Kiriman dibuat oleh Putri bernadetha manalu Putri

Nama: Putri Bernadetha Manalu
Npm: 2311012010

1. Menentukan strategi distribusi efektif (offline & online saling melengkapi):

-Gunakan omnichannel strategy: konsumen bisa mencari info produk online, lalu membeli offline, atau sebaliknya.
-Pastikan inventory system terintegrasi agar stok di online & offline sinkron.
-Manfaatkan offline untuk customer experience (coba produk, konsultasi), sedangkan online untuk convenience (kemudahan beli & promo).
-Berikan insentif berbeda: misalnya, diskon khusus online, tapi hadiah eksklusif jika beli offline.

2. Dilema etika penggunaan data pribadi konsume

-Terapkan data minimization principle: hanya kumpulkan data yang benar-benar diperlukan.
-Transparansi: jelaskan kepada konsumen data apa yang dikumpulkan dan untuk apa.
-Berikan kontrol kepada konsumen: misalnya opsi unsubscribe atau opt-out.
-Jaga keamanan dengan enkripsi dan sistem keamanan yang kuat.
-Etika: jangan gunakan data untuk manipulasi berlebihan, tapi fokus pada value creation untuk konsumen.

3. Efektivitas influencer marketing vs iklan konvensional:

-Influencer marketing lebih efektif untuk engagement karena terasa personal, autentik, dan berbasis kepercayaan audiens.
-Cocok untuk segmen muda & produk lifestyle.
-Iklan konvensional (TV, billboard, radio) tetap kuat untuk brand awareness massal & legitimasi.
-Idealnya gabungkan keduanya: iklan konvensional untuk reach, influencer marketing untuk engagement

4. Menilai efektivitas promosi digital (bukan sekadar viral

Gunakan indikator performance metrics seperti:
-Conversion rate → berapa banyak yang benar-benar membeli.
-Customer acquisition cost (CAC) → biaya mendapatkan 1 pelanggan baru.
-Return on Ads Spend (ROAS).
-Retention rate → apakah konsumen kembali membeli.
-Sales uplift → bandingkan penjualan sebelum & sesudah kampanye.

5. Mengatasi masalah daya beli rendah:

-Sesuaikan ukuran/varian produk (downsizing atau sachet economy).
-Gunakan strategi value for money → kualitas oke dengan harga terjangkau.
-Edukasi konsumen tentang manfaat produk.
-Fokus ke community-based marketing → jual melalui kelompok kecil atau koperasi.
-Pertimbangkan model subsidi silang (produk premium mensubsidi produk ekonomis)

6. Social media marketing untuk hubungan jangka panjang:

-Konsistensi konten yang relevan, bukan hanya promo → edukasi, tips, hiburan.
-Responsif terhadap komentar & DM.
-Bangun community (misalnya lewat grup eksklusif, forum, atau UGC/ user generated content).
-Personalization → konten & promo sesuai preferensi konsumen.
-Program loyalitas digital → poin, rewards, atau early access.
-Monitoring & evaluasi → cek sentimen konsumen secara berkala.
putri bernadetha manalu
2311012010

1. Konsep dan Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan bisnis adalah proses sistematis untuk menilai apakah suatu ide atau rencana usaha layak dijalankan. Tujuannya bukan hanya mengetahui apakah bisnis bisa dijalankan, tetapi juga apakah bisnis tersebut menguntungkan, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Pentingnya studi kelayakan:
1. Mengurangi risiko, membantu pengusaha mengantisipasi hambatan sebelum bisnis dimulai.
2. Membantu perencanaan yang matang, memberikan gambaran menyeluruh mulai dari target pasar, modal, hingga strategi        pemasaran.
3. Meyakinkan pihak eksternal, investor, bank, atau mitra bisnis membutuhkan studi kelayakan sebagai dasar pertimbangan pendanaan.
4. Efisiensi sumber daya, menghindari penggunaan modal, waktu, dan tenaga pada usaha yang berpotensi gagal.


2. Aspek-Aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis
1. Aspek Pasar dan Pemasaran
Ukuran pasar, tren permintaan, segmen konsumen, pesaing, serta strategi promosi.
2. Aspek Teknis/Operasional
Lokasi usaha, teknologi produksi, kapasitas produksi, bahan baku, dan distribusi.
3. Aspek Manajemen dan Organisasi
Struktur organisasi, kompetensi SDM, sistem pengendalian, dan kepemimpinan.
4. Aspek Finansial
Modal awal, biaya operasional, proyeksi pendapatan, titik impas (break-even point), ROI.
5. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Dampak usaha terhadap masyarakat, penciptaan lapangan kerja, kontribusi ekonomi, serta kelestarian lingkungan.


3. Analisis Kelayakan Ide Bisnis Secara Komprehensif:
1. Riset Pasar Mendalam menggunakan survei, wawancara, observasi, atau data sekunder untuk memahami kebutuhan dan perilaku konsumen.
2. Uji Produk atau Prototip
mencoba dalam skala kecil (pilot project) sebelum masuk produksi besar.
3. Analisis SWOT
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
4. Perhitungan Finansial
Realistis menyusun proyeksi cash flow, NPV, IRR, dan skenario optimis vs pesimis.
5. Studi Lingkungan & Regulasi,
memastikan usaha sesuai dengan hukum, perizinan, dan keberlanjutan lingkungan.
6. Validasi Eksternal
meminta masukan dari pakar, mentor, atau calon konsumen.


4. Keterampilan yang Dibutuhkan dalam Menilai Potensi Usaha
Agar bisa mengambil keputusan bisnis yang tepat, seorang wirausahawan perlu mengembangkan keterampilan berikut:
1. Analisis Kritis
mampu menilai data, tren, dan informasi pasar secara objektif.
2. Manajerial & Kepemimpinan
membangun tim, mengatur SDM, serta membuat keputusan strategis.
3. Keuangan & Akuntansi Dasar
memahami laporan keuangan, arus kas, dan proyeksi keuntungan.
4. Pemahaman Teknologi
mengikuti perkembangan teknologi untuk efisiensi produksi dan pemasaran digital.
5. Negosiasi & Komunikasi
membangun relasi dengan investor, pemasok, dan konsumen.
6. Adaptabilitas & Kreativitas
cepat menyesuaikan diri dengan perubahan pasar serta menciptakan inovasi.