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Rakyat perlu lebih aktif mengawasi dan menuntut akuntabilitas agar wakilnya benar-benar mewakili aspirasi mereka.
E. Pendapat saya, pihak yang menggunakan kekuasaan karismatik dari tradisi atau agama untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat demi tujuan yang tidak jelas sangat berbahaya. Ini bisa memanipulasi dan merugikan rakyat, serta melanggar hak asasi manusia. Dalam era demokrasi, setiap tindakan harus transparan dan menghormati hak-hak individu. Manipulasi seperti ini bertentangan dengan prinsip demokrasi dan keadilan sosial.