Kiriman dibuat oleh Auralia Sheva Salsabilla

TECHNOPRENEUR kls A Ganjil 2025 -> RESPONSI Sesi 9.1

oleh Auralia Sheva Salsabilla -
Auralia Sheva Salsabilla
2311012047

1. Dalam bisnis berbasis teknologi, peran manajemen SDM jauh lebih luas dari sekadar mengurus administrasi karyawan. SDM jadi penggerak utama yang memastikan orang-orang di dalam perusahaan bisa beradaptasi, berinovasi, dan bekerja dengan semangat kolaborasi. Fokusnya bukan hanya mencari orang yang pintar secara teknis, tapi juga yang mau tumbuh dan terbuka dengan perubahan. Contohnya, Gojek memakai analisis data untuk menilai kinerja dan potensi karyawan supaya pengembangan mereka sejalan dengan arah bisnis yang terus berkembang secara digital. Jadi, peran SDM di sini benar-benar strategis: menghubungkan kemampuan manusia dengan kebutuhan teknologi.
2. Strategi rekrutmen dan pengembangan karyawan pada startup berbasis teknologi Startup teknologi punya kebutuhan yang berbeda dari perusahaan biasa. Mereka butuh orang yang bisa bergerak cepat, punya semangat belajar tinggi, dan nyaman bekerja di lingkungan yang serba berubah. Karena itu, rekrutmen biasanya lebih menekankan pada skill digital, kreativitas, dan kesesuaian budaya kerja (culture fit). Pengembangan karyawan pun dilakukan lewat pelatihan online, program pendampingan, atau proyek nyata yang langsung mengasah kemampuan. Misalnya, Tokopedia dan Ruangguru banyak mengandalkan sistem pembelajaran berbasis proyek supaya karyawan bisa terus belajar sambil berkontribusi langsung ke produk yang sedang dikembangkan.
3. Mengelola tim yang didominasi millennial dan Gen Z punya tantangan tersendiri. Generasi ini cenderung mencari pekerjaan yang fleksibel, bermakna, dan memberi ruang untuk berekspresi. Jadi, manajer SDM perlu lebih terbuka dalam cara memimpin, bukan sekadar mengatur, tapi juga mendengarkan dan memfasilitasi. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara kebebasan dengan produktivitas. Banyak perusahaan seperti Traveloka dan Niagahoster sudah menyesuaikan diri dengan sistem kerja hybrid, komunikasi yang transparan, dan penghargaan berdasarkan hasil, bukan jabatan. Dengan begitu, karyawan muda bisa tetap termotivasi tanpa kehilangan arah kerja.